Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN FLAVID PADA PROCEDURE TEXT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS
One of the components of projected 21st-century education needed is 4C, i.e. critical thinking, creativity, collaborative, and communicative. The reality faced is students are very passive in English learning activities in the classroom. This shows that students' speaking skill is still low. In addition, the learning is still dominated by the lecture method and individual tasks. With the aim of improving students' speaking skills, the teacher designs a combination of learning media between conventional and modern media namely Flavid (flashcard and video presentation). The purpose of this research is to find out how the use of Flavid on procedure text can improve the speaking ability of the students in Class IX-A of SMPN 2 Pelaihari. The results of this study are that the usage of flexible media in the learning process proved successful in improving students' speaking skills in English subjects. This can be seen based on the increase in the average value obtained by students from cycle I to cycle II. In the first cycle the number of students who has complete score is 7.41% and in the second cycle 74.07%. The ability to speak using Flavid media has increased by 66.66%.Salah satu komponen proyeksi kebutuhan pendidikan abad 21 adalah siswa memiliki 4C, yaitu critical thinking, creativity, collaborative, dan communicative. Kenyataan yang dihadapi ketika kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas ialah siswa sangat pasif. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah. Selain itu, pembelajaran masih didominasi dengan metode ceramah dan tugas individu. Dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbicara siswa, guru mendesain media pembelajaran kombinasi antara media konvensional dan modern, yaitu media Flavid (flashcard and video presentation). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Flavid pada procedure text dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IX-A SMPN 2 Pelaihari. Hasil penelitian ini ialah penggunaan media Flavid dalam proses pembelajaran terbukti berhasil dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan peningkatan rata-rata nilai yang diperoleh siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 7,41% dan pada siklus II sebanyak 74,07%. Kemampuan berbicara menggunakan media Flavid mengalami kenaikan sebesar 66,66%
PEMBELAJARAN TEOREMA PYTHAGORAS DENGAN METODE DISCOVERY MELALUI MEDIA PAPAN TEGRAS
The purpose of this study is to improve the understanding of the concept of the Pythagorean Theorem by applying discovery methods through the media on the board of students in Grade VIII.2 State Junior High School 26 Palembang. This research is a classroom action research by implementing the discovery method through the integrity board in the learning process of the Pythagorean Theorem. Data collection techniques were carried out by tests, interviews, observation sheets, and field notes. The results of this study indicate that the discovery method through integrity board has the advantage of overcoming students' misunderstanding in the material of the Pythagorean Theorem so that this impacts on student learning outcomes. The results of this final test further strengthen the interview subject's statement that students' understanding of the material is increasing. The final test score average of Cycle 1 is 61.43, Cycle 2 is 70.14 with a success rate of 57.14% to 77.14%, and Cycle 3 to 76.29 with a success rate of 77.14% to 88.57%.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep teorema Pythagoras dengan penerapan metode discovery melalui media papan tegras pada peserta didik di Kelas VIII.2 SMP Negeri 26 Palembang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengimplementasikan metode discovery melalui papan tegras dalam proses pembelajaran Teorema Pythagoras. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, lembar observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode discovery melalui media papan tegras mempunyai keunggulan mengatasi ketidakpahaman siswa dalam materi Teorema Pythagoras sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Hasil tes akhir ini semakin memperkuat pernyataan subjek wawancara bahwa pemahaman peserta didik terhadap materi semakin meningkat. Rata-rata skor tes akhir Siklus 1 adalah 61,43, Siklus 2 adalah 70,14 dengan taraf keberhasilan 57,14% menjadi 77,14%, dan pada Siklus 3 menjadi 76,29 dengan taraf keberhasilan 77,14% menjadi 88,57%
PENGGUNAAN MODEL 5E BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
