Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup
The learning that has been practiced by teachers has not paid attention to differences in students' learning styles. The aim of this research is to describe how differentiated learning is implemented to meet the different learning styles of students in the material on the classification of living creatures in class VII A of SMP Negeri 5 Kepil for the 2022/2023 academic year. This research is a qualitative descriptive study with research subjects totaling 25 students. The differentiated learning carried out also utilizes Smartphone technology in the form of using the Plant Net application for plant taxonomic identification. The results of the research show that the differentiated learning carried out has accommodated the different learning styles of students, including visual, auditory and kinesthetic learning styles.Pembelajaran yang selama ini dipraktikkan guru belum memperhatikan perbedaan gaya belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi perbedaan gaya belajar peserta didik pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas VII A SMP Negeri 5 Kepil Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 25 peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi yang dilaksanakan juga memanfaatkan teknologi smartphone berupa penggunaan aplikasi PlantNet untuk identifikasi taksonomi tumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan telah mengakomodasikan perbedaan gaya belajar peserta didik baik gaya belajar visual, auditori maupun kinestetik
Pengaruh Coaching Rasa-Tirta Terhadap Kemampuan Guru dalam RPP Pembelajaran Berdiferensiasi
This school action research aims to improve teachers' abilities in compiling and implementing learning implementation plans (RPP) or teaching modules (MA) for differentiated learning using the 'Sweet Inspiration' media combined with RASA-TIRTA coaching. The subjects of this research were six teachers from different schools. This research was carried out through the planning, implementation, observation and reflection stages. Data collection techniques include interviews, product assessment, observation and discussion. The results of the research show that the average achievement value for the differentiated learning RPP component indicators in cycle II was 91.11%, including the very good category. The average achievement indicator value for implementing lesson plans in class was 88.53%. So, the target for achieving indicator values has been achieved. It can be concluded that the 'Sweet Inspiration' media combined with RASA-TIRTA coaching (a) can improve teachers' abilities in compiling and implementing differentiated RPP learning and (b) makes teachers feel comfortable discussing, learning and sharing during this research process at assisted junior high schools in Tangerang City.Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) atau modul ajar (MA) pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan media ‘Inspirasi Manis’ dipadu coaching RASA-TIRTA. Subjek penelitian ini adalah enam orang guru dari sekolah yang berbeda. Penelitian ini dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, penilaian produk, pengamatan, dan diskusi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pencapaian nilai indikator komponen RPP pembelajaran berdiferensiasi pada siklus II sebesar 91, 11%, termasuk kategori sangat baik. Rata-rata pencapaian nilai indikator pencapaian pengimplementasian RPP di kelas sebesar 88,53%. Jadi, target pencapaian nilai indikator sudah tercapai. Dapat disimpulkan bahwa media ‘Inspirasi Manis’ dipadu coaching RASA-TIRTA (a) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan RPP pembelajaran berdiferensiasi dan (b) membuat guru merasa nyaman berdiskusi, belajar, dan berbagi selama proses penelitian ini pada SMP binaan di Kota Tangerang
Penggunaan Media “Aprori” Berbasis Diferensiasi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kebhinnekaan Global Siswa
Creativity and insight into global diversity are two important aspects of education. Creativity produces new, innovative and unique things in solving problems. Diversity insight refers to a deep understanding and tolerance of various existing cultures. These two aspects are still low, especially for class V students at SDN Lomaer 1. This can be seen from the students’ low understanding of the culture in their region, as well as their lack of motivation to study regional culture. This condition is caused by the absence of media and learning models that are able to accommodate the heterogeneous learning needs of students. Therefore, a solution is needed through the use of Apriori media based on product differentiation. This Aprori research uses the research and development (R&D) method with the ADDIE model design, namely, analysis, design, development, implementation and evaluation. Data was collected through observation techniques and learning outcomes tests, analyzed descriptively-qualitatively. The results of the research show that by using media (1) students' creativity in completing dance property projects in the form of masks increased from 69.3% to 82.5% and (2) students' classical insight into global diversity increased from 84.75% to 95%. It can be concluded that the use of Apriori media based on product differentiation can increase the creativity and insight into global diversity of class V students at SDN Lomaer 1.Kreativitas dan wawasan kebhinekaan global menjadi dua aspek penting dalam pendidikan. Kreativitas menghasilkan hal baru, inovatif, dan unik dalam mengatasi masalah. Wawasan kebhinekaan merujuk pada pemahaman mendalam dan toleransi terhadap beragam budaya yang ada. Kedua aspek ini masih rendah, khususnya pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Lomaer 1. Hal tersebut terlihat dari rendahnya pemahaman siswa mengenai kebudayaan yang ada di daerahnya, serta kurangnya motivasi mempelajari kebudayaan daerah. Kondisi ini disebabkan tidak adanya media dan model pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang heterogen. Oleh karena itu diperlukan sebuah solusi melalui penggunaan media Apriori berbasis diferensiasi produk. Penelitian Aprori ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan desain model ADDIE yaitu, analysis, design, development, implementation, dan evalution. Pengumpulan data melalui teknik observasi dan tes hasil belajar, dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media (1) kreativitas siswa dalam menyelesaikan proyek properti tari berupa topeng meningkat dari 69,3% menjadi 82,5% dan (2) wawasan kebhinekaan global siswa secara klasikal tuntas meningkat dari 84.75% menjadi 95%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Apriori berbasis diferensiasi produk dapat meningkatkan kreativitas dan wawasan kebhinnekaan global siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Lomaer 1
