Online Journal Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya
Not a member yet
    242 research outputs found

    The Effectiveness of Karamunting Leaf’s Fraction (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) as Antimicrobials in Carbapenemase Resistant Klebsiella pneumonia

    No full text
    In the world, the incidence of nosocomial infections in hospitals had increased. There had been an increase in the incidence of infections caused by Enterobacteriaceae, one of them is Klebsiella pneumonia, which resistant to carbapenem in the worldwide. The consequences of increased rates of resistance to many drugs pose a high need for the discovery of new types of antibiotic drugs. Rhodomyrtus tomentosa (aiton) hassk has an antibacterial effect that has long been used by Indonesians as a traditional drug. This study aims to find out the effectiveness of karamunting leaf fraction as an antimicrobial in carbapenemase resistant K.pneumonia bacteria and to find out the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum bactericidal concentration (MBC) of the active compound of karamunting leaves as antimicrobial in Carbapenemase resistant Klebsiella pneumonia (CRKP) bacterial isolates. This research was an experimental laboratory research in vitro that exploratory analytical. The results of the study obtained the value of MIC ethyl acetate fraction started at a concentration of 125 μg/ml and n-hexan fraction at a concentration of 4000 μg/ml. MBC value was 125 μg/ml for ethyl acetat fraction and n-hexan fraction of karamunting leaves was 8000 μg/ml. From the bacterial activity test obtained at a concentration 32000 μg/ml of n-hexan fraction, the average diameter of the inhibitory zone 7.80 ± 1.30 mm and ethyl acetate fraction at a concentration of 4000 μg/ml can inhibit the growth of CRKP bacteria with an average of  inhibition zone diameter was 9.40 ± 1.67 mm. From the results of the analysis using the Independent T Test and mann whitney test obtained a probability value between all groups with positive control was <0.05. It can be concluded that the ethyl fraction of acetate and n-hexan leaves of karamunting leaves contains active compounds that can interfere with the integrity of CRKP bacterial cell walls or membranes so that the bacteria can die

    Telur Nematoda usus Ascaris lumbricoides Pada Buah-Buahan Di Pasar Induk Kota Palembang

    No full text
    Soil-Transmitted Helminths (STH) intestinal nematodes hich is still a health problem in Indonesia. This disease could occur due to various factors, such as the habit of not washing the fruit before consumption. Consumption of fruits helps meet nutritional needs to protect the body from various diseases. This research aimed to determine whether there is STH egg contamination in fruits sold at the Jakabaring Central Market. This research was a descriptive-observational study. The fruit sample were collected from Jakabaring Central Market. A total of 50 fruits samples in this study consisted of Citrus sinensis, Cucumis melo, Ananas Comosus, Musa sp., and Citrullus lanatus The sample processing was carried out using the sedimentation method. About 200 grams of fruit skin samples were immersed in 0.2% NaOH. Microscopic observations were made at the Biooptic Laboratory and Medical Chemistry Laboratory of FK Universitas Sriwjaya. A total of 9 (18%) samples were showed positive results of STH contamination, which were 7 samples of pineapple Ananas comosus (14%) and 2 samples of watermelon Citrullus lanatus (4%). From the 9 positive samples, 35 Ascaris lumbricoides infertile-decorticated eggs were found. Thus, contamination of Ascaris lumbricoides eggs in fruits  were detected and its non infective stage Jakabaring Central Market Palembang City. Although all eggs found in non infective stage , with sufficient percentage of contamination, improving hygiene before consuming must be considered.Infeksi cacing nematoda usus jenis Soil-Transmitted Helminths (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit ini dapat terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya kebiasaan tidak mencuci buah sebelum dikonsumsi. Konsumsi buah-buahan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi telur nematoda usus STH pada buah-buahan yang dijual di Pasar Induk kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Lokasi pengambilan sampel adalah Pasar Induk Jakabaring Kota Palembang. Sampel penelitian ini adalah 50 buah-buahan yang terdiri dari jeruk, melon, nanas, pisang, dan semangka. Pengolahan sampel dilakukan menggunakan metode sedimentasi. Sekitar 200 gr kulit sampel buah direndam dalam NaOH 0,2%. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan di Laboratorium Biooptik dan Laboratorium Kimia Medik FK Unsri.  Dari 50 sampel Sebanyak 9 (18%) sampel menunjukkan hasil positif terkontaminasi STH yaitu pada 7 buah nanas Ananas comosus (14%) dan 2 buah semangka Citrullus lanatus (4%). Dari 9 sampel yang positif terkontaminasi, semua merupakan spesies Ascaris lumbricoides infertil decorticated dengan total jumlah telur 35 buah. Terdapat kontaminasi telur nematoda usus Ascaris lumbricoides dan semua jenis telur yang ditemukan merupakan telur stadium non infektif. Walaupun semua telur yang ditemukan merupakan stadium non infektif namun dengan persentase yang cukup tinggi ditemukannya kontaminasi telur cacing STH, tetap harus menjadi kewaspadaan untuk meningkatkan kebersihan sebelum mengkonsumsi buah-buahan tersebut