The current research’s objectives are to improve the students’ learning creativity and achievement. This research was designed using Classroom Action Research through the implementation of 5E based on STEAM. The research subjects included 32 of the eighth-graders in SMP Negeri 1 Subang, West Java Province. The students’ creativity was assessed through air balloon creative product and water rocket using Creative Product Semantic Scale (CPSS). Learning achievements were evaluated on Engage phases in Cycle I and II. Data analysis results show that the students’ learning creativity was improved and science concepts strengthened through self-construction. The students’ creative inquiry was also improved. The initial mean achievement was equal to 37.67 in phase Engage of Cycle I was increased to 68.41. In-Engage of Cycle II, the students’ achievement was improved from 35.22 to 79.44.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa melalui implementasi model 5E berbasisSTEAM. Penelitian Tindakan Kelas ini melibatkan 32 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Subang Provinsi Jawa Barat. Kreativitas siswa diases melalui produk kreatif balon udara dan roket air menggunakan Creative Product Semantic Scale(CPSS). Sedangkan hasil belajar siswa dievaluasi pada fase EngageSiklus I dan II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kreativitas dan penguatan konsep sains yang dikonstruksi oleh siswa itu sendiri. Aktivitas kreatif siswa untuk berinkuiri semakin mrningkat. Sedangkan, nilai rata-rata untuk kemampuan awal yang direkam pada fase Engage siklus I memeroleh skor 37,67. Setelah dilakukan pembelajaran, rata-rata nilai meningkat menjadi 68,41. Sedangkan untuk kemampuan awal yang direkam pada fase Engage siklus II memeroleh skor 35,22. Kemudian hasil belajar pada siklus II meningkat menjadi 79,44
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS AKSARA JAWA DENGAN METODE ULUM TUAN BAIK MENGGUNAKAN MEDIA LUSAPA
This learning innovation study aims to find out whether the method of Ulum Tuan Baik with Lusapa media can improve the writing skills of Javanese script and how the method of Ulum Tuan Baik with Lusapa media can improve the writing skills of Javanese script to the students of Class VII A UPTD SMPN 2 Tarokan in the school year of 2017/2018. The data analysis method that is used in this study is quantitative and qualitative, using test instruments to obtain quantitative data and non-test instruments to obtain qualitative data. The results of the study have obtained that the Ulum Tuan Baik method with Lusapa media is proven to be able to improve the ability of the students to write sentences using Javanese script with its sandhangan and pasangan. Improvement of the writing skills of Javanese script seen from the class average value which has increased at each stage of the study. Class average value on the pre-action stage is 67.96. On the first cycle, it has increased by 75.93% and on the second cycle, it has increased by 82.96%.Karya inovasi pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Ulum Tuan Baik dengan media Lusapa dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat aksara Jawa dan bagaimana metode tersebut dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat aksara Jawa beserta sandhangan dan pasangannya bagi siswa kelas VIIA UPTD SMP Negeri 2 Tarokan Tahun Ajaran 2017/2018. Metode analisis data yang digunakan ialah kuantitatif dan kualitatif menggunakan instrumen tes untuk memperoleh data kuantitatif dan instrumen nontes untuk memperoleh data kualitatif. Adapun hasil penelitian yang diperoleh ialah metode Ulum Tuan Baik dengan media Lusapa terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis kalimat menggunakan aksara Jawa beserta sandhangan dan pasangannya. Peningkatan kemampuan menulis kalimat tersebut terlihat dari nilai rata-rata kelas yang mengalami peningkatan pada setiap tahap penelitian. Pada tahap pratindakan, nilai rata-rata kelas ialah 67,96. Pada siklus I nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 75,93% dan pada siklus II nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 82,96%
IMPLEMENTASI MEDIA “BARNETO” MELALUI METODE “DORA” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA NARRATIVE BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IX-E SMP NEGERI 4 TUBAN
The activeness of inter-student English-language communication in class is still very lacking. Students tend to be passive and lack of confidence in communicating using English. Student’s ability in telling stories is still unsatisfactory. This research is intended to find alternative solutions to improve their abilities in narrative stories. "Barneto Dora" is offered as a method to overcome those problems. The purpose of this study is to describe the application of Barneto Dora and to find out the results of its improvements. The method used in this study is classroom action research. The research subjects are students of Class IX E of SMP 4 Tuban. The technique of collecting data used in this study are observation, field notes, questionnaires, and tests. The data is analyzed by qualitative and quantitative data analysis techniques. The results indicate that through Barneto Dora, students' English storytelling skills increased significantly. This