Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
MEDIA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENINGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA ABAD-21
Living in the 21st century, almost all activities cannot be detached from digital technology. Most elementary school children are actively using digital technology, including the 5th graders of SD Muhammadiyah Sapen who 88% own smartphones. They use them for social media and entertainment. They are more interested in playing smartphones than studying. They also think the learning materials in the fifth grade are difficult. Even, some children’s learning outcomes are low in the fifth grade. If this situation is permitted, their learning effectiveness will be lowered. Therefore, this best practice is intended to improve the children’s learning effectiveness in fifth grade. The teacher must be able to create appropriate and millennial learning media for them or to become a Youtuber teacher. A Youtuber teacher is a teacher who is able to create and upload learning videos on YouTube. Video creation used laptops and smartphones equipped with PowerPoint applications, factory formats, and viva video. Afterward, the videos are uploaded to the Estin Farida Channel through Youtube. Video links are shared via social media and interactive books or modules. The creation of learning videos uploaded through youtube could improve the children’s learning effectiveness in SD Muhammadiyah Sapen. This can be noticed from the improvements of the learning quality, motivation, learning activities, readiness to receive the lessons, space and time flexibility to stud, and their learning outcomes. Another effect is creativity enhancement and digital literacy. In addition, the videos uploaded on Youtube could be used by almost everyone in SD Muhammadiyah Sapen.Kehidupan pada abad 21 tidak bisa lepas dari teknologi digital. Anak usia SD termasuk yang banyak menggunakan teknologi digital. Seperti halnya siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Sapen, 88% memiliki smartphone.Mereka menggunakan teknologi digital sebagai media sosial dan hiburan.Anak-anak lebih tertarik untuk bermain dari pada belajar.Mereka beranggapan bahwa materi pembelajaran di kelas 5 sulit.Hasil belajar mereka sebagian masih rendah.Apabila hal ini dibiarkan maka efektivitas belajar anak menjadi menurun.Best practice ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas 5. Guru harus mampu menyiptakan media pembelajaran yang tepat untuk siswa pada abad-21, yaitu dengan menjadi guruyoutuber. Guruyoutuber adalah guru yang dapat membuat dan mengunggah video pembelajaran di youtube. Pembuatan video menggunakan laptop dan smartphone,yang dilengkapi dengan aplikasi power point, format factory, dan viva video. Video kemudian diunggah di ‘channel estin farida’ melalui youtube.Link video di-share melalui buku/modul interaktif. Pembuatan video pembelajaran yang diunggah melalui youtube dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Sapen.Hal ini dapat diamati dari meningkatnya kualitas pembelajaran, motivasi, aktivitas belajar, tingkat kesiapan siswa untuk menerima materi pembelajaran, fleksibilitas ruang dan waktu belajar siswa, dan hasil belajar siswa.Efeklain adalah meningkatnya kreatifitas dan literasi digital siswa. Di samping itu video yang diunggah di youtube bermanfaat bagiseluruh siswa SD Muhammadiyah Sapen
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DISKUSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DEBAT PADA SISWA KELAS VIII H SMP NEGERI 1 REJANG LEBONG
The research objective is to know students’ ability in writing discussion text of class VIII H SMP Negeri 1 Rejang Lebong by applying debate in cooperative learning. This is a classroom action research with two cycles. Every cycle consists of planning, doing, observing, and reflecting. The data was collected through writing tests and observation on teacher and students' activities while teaching and learning occurred. The result of this research shows that there is a significant increase in students’ ability in writing discussion texts through debate. It can be seen from the average score of cycle 1 is 68,59 with the sufficient category and the classical achievement is 45,71%. It increases in cycle II 77,74 with good category and the classical achievement is 82,35%. In addition, using this model can also increase students' and teacher activities in looking for ideas in writing discussion text.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks diskusi pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 1 Rejang Lebong dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe debat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yaitu menulis teks diskusi, dan observasi kegiatan guru dan siswa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks diskusi yang disertai argumen dan data yang akurat. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I sebesar 68,59 berkategori cukup dengan ketuntasan klasikal 45,71%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan hasil menulis teks diskusi dengan nilai rata-rata 77,74 berkategori baik dan ketuntasan klasikal 82,35%. Selain itu, penggunaan model ini dapat meningkatkan aktiftas siswa dan guru dalam pembelajaran untuk mencari data dan fakta akurat sebagai bahan untuk menulis teks diskusi
PENGGUNAAN MEKUBAR (POP UP) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