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui Strategi Discovisit
Each student brings their own uniqueness which teachers must address by organizing learning that can accommodate all the learning needs of each student. Differentiated learning is a solution to ensure that every student gets a learning environment that supports the growth and development of their potential, interests and abilities. This is a challenge for school principals as service delivery managers to ensure the implementation of differentiated learning. The principal uses the discovisit strategy to improve teachers’ abilities in implementing differentiated learning. The aim of this research is to describe the application of the discovisit strategy to improve teachers’ abilities in implementing differentiated learning and determine the increase in teachers’ abilities in implementing differentiated learning through the discovisit strategy. The subjects of this research were 6 class teachers, at Mulur 01 State Elementary School, Bendosari District, Sukoharjo Regency. The results of this good practice show that the discovisit strategy is effective in increasing teachers’ abilities in implementing differentiated learning and there has been an increase in teachers’ abilities in implementing differentiated learning, from initially an average academic supervision score of 69.31 increasing to 96.45 in the very good category.Setiap murid membawa keunikannya masing-masing yang harus disikapi oleh guru dengan menyelenggarakan pembelajaran yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan belajar setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi untuk memastikan setiap murid mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan potensi, minat, dan kemampuan yang dimiliki. Ini menjadi tantangan bagi kepala sekolah sebagai manajer penyelenggaraan layanan untuk memastikan keterlaksanaan pembelajaran terdiferensiasi. Kepala sekolah menggunakan strategi discovisit untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi discovisit untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melalui strategi discovisit. Subjek penelitian ini adalah 6 orang guru kelas, di Sekolah Dasar Negeri Mulur 01, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Hasil praktik baik ini menunjukkan bahwa strategi discovisit efektif meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang semula rata-rata skor hasil supervisi akademik 69,31 meningkat menjadi 96,45 pada kategori sangat baik
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VII Berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent dan Dependent
The research was motivated by the importance of reasoning skills possessed by seventh grade students when solving a problem using differences in the way students capture and process information. Therefore, the purpose of this study was to analyze students' mathematical reasoning ability in solving algebraic story problems in terms of Field Independent (FI) and Field Dependent (FD) cognitive styles. Mixed methods with the sequential explanatory design were used in this study. The research sample was 127 students from 4 schools. The data collection instruments used Group Embedded Figure Test, description test and interview. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The indicators of mathematical reasoning measured include conjecture , the ability to perform mathematical manipulation , the ability to find mathematical patterns to make generalizations , the ability to check the validity/validation of conjectures , and the ability to draw conclusions from statements . Based on the results of the analysis, there is no difference in mathematical reasoning ability between students with FI and FD cognitive styles in solving algebraic story problems. While the mathematical reasoning ability of students in terms of cognitive style, students with cognitive style FI and FD have a tendency of mathematical reasoning to the level of deductive logic.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan penalaran yang dimiliki oleh siswa kelas VII ketika memecahkan suatu masalah dengan menggunakan cara yang berbeda siswa menangkap dan mengolah informasi. Tujuan penelitian ini menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita aljabar ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Motode kombinasi (mixed methods) dengan the sequential explanatory design digunakan pada penelitian ini. Sampel penelitian sebanyak 127 siswa yang berasal dari 4 sekolah. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes Group Embedded Figure Test, tes uraian dan wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Adapun indikator penalaran matematis yang diukur meliputi mengajukan dugaan , kemampuan melakukan manipulasi matematika, kemampuan menemukan pola matematika untuk membuat generalisasi , kemampuan memeriksa keabsahan/validasi dugaan , dan kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan . Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwatidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis antara siswa dengan gaya kognitif FI dan FD dalam menyelesaian soal cerita aljabar. Kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif, siswa dengan gaya kognitif FI dan FD memiliki kecenderungan penalaran matematis ke tingkat logika deduktif
