Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL-STEAM MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO CAMTASIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 120 BERRU, SOPPENG
This best practice is a report on the author's experience in applying the PjBL-STEAM learning model by using the Camtasia video media to improve learning literacy in Indonesian V grade SDN. 120 Berru. The background of this best practice is that the teacher does not involve the role of student activities, the students' learning outcomes are not optimal, especially in the field of literacy, the teacher does not use learning media, the teacher does not motivate and interact with students to produce products from learning outcomes. This best practice research is focused on improving literacy through PjBL-STEM with classroom action research methods consisting of planning, action, observation, and reflection. An instrument for data collection. includes student activity observation sheets, learning outcomes tests, interviews, and documentation. The results of this best practice report are taken data after 2 cycles of classroom action research. The results of the qualitative analysis show that the average score of activities and student learning outcomes has increased. Learning activities in the first cycle of the average score of Indonesian learning activities are 60% in the fairly good category and in the second cycle, there is an increase in the average score of Indonesian learning activities, which is 84% in the good category. The learning results in the first cycle showed an average score of 63 learning activities in a fairly good category and in the second cycle, there was an increase of 77 in the good category. Based on the results of this study, it was concluded that applying the PjBL-STEAM learning model using video Camtasia media can improve learning literacy.Best practice ini merupakan laporan pengalaman penulis dalam menerapkan model pembelajaran PjBL-STEAM dengan menggunakan media video cantasia untuk meningkatkan literasi pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN 120 Berru. Latar belakang best practice ini adalah guru kurang melibatkan peran aktivitas siswa, kurang optimalnya hasil belajar siswa khususnya di bidang literasi, guru kurang menggunakan media pembelajaran, guru kurang memberikan motivasi dan interaksi kepada siswa untuk membuat produk dari hasil pembelajaran. Penelitian best practice ini difokuskan untuk meningkatkan literasi melalui PjBL-STEM dengan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data. meliputi lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, wawancara dan dokumentasi. Hasil laporan best practice ini diambil data setelah dilakukan penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa skor rata-rata aktivitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Aktivitas belajar pada siklus I skor rata-rata aktivitas belajar bahasa Indonesia yaitu 60 % masuk kategori cukup baik dan pada siklus II terjadi peningkatan skor rata-rata aktivitas belajar bahasa Indonesia yaitu 84 % berada pada kategori baik. Hasil belajar pada siklus I menunjukkan skor rata-rata aktivitas belajr 63 masuk kategori cukup baik dan pada siklus II mengalami peningkatan 77 berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran PjBL-STEAM dengan menggunakan media video cantasia dapat meningkatkan literasi pembelajaran
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA DUIT TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK
One of the purposes of the learning activity on Curriculum 2013 is improving collaboration skills. However, the students' collaborative skill at the seventh graders of SMP PGRI Otam is poor, due to the minimum availability of learning facilities, infrastructure, and media. This study investigates the effectiveness of the Group Investigation (GI) learning model assisted with the Investigation, Recycling, Information and Technology acronym DUIT for improving the student's collaborative skills at the seventh graders of SMP PGRI Otam. DUIT starts in designing media from recycled materials and collaborating with information technology products in the learning process. In this research, the solar system media is uploaded through the learning house portal, YouTube, and other learning resources. This research employed a quasi-experimental design with “Two-group posttest only”, where the teacher compared the final collaboration skills from the class given DUIT media-assisted GI learning model with a control class. To obtain the data, this research using observation sheets. The results showed that there were significant differences between the experimental group and the control group. Finally, it can be concluded that the DUIT media-assisted GI learning model enhances the effectiveness and collaboration skills of the seventh-grade students of SMP PGRI Otam.Salah satu tujuan kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah meningkatkan ketrampilan kolaborasi.Namun demikian,ketrampilan kolaborasi peserta didik kelas VII, SMP PGRI Otam masih rendah karena minimnya sarana dan prasarana pembelajaran dan fasilitas pengembangan media pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Group Investigation(GI) berbantuan Daur Ulang, Informasi dan Teknologi (DUIT) terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII SMP PGRI Otam.DUIT memiliki tahapan yang dimulai merancang media yang menggunakan bahan daur ulang dan mengkolaborasikan dengan produk teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini, media yang di rancang berupa media tata surya yang kemudian di unggah melalui portal rumah belajar, youtube dan sumber belajar lain. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen dengan desain Two-group posttest only, dimana guru membandingkan nilai akhir keterampilan kolaborasi dari kelas yang diberi model pembelajaran GI berbantuan media DUIT dengan kelas kontrol. Untuk mendapatkan data penelitian, penelitian ini menggunakan instrumen lembar pengamatan keterampilan kolaborasi. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas control. Hal ini dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran GI berbantuan media DUIT meningkatkan efektifitasdan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VII SMP PGRI Otam
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN “PREDIKSI PENUH BUKTI” UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/23The square root formula is one of the subjects taught to students in 4th grade of SDN Sentul 1 Tambelang. This subject is considered difficult by the students as it is related to the area of shapes and the square root numbers. Many 4th-grade students find difficulty in calculating the area of a shape based on the formula of the square root. This research was conducted to improve the students’ motivation and their Mathematics learning outcomes, especially on square root numbers by using “Papan Prediksi Penuh Bukti” (Prediction Board of Complete Evidence) media. The development research is carried out in this research to solve problems in classroom learning, particularly in helping students to find the square root numbers easily and quickly. Based on the results of using “Papan Prediksi Penuh Bukti” in the class, it is considered effective and successful. The result of observation showed that students seemed enthusiastic and active while using “Papan Prediksi Penuh Bukti” media in learning the square root formula. In addition, 95% of students like to use this media in the learning process. The students’ assessment also showed a significant increase in their pretest results, that is 19 children were able to complete their learning (95%). Thus, it can be said that learning mathematics by using “Papan Prediksi Penuh Bukti” media can increase students’ motivation and their learning outcomes in Mathematics, especially in the square root numbers.Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Sentul 1 pada materi akar kuadrat dengan menggunakan media papan prediksi penuh bukti. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang digunakan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas guna membantu siswa menemukan akar kuadrat suatu bilangan dengan mudah dan cepat. Berdasarkan hasil implementasi pembelajaran, penggunaan Papan Prediksi Penuh Bukti dinilai efektif dan berhasil. Hal tersebut dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan selama pembelajaran siswa terlihat antusias dan aktif. Selain itu respon siswa menunjukkan 95% siswa senang menggunakan media ini. Penilaian terhadap hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil tes awal, yakni sebanyak 19 anak dikatakan tuntas belajar (95%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan prediksi penuh bukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Sentul 1 pada materi akar kuadrat suatu bilanga
PENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENEMUAN
The research objective is to describe the application of discovery-based student worksheets to the Human Circulatory System Basic Competence to improve science process skills and learning outcomes. This research is a classroom action research recruiting students in class VIII-5 at SMP Negeri 32 Bandar Lampung school year 2018/2019 through purposive sampling technique. The research instrument is a learning device and research data collector. Data collection on science process skills is carried out using an observation instrument of science process skills while learning outcomes data use written test instruments. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. The data analysis results show the students’ average percentage of science process skills in the first cycle of 40.11% lies in the medium category, the second cycle of 67.19% in the high criteria, while the third cycle of 86.46% was very high. The average students’ competency in the first cycle showed 69.44 lies in a high category, the second cycle 70.95 is also high category and 76.56 competencies in the third cycle with very high criteria. Thus the application of student worksheets based on this invention has met the criteria of success indicators and they have improved science process skills and learning outcomes of the students in class VIII-5 in SMP Negeri 32 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan lembar kerja siswa berbasis penemuan pada Kompetensi Dasar Sistem Peredaran Darah Manusia untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelasdengan subjek satukelompoksiswakelas VIII-5 SMP Negeri 32 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019 melalui teknikpurposive sampling. Instrumen penelitian berupa perangkat pembelajaran dan pengumpul data penelitian. Pengumpulan data keterampilan proses sains menggunakan instrumen observasi keterampilan proses sains sedangkan data hasil belajar menggunakan instrumen tes tertulis. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasilanalisis data menunjukkan rerata persentase keterampilan proses sains siswa pada siklus I 40,11% berkategori sedang, siklus II 67,19% berkriteria tinggi sedangkan siklus III 86,46% berkategori sangat tinggi sedangkan rerata ketercapaian hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan angka 69,44 dengan kategori tinggi, siklus II 70,95 juga berkategori tinggi dan 76,56 ketercapaian pada siklus III dengan kriteria sangat tinggi. Dengan demikian penerapan lembar kerja siswa berbasis penemuan ini dinyatakan telah memenuhi kriteria indikator keberhasilan dan disimpulkan dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 32 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019
PEMANFAATAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA BERANGKAS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS PADA SISWA
The purpose of this study was to determine the use of media “Ular Tangga Berangkas” (Snake Stair Trimmer) Game in describing and improving the 4th-grade students’ English speaking skills. The study was conducted in Sekolah Dasar 16 of South Pontianak District. The method used in this study is a simple experiment that is applied in one experimental class. The snake stair trimmer game serves as a medium of learning the English language particularly in describing a person's physical description. Before using snake ladder trimmer media, the students' speaking skills in English only reached 29% above “Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM” (minimum passing criteria). After using snake ladder trimming media, their speaking skills increased to 85% above KKM. Thus, the results of the study show that the media of snake ladder game has succeeded in increasing the competence of English speaking skills particularly in describing a person's physical description toward the 4th-grade students of SDN 16 South Pontianak.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pemanfaatan media Permainan Ular Tangga Berangkas dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris dan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa dalam Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Negeri 16 kecamatan Pontianak Selatan. Metode yang digunakan adalah eksperimen sederhana pada satu kelas eksperimen. Permainan ular tangga berangkas berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa Inggris materi mendeskripsikan fisik seseorang. Sebelum menggunakan media ular tangga berangkas, kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris siswa hanya 29% di atas KKM. Setelah menggunakan media ular tangga berangkas, kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris meningkat menjadi 85% di atas KKM. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan ular tangga berangkas berhasil meningkatkan kompetensi berbicara bahasa Inggris materi medeskripsikan fisik seseorang pada siswa kelas IV A SDN 16 Pontianak Selatan
INOVASI MEDIA KOMBERFOSIS DAN MODEL COMPLETE STORY DI SD NEGERI 87 AMBON
The learning outcomes of the 4th-grade students of SDN 87 Ambon in the Islamic Religious Education is still poor, only 52% of them meet the minimum criteria of Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM (minimum passing criteria). To minimize this weakness, learning innovations need to be carried in order to activate the students' involvement and fun literacy activities that can trigger students' interest in learning Islamic History. For this reason, the author chooses a comic as a media to study Islamic History. The comic is made from student photos using Ambon dialect language and combined with complete story learning models. Through this media or known as komberfosis (komik berbasis foto siswa), the writer records student activities by taking pictures. By using this media, the students learning outcomes increase, the average of student mastery reached 90%. Overall, the learning of Islamic Education and Budi Pekerti in the material of the Story of the Prophet's by using komberfosis media and the complete story learning model has reached KKM.Hasil pembelajaran konvensional dengan metode ceramah di kelas IV SDN 87 Ambon, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Provinsi Maluku, berdasarkan pengamatan penulis, pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Tarikh (Sejarah Islam) masih lemah, hanya 52% peserta didik yang memenuhi KKM. Untuk meminimalisasi kelemahan ini, perlu dilakukan inovasi pembelajaran yang mampu mengaktifkan keterlibatan kegiatan literasi peserta didik serta menyenangkan sehingga memicu minat belajar peserta didik. Untuk itu, penulis memilih media komik yang berbasis foto siswa dengan menggunakan dialek Ambon yang dikombinasikan dengan model pembelajaran complete story (melengkapi cerita) pada pembelajaran Tarikh (Sejarah Islam). Melalui media pembelajaran komik berbasis foto siswa atau disingkat media komberfosis, penulis merekam aktivitas siswa dengan cara memotretnya. Dengan digunakannya hasil karya inovasi ini, hasil belajar meningkat, rata-rata ketuntasan belajar siswa adalah 90%. Secara keseluruhan, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada materi Kisah keteladanan Nabi dengan menggunakan media komberfosis dan model pembelajaran complete story telah mencapai KKM
PENERAPAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI MUSIK SISWA
The preliminary research showed that the average of student learning outcomes in Music Subjects is still in the low category. The reflection process shows that the previous teaching and learning process was not connected with the student's real life. The strategy of teaching and learning that connect and near to the student activities is contextual teaching and learning (CTL). The aims of this research are to describe: (1) the teacher activities while implementing CTL; (2) the student activities in the implementation of CTL; and (3) the increasing of student learning outcomes in playing musical instrument recorder in accordance with the notation of music after CTL process. The research methodology is Classroom Action Research (CAR) which consists of three cycles (Kemmis & Mc. Taggart). The model of CAR consists of four steps that are planning, actuating, observing, and reflection. This research was conducted in SMPN 4 Mataram with the subject of students in class IX 4 that consists of 29 people in the Odd semester of Academic Year 2017/ 2018. The results of the research showed an improvement of teacher activities in the first cycle to the second cycle and the second cycle to the third cycle around 13.51% and 7.14%. The improvement of student activities in the first cycle to the second cycle and the second cycle to the third cycle around 10.71% and 9.67%. Moreover, the improvement of teacher and students' activities lead to the improvement of student learning outcome on knowledge aspect which increased on the first cycle to the second cycle and the second cycle to the third cycle around 16 points and 12 points, and on the skills, aspect increased on the first cycle to the second cycle and the second cycle to the third cycle around 13 points and 8 points.Hasil belajar merupakan kemampuan siswa dalam berbagai aspek kompetensi setelah pembelajaran berlangsung. Pembelajaran yang efektif pada setiap mata pelajaran termasuk Seni Musik dicirikan oleh hasil belajar siswa di atas kriteria minimal yang telah ditetapkan. Hasil penilaian sebelumnya terhadap siswa kelas IX menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni Musik. Hasil refleksi menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan oleh strategi pembelajaran yang telah dilaksanakan tidak melibatkan hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang melibatkan hal-hal yang dekat dengan kehidupan siswa adalah strategi Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menerapkan strategi CTL; (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan strategi CTL; dan (3) peningkatan hasil belajar siswa dalam memainkan alat musik recorder sesuai dengan notasi musik setelah pembelajaran dengan menerapkan strategi CTL. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis & Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi tindakan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus di SMPN 4 Mataram dengan subjek penelitian siswa-siswi kelas IX.4 yang berjumlah 29 orang pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/ 2018. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II sebesar 13,51% dan dari siklus II ke siklus III sebesar 7,14%. Selain itu, aktivitas siswa meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 10,71% dan dari siklus II ke siklus III sebesar 9,67%. Peningkatan aktivitas guru dan siswa menyebabkan peningkatan hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan dari siklus I ke siklus II sebesar 16 poin dan dari siklus II ke III sebesar 12 poin, begitu pula dengan hasil belajar pada aspek keterampilan yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13 poin dan dari siklus II ke siklus III sebesar 8 poin
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SIMULATOR GLOBAL WARMING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA
Science learning on changes in natural appearance material in the 5th grade of SDN Kwadungan is still not optimal. It is proved by the achievement of classical completeness that is only 55% with an average score of 69.00. The purpose of this study is to develop and to evaluate the use of the Global Warming Simulator and to improve science learning outcomes. Global Warming Simulator is a learning media in the form of two miniatures about the appearance of nature. The first miniature is the appearance of a nature sight that is still original and has not been affected by global warming, while the second miniature is the appearance of nature sight that has been affected by global warming. The results of this study indicate an improving learning outcome in science after the use of the Global Warming Simulator in the learning activities. The achievement of classical completeness has increased from 60% with an average value of 72.3 at the first meeting to 83.30% with an average value of 80.13 at the second meeting. This indicates that the use of Global Warming Simulator in science learning can improve student learning achievement.Pembelajaran IPA pada materi Perubahan Penampakan Alam di Kelas 5 SDN Kwadungan masih belum optimal. Hal itu dibuktikan dengan pencapaian ketuntasan belajar klasikal yang hanya sebesar 55% dengan rata-rata nilai 69,00. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji penggunaan Simulator Global Warming dalam rangka meningkatkan hasil belajar IPA. Simulator Global Warming merupakan sebuah media pembelajaran yang berupa dua buah miniatur tentang penampakan alam. Miniatur pertama berupa penampakan alam yang masih asli dan belum terkena pemanasan global, sedangkan miniatur kedua berupa penampakan alam yang sudah terkena pemanasan global. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA setelah digunakan media Simulator Global Warming dalam pembelajaran. Ketuntasan belajar klasikal pada pembelajaran ke-1 mengalami peningkatan dari sebesar 60% dengan rata-rata nilai 72,30 menjadi sebesar 83,30% dengan rata-rata nilai 80,13 pada pembelajaran ke-2. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media Simulator Global Warming dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN KERETA KARDUS PADA SISWA KELAS I SDN 67 BANDA ACEH
The study aims to improve the ability to read at the beginning of class I students of Public Elementary School 67 in Banda Aceh. This research is classroom action research (PTK) which consists of two cycles, each cycle consisting of three meetings and each meeting consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were class I students of Public Elementary School 67 in Banda Aceh with a total of 28 students. This research was conducted in the odd semester (I) 2018/2019 academic year. Through the use of cardboard, train props can improve the ability to read the beginning of namely pre-cycle students who complete learning as much as 14 (50%) of 28 total students, then increase in the first cycle to 61% and in cycle II increased to 85% means that the level of students' abilities in reading beginning learners Pilot class I Public Elementary School 67 in Banda Aceh experienced increase a significant of pre-cycle up to the second cycle.Tujuan penelitian ini untuk peningkatan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SDNegeri 67 Percontohan Banda Aceh.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan setiap pertemuan terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I SDNegeri 67 Percontohan Banda Aceh dengan jumlah 28 siswa.Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019.Melalui penggunaan alat peraga kereta kardus dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan yaitu prasiklus peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 14 (50%) dari 28 total peserta didik, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 61% dan pada siklus ke II meningkat menjadi 85% artinya tingkat kemampuan siswa dalam membaca permulaan pada peserta didik kelas I SDNegeri 67 Percontohan Banda Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari prasiklus hingga siklus II
PENERAPAN TEKNIK DiET BOS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS IX A2 SMP NEGERI 1 SINGARAJA
This study aims to improve the ability of English listening skills toward the grade IX A2 students of SMP Negeri 1 Singaraja through DiET BOS technique. The study used a classroom action research design. The subjects of this study were the 29 students of grade IX A2 at SMP Negeri 1 Singaraja in Academic Year 2017/2018. The data were analyzed using descriptive statistics. The data analysis revealed that the mean score of students’ ability in listening to the text in the first cycle is equal to 77,93 and the mean score of students’ ability in listening to the text in the second cycle is 86,21. Based on those findings, it can be concluded that the students’ listening skill in the first cycle to the second cycle has increased to 8,28. According to the data analysis results and the discussion, it can be summarised that the students’ listening skills to the text have increased significantly by the application of the DiET BOS technique in the first cycle to the second cycle.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Inggris siswa kelas IX A2 di SMP Negeri 1 Singaraja melalui teknik DiET BOS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A2 di SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2017/2018, berjumlah 29 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis data rata-rata nilai kemampuan siswa pada keterampilan menyimak teks siklus I yaitu 77,93 dan rata-rata nilai kemