Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
    385 research outputs found

    Pengembangan Modul Elektronik Literasi Berbasis Kearifan Lokal Terintegrasi Tri-Nga untuk Meningkatkan Dimensi Mandiri pada Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan modul elektronik literasi berbasis kearifan lokal yang terintegrasi Tri-Nga pada siswa kelas III Sekolah Dasar; (2) menguji kelayakan modul elektronik berbasis kearifan lokal terintegrasi Tri-Nga yang dikembangkan untuk meningkatkan dimensi mandiri siswa; dan (3) menguji efektivitas modul elektronik literasi berbasis kearifan lokal terintegrasi Tri-Nga untuk meningkatkan dimensi mandiri siswa. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) dihasilkan modul elektronik literasi berbasis kearifan lokal terintegrasi Tri-Nga untuk meningkatkan dimensi mandiri pada siswa dengan karakteristik produk pengembangan yang dihasilkan berupa modul elektronik literasi berbasis kearifan lokal terintegrasi Tri-Nga yang di dalamnya memuat pembelajaran IPAS dan Bahasa Indonesia; (2) hasil uji kelayakan modul elektronik literasi berbasis kearifan lokal terintegrasi Tri-Nga memenuhi kriteri sangat layak dan sangat praktis digunakan dengan hasil kelayakan ahli materi sebesar 96%, ahli sumber belajar 77%, dan kepraktisan 95,58%; (3) hasil uji efektivitas pencapaian N-Gain pada uji coba terbatas menunjukan dimensi mandiri 0,68 sedangkan pada uji coba luas menunjukkan dimensi mandiri 0,69. Hasil pencapaian N-Gain tersebut menyatakan bahwa modul elektronik memiliki efektivitas meningkat sedang serta hasil uji respon menunjukkan persentase sebesar 95,68% dalam kriteria sangat praktis digunakan.This study aims to (1) produce an electronic literacy module based on local wisdom integrated with Tri-Nga for grade III elementary school students; (2) test the feasibility of an electronic module based on local wisdom integrated with Tri-Nga developed to improve the independent dimension of students; and (3) test the effectiveness of an electronic literacy module based on local wisdom integrated with Tri-Nga to improve the independent dimension of students. The results of this development research are (1) the electronic literacy module based on Tri-Nga integrated local wisdom was produced to improve the independent dimension in students with the characteristics of the resulting development product in the form of an electronic literacy module based on Tri-Nga integrated local wisdom which contains science and Indonesian language learning; (2) the results of the feasibility test of the electronic literacy module based on Tri-Nga integrated local wisdom met the criteria of being very feasible and very practical to use with the results of the feasibility of material experts of 96%, learning resource experts 77%, and practicality 95.58%; (3) the results of the N-Gain achievement effectiveness test in the limited trial showed an independent dimension of 0.68 while in the broad trial showed an independent dimension of 0.69. The results of the N-Gain achievement stated that the electronic module had a moderate increase in effectiveness and the results of the response test showed a percentage of 95.68% in the criteria of being very practical to use

    Peningkatan Motivasi, Aktivitas, dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Melalui Quantum Teaching

    Full text link
    The problem of fourth grade students of state elementary school Besowo 2 year 2022/2023 on learning civics lesson, namely (1) the learning does not use an innovative model, so that students are less enthusiastic to respond to questions or instructions from teachers, and (2) students are less active in constructing knowledge, because learning is dominated by explanations and giving examples of questions from the textbook. Based on this, this study aims to improve motivation, activity, and critical thinking skills in Grade IV students of PPKn at state elementary school Besowo 2 in the 2022/2023 academic year. Design research is classroom action research (CAR). Research results showed improvement and success of teachers in making learning using Quantum Teaching, seen scores success in the first cycle reached 85.5% and 91% in the second cycle. Students' motivation increased from 75 in the first cycle and 84 in the second cycle. Learning activities of students increased from 74 in the first cycle and 82.5 in the second cycle. Student critical thinking ability increased from 76 in the first cycle and 81 in the second cycle. During the learning using Quantum Teaching students' motivation increased, activity increased student learning and after learning increases student critical thinking ability.Permasalahan pada siswa Kelas IV SDN Besowo 2 tahun pelajaran 2022/2023 pada pembelajaran PPKn, yaitu (1) pembelajaran tidak menggunakan model inovatif, sehingga siswa kurang antusias merespon pertanyaan atau instruksi dari guru, dan (2) siswa kurang aktif dalam mengkontruksi pengetahuan, karena pembelajaran didominasi oleh penjelasan dan pemberian contoh soal dari buku teks. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan kemampuan berpikir kritis pada siswa Kelas IV mata pelajaran PPKn di SDN Besowo 2 tahun pelajaran 2022/2023. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan dan keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran menggunakan Quantum Teaching, terlihat skor keberhasilan hasil belajarnya siklus I mencapai 85,5% dan 91% pada siklus II. Motivasi belajar siswa meningkat dari 75 pada siklus I dan 84 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 74 pada siklus I dan 82,5 pada siklus II. Kemampuan berfikir kritis siswa meningkat dari 76 pada siklus I dan 81 pada siklus II. Selama pembelajaran menggunakan Quantum Teaching motivasi belajar siswa meningkat, aktivitas belajar siswa meningkat dan setelah  pembelajaran  kemampuan berfikir kritis  siswa meningkat