LKPD Berbasis STEAM Berbantuan Permainan Ular Tangga Sebagai Penguatan Kemampuan Literasi Numerasi di Sekolah Dasar
Education is the main pillar in facing global challenges, but the quality of education in Indonesia, especially in numeracy literacy, is still low. The application of innovative learning approaches by teachers is very necessary. The STEAM approach which is integrated with traditional games in Student Worksheets (LKPD) is an innovative alternative learning approach in phase A of elementary schools. This research aims to develop STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) based LKPD with the help of the snakes and ladders game for class II students at SD Negeri Gumelar, Karangkobar District, Banjarnegara Regency. The development of STEAM-based LKPD with the help of the snakes and ladders game uses the Dick & Carey model. Based on the research results, it is known that the STEAM-based LKPD with the snakes and ladders game has a validity of 92.24%, practicality of 92.05%, and effectiveness results based on N-Gain calculations obtained a score of 0.76, which is a score included in the high category so that there has been an increase. Based on the results of data analysis, the students' pretest mean score = 56.63 and posttest = 89.50. There was an increase of 32.87. Noted that [faa1] There was an increase in students' numeracy literacy skills after being given STEAM-based LKPD with the help of the snakes and ladders game. The conclusion of this research is that [faa2] learning with STEAM-based LKPD assisted by the snakes and ladders game can improve the numeracy literacy skills of students at Gumelar State Elementary School.Pendidikan merupakan pilar utama dalam menghadapi tantangan global, namun kualitas pendidikan di Indonesia khususnya dalam literasi numerasi masih rendah. Penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif oleh guru sangat diperlukan. Pendekatan STEAM yang diintegrasikan dengan permainan tradisional dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang inovatif di fase A sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematics) berbantuan permainan ular tangga pada peserta didik kelas II di SD Negeri Gumelar Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara. Pengembangan LKPD berbasis STEAM berbantuan permainan ular tangga ini menggunakan model Dick & Carey. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa LKPD berbasis STEAM berbatuan permainan ular tangga memiliki validitas sebesar 92,24%, kepraktisan sebesar 92,05%, dan hasil efektivitas berdasarkan perhitungan N-Gain diperoleh skor sebesar 0,76 yang mana skor tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi sehingga terjadi peningkatan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rerata pretest peserta didik = 56.63 dan pada postes=89.50. Terjadi peningkatan sebesar 32,87. Diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik setelah diberikan LKPD berbasis STEAM berbantuan permainan ular tangga. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembelajaran dengan LKPD berbasis STEAM berbantuan permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik di SD Negeri Gumelar
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan Program Geogebra Materi Gradien Persamaan Garis Lurus
Straight-line equation gradient learning of VIIID students of SMP Negeri 1 Jepara is very procedural, routine, manual and has not fully met the learning needs of students so that students are less interested, quickly saturated and low student assessment results. Therefore, teachers implement differentiated learning assisted by the Geogebra program. This study used a descriptive method. The purpose of this study describes the implementation of differentiated learning with the Geogebra program, straight line equation gradient material and its results. This research data consists of learning process activities, observations of teacher and student activities, and student assessment results. The implementation of the differentiated learning process is carried out with the following steps (1) presentation of information and learning objectives; (2) the establishment of discussion groups; (3) group discussion and guidance (scaffolding); (4) strengthening and assessment; (5) reflection and feedback. The average results of teacher and student learning process activities were 92.36% and 86.11% with very good criteria. The results of the gradient material assessment obtained an average score of 81.51 (very good category). These results show a positive and significant impact on the learning process and student learning outcomes.Pembelajaran gradien persamaan garis lurus siswa VIIID SMP Negeri 1 Jepara sangat prosedural, rutin, manual dan belum sepenuhnya memenuhikebutuhan belajar siswa sehingga siswa kurang tertarik, cepat jenuh dan hasil asesmen siswa rendah. Oleh sebab itu guru mengimplementasikan pembelajaran berdifferensiasi berbantuan program Geogebra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan implementasi pembelajaran berdifferensiasi dengan program Geogebra materi gradien persamaan garis lurus dan hasilnya. Data penelitian ini terdiri atas aktivitas proses pembelajaran, hasil observasi aktivitas guru dan siswa, dan hasil asesmen siswa. Implementasi proses pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan Langkah berikut (1) penyajian informasi dan tujuan pembelajaran; (2) pembentukan kelompok diskusi; (3) diskusi kelompok dan bimbingan (scaffolding); (4) penguatan dan asesmen; (5) refleksi dan umpan balik. Hasil rerata aktivitas proses pembelajaran guru dan siswa yaitu 92.36% dan 86.11% dengan kriteria baik sekali. Hasil asesmen materi gradien diperoleh skor rata-rata 81,51 (kategori sangat baik).Hasil ini menunjukkan dampak positif dan signifikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Etno Stem PjBL Berbasis Budaya Dayak
