Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Menyanyi Solo Menggunakan Media Pembelajaran Smart Apps Creator (SAC)
Online and offline learning during the Covid-19 pandemic requires teachers to ensure that participants remain enthusiastic and active in learning. This research aims to improve student learning outcomes in solo singing material by utilizing interactive learning media in the form of Smart Apps Creator (SAC). This Classroom Action Research was carried out at SMPN 4 Mataram in class IX, Odd Semester of the 2020/2021 Academic Year. Data from student learning outcomes regarding knowledge and skills aspects in cycles I, II and III are analyzed quantitatively and followed up in each learning cycle. The research results show that the use of SAC learning media can improve learning outcomes. The increase in student learning outcomes in the knowledge aspect from cycle I to cycle II increased by 20.6 points and from cycle II to cycle III increased by 12.4 points. The skills aspect from cycle I to cycle II increased by 19 points and from cycle II to cycle III increased by 17 points. So, students can use SAC learning media and students' learning outcomes in solo singing material aspects of knowledge and skills increase.Pembelajaran daring dan luring di masa pandemi Covid-19, menuntut guru untuk mengondisikan peserta tetap bersemangat dan aktif belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi menyanyi solo dengan memanfaatkan media pembelajaran interaktif berupa Smart Apps Creator (SAC). Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMPN 4 Mataram di kelas IX, Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020/2021. Data dari hasil belajar peserta didik aspek pengetahuan dan keterampilan pada siklus I, II, dan III dianalisis secara kuantitatifdan ditindaklanjuti pada setiap siklus pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran SAC dapat meningkatkan hasil pembelajaran. Peningkatan hasil belajar peserta didik pada aspek pengetahuan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 20,6 poin dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 12,4 poin. Pada aspek keterampilan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 19 poin dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 17 poin. Jadi, peserta didik dapat menggunakan media pembelajaran SAC dan hasil beajar peserta didik pada materi menyanyi solo aspek pengetahuan dan keterampilan meningkat
Efektivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Dasar
In this complex era, individuals must possess higher-order thinking skills (HOTS).However, many facts indicate that the HOTS of students in Indonesia are low. This study aims to determine the effectiveness of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) on HOTS of elementary school students. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was employed. The instrument used was a test of higher-order thinking skills, reinforced by formative assessments in the form of P5 rubrics. Purposive sampling was used, with the sample consisting of fifth-grade students from SDN Baros Mandiri 7 for the 2022/2023 academic year. Data analysis was conducted using the T-test. Results showed a significant difference between pretest and posttest scores, with a significance value of 0.001. The average posttest score was 73, categorized as good, while the average pretest score was 32, categorized as poor. Formative assessment scores supported this positive outcome, with all P5 rubric categories being classified as good. This finding shows that the development of HOTS is not only the domain of intracurricular activities, but can also be done through co-curricular activities such as P5. The conclusion of this study is that P5 is effective in improving students' HOTS.Di abad yang kompleks ini, seseorang harus memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, namun demikian banyak fakta menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah soal tes keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diperkuat dengan asesmen formatif berupa rubrik P5. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dan yang menjadi sampel adalah siswa kelas V SDN Baros Mandiri 7 tahun ajaran 2022/2023. Teknik analisis data dilakukan dengan uji-T. Hasil penelitian menujukkan terdapat perbedaan signifikan antara pretest dengan posttest dengan nilai signifikansi 0,001. Rerata posttest sebesar 73 berkategori baik sementara rerata pretest sebesar 32 berkategori kurang. Hasil positif ini didukung dengan skor asesmen formatif melalui rubrik P5 seluruhnya berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (baik). Hasil penelitian ini memberikan sinyal bahwa dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi bukan hanya menjadi ranah intrakurikuler, namun juga bisa melalui kokurikuler seperti P5. Kesimpulan penelitian ini adalah P5 efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Literasi Dasar Membaca dan Minat Baca Siswa dengan Metode Adaptasi PRAHTAM-TARL