The completeness of activities and learning outcomes have not reached 75%, because the learning processes were implemented through image media both in the student's book and discussion methods. The research problem is focused on how to increase the students’ learning activities and outcomes after learning with the mekubar (Pop Up). The research objective is to describe the increase in activity and learning outcomes of data processing material after being given learning with the mecubar (Pop Up). The design is a classroom action research. The subjects included children in grade VI SDN Rejosari 03 Semarang. The instrument consisted of observation, questionnaire, and learning outcomes sheets. The data analysis technique is conducted descriptively. The results show that the students’ activity increased from 73% to 87% and the learning outcomes from 77% to 91%. Learning mathematics through mekubar (Pop Up) has been interesting. Teachers can use learning media suitable for learning materials.Ketuntasan aktivitas dan hasil belajar belum mencapai 75%, penyebabnya pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan media gambar yang ada di buku siswa dan metode diskusi. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran dengan mekubar (Pop Up). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas dan hasil belajar materi pengolahan data setelah diberikan pembelajaran dengan mekubar (Pop Up). Jenis penelitian ini penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Rejosari 03 Semarang. Instrumen terdiri atas lembar pengamatan, lembar angket, dan lembar hasil belajar. Teknik analisis data secara deskriptif persentase. Peningkatan aktivitas siswa, yaitu 73% menjadi 87% dan hasil belajar 77% menjadi 91%. Pembelajaran matematika dengan mekubar (Pop Up) terbukti meningkat. Guru dapat menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, misalnya seperti mekubar (Pop Up)
PENERAPAN METODE FEM (FUN AND EASY MATH) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SD ISLAM AL-FALAH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TENTANG MATERI LUAS DAN KELILING BANGUN DATAR
The aim of this research is to describe the improvement of students’ problem-solving skills on the Periphery and Area of Flat Shapes through the implementation of FEM method. The method of this research is a classroom action research (CAR) that consists of 2 cycles according to Kemmis & Mc. Taggart Model of CAR. The subjects of this research are 17 students of SD Islam Al-Farah that consists of 5 males and 12 females. The result of the research shows the improvement of students’ ability in mathematical problem-solving. The results of the cycle I of the research are obtained from the students who completed minimum criteria that less than 36%. Meanwhile, the results of cycle II have increased with 94% at the first treatment, 88.23% at the second treatment, and finally 94,11% at the third treatment. Based on the results of this research, the implementation of FEM method through multiplication box and unit lift can improve students’ ability in mathematical problem-solving.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Keliling dan Luas Bangun Datar setelah diimplementasikan pembelajaran matematika dengan metode Fun and Easy Math (FEM) melalui box perkalian dan lift satuan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus dengan mengacu pada model Kemmis & Mc. Taggart. Subjek penelitian sebanyak 17 orang siswa SD Islam Al-Falah yang terdiri atas 5 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika mengalami peningkatan. Hasil lain yang diperoleh pada penelitian ini ialah pada siklus I siswa yang tuntas (mencapai KKM) terkait dengan kemampuan memecahkan masalah matematika adalah kurang dari 36%. Sementara itu, pada siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa yang tuntas sebesar 94,11% pada pertemuan kesatu, 88,23% pada pertemuan kedua, dan 94,11% pada pertemuan ketiga. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan metode FEM melalui box perkalian dan lift satuan dapat meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan masalah matematika
PEMANFAATAN MOBILE EDUKASI SEBAGAI STRATEGI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
The development of mobile education is the right step in the midst of rapid advances in technology, information, and communication. The smartphone is one of the information technology products that become a trend among students. It is unfortunate if the sophistication of this technology is only used as a means of communication and as social media alone. Opportunities and great potential for teachers to use smartphones as multi-interactive learning media with high flexibility as a student learning strategy. This research employing the concept of development aims to produce mobile education products, to know the level of feasibility as a learning media, and to find out its effectiveness as a student learning strategy. From the results of the analysis and trials of students and teachers, it is known that the mobile education application has met the feasibility standard as a learning medium, the presentation of the material, and the effectiveness of its use in learning are also considered feasible. The product is implemented in Grade 9H students on the material of laudable behavior. The use of mobile education as a learning tool for students in the material of laudable behavior in the subjects of Islamic Education and Character has proven to be effective in supporting learning outcomes.Pengembangan mobile edukasi merupakan langkah tepat di tengah pesatnya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Telepon cerdas (smartphone) merupakan salah satu produk teknologi informasi menjadi trend di kalangan pelajar. Disayangkan jika kecanggihan teknologi tersebut hanya digunakan sebatas alat komunikasi dan media sosial semata. Peluang dan potensi besar bagi guru untuk memanfaatkan smartphone sebagai media pembelajaran yang multiinteraktif dengan fleksibilitas tinggi sebagai strategi belajar siswa. Penelitian yang menggunakan konsep pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk mobile edukasi, mengetahui tingkat kelayakan sebagai media pembelajaran, dan mengetahui efektivitasnya sebagai strategi pembelajaran siswa. Dari hasil analisis dan uji coba kepada siswa dan guru, diketahui bahwa aplikasi mobile edukasi telah memenuhi standar kelayakan sebagai media pembelajaran, penyajian materi serta efektivitas pemanfaatannya dalam pembelajaran juga dinilai layak. Produk diimplementasikan pada siswa Kelas 9H pada materi perilaku terpuji. Penggunaan mobile edukasi sebagai sarana belajar siswa pada materi perilaku terpuji dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terbukti sudah efektif dalam mendukung pencapaian hasil belajar
PEMANFAATAN GOOGLE MAPS DALAM PEMBUATAN PETA KHUSUS UNTUK MENINGKATKAN ECOLITERACY PESERTA DIDIK
The background of this scientific writing is based on the low awareness of environmental conditions (eco-literacy) of the students, the limitations of local media and sources of learning, natural disasters, the use of ICT for negative things, and the urgency of mastering 21st-century skills. The research objectives through these Best Practices that: the students are expected to be able to make special-purpose maps and have environmental awareness (eco-literacy), able to formulate environmental problems and solutions to overcome these problems and the students have 21st-century skills. This scientific paper is in the form of Best Practice, which refers to Export Facto research because it has done by the author and obtained several results, namely: first, students are able to make a special map regarding the distribution of oil palm plantation and tin mining in the East Belitung Regency by utilizing digital map technology (google maps). Second, the students have eco-literacy. Third, the students are able to formulate solutions that can be done to deal with environmental problems in their area. Fourth, the students are trained to have 21st-century skills.Latar belakang penulisan karya ilmiah ini yaitu didasari dari rendahnya kesadaran akan kondisi lingkungan (ecoliteracy) dari peserta didik, keterbatasan media dan sumber pembelajaran yang bersifat lokal, terjadinya bencana alam, penggunaan ICT untuk hal negatif dan urgensi penguasaan keterampilan abad 21. Melalui Best practice ini peserta didik diharapkan mampu membuat peta khusus dan memiliki kesadaran lingkungan (ecoliteracy).Peserta didik mampu merumuskan permasalahan lingkungan dan mencari solusi mengatasi permasalahan tersebut,sehingga peserta didik memiliki keterampilan abad 21. Karya ilmiah ini yaitu berupa Best Practice, yang mengacu pada penelitian Expost Facto karena sudah dilakukan oleh penulis dan memperoleh beberapa hasil yaitu: pertama, siswa mampu membuat peta khusus mengenai sebaran lahan perkebunan sawit dan pertambangan timah di wilayah Kabupaten Belitung Timur dengan memanfaatkan teknologi peta digital (google maps). Kedua, Peserta didik harus memiliki kesadaran lingkungan (ecoliteracy),Ketiga, Peserta didik mampu merumuskan solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi permasalahan lingkungan di daerah mereka,Keempat, peserta didik dilatih untuk memiliki keterampilan abad 21
Pembelajaran dengan Memanfaatkan Media Sampah untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar
The research objectives are to improve literacy ability and creative thinking in learning through garbage media. Prior observation indicated that the fifth-grade children’s literacy and creative thinking in learning were presumably low. Literacy and creative thinking skills can be improved by the implementation of learning bases environment. Children’s literacy and creative thinking could be improved through learning integrated with learning sources taken from their environment. Learning sources taken from the environment may consist of anything natural including garbage. A classroom action research was conducted with its four phases, namely: planning, action, observation, and reflection. Data on children’s literacy was collected after action. Whereas their creative thinking was observed throughout learning. Research results show that children’s mean score on literacy = 68.00 with sufficient category in cycle 1 was improved to = 78.00 with good category in cycle 2. Their creative thinking skill was improved to = 71.00 with sufficient category in cycle 1; and their creative thinking skill was improved to 80.00 in cycle 2 with good category.Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media sampah. Hasil pengamatan awal terhadap siswa kelas VA SDN Tunjungsekar menunjukkan kemampuan literasi dan keterampilan berpikir kreatif tersebut relatif rendah. Kemampuan literasi dan keterampilan berpikir kreatif siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang mengintegrasikan lingkungan sebagai sumber belajar. Lingkungan sebagai sumber belajar meliputi berbagai hal yang berada di sekitar siswa termasuk sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata kemampuan literasi siswa yaitu 68,00 pada siklus 1 dengan kategori Cukup meningkat menjadi 78,00 pada siklus 2 dengan kategori Baik dan rerata keterampilan berpikir kreatif sebesar 71,00 pada siklus 1 dengan kategori Cukup menjadi 80,00 pada siklus 2 dengan kategori Baik