    Penggunaan Media Pembelajaran Assembler Edu untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Menengah Pertama

    Full text link
    This action research aims to improve the learning outcomes of class VIII students at SMPN 5 Singingi Hilir used Assemblr Edu. This research is classroom action research carried out in two cycles. Data collection methods use interviews, observation and tests. The results of the research show an increase in student learning outcomes in the human movement sistem material. In cycle II, teacher observation results increased from 70.5% (fair) to 84.7% (good) and student observation results also increased from 62% (poor) to 82% (good). Student learning outcomes in cycle I obtained an average of 66.7 (poor) rising to 82.5 (Good). N-Gain in cycle I 0.3 (medium) and in cycle II 0,4 (medium). Based on the results of the study, it shows that the Assembler Edu learning media can improve the science learning outcomes of students at Smpn 5 Singingi Hilir.Penelitian tindakan ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Singingi Hilir Menggunakan Media Pembelajaran Assemblr Edu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi sistem gerak manusia. Hasil observasi guru meningkat dari 70.5% (cukup) pada siklus I menjadi 84.7% (Baik) pada siklus II  dan hasil observasi terhadap siswa juga mengalami peningkatan dari 62% (kurang) pada siklus I menjadi 82% (Baik) pada siklus II.  Hasil Belajar siswa pada siklus I memperoleh rerata 66.7 (kurang) naik menjadi 82.5 (Baik), sedangkan nilai N-Gain pada siklus I adalah 0,3 (sedang) dan pada siklus II 0,4 (sedang). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa media pembelajaran Assembler Edu untuk meningkatkan hasil belajar IPA Siswa Smpn 5 Singingi Hilir

    Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Materi Perubahan Wujud Zat pada Peserta Didik dengan Disabilitas Intelektual

    Full text link
    This research aims to see the effectiveness of differentiation learning strategies in science subjects for students with special needs. This research uses quantitative comparison with pre-test and post-test as a data collection design. The subjects of this research are 7 students with special needs, who have an IQ range of 50 - 80, or the equivalent of students who have intellectual disabilities. The pre-test and post-test data obtained were processed using the SPSS Wilcoxon-Rank Test and produced sig. .016 or sig <.05. These results show the effectiveness of differentiation learning strategies for students with special needs and intellectual disabilities in science subjects. In this research, it was also found that differentiated learning strategies were also able to improve the critical thinking abilities of students with intellectual disabilities. Where differentiation learning strategies are able to improve and bridge differences in the understanding abilities of each student with intellectual disabilities.Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas strategi pembelajaran diferensiasi pada mata pelajaran IPA bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan kuantitatif komparasi dengan pre-test dan post-test sebagai desain pengambilan data. Subjek penelitian ini berjumlah 7 peserta didik berkebutuhan khusus, yang memiliki rentang IQ 50 - 80, atau setara dengan peserta didik yang memiliki disabilitas intelektual. Data pre-test dan post-test yang telah didapatkan diolah menggunakan SPSS Wilcoxon-Rank Test dan menghasilkan sig. .016 atau sig <.05. Hasil tersebut menunjukkan efektivitas strategi pembelajaran diferensiasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan hendaya disabilitas intelektual pada mata pelajaran IPA. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa strategi pembelajaran diferensiasi juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan hendaya disabilitas intelektual. Dimana strategi pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan dan menjembatani perbedaan kemampuan pemahaman dari masing-masing peserta didik disabilitas dengan hendaya intelektual

    Penggunaan Media Pembelajaran “Puppet” untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Peserta Didik Sekolah Dasar