The obstacle to learning Mathematics at state Elementary Schools 29 Idai is that students do not understand how to integrate the concepts learned at school with everyday life. This causes students' mathematical problem solving abilities to be very low. The aim of this research is to improve mathematical problem solving abilities through Etno STEM PjBL based on Dayak culture. The research method for this research is Classroom Action Research (PTK) with 2 cycles. The research subjects were all sixth grade students. The research instruments used were mathematical problem solving questions, observation sheets and documentation. Data analysis was carried out descriptively quantitatively. The results of the research show that there is an increase in problem-solving abilities through Dayak culture-based STEM PjBL learning in building materials. In this lesson, students learn mathematics and immediately apply it to life in the Dayak community by making various kinds of products such as traps (fishing tools), capan, and takin.Hambatan pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Negeri 29 Idai adalah siswa belum memahami bagaimana mengintegrasikan konsep yang dipelajari di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Ini menyebabkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menjadi sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui Etno STEM PjBL berbasis budaya dayak. Metode penelitian penelitian ini adalah adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pemecahan masalah matematis, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran STEM PjBL berbasis budaya dayak pada materi bangun ruang. Dalam pembelajaran ini siswa belajar matematika dan langsung menerapkan dalam kehidupan di masyarakat dayak dengan membuat berbagai macam produk seperti bubu (alat penangkap ikan), capan dan takin
Keefektifan Media Hyperdoc Diferensiasi untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Toleransi
Implementing differentiated learning by utilizing technology is still a problem for teachers. This research aims to determine the effectiveness of using hyperdoc media in content differentiated learning by assessing initial learning through learning interest. This media development uses the ADDIE model which is then tested with a media feasibility test and media effectiveness test using the N-Gain Hake formula. The subjects of this research were 35 class 9B students. The research results show that the results of the media effectiveness test reached a score of 69.4 which is in the quite good category. It can be concluded that this differentiated hyperdoc media is effective in increasing students' understanding of tolerance material.Penerapan pembelajaran diferensiasi dengan memanfaatkan teknologi masih menjadi masalah bagi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media hyperdoc dalam pembelajaran berdiferensiasi konten dengan asesmen awal pembelajaran melalui minat belajar. Pengembangan media ini menggunakan model Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE) yang kemudian diuji dengan uji kelayakan media dan uji efektivitas media menggunakan rumus N-Gain Hake. Subyek penelitian ini adalah 35 peserta didik kelas 9B. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji efektivitas media mencapai skor 69,4 yang berada pada kategori cukup baik. Dapat disimpulkan bahwa media hyperdoc diferensiasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi toleransi
Pengembangan Buku Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Kelas 4 Sekolah Dasar
Scientific literacy plays a crucial role for students in facing the problems of the 21st century. However, in fact, scientific literacy skills are still not optimal at SDN Prajuritkulon 2. This is because the learning process is more rote and the textbooks don’t contain scientific literacy skills. This research aims to produce a valid, practical and effective picture story book learning tool to improve the scientific literacy skills of grade 4 elementary school students. The research method used is R&D with static-group pretest-posttest design. The sample was grade 4 students with 30 students each as the control and experimental classes. Data collection uses validation sheets, observations, questionnaires and tests. Validation sheets, observations and questionnaires were analyzed using percentages. The results of the scientific literacy test were analyzed using N-Gain and the independent sample t test. The validation results show that the learning tool is very valid. The research results show that scientific literacy tests have increased. The independent sample t test obtained Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. It can be concluded that the picture story book developed is valid, practical, effective, and can be used to train the scientific literacy skills of grade 4 elementary school students.Literasi sains memegang peranan krusial bagi peserta didik dalam menyongsong permasalahan abad ke-21. Namun faktanya, kemampuan literasi sains masih kurang maksimal di SDN Prajuritkulon 2. Hal ini disebabkan proses pembelajaran lebih bersifat hafalan dan buku ajar yang dimanfaatkan oleh guru belum memuat kemampuan literasi sains. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran buku cerita bergambar yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas 4 SD pada materi “Siklus Air”. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan static- group pretest-posttest design. Sampelnya adalah peserta didik kelas 4 dengan masing-masing 30 peserta didik sebagai kelas kontrol dan eksperimen. Pengambilan data menggunakan lembar validasi, observasi, angket, dan tes. Lembar validasi, observasi, dan angket dianalisis menggunakan persentase. Hasil tes literasi sains dianalisis menggunakan N-Gain dan uji independent sample t test. Hasil validasi menunjukkan perangkat pembelajaran sangat valid dengan rerata skor 93,75. Hasil observasi menunjukkan aktivitas guru menggunakan buku cerita bergambar terlaksana 92%. Hasil penelitian menunjukkan tes literasi sains mengalami peningkatan. Uji independent sample t diperoleh Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambang yang dikembangkan valid, praktis, efektif, dan dapat digunakan untuk melatihkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas 4 SD pada materi “Siklus Air”