Pemanfaatan Media Torso Plus untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMPIT Al-Qalam Bengkulu Selatan
The research objective was to improve the eighth-grade students’ learning outcomes on Human Kinestic System through TORSO PLUS Media at SMPIT Al-Qalam South Bengkulu A classroom action research was implemented to all the eighth grade students in two cycles with its four phases, namely: planning,action,observation,refelection. Data were collected by means of two instruments, they are: a test on concept comprehension and observation checklist. Data were analyzed descriptively using mean scores for the students’ learning outcomes, observation and minimum mastery level.Analysis results show that the students’ learning outcomes improved from 75.07 with minimum mastery level = 56.67% in cycle 1. Whereas, their learning outcomes improved to = 89.07 with minimum mastery level = 86.67%. In general, TORSO PLUS media could improve the students’ learning outcomes as well as the minimum mastery levels SMPIT Al-Qalam South Bengkulu.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap konsep Sistem Gerak Manusia menggunakan Media Torso Plus pada kelas VIII B SMPIT Al-Qalam Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VIII B. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan dua jenis instrumen, yaitu: tes pemahaman konsep dan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung skor hasil belajar, observasi, dan ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I rerata skor hasil belajar siswa 75,07 dengan ketuntasan belajar 56,67%.Sedangkan pada siklus II rerata skor hasil belajar siswa mencapai 89,07dengan ketuntasan belajar mencapai 86,67%. Secara umum, Media Torso Plus dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VIII B SMPIT Al-Qalam Bengkulu Selatan
Penggunaan Bang Ruli Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama
The research objective was to improve the eighth grade students’ learning outcomes in geometry through Bang Ruli media in Junior Secondary School 1 Dukuhseri, Pati District. This research was designed using a Research and Development model with needs analysis, designing , developing, validating, and trying out using a classroom action scheme. Data were collected through observation on learning and test on the students’ learning outcomes. Data were analyzed descriptively, quantitatively and qualitatively. Research resulted in development of Bang Ruli practical and multifunction media for learning geometry. The implementation of such media could facilitate students’ learning from 48% in pre-cycle to 85% in cycle 2, and 88% in cycle 2. Moreover, the students’ learning outcomes improved from 23% in precycle to 59 in cycle 1 and 86% in cycle 2.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil pembelajaran geometri menggunakan alat peraga Bang Ruli pada siswa kelas VIII-A SMP N 1 Dukuhseti Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan alat peraga, ujicoba terbatas, ujicoba sebenarnya dengan penelitian tindakan kelas, pelaporan dan diseminasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes prestasi belajar siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini berupa alat peraga Bang Ruli, yaitu alat peraga bangun ruang yang dapat dilipat sehingga lebih praktis dan multifungsi. Penggunaan alat peraga Bang Ruli dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa yang memuat karakter tokoh Bang Ruli untuk memandu langkah pembelajaran. Disamping itu, terjadi peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari prasiklus sebesar 48%, akhir siklus 1 sebesar 85%, dan akhir siklus 2 sebesar 88%; 3) hasil pembelajaran meningkat dari prasiklus 23%, akhir siklus 1 = 59% dan pada akhir siklus 2 = 86%
Peningkatan Kompetensi Berkomunikasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Task-Based Learning
The research objective was to improve the students’ communicative competence through task-based learning in semester II academic year 2016/2017 in the Junior Secondary School 1 Wonosari. A classroom action research was conducted with two cycles at the ninth graders. Data collection techniques used varied, namely, questionnaire, observation, interview, anecdotal records, and document. Data were analyzed descriptively and qualitatively. Results disclose that the students’ communicative competence was improved through task-based learning. Moreover, the students’ comprehension was improved in groups, in unison, in audition as well as in spontaneous communication.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi siswa melalui task-based learning. Untuk mencapai tujuan, Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan dua siklus pada siswa kelas 9D SMPN 1 Wonosari pada semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, catatan anekdotal, dan dokumen. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berkomunikasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris meningkat melalui task-based learning. Kemampuan siswa dalam memahami informasi, berkomunikasi klasikal, berkomunikasi dalam kelompok, berkomunikasi sebagai audiens, dan berkomunikasi spontan meningkat