Online Journal Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Comparison of Incident of Chronic Pain Post Operations of Preperitoneal Transabdominal Herniorafi Laparoscopy (TAPP) and Totally Extraperitoneal (TEP) in General Hospital Dr. M. Djamil Padang
A B S T R A C TIntroduction : Inguinal herniation is a protrusion of peritoneal component throughabdominal wall caused by the weakness of aponeurotica tissue of abdomen. Inguinalherniation is the most common herniation cases in which 291.145 patient registeredin Indonesia at 2012 and 87 patients in General Government Hospital of M. DjamilPadang at 2017-2018. Herniation treatment is consisted of herniorrhapylaparoscopy using the TEP or TAPP techniques and both of them are related to theincidence of chronical post-operative pain that was defined by IASP as anuncomfortable sensation lasting for more than 3 months. Method: This researchwas using retrospective study design. The research was conducted at RSUP Dr. M.Djamil Padang in August – October 2020 with 54 samples. Result: The study foundthere was 54 cases of inguinal herniation fit to the inclusion criteria with peak ageof 82 years old and average of 59.1 years old. Most patients were male (79.62 %).There were 2 patients having chronic pain (7.41%) after herniorrhapy using the TAPPtechnique and 1 more (3.71%) having chronic pain with TEP technique. Bivariateanalysis was done by Fisher Exact Test and the study concluded there was nostatistical significance in relationship of chronic post-operative pain incidence withthe particular technique chosen at herniorrhapy laparoscopy (p=1.000). Conclusion:There was no significant relationship between the incidence of postoperative chronicpain in patients undergoing laparascopic hernioraphy and TEP or TAPP procedure
Efektivitas Kitosan Terhadap Kadar Feritin Darah Dan Kadar Besi Hati Tikus Putih Wistar Jantan Iron Overload Model
Penelitian terdahulu telah membuktikan penggunaan kitosan sebagai absorben logam berat seperti Zn, Mg, Cd, Cr, Fedan Cu. Kitosan Hasil penelitian dari Seo et al. (1) menggunakan kitosan yang larut dalam air (kitosan dengan BM lebihrendah) untuk menyerap berbagai ion logam. Peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh kitosan sebagai chelatingagent dalam menurunkan kadar feritin serum dan kadar besi hati pada tikus wistar model iron overload denganmembandingkan kelompok perlakuan dengan kelompok pemberian deferiprone. Penelitian ini eksperimentallaboratorik in vivo. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus)galur wistar yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok normal (N) yang tidak mendapat perlakuan, kelompokkontrol negatif (K-), yaitu kelompok yang mendapatkan induksi berupa iron sucrose 75 mg/kgBB selama lima minggu(tiga kali seminggu), kelompok perlakuan (P1, P2 dan P3) yang telah mendapatkan induksi iron sukrose dan diberikankitosan dengan dosis 16 mg/kgBB, 32 mg/kgBB dan 64 mg/kgBB dan kelompok kontrol positif (K+) yang mendapatkaninduksi iron sukrose dan obat deferiprone (DFP) 75 mg/kgBB. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapatdisimpulkan terdapat peningkatan kadar feritin serum dan kadar besi hati kelompok induksi dengan iron sukrose 75mg/kgBB selama lima minggu dibandingkan dengan kelompok normal. Secara klinis, pemberian kitosan dosis 16mg/kgBB lebih efektif menurunkan kadar feritin serum dibandingkan dengan pemberian kitosan dosis 32 mg/kgBB dan64 mg/kgBB. Sedangkan kitosan dosis 64 mg/kgBB lebih efektif menurunkan kadar besi hati dibandingkan denganpemberian kitosan dosis 16 mg/kgBB dan 32 mg/kgBB. Pemberian kitosan 16 mg/kgBB setara dengan pemberiandeferiprone 75 mg/kgBB dalam menurunkan kadar feritin serum dan kitosan 64 mg/kgBB setara dengan deferiprone75 mg/kgBB dalam menurunkan kadar besi hati
Paparan Gas Amonia Karet Terhadap Perubahan Kadar Serum MDA(Malondialdehyde)