increase can be seen from the increase in the average class score in storytelling. The previous class average score is 55.27 and increased to 78.00.Keaktifan komunikasi berbahasa Inggris antarsiswa di kelas masih sangat kurang. Siswa cenderung pasif dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi. Kemampuan bercerita siswa juga masih kurang memuaskan. Siswa membutuhkan media yang menarik dan metode inovatif yang diharapkan membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam bercerita naratif. Barneto Dora ditawarkan sebagai metode untuk memecahkan masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan Barneto Dora dan mengetahui hasil peningkatannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ialah siswa kelas IX E SMPN 4 Tuban. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, catatan lapangan, angket, dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Barneto Dora, keterampilan bercerita naratif bahasa Inggris siswa meningkat. Peningkatan itu terlihat dari nilai rata-rata kelas dari tes bercerita. Nilai rata-rata kelas yang sebelumnya ialah 55.27 meningkat menjadi 78.00
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Mathematics in the unit of measurement material. One effort to overcome this error is by applying cooperative learning to make a match techniques. The selection of cooperative learning models is based on the learning interactions that arise. Through cooperative learning, a student will become a learning resource for other friends. So the purpose of this study was to improve the activity and learning outcomes of mathematics through cooperative learning with make a match technique in class VI SD Negeri 49 Kendari. This study uses a class action research design, carried out in a spiral form, consisting of four main activities namely planning, implementation, observation, and reflection carried out in 3 cycles. Data analysis techniques in this study are descriptive qualitative analysis and quantitative analysis. This study used to test and non-test instruments, which were collected using learning outcomes test questions, observation sheets, and documentation of learning activities. The results of data analysis show that cooperative learning with make a match technique can increase the activity and learning outcomes of class VI students at SD Negeri 49 Kendari.Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika pada materi satuan ukuran. Salah satu upaya untuk mengatasi persalahan tersebut dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dengan teknik make a match. Pemilihan model pembelajaran kooperatifdidasarkan atas interaksi belajar yang ditimbulkan. Melalui pembelajaran kooperatif, peserta didik akan menjadi sumber belajar bagi teman lainnya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif dengan teknik make a match pada peserta didik kelas VI SD Negeri 49 Kendari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas, dilaksanakan dalam bentuk spiral, terdiri atas empat kegiatan pokok yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif deskriptif dan analisis kuantitatif. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes, yang dikumpulkan menggunakan soal tes hasil belajar, lembar observasi, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil anaisis data menunjukkan bahwa pembeajaran kooperatif dengan teknik make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik kelas VI SD Negeri 49 Kendari
MEDIA TAK-TIK KOPER UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN MASALAH SPLDV KELAS VIII-A SMPN 4 ACEH TAMIANG
Learning mathematics using media of tak-tik koper is an innovation in solving SPLDV problems with a short case, uncomplicated manner, and a reasonable level of accuracy. Tak-tik koper is an acronym of confident, that is made of (1) cardboard or stereo form as a base board, (2) colorful papers as cards which is written numbers for coefficients, symbols of operation, and letters for variables, (3) pins as adhesive. By means of this media, it will produce a solution based on cross multiplication, so that it will be obtained a general formula as another way to solve the problems of the two variables linear equations system (SPLDV). Based on the purpose of using the media of tak-tik koper, is to improve the skills and activeness in solving SPLDV problems for students of VIII-A grade at SMPN 4 Percontohan for the 2018/2019 academic year, which results in a classical increase for the student's mastery of learning from 16,13% during the learning which did not use the media of tak-tik koper to 90.32% at the end after using the media of tak-tik koper during the learning process and an increase in the percentage of the average score of student’s activities by 8.34%.Pembelajaran matematika menggunakan media tak-tik koper merupakan suatu inovasi dalam menyelesaikan masalah pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan cara singkat, tidak berbelit-belit serta dengan tingkat ketelitian