Based on PISA’s data, Indonesia's level of literacy is currently low, especially among elementary students because teachers’ media and method are outdated. This problem is occuring at SDN Bandar Kidul 2. Based on the observation, many students are still unable to read and known the letter. The number of students who visit the school library is low. The government has advised teachers to learn by using a variety of teaching techniques. Therefore, the purpose of this study is to test the efficacy of Pratham-TaRL method in improving reading comprehension and interest among students in 2nd grade at SDN Bandar Kidul 2. The research used a descriptive with qualitative approach. Data collection was conducted through oral tests using initial literacy assessment instruments to determine students' comprehension. Questionnaires and document data were collected to assess students' reading interests. The results of the study suggest that implementing this model will increase student’s reading comprehension. The participants have shown promising reading comprehension ranging from reading letters to words 29%, words to paragraphs 11%, and paragraphs to texts 45%. It has influenced the students' reading interest, by measuring the increasing 37% number of students who visit the school library each week.Tingkat literasi di Indonesia masih rendah berdasar data PISA. Rendahnya literasi di kalangan siswa dipengaruhi salah satunya oleh faktor media dan metode guru yang kurang menarik. Masalah rendahnya literasi ini terjadi di SDN Bandar Kidul 2. Berdasarkan observasi awal ditemukan siswa banyak yang belum bisa membaca dan masih mengenal huruf. Data kunjungan perpusatakaan menunjukkan durasi siswa dalam membaca rendah. Pemerintah menganjurkan guru untuk memberikan metode yang bervariasi agar meningkatkan pemahaman literasi dan minat baca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh metode Pratham-Teaching at Right Level dalam meningkatkan pemahaman literasi dasar dan minat baca siswa kelas 2 di SDN Bandar Kidul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 27 siswa menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data secara tes lisan dengan instrumen asesmen literasi awal untuk menentukan kelompok pemahaman siswa. Kuesioner dan data dokumen dikumpulkan untuk menilai minat membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran model Pratham-TaRL dapat meningkatkan pemahaman literasi dasar siswa. Siswa dinilai dapat meningkatkan kemampuan mereka secara signifikan, dilihat dari perkembangan pemahaman siswa dalam membaca huruf ke kata 29%, kata ke paragraf 11% dan paragraf ke teks 45%. Metode ini terbukti dapat menambah minat baca siswa yang dapat diketahui dari peningkatan jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan sekolah sebanyak 37%
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII Melalui Media Monotangray Produk Ecoenzyme
This research is motivated by the low critical thinking skills of class VII A Junior High School SMART Ekselensia students on environmental pollution material. Preliminary data shows that there are eleven people or sixty-nine percent of the difficulty in having critical thinking skills with a score of 60.0 in learning. One of the efforts to overcome these problems is to use learning media which is expected to encourage and bridge critical thinking skills. The purpose of this research is to increase critical thinking skills by using eco-enzyme product monotangray media. The research was conducted through classroom action consisting of two cycles, each consisting of two meetings. Methods of data collection using tests, observations and questionnaires. The research instrument used was a written test sheet, an observation sheet for observing student learning activities, observing teacher teaching activities. The data were analyzed descriptively quantitatively. The results showed an increase in critical thinking ability by 18 points from 68 in cycle 1 to 86 in cycle 2, thus it can be concluded that learning with eco-enzyme product monotangray media can improve students’ critical thinking skills. Based on the results of this study, it is recommended for other science teachers to use eco-enzyme-making media in learning the topic of environmental pollution that is adapted to the conditions and character of the class.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII A Sekolah Menengah Pertama SMART Ekselensia pada materi pencemaran lingkungan. Data awal menunjukkan bahwa terdapat sebelas orang atau enam puluh sembilan persen kesulitan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan skor 60.0 dalam pembelajaran. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang diperkirakan dapat mendorong dan menjembatani kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan media pembelajaran monotangray produk ecoenzyme. Penelitian dilakukan melalui tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan dan kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar tes tulis, lembar pengamatan observasi aktivitas belajar siswa, observasi aktivitas mengajar guru. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan meningkatnya kemampuan berpikir kritis sebesar 18 angka dari 68 pada siklus 1 menjadi 86 pada siklus 2, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media pembelajaran monotangray produk pembuatan ecoenzyme dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada guru IPA lainnya untuk menggunakan media pembelajaran monotangray produk pembuatan ecoenzyme dalam pembelajaran topik pencemaran lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi dan karakter kelasnya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Sistem Tata Surya Melalui Permainan Kartu Bergambar di SDN 3 Sukamenak
The teacher's incompatibility in applying learning techniques or models causes student learning outcomes in the Solar System material to not reach the Minimum Completeness Criteria (KKM). So we need an effort to overcome this problem, one of which is by using picture card games. This research aims to obtain an appropriate model for planning and implementing learning about the Solar System using picture card games and determine the improvement in student learning outcomes. This research uses the Kemmis and Mc.Taggart Classroom Action Research method which consists of 3 cycles. This research was carried out in class VI of Sukamenak 3 Elementary School which consisted of 23 students. The research results showed that the average student learning outcome was 71 in cycle 1, after cycle 2 the score was 80.8, while in cycle 3 the average was 87.8. This research concludes that student learning outcomes regarding the Solar System using picture card games have improved well.Ketidaksesuaian guru dalam menerapkan teknik atau model pembelajaran menyebabkan hasil belajar siswa dalam materi Sistem Tata Surya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Sehingga perlu suatu upaya yang dapat mengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan permainan kartu bergambar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang tepat tentang Sistem Tata Surya dengan menggunakan permainan kartu bergambar serta mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari 3 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI Sekolah Dasar Negeri 3 Sukamenak yang terdiri dari 23 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa rata-rata sebesar 71 pada siklus 1, setelah dilakukan siklus 2 nilainya menjadi 80,8, sedangkan pada siklus 3 mencapai rata-rata 87,8. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengenai Sistem Tata Surya dengan menggunakan permainan kartu bergambar meningkat dengan baik
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Materi Bangun Datar
The aim of the research is to increase the application of the PjBL model in increasing the creativity and learning achievement of Flat-Round Mathematics for Class IV Semester II Students at SD Negeri 6 Punung for the 2022/2023 Academic Year. This research is a type of classroom action research. The research subjects were 5 students in Class IV of SD Negeri 6 Punung. Data collection: observation, questionnaires, tests, and documentation. Creative success is at least "good" with a conversion of 10.5 ≤ x < 13.5 creative involvement and student learning achievement 70 on a rating scale of 1-100. Data analysis was carried out using qualitative and quantitative. The research results show that (a) the PjBL model can increase student creativity in all indicators, namely discipline, creative work, inspiration and insight, improvisation, imagination, and incubation (b) Student learning achievement increases from average to very high at the end of the cycle.Tujuan penelitian adalah meningkatkan penerapan model PjBL dalam meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar Matematika Bangun Datar Siswa Kelas IV Semester II SD Negeri 6 Punung Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian siswa Kelas IV SD Negeri 6 Punung berjumlah 5 siswa. Pengumpulan data: observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Keberhasilan kreativitas minimal “Baik” dengan konversi 10,5 ≤ x <13,5 terlibat kreatif dan prestasi belajar siswa 70 skala penilaian 1-100. Analisis data dilakukan menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) model PjBL dapat meningkatkan kreativitas siswa pada semua indikator yaitu disiplin, bekerja kreatif, inspirasi dan wawasan, improvisasi, imajinasi, dan inkubasi (b) Prestasi belajar siswa meningkat dari rata-rata sedang menjadi sangat tinggi pada akhir siklus
Analisis Respon Peserta Didik Terhadap Penguatan Literasi dalam Pembelajaran IPAS Berdiferensiasi di Sekolah Dasar