    Full text link
    The use of media in storytelling learning activities that have not been adjusted to the characteristics of students can cause students' storytelling skills to be low. The purpose of the research is to improve students' storytelling skills in Indonesian subjects by using "Puppet" learning media. The research method used is Classroom Action Research. The subject of the study was 10 students of Class III of SD Negeri Gemantar 3 Mondokan Sragen. The research data was collected by observation technique using observation sheet instruments. The research data was analyzed in a quantitative descriptive manner. Based on the data from the research results, it can be seen that students' storytelling skills have improved. Students who are able to tell stories during Pre-Cycle (20%), Cycle I (40%), and Cycle II (90%), so that the increase in students' storytelling ability from Pre-Cycle to Cycle I is 20% and Cycle I to Cycle II is 50%. Thus, it can be concluded that the use of "Puppet" learning media can improve students' storytelling skills in Indonesian Language Learning.Penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran bercerita yang belum disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dapat menyebabkan kemampuan bercerita peserta didik rendah. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan bercerita peserta didik pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran “Puppet”. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian adalah peserta didik Kelas III SD Negeri Gemantar 3 Mondokan Sragen yang berjumlah 10 peserta didik. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi menggunakan instrumen lembar observasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kemampuan bercerita peserta didik mengalami peningkatan. Peserta didik yang mampu bercerita pada saat prasiklus (20%), Siklus I (40%), dan Siklus II (90%), sehingga peningkatan kemampuan bercerita peserta didik dari Pra Siklus ke Siklus I adalah 20% dan Siklus I ke Siklus II adalah 50%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran “Puppet” dapat meningkatkan kemampuan bercerita peserta didik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

    Peningkatan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa dengan Pemberian Soal melalui Google Form

    Full text link
    The ability of Literacy Numeracy is the ability to analyze information presented in graphs, pictures and tables. The ability of Literacy Numeracy are often used at home, work, in social and state life. The implementation of literacy numeracy learning for fifth grade students at SD Negeri 1 Tanjung Kamal in understanding advertising and processing data consept.  The Obstacles come from teachers and students because this is very new for both of them. The teacher's obstacle is facing AKM which requires understanding students' numeracy literacy skills as early as possible. Meanwhile, the obstacles for students are new things that are quite foreign to students, thus fostering high learning motivation for their application. Teachers try to overcome this by bringing up new technology, namely Google Form. In cycle 1, the average student score was 55 points, while in cycle 2 it was 72 points. From these results, an increase in the average student score of 17 points can be obtained. So, based on the data in cycles 1 and 2, it can be concluded that this Classroom Action Research is said to have succeeded in increasing students' numeracy literacy skills.Kemampuan literasi numerasi belum banyak dikuasai oleh siswa Sekolah Dasar sehingga  masih memerlukan pembelajaran di sekolah. Kemampuan literasi numerasi berkaitan dengan pengetahuan yang sering digunakan di rumah, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kemampuan numerasi berhubungan tentang proses menganalisis informasi yang disajikan dalam bentuk grafik, gambar serta tabel. Penerapan pembelajaran literasi numerasi dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 1 Tanjung Kamal dalam memahami konsep iklan dan pengolahan data. Metode yang digunakan pada siklus 1 adalah Paper and Pencil dan untuk siklus 2 adalah Google Document. Hambatan berasal dari guru dan siswa karena hal tersebut merupakan hal yang masih sangat baru untuk keduanya. Hambatan dari guru adalah menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang membutuhkan pemahaman kemampuan literasi numerasi siswa sedini mungkin. Hambatan dari siswa sendiri berkaitan dengan hal baru yang cukup asing untuk diri siswa sehingga menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi untuk penerapannya. Guru berusaha mengatasi hal tersebut dengan memunculkan teknologi yang baru yaitu dengan Google Form. Pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata siswa  adalah 55 poin sedangkan pada siklus 2 adalah 72 poin. Dari hasil tersebut dapat diperoleh peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar 17 poin. Jadi, berdasarkan data pada siklus 1 dan 2 tersebut, bisa disimpulkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan telah berhasil menaikkan kemampuan literasi numerasi siswa

    Implementasi Asesmen Diagnostik dalam Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka pada Aspek Penilaian Berpikir Kritis Siswa