Di Indonesia, amonia sudah dikenal luas sebagai bahan baku yang merupakan komoditas yang penting dalamperindustrian salah satunya yaitu industri crumb rubber (karet remah). Amonia adalah gas tajam yang tidak berwarnaterdiri dari satu unsur nitrogen (N) dan tiga unsur hiodrogen (H 3 ) dengan titik didih -33,5 o C cairannya mempunyaipanas penguapan yang bebas yaitu 1,37 Kj/g pada titik didihnya. Amonia secara langsung merangsang stresoksidatif dan nitrosatif pada astrosit melalui peningkatan kalsium in tr aselu lar yang menyebabkan disfungsimitokondr ia dan kegagalan produksi energi selular mela lui pembukaan pori-pori transisi mitokondr ia. .Tujuan penelitian ini adalah unt uk mengetahui pengaruh paparan gas amonia karet terhadap perubahan kadarMDA pada kelompok berisiko di Kota Palembang. Metode: design Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 22 orang di Kelurahan Karang Anyar Palembng dan 22 di Desa Pajar Bulan Ogan Ilir.Pemeriksaan kadar udara ambient oleh Petugas BTKL Palembang dan untuk pemeriksaan kadar serum MDAdiperiksa di Laboratorium Biomolekuler FK Unsri Palembang. Data dianalisis menggunakan uji alternatif MannWhitney. Hasil: Kadar udara ambient amonia di Kelurahan Karang Anyar sebesar 2,18 ppm lebih tinggi di bandingkandi Desa Pajar Bulan sebesar 0,0020 ppm. Rerata kadar serum MDA pada kelompok berisiko (28.7 ng/ml) lebih rendahdibandingkan kelompok tidak berisiko (35.2 ng/ml) dengan p=0.173 Kesimpulan: Tidak Terdapat Perbedaan Rerat
Prevalensi Insomnia pada Usia Lanjut Warga Panti Werdha Dharma Bakti dan Tresna Werdha Teratai Palembang
Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan pada usia lanjut. Keluhan umum yang seringdijumpai berupa kesulitan memulai tidur, mempertahankan tidur nyenyak dan bangun terlalu pagi. Di Indonesiasekitar 11,7% penduduknya menderita insomnia, namun angka prevalensi insomnia pada usia lanjut belumdiketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi insomnia pada usia lanjut. Jenis penelitian iniadalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah usia lanjut di PantiWerdha Dharma Bakti dan Tresna Werdha Teratai Palembang, pada bulan Oktober sampai dengan bulanNovember 2014. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS pada 90 sampel yang telahmemenuhi kriteria inklusi. Prevalensi insomnia di Panti Werdha Dharma Bakti dan Tresna Werdha Teratai adalah43,3%. Dari 39 responden yang menderita insomnia terdapat 17 responden laki-laki (18,9%) dan 22 respondenperempuan (24,4%). Insomnia banyak diderita oleh responden yang berusia 60-74 tahun (23,3%), pada respondenyang tidak bersekolah (18,9%), yang berstatus duda/janda (27,8%), dan berdasarkan gaya hidup kebiasaanmerokok (10%) serta kebiasaan mengkonsumsi kopi (26,7%). Prevalensi insomnia di Panti Werdha Dharma Baktidan Tresna Werdha Teratai Palembang Periode Oktober-November 2014 cukup tinggi. Insomnia banyak dideritaoleh perempuan, terbanyak diusia 60-74 tahun, tingkat pendidikan rendah, duda/janda, dan kebiasaanmengkonsumsi kopi
Rasionalitas Penggunaan ACE Inhibitor pada Penderita Hipertensi di Bagian Penyakit Dalam RSUD Kayuagung dan RSMH Palembang
Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. ACEinhibitor adalah salah satu kelompok obat anti-hipertensi dan gagal jantung kongestif yang menjadi lini pertamapengobatan hipertensi untuk beberapa kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaanACE inhibitor pada pasien hipertensi rawat inap di RSUD Kayuagung dan RSMH Palembang. Penelitian inimerupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik di Bagian PenyakitDalam RSUD Kayuagung dan RSMH Palembang periode Juli 2013-Juni 2014. Terdapat 95 pasien hipertensi di RSUDKayuagung dan 55 pasien hipertensi di RSMH Palembang yang diterapi dengan ACE inhibitor. Penderita mengalamihipertensi tahap 2 (70%), hipertensi tahap 1 (27,33%), dan pre-hipertensi (2,67%). Mayoritas lama perawatanberkisar antara 1-7 hari dengan penyebab dirawat antara lain sesak nafas, pusing, mual, muntah, dan gangguanjantung. Dosis 25 mg (75,33%) merupakan dosis yang terbanyak diberikan dengan frekuensi pemberian 2x sehari(52%). Sebanyak 6% kombinasi ACE inhibitor dengan obat lain bersifat sinergis, 79.3% bersifat potensiasi, dan51,3% bersifat antagonis. Pada penelitian ini terdapat total 54% penggunaan ACE inhibitor yang belum memenuhikriteria penggunaan obat yang rasional dikarenakan kurang tepat indikasi dan kombinasi obat yang bersifatantagonis