yang wajar. Tak-tik koper merupakan singkatan dari otak-atik koefisien persamaan yang terbuat dari (1)kardus atau stereoform sebagai papan alas, (2)kertas warna-warni sebagai kartu-kartu yang bertuliskan angka-angka untuk koefisien, tanda-tanda operasi, dan huruf untuk variabel, (3)pentul sebagai perekat. Melalui media tak-tik koper ini akan dihasilkan penyelesaian berdasarkan alur perkalian silang sehingga didapatkan sebuah rumusan umum sebagai cara lain dari penyelesaian masalah sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Berdasarkan tujuan dari penggunaan media tak-tik koper yaitu meningkatkan keterampilan serta keaktifan memecahkan masalah SPLDV pada siswa kelas VIII-A SMP Negeri 4 Percontohan tahun pelajaran 2018/2019, sehingga dihasilkan peningkatan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari 16,13 % pada saat pembelajaran belum menggunakan media tak-tik koper menjadi 90,32% pada saat akhir pembelajaran setelah menggunakan media tak-tik koper, serta terjadi kenaikan persentase skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 8,34%
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF KOPER EDUKASI ASEAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
The aims of this research are to explain the Koper Edukasi ASEAN as an innovative media about the stages of children's cognitive development, to explain how to use it in civics learning, and to describe the magnitude of improvement in student learning outcomes after using innovative media Koper Edukasi ASEAN in civics learning in 6th grades of SDN Bantal in the school year 2017/2018. The innovative media of the Koper Edukasi ASEAN is used in civics learning about ASEAN in three meetings. At each meeting, learning uses the Koper Edukasi ASEAN media with different materials. The method used in this research is the quasi-experimental method. The form of quasi-experimental design used is time-series design. The use of the Koper Edukasi ASEAN is adjusted to the syntax which consists of five stages, i.e. group formation, group assignment work, presentation of the results of group discussions, discussion of the results of group discussions, and awards. The application of the syntaxes is complemented by how it is adjusted according to the civics learning implementation plan on ASEAN materials. The results of this research show that the use of Koper Edukasi ASEAN increases student’s learning outcomes, proven from the class average value which was originally 66 has increased to 84, which means it has increased 18 (21%). The Learning completeness which was originally 60% has increased to 100%, which means it has increased by 40%.Tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan Koper Edukasi ASEAN sebagai media inovatif tentang tahapan perkembangan kognitif anak, menjelaskan cara penggunaannya dalam pembelajaran PKn, serta mendeskripsikan besarnya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan media inovatif Koper Edukasi ASEAN dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SDN Bantal Tahun Ajaran 2017/2018. Media inovatif Koper Edukasi ASEAN digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) tentang ASEAN sebanyak tiga kali pertemuan. Pembelajaran pada setiap pertemuan menggunakan media Koper Edukasi ASEAN dengan materi yang berbeda-beda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuasi eksperimen. Bentuk desain kuasi eksperimen yang digunakan ialah time series design. Penggunaan Koper Edukasi ASEAN disesuaikan dengan sintaks yang terdiri atas lima tahap, yaitu pembentukan kelompok, pengerjaan tugas kelompok, presentasi hasil diskusi kelompok, pembahasan hasil diskusi kelompok, dan pemberian penghargaan. Penerapan sintaks tersebut dilengkapi dengan cara penggunaannya yang disesuaikan dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) PKn tentang materi ASEAN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media inovatif Koper Edukasi ASEAN meningkatkan hasil belajar siswa. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas yang semula 66 menjadi 84, artinya meningkat sebesar 18 (21%), serta ketuntasan belajar yang semula 60% menjadi 100%, artinya meningkat sebesar 40%
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASIC LEARNING DENGAN KEMAMPUAN REPRESENTASI EKSTERNAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK DI KELAS IXC SMP NEGERI 1 PELING TENGAH