    Full text link
    The implementation of the Independent Curriculum emphasizes the importance of developing students’ critical thinking skills, but there are still teachers who do not understand and apply diagnostic assessments effectively in science learning to measure this ability. In addition, students' critical thinking assessments are often ignored in daily learning practices, so in-depth research is needed to evaluate and optimize the use of diagnostic assessments as a measuring tool that can facilitate the development of critical thinking skills in accordance with the demands of the Independent Curriculum. This study aims to determine the implementation of diagnostic assessments in science learning on the aspect of critical thinking assessments of students at SDN Banjar 4, Galis District. This research method uses a qualitative phenomenological design. Data collection techniques include interviews, observations, documentation and literature studies. The subjects in this study were 12 fourth grade students of SDN Banjar 4. The results of this study are cognitive diagnostic assessments carried out by teachers as follows: high group (top) 83.33%; middle group (middle) 16.67% and low group (bottom) 0%. Diagnostic assessments have a significant impact on the learning process and the development of students' critical thinking skills. Teachers can also understand students' initial understanding of the material to be taught and provide an initial picture of students' abilities.Implementasi Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa, namun masih ada guru yang belum memahami dan menerapkan asesmen diagnostik secara efektif dalam pembelajaran IPAS untuk mengukur kemampuan ini. Selain itu penilaian berpikir kritis siswa sering kali diabaikan dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga perlu adanya penelitian mendalam untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan penggunaan asesmen diagnostik sebagai alat ukur yang dapat memfasilitasi pengembangan kemampuan berpikir kritis sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari asesmen diagnostic dalam pembelajaran IPAS pada aspek penilaian berpikir kritis peserta didik di SDN Banjar 4 Kecamatan Galis. Metode penelitian ini memakai desain dan pendekatan fenomenologi kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, obervasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Banjar 4 yang berjumlah 12 siswa. Hasil dari penelitian ini adalah asesmen diagnostic kognitif yang dilakukan oleh guru sebagai berikut: kelompok high (atas) 83.33%; kelompok middle (Tengah) 16.67% dan kelompok low (bawah) 0%. Asesmen diagnostik memiliki dampak yang signifikan terhadap proses pembelajaran dan perkembangan keterampilan berpikir kritis peserta didik Guru juga dapat memahami pemahaman awal peserta didik mengenai materi yang akan diajarkan dan memberikan gambaran awal tentang kemampuan siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Matematika “Going To Winner” Berbasis Game di Kelas I Sekolah Dasar

    No full text
    This study is motivated by the low interest of students, particularly in mathematics, specially in addition and subtraction topics for first-grade elementary students. It was found that teachers often have limited variation in teaching approach, relying on monotonous methods and insufficiently utilizing instructional media. This research aims to develop game-based learning media to address the lack of interest and motivation among students, offering a more enjoyable and interactive learning approach. The study employs a Design and Development (D&D) approach using the ADDIE model, which includes the phases of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation.  The result indicate that the media is highly suitable for use, with an expert assessment score of 97.22% categorized as very feasible, media variation by experts receiving 91.67% also in the very feasible category, and a highly positive validation from teaching practitioners with a score of 100% in the very feasible category. The student evaluation test also showed positive outcomes, with a validation score of 96.10%, while instructional material validation by subject matter experts received a score of 98.48%, categorized as very feasible. The “Gong to Winner” learning media, designed and tested on students, demonstrated positive responses in terms of motivation, ease of use, and educational benefits.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat peserta didik, khususnya dalam pembelajaran matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas I Sekolah Dasar. Permasalahan yang ditemukan adalah keterbatasan guru dalam variasi pendekatan pengajaran, dimana metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang memanfaatkan media pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan guna meningkatkan minat dan motivasi peserta didik, serta menyediakan pendekatan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design and Development (D&D) dengan model ADDIE, yang mencakup lima tahapan: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan, dengan penilaian ahli materi sebesar 97,22% (sangat layak), validasi oleh ahli media 91,67% (sangat kayak), dan validasi oleh praktisi pembelajaran yang sangat positif dengan skor 100% (sangat layak). Uji penilaian oleh peserta didik juga menunjukkan hasil positif, dengan nilai validasi sebesar 96,10% (sangat layak), sedangkan validasi bahan ajar oleh ahli materi memperoleh skor 98,48% (sangat layak). Media pembelajaran “Going to Winner” yang dirancang dan diuji coba pada peserta didik menunjukkan respon positif dalam hal motivasi, kemudahan penggunaan, dan manfaat media pembelajaran