    Comparison of Lymphocyte Neutrophil Ratio in Head Injury Patients with Blood and without Intracranial Bleeding in Dr. M. Djamil Hospital

    No full text
    A B S T R A C TBackground: Head injuries occur every 15 seconds worldwide, with patientsdying every 12 minutes. The value of the Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) is afactor that influences the assessment and prognostic value of patients withintracranial hemorrhage and without intracranial hemorrhage in head injury.The aim of this study was to determine the relationship between increased NLRbased on the severity of head injury patients with or without intracranialhemorrhage. Methods: This study is a retrospective cross sectional study of headinjury patients with hemorrhage and without intracranial hemorrhage who weretreated at Dr. M. Djamil Hospital Padang in 2020 from May to December 2020.Data was collected in the Medical Records Department of Dr. M. Djamil HospitalPadang who met the inclusion and exclusion criteria. Results : A total of 92patients were included in the inclusion criteria for this study. The results showedthat the mean NLR value in head injury patients was 11.72 with a variation of7.31. The mean NLR level based on the severity of mild head injury was 10.15with a variation of 6.38. The mean NLR level of moderate head injury severity was12.70 with a variation of 7.09. The mean NLR level of severe head injury, was14.69 with a variation of 9.30. The results showed that there was no difference inthe mean of NLR levels in mild head injury patients with hemorrhage and withoutintracranial hemorrhage. The results showed that there was a significantrelationship between NLR levels in moderate head injury patients withhemorrhage (14.20) and without intracranial hemorrhage (7.20) (p value = 0.029),whereas in severe head injury it could not be assessed because there was nosample without hemorrhage. Conclusion: There is an association betweenincreased NLR and intracranial bleeding in moderate head injury patient

    Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Salam (Eugenia polyantha) terhadap GLUT 4 di Jaringan Adiposa dan Kadar Gula Darah Puasa pada Tikus Putih Jantan

    No full text
    Diabetes Mellitus merupakan penyakit epidemik global, cenderung meningkat dengan berbagai kondisipatologis yang menyertainya, sehingga membutuhkan preparat baru yang poten,tidak toksik, efektifdalam pemberian dan harga terjangkau untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol dalam daunsalam (Eugenia polyantha) terhadap GLUT 4 di jaringan adiposa dan kadar gula darah puasa tikus putihjantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak (HFD-dexamethasone. Desainpenelitian ini adalah ekperimental, rancangan pre dan post test dengan kelompok kontrol dilakukan diAnimal house Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Tiga puluh enam ekor tikus dengan beratantara 150 - 200 gram secara acak dibagi menjadi 6 kelompok. Setelah di aklimatisasi selama 7 hari dandiinduksi dengan high fat diet 5 ml per oral serta dexamethasone 250 µg/kgbb intraperitoneal selama35 hari. Kelompok kontrol (-) diberi larutan aquades sebanyak 2 ml, kelompok pertama diberi ekstrakethanol daun salam dosis 62,5 per kilogram berat badan, kelompok kedua diberi ekstrak ethanol daunsalam dosis 125 mg per kilogram berat badan, kelompok ketiga diberi ekstrak etanol daun salam dosis250 mg per kilogram berat badan, kontrol (+) diberi Pioglithazone dosis 0,02 gram per kilogram beratbadan. Semua perlakuan diberikan selama 14 hari. Data diperoleh dengan analisis ANOVA dan post hocttest spss versi 18. Induksi HFD /dexamethasone pada tikus selama 35 hari menujukan peningkatankadar glukosa darah secara signifikan lalu tikus dieutanasia dengan ketamin 70 mg/kgbb intraperitoneallalu dilakukan autopsi dan diambil jaringan adiposa. Intervensi ekstrak ethanol daun salam selama 14hari pada tikus diabetes mellitus efektif meningkatkan kadar GLUT 4 di jaringan adiposa (p<0,05)dibanding kontrol negatif dan Pioglitazone, Ekstrak etanol daun salam dosis 125 mg per kilogram beratbadan tikus merupakan dosis paling efektif dalam meningkatkan GLUT 4 dijaringan adiposa, sedangkandalam menurunkan kadar gula darah puasa dosis 62,5 mg/kgbb tikus, 125 mg/kgbb tikus,250 mg/kgbbtikus sama efektifnya dengan kontrol positif obat pioglithazone. Ekstrak etanol daun salam (Eugeniapolyantha) berpotensi meningkatkan kadar GLUT 4 di jaringan adiposa tikus dan menurunkan kadar guladarah puasa pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi HFD/dexametasone