The research objective is to improve the students’ conceptual understanding of static electricity through the PBL model with external representation capabilities of class IXC in SMPN 1 Peling Tengah. This research is designed in classroom action research. The research steps consisted of planning, implementation of actions, observation, and reflection, conducted in two cycles. The results show that the students’ conceptual understanding is improved through PBL models with external representation abilities. The improvement could be seen from the teacher’s and students’ activity in the first cycle improved to 68% with a good category. While the students’ learning activities are improved in the first cycle to 62% include with a sufficient category. The teacher’s activity in the second cycle was improved to 95.9% with an excellent category. Whereas, the students’ activity in the second cycle was improved to 90% with a good category. The students’ learning outcomes improved to 82.6% in the first cycle and to 87.3 % in the second cycle. The students were able to express a problem with an ability to represent externally in the forms of images, graphics, verbal, tables, and mathematics, although they were still directed by the teacherTujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan peningkatan pemahaman konsep listrik statis melalui model PBL dengan kemampuan representasi eksternal di kelas IXC semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 SMP Negeri 1 Peling Tengah.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep peserta didik melalui model PBL dengan kemampuan representasi eksternal di kelas IXC SMP Negeri 1 Peling Tengah, hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas guru dan peserta didik dalam pembelajaran yang ditunjukkan oleh persentase aktivitas guru pada siklus I adalah68% berada pada kategori baik dan persentase aktivitas peserta didik pada siklus I adalah 62% berada pada kategori cukup, sedangkan persentase aktivitas guru pada siklus II adalah 95,9% berada pada kategori sangat baik dan persentase aktivitas peserta didik pada siklus II adalah 90 % berada pada kategori baik. Serta peningkatan pemahaman konsep peserta didik yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata pada siklus I adalah 82,6 berada pada kategori tinggi dengan persentase ketuntasan 87%, sedangkan nilai rata-rata pada siklus II adalah 87,3 berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase ketuntasan 100 %. Ditinjau dari lembar jawaban peserta didik dapat kita tarik kesimpulan peserta didik mampu mengemukakan suatu masalah dengan kemampuan representasi eksternal entah dalam bentuk gambar, grafik, verbal, tabel, dan matematis walau sedikit masih diarahkan guru dalam membedakan representasi diagram dan gambar dalam konteks yang berbeda. Sehingga dalam hal ini peserta didik mampu mengemukakan suatu permasalahan dengan berbagai representasi eksternal ditinjau dari pemahaman konsep yang meningkat dari siklus 1 ke siklus 2 yang menggunakan alat ukurnya dari proses dan hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PERILAKU TERPUJI PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
This study aims to improve student learning outcomes on the material of commendable behavior in Grade VIIB SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur. This research is Classroom Action Research consisting of two cycles. Each cycle consists of 2 times meeting. The subject of this research is the students of Grade VIIB SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur which amounted to 33 students consisting of 16 men and 17 women. The instruments of data collection in this study are a test, observation, and discussion. After going through the learning process, the results from the end of this study shows that there is an increase both in the student learning activity and student learning outcomes. In the precycles, active students are only about 20%. Then in Cycle 1 the number of active students increased to 40% and in Cycle 2 they increased to 80%. The acquisition of student learning outcomes also experienced an increase from Precycle to Cycle 2, i.e. in the Precycle 45% of students got value above KKM, in Cycle 1 increased to 66%, then in Cycle 2 increased again to 84%. Therefore, the direct learning model has a positive impact on the process of improving student learning outcomes on the materials of commendable behavior in Grade VIIB SMP Negeri 4 Gantung.Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perilaku terpuji di Kelas VIIB SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIIB SMP Negeri 4 Gantung Belitung Timur yang berjumlah 33 siswa yang terdiri atas 16 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Adapun instrumen pengumpulan data adalah tes, observasi, dan diskusi. Setelah melalui proses pembelajaran, hasil dari akhir penelitian ini terlihat bahwa ada peningkatan, baik dalam aktivitas belajar siswa maupun hasil belajar siswa. Pada Prasiklus siswa yang aktif hanya sekitar 20%. Kemudian pada Siklus 1 jumlah siswa yang aktif meningkat menjadi 40%, dan pada Siklus 2 meningkat menjadi 80%. Pada perolehan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari prasiklus hingga Siklus 2, yaitu pada Prasiklus 45% siswa mendapat nilai di atas KKM, pada Siklus 1 meningkat menjadi 66%, kemudian pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 84%. Dengan demikian, model pembelajaran langsung berdampak positif bagi proses peningkatan hasil belajar siswa pada materi perilaku terpuji di kelas VII B SMP Negeri 4 Gantung