    Penggunaan Media PowerPoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS

    Full text link
    Learning outcomes are one indicator of success in implementing the learning process. The achievement of learning outcomes is influenced by various factors. One of the most important factors is the use of media that is not in accordance with the characteristics of students. Conditions that occurred in the class IX B reached the value of KKM 77 only 20% of 34 students. This study aims to determine the use of Powerpoint learning media in improving the learning outcomes of social studies on World War II material for class IX B students at SMPN 21 Tanjung Jabung Timur. Methods and techniques of research using ARC, with the subject of the study amounted to 34 students SMPN 21 Tanjung Jabung East. The variables studied include learning outcomes and implementation of learning scenarios for 2 cycles. The results of this study indicate that (1) there is an increase in student learning outcomes from the average score of 71.47 with the completeness of classical learning 47% in cycle I to the average value of 82.20 with 88% classical learning completeness in cycle II. It can be concluded that the increase in student learning outcomes was 88% in the "high" category after the use of Powerpoint media. Cycle I has not reached the complete category classically (53%), in Cycle II it has reached the complete category classically (88%) and it has been shown to have a significant increase in the completeness of student learning outcomes from 53% to 88%.Hasil belajar merupakan salah satu indikator dari keberhasilan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Ketercapaian hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling utama adalah dari penggunaan media yang kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kondisi yang terjadi di kelas IX B mencapai nilai KKM 77 hanya 20% dari 34 orang siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengggunaan media Powerpoint pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi Perang Dunia II siswa kelas IX B di SMPN 21 Tanjung Jabung Timur. Metode dan teknik penelitian menggunakan PTK, dengan subjek penelitian berjumlah 34 orang peserta didik SMPN 21 Tanjung Jabung Timur. Variabel yang diteliti meliputi hasil belajar dan pelaksanakan skenario pembelajaran selama 2 siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media Powerpoint dalam pembelajaran IPS. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 71,47 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 47%, yang berarti sebagian besar siswa belum mencapai kategori tuntas secara klasikal. Pada siklus II, terjadi peningkatan dengan rata-rata nilai siswa menjadi 82,20, dan ketuntasan belajar klasikal meningkat menjadi 88%, sehingga mayoritas siswa telah mencapai kategori tuntas. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Powerpoint secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, dengan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 53% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media Powerpoint efektif dalam membantu siswa memahami materi dan mencapai ketuntasan belajar yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penggunaan media Powerpoint dalam pembelajaran IPS dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan hasil belajar secara signifikan

    Effectiveness And Limitations Of Cooperative Learning: A Classroom Action Research In Social Studies

    Full text link
    Cooperative learning is recognized as an effective strategy for improving academic performance and social skills, yet evidence from Indonesian junior high school Social Studies classrooms remains limited. This study aimed to evaluate the effectiveness of cooperative learning in enhancing student achievement and engagement among Grade IX students at SMP Negeri 5 Depok. A two-cycle classroom action research design was implemented with 32 students. The intervention applied the Student Teams Achievement Division (STAD) model supported by validated lesson plans, worksheets, and a 15-item multiple-choice test. Data were collected through tests, observations, and field notes, and analyzed using descriptive statistics, paired-samples t-tests, Wilcoxon signed-rank tests, and effect size estimation. The findings revealed an initial improvement in learning outcomes, with the proportion of students achieving the minimum mastery criterion (KKM = 75) increasing to 70% in Cycle 1. However, performance stabilized in Cycle 2, with no significant difference between pre- and post-test scores (p > 0.05, Cohen’s d = –0.01). This plateau indicates that cooperative learning stimulated engagement and collaboration but did not sustain further cognitive gains without instructional variation. The study confirms cooperative learning’s promise as a pedagogical strategy while underscoring the need for adaptive design, multidimensional assessment, and broader implementation across subjects to capture its full academic and social benefits.Pembelajaran kooperatif dikenal sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan prestasi akademik dan keterampilan sosial, namun bukti empiris di kelas Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa kelas IX di SMP Negeri 5 Depok. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus dengan melibatkan 32 siswa. Model yang diterapkan adalah Student Teams Achievement Division (STAD) yang didukung oleh RPP, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta tes pilihan ganda berjumlah 15 soal. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji paired-samples t-test, uji Wilcoxon, serta perhitungan effect size. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan awal, dengan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 75) naik hingga 70% pada siklus I. Namun, pada siklus II capaian siswa cenderung stabil, dengan tidak terdapat perbedaan signifikan antara skor pra dan pascates (p > 0.05, Cohen’s d = –0.01). Pola ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berhasil meningkatkan keterlibatan, namun tidak cukup untuk mendorong kenaikan hasil kognitif tanpa variasi strategi. Penelitian ini menegaskan potensi pembelajaran kooperatif sebagai strategi pedagogis, sekaligus menekankan perlunya desain adaptif, asesmen multidimensi, serta penerapan lintas mata pelajaran untuk menangkap manfaat akademik maupun sosial secara menyeluruh

    372

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