    Hubungan Karakteristik, Hiperglikemi, dan Kerusakan Saraf Pasien Neuropati Diabetik di RSMH Palembang

    No full text
    Neuropati diabetik merupakan komplikasi tersering dari penyakit diabetik. Faktor risiko yang mempengaruhitimbulnya neuropati diabetik adalah lamanya menderita DM, pertambahan usia, jenis kelamin, dan hiperglikemi.Kerusakan saraf pada neuropati diabetik dapat diketahui dengan pemeriksaan ENMG. Tujuan penelitian ini untukmenganalisis hubungan karakteristik, hiperglikemi, dan kerusakan saraf pada pasien neuropati diabetikberdasarkan pemeriksaan ENMG. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional.Sebanyak 63 sampel diambil dari rekam medis dan hasil pemeriksaan ENMG pasien neuropati diabetik di RSMHPalembang periode tahun 2013-2014. Hasil didapatkan penderita neuropati diabetik perempuan 32 orang (50,8%),laki-laki 31 orang (49,2%), usia <55 tahun 25 orang (39,7%), usia >55 tahun 38 orang (60,3%), lama menderita DM<5 tahun 13 orang (20,63%), lama menderita DM >5 tahun 50 orang (79,37%), kadar HbA1C <8 31 orang (49,21),dan kadar HbA1C >8 32 orang (50,79%). Kerusakan saraf tipe axonal-demyelinating 44 orang (69,8%) dan tipedemyelinating 19 orang (30,2%). Tidak ada hubungan antara usia dan kerusakan saraf (p=0,796). Tidak adahubungan antara jenis kelamin dan kerusakan saraf (p=0,066). Tidak ada hubungan antara lama menderita DM dankerusakan saraf (p=0,169). Ada hubungan antara kadar HbA1C dan kerusakan saraf (p=0,045; OR 3,13; CI95%1,002-9,774). Kesimpulan didapatkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lamanya menderita DM dankerusakan saraf. Ada hubungan hiperglikemi dan kerusakan saraf

    Profil Hormon Penderita Disorder of Sex Development (DSD) di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang

    No full text
    Selain berdasarkan temuan klinis, penentuan diagnosis Disorders of sex development (DSD) juga didukung olehragam pemeriksaan penunjang seperti analisis kromosom, radiologi, dan pemeriksaan laboratorium yang salahsatunya berupa pemeriksaan kadar hormon. Pemeriksaan kadar hormon dapat memberikan gambaran fungsigonadal dan adrenal, yang bermanfaat baik untuk penapisan dan juga penentuan diagnosis DSD. Studi yangbertujuan untuk mengidentifikasi profil hormon pasien DSD di Indonesia masih sangat minim, dan studi inimerupakan studi pertama yang meninjau profil hormon DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Studi inimerupakan studi deskriptif menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien DSD yang menjalanipemeriksaan hormon selama periode 2013-2017. Dari total 173 pasien DSD yang datang berobat ke RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang selama lima tahun terakhir, hanya 22 (12.72%) pasien yang menjalani pemeriksaanhormon. Ada 13 profil hormon yang diperiksa pada pasien DSD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang denganhormon testosteron (54.54%) sebagai hormon yang paling sering diperiksa. Pemeriksaan profil hormon sebagaisalah satu alat bantu penapisan dan penegakkan diagnosa DSD belum menjadi salah satu pemeriksaan penunjangyang umum dilakukan di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

    Hubungan Pola Asuh Dengan Delinkuensi Siswa SMP

    No full text
    Delinkuensi atau kenakalan remaja merupakan masalah serius di semua negara. Remaja yang terlibat kenakalanberpotensi terlibat tindak kriminalitas yang lebih serius. Banyak faktor yang diduga merupakan penyebab kenakalanremaja, salah satunya adalah keluarga. Pola asuh merupakan cara orang tua dalam mendidik anak, terutama dalammemberikan nilai dan norma yang berpengaruh pada tahap perkembangan anak selanjutnya, termasuk perilakuantisosial yang kerap dihubungkan dengan kenakalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara polaasuh dengan kenakalan remaja siswa sebuah SMP swasta di Surabaya. Penelitian ini merupakan studi analitikobservasional bersifat cross-sectional yang menghubungkan antara pola asuh dengan kenakalan remaja siswa sebuahSMP di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Untuk mengetahui pola asuhorangtua digunakan kuisioner pola asuh Alabama (Parental Authoritory Questionaire). Kenakalan remaja dinilaidengan kuisioner Self-Report Delinquincy. Didapatkan 70% subyek penelitian yang terlibat kenakalan dengan 52,63%mengalami pengasuhan ibu yang otoritatif dan 66,18% mengalami pengasuhan ayah yang otoritatif. Tidak didapatkanhubungan bermakna antara pola asuh ibu dengan kenakalan remaja. Didapatkan hubungan bermakna antara pola asuhayah, terutama otoritatif dengan kenakalan remaja sedang dan pola asuh otoriter dengan kenakalan remaja ringan