This research aims to describe students’ responses to strengthening literacy in differentiated Natural and Social Sciences learning. The research method used is qualitative with a case study approach. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation, as well as questionnaires filled out by students. Research findings show that differentiated science and science learning by strengthening literacy has a positive impact on students. Students show active participation and high enthusiasm for learning during learning activities. Using different storybooks for each group helps strengthen students’ literacy. The students also responded positively to the activities of discussing and working together in groups. Support and guidance from teachers in strengthening literacy is considered to really help students in understanding the material. Student learning outcomes have also increased. Overall, the differentiated approach by strengthening literacy in science and science learning is considered fun and effective by students. The conclusion is that this approach can create a pleasant learning environment and optimize the visual, auditory and kinesthetic learning styles of each student to achieve optimal learning potential.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon peserta didik terhadap penguatan literasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta angket yang diisi oleh peserta didik. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS berdiferensiasi dengan penguatan literasi memiliki dampak positif pada peserta didik. Peserta didik menunjukkan partisipasi aktif dan semangat belajar yang tinggi selama kegiatan pembelajaran. Penggunaan buku cerita yang berbeda untuk setiap kelompok membantu memperkuat literasi peserta didik. Kegiatan berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok juga direspon positif oleh peserta didik. Dukungan dan bimbingan dari guru dalam penguatan literasi dinilai sangat membantu peserta didik dalam pemahaman materi. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, pendekatan berdiferensiasi dengan penguatan literasi dalam pembelajaran IPAS dianggap menyenangkan dan efektif oleh peserta didik. Kesimpulan pendekatan ini dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan mengoptimalkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik setiap peserta didik untuk mencapai potensi belajar secara optimal
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pemanfaatan Majalah Dinding Digital
Reading and writing as one of the literacy activities in a positive school culture becomes boring. It is challenging to increase students' interest in literacy. To embody Ki Hadjar Dewantara's philosophy, learning notices the nature of the times, the school literacy movement must utilize technology advances. This research aims to increase students' interest in reading and writing and to determine digital media's effectiveness in increasing literacy ability. This is a qualitative research approach. The data collection techniques are through observation and interview. The research subjects are fourth to sixth-grade students. First, they make a wall magazine, next teacher uploads it to Google Sites, then other students watch by the link provided. The research result shows that students get more enthusiastic than looking for reference sources to write. When they place it on a digital media with varied digital displays, student’s reading enthusiasm increases. Google Sites use as a form of digital media is suitable as an alternative solution for increasing students’ interest in reading and writing. It is also effective in increasing literacy ability. The research benefit provides real experiences and a meaningful learning process. Digital media provides easy access everywhere and makes publication widely spread.Membaca dan menulis sebagai salah satu kegiatan literasi dan budaya positif sekolah menjadi membosankan sehingga memiliki tantangan tersendiri dalam peningkatan minat literasi siswa. Dalam rangka pengejawantahan filosofi Ki Hajar Dewantara, pembelajaran memperhatikan kodrat zaman, seyogyanya gerakan literasi sekolah mulai memanfaatkan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis murid serta mengetahui tingkat efektivitas mading digital dalam peningkatan literasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sampai V. Tahapan penelitian diawali dengan pembuatan mading oleh siswa, selanjutnya siswa dapat melihat hasil karya teman lainnya melalui link yang diberikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa lebih antusias membaca mencari sumber referensi untuk dituliskan dan ditampilkan di mading digital serta dengan tampilan digital yang lebih variatif menambah semangat siswa untuk membaca. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital google sites sebagai bentuk mading digital tepat sebagai alternatif solusi peningkatan minat membaca dan menulis serta efektif dalam meningkatkan literasi. Manfaat dari penelitian ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dan menjadi proses pembelajaran bermakna, baik kehidupan di masa kini maupun masa yang akan datang. Selain itu, media digital mampu memberikan kemudahan akses dimanapun berada dan publikasi semakin luas
Peningkatan Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris dengan CAPS di SMP
The students’ lack of communication and collaboration skills motivated the researcher to find out an effective learning strategy in order to facilitate them more to improve the skills. The researcher believed that the implementation of Concept, Action, and Presentation Strategies (CAPS) enabled to overcome the problem. She carried out Classroom Action Research of Kemmis and Mc Taggart model for eight meetings at the 8th A grade, SMPN 6 Martapura in year 2023/2024. The students consisted of 31 students. Data has been collected from the results of observation for collaboration skill and students’ performance for communication skill. The research findings stated that 83.9% students has well-collaborated, 80.1% students communicated well orally, and 90.3% in written form. It has proved that the implementation of Concept, Action, and Presentation Strategy (CAPS) enabled to improve the communication and collaboration skills in English Learning.Kurangnya kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berkolaborasi peserta didik mendorong peneliti untuk menemukan strategi pembelajaran yang efektif agar pembelajaran bahasa Inggris lebih memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi. Peneliti meyakini bahwa penerapan Concept, Action, and Presentation Strategies (CAPS) dapat menjadi solusi yang efektif. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Mc Taggart dengan delapan kali pertemuan di Kelas 8A SMPN 6 Martapura Tahun Ajaran 2023/2024 yang terdiri dari 31 orang peserta didik. Data diperoleh dari hasil observasi untuk kemampuan kolaborasi dan penilaian unjuk kerja untuk kemampuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,9% peserta didik mampu berkolaborasi dengan baik, 80,1% peserta didik dapat berkomunikasi secara lisan dengan baik, dan 90,3% baik secara tertulis. Hasil tersebut membuktikan bahwa penerapan Concept, Action, and Presentation Strategy (CAPS) mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi dalam pembelajaran bahasa Inggris
Wajah Pendidikan Matematika SD di Papua Ditinjau dari Minat, Motivasi Belajar, dan Dukungan Keluarga
This research aims to photograph the condition of mathematics education in elementary schools in the Papua region. The research focus involves three main aspects: student interest in learning, learning motivation, and parental support. This research focuses on mathematics education in elementary schools. The main question is how students' learning interests, learning motivation, and parental support influence the quality of mathematics learning. This research aims to understand the role of students' learning interests, learning motivation, and parental support in improving the quality of mathematics education in Papuan elementary schools. This research uses a qualitative approach with interviews, observation, and document analysis as data collection methods. Respondents included students, parents, and teachers at Papua Elementary Schools. Data were analyzed using a descriptive and thematic approach. The research results describe students' interest in learning, motivational factors, and the role of parental support in learning mathematics. It is hoped that the results of this research can provide insight into the development of basic education in Papua and improve the quality of mathematics learning in elementary schools.Pendidikan matematika bertujuan menumbuhkan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah pada individu. Pada era globalisasi dan teknologi, kemampuan matematika menjadi semakin relevan. Matematika digunakan dalam berbagai bidang sehingga tanpa pemahaman matematika yang baik, sulit bagi seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan dan memecahkan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk memotret kondisi pendidikan matematika di Sekolah Dasar di wilayah Papua. Fokus penelitian melibatkan tiga aspek utama yaitu minat belajar siswa, motivasi belajar, dan dukungan orangtua. Penelitian ini berfokus pada kondisi pendidikan matematika di SD di wilayah Papua Barat kabupaten Teluk Bintuni distrik Manimeri. Pertanyaan pokoknya adalah bagaimana minat belajar siswa, motivasi belajar, dan dukungan orangtua mmemengaruhi kualitas pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran minat belajar siswa, motivasi belajar, dan dukungan orangtua dalam meningkatkan kualitas pendidikan matematika di SD Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Responden meliputi siswa, orangtua, dan guru di SD Papua. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menggambarkan minat belajar siswa, faktor-faktor motivasi, serta peran dukungan orangtua dalam pembelajaran matematika. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pengembangan pendidikan dasar di Papua dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di SD