Hubungan Hasil Laboratorium Pasien Lupus Eritematosus Sistemik dengan Skor SLEDAI di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang mengenai hampir semua sistem organ danmemiliki manifestasi klinis yang bervariasi. Perjalanan penyakit LES ini ditandai dengan remisi dan eksaserbasisehingga memerlukan pemantauan yang ketat akan aktivitas penyakitnya. Untuk menilai aktivitas penyakit lupusmaka digunakanlah skor SLEDAI (Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index). Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui hubungan hasil laboratorium pasien LES dengan skor SLEDAI dari pasien LES yangberobat di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2013-Juli 2014. Penelitian ini berbentukanalitik observasional dengan desain cross sectional serta menggunakan data sekunder, yaitu rekam medik sub-bagian Alergi Imunologi Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yangdiperoleh sebanyak 43 sampel penderita LES yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh dianalisis denganmenggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Dari 43 pasien, 16 pasien (37,3%) memiliki skor SLEDAI ringan dan 27pasien (62,7%) memiliki skor SLEDAI berat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yangsangat bermakna antara anti-dsDNA dan skor SLEDAI (nilai p=0,005). Tidak terdapat hubungan yang bermaknaantara anemia, trombositopenia, leukopenia, proteinuria dan ANA dengan skor SLEDAI (nilai p>0,05). Terdapathubungan yang bermakna antara hasil laboratorium anti- dsDNA dan skor SLEDAI
Cytotoxicity Effects of Benalu Tea Extract (Scurrula oortina) on Hella cells
Tea garden waste has been investigated in the form of parasite tea Squrula oortina SpeciesFamily: Loranthaceae from the Dempo Pagar Alam tea plantation, Lahat Regency, South Sumatra.Stem and leaf samples are then dried and powdered, then isolated with 70% water-ethanolsubfraction. The extract was then dried by vacuum distillation at 70 o C until a concentrated extractwithout ethanol was obtained. The results of the study were tea parasite extract, and the extractwas tested for phytochemicals (monounsaturated fatty acids and double, theobromine derivates,quercetin derivates and Epicatekin derivates). Next, it would be taken to the Laboratory ofBiological Sciences at Gajah Mada University to be tested for cytotoxic effects on Hella cells,with control positive doxorubicin. The results of the research were tea leaves extract IC50 = 2538ug/mL and the standard of doxorubicin IC50 = 0.88 ug/mL so that it could be concluded that theparasite of the tea parasite had cytotoxic and proliferative effects
Activity of Averrhoa Bilimbi L Leaf Extract as Denture Cleaner Towards The Number of Colonies of Candida Albicans in Heat Cured Resin with a 30 Minutes Period
Denture stomatitis is a chronic inflammatory condition of the oral mucosa thatgenerally occurs in users of removable dentures. The cause is multifactorialbut is often associated with the presence of Candida albicans. The mucosawhich is covered by the denture base also reduces the function of saliva whichfunctions as a cleanser for the oral cavity and results in food wasteaccumulating and microorganisms such as Candida albicans can increase innumber. Candida albicans is a normal flora of the oral cavity which is anopportunistic pathogen. The starfruit plant (Averrhoa billimbi l) is a naturalingredient that can be used as an antifungal agent. The aim was to determinethe ratio of the effectiveness of starfruit leaf extract (Averrhoa billimbi) betweenthe concentrations of 12.5%, 25%, 50%, 100%, control + (Clorhexidine) andcontrol - (Aquadest) in reducing the number of Candida albicans colonies. Thetest method used the dilution method, the colony count of Candida albicansusing a spectrophotometer. The