    Antiviral Therapy in Corona Virus Disease-19 (Covid-19)

    No full text
    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by a new coronavirus called severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2, previously known as 2019-nCoV), which was first identified in Wuhan City, Hubei Province, PRC. The total number of COVID-19 cases worldwide has reached 102 million cases with 54 million cases recovered and 2.3 million cases dead. Handling for this pandemic is still being carried out. In Indonesia, the antiviral drugs used are those that meet the Emergency Use Authorization (EUA) requirements, and are included in the COVID-19 management guidelines issued by the Ministry of Health. Antiviral options used are Oseltamivir, Favifirapir, Remdesivir. Until now, the use of antivirus is still being researched regarding the effectiveness and security of the antivirus used. Oseltamivir is used as an antiviral for COVID-19 with a mild clinical course, Favifirapir is used for mild to moderate clinical cases of COVID-19. For the use of remdesivir in COVID-19 patients with severe and critis clinical conditions

    Hubungan Perilaku Sedentari terhadap Nilai Tekanan Darah pada Mahasiswa

    No full text
    The proportion of Indonesian population with a sedentary behavior of more than equal to 6 hours/day is 24.1%. The negative effects that can be caused by sedentary behavior is high blood pressure. This can be occur because sedentary behavior can give a systemic effect on vascular, metabolic and autonomic. The purpose of this study was to determine the association between sedentary behavior and blood pressure values. This is an analytic study with a cross-sectional study approach that conducted from July-September 2019 on 107 respondents with ages ranging from 16-22 years. Data on gender, sedentary behavior, and blood pressure values ​​obtained through the Bouchard’s Physical Activity Record questionnaire and sphygmomanometer were analyzed using the chi-square method. Meanwhile, data on mean duration of sedentary physical activity and blood pressure values ​​were analyzed using the independent samples t-test method. The results showed that there was a significant association between gender and blood pressure values (p = 0,000), sedentary physical activities such as watching TV (p = 0.001), playing laptop (p = 0,000), sitting playing phone (p = 0.001), sitting in transportation (p = 0.004), learning (p = 0.038), driving (p = 0.003), and a significant association between the sedentary behavior with blood pressure values ​​(p = 0.001) with OR = 6.981. The conclusions of this study shows that sedentary behavior is a risk factor for increased blood pressure values.Proporsi penduduk Indonesia dengan perilaku sedentari lebih dari sama dengan 6 jam perhari adalah 24,1%. Salah satu dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh perilaku sedentari adalah tekanan darah tinggi. Hal ini dapat terjadi karena perilaku sedentari dapat memberikan efek sistemik pada vaskular, metabolik dan otonom. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dengan nilai tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juli 2019 hingga September 2019 terhadap 107 responden dengan rentang usia 16 hingga 22 tahun. Data jenis kelamin, perilaku sedentari , dan nilai tekanan darah yang didapat melalui kusioner Bouchard’s Physical Activity Record dan sphygmomanometer dianalisis menggunakan metode chi-square. Sedangkan, data rerata durasi aktivitas fisik sedentari dan nilai tekanan darah dianalisis menggunakan metode uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan tekanan darah (p = 0,000), aktivitas fisik sedentari seperti menonton TV (p = 0,001), bermain laptop (p = 0,000), duduk bermain Hp (p = 0,001), duduk berkendara (p = 0,004), belajar (p = 0,038), menyetir (p = 0,003), dan hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan nilai tekanan darah (p = 0,001) dengan OR =  6,981. Kesimpulan penelitian ini meunjukkan bahwa perilaku sedentari merupakan faktor risiko terjadinya peningkatan tekanan darah

    The Role of Estrogen in the Development of Breast Cancer

    No full text
    Breast cancer is a hormone-dependent disease that relies on the mitogenic effect ofestrogen to increase tumorigenesis and tumor growth. Clinically significant levels ofestrogen-α receptor (ERα) expression are seen in 80% of human breast cancers,whereas progesterone receptor is expressed in 55% of human breast cancers. Thesedata are one of the bases for the development of endocrine therapy. Endocrinetherapy is therapy that targets the pathway and synthesis of estrogen, by blocking itvia receptors, reducing circulating levels of estrogen, or suppressing estrogensynthesis in the tissues of women diagnosed with breast cancer

    0

    full texts

    242

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