results of the one way ANOVA statistical testresulted in a significance value of p = 0.000 (p <0.05) which means that thereis a difference in the average concentration of Candida albicans between theextract concentrations of 12.5%, 25%, 50%, 100%, control + and control. -namely 6.78 ± 0.35, 6.27 ± 0.21, 4.89 ± 0.29, 1.01 ± 0.18, 0.59 ± 0.19 and 9.13± 2.28 in inhibiting growth Candida albicans and this was confirmed by theTukey HSD posthoc test. The conclusion of this study is that there is adifference between the antifungal effectiveness of starfruit leaf extract(Averrhoa billimbi) concentrations of 12.5%, 25%, 50% and 100% in inhibitingthe growth of Candida albicans colonies
Epigenetic Regulation of Breast Cancer Stem Cells
Breast cancer arises as a result of abnormal breast cells forming at an uncontrolled rate. Death in this case of breast cancer is due to the ability of cancer cells to adapt so that it can have an effect on metastasis and recurrence of cancer that was previously thought to have been resolved. The results showed, there is a stem cell population in breast cancer cases which will cause breast cancer to become increasingly difficult to treat. Such cells are known as breast cancer stem cells.Breast cancer cells have the ability to differentiate and contribute greatly to the breast cancer program, as well as to resistance to therapy. Therefore, epigeneticregulation of breast cancer cells is important to study in order to overcome cancer so that it can overcome progression and resistance to cancer therapy being carried out.Epigenetic regulation that has been known in cancer cases includes DNA methylation, histone acetylation, histone methylation and epigenetic regulation by miRNA. DNA methylation is the addition of a methyl group to the nitrogen base of DNA cytosine which will force the DNA transcription process. Acetylation of theaddition of an acetyl group at the end of the histone causes reduced chromatin condensation so that it will activate the transcription process. Methylation histones will also suppress transcription so that genes cannot be expressed. In addition, there is also a small RNA molecule known as miRNA which can bind to the transcribed mRNA. This binding will cause the mRNA to degrade or inhibit its translation
Karakteristik Sosiodemografi serta Tingkat Depresi dan Kecemasan pada Pasangan Suami-Istri Infertil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Pasangan suami-istri yang belum mempunyai anak dalam waktu yang cukup lama akan merasa rendah diri, mudahtersinggung, dan mengalami kecemasan karena tidak punya generasi penerus. Banyak studi menyatakan insidendepresi berat sebesar lebih tinggi pada pasangan yang infertil daripada pasangan yang fertil, dan insiden kecemasansebesar lebih tinggi pada yang infertil daripada pasangan yang fertil. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapatmengidentifikasi karakteristik sosiodemografi serta tingkat depresi dan kecemasan pada pasangan suami-istri infertildi Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan Zung Self-RatingAnxiety Scale yang telah divalidasi terjemahan bahasa Indonesia. Subjek penelitian adalah 30 pasang pasangan suami-istri infertil yang datang berobat ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang padabulan Oktober s.d. November 2016. Dari 30 pasang suami-istri (n=60) infertil didapatkan suami dengan depresisedang sebanyak 4 (13.3%) orang dan istri sebanyak 8 (26.7%) orang. Untuk tingkat kecemasan ringan sampai sedangdidapatkan 8 (26.7%) orang suami dan 16 (53.3%) orang istri. Dari penelitian didapatkan wanita lebih banyakmengalami depresi sedang dan kecemasan ringan sampai sedang daripada pria. Hal ini karena infertilitasmenyebabkan distress psikologi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria karena stigma masyarakattentang infertilitas. Angka gejala depresi dan kecemasan pada wanita maupun pria yang mengalami infertil lebih tinggidari pada angka depresi (9% dan 5%) secara global dan kecemasan (6%) pada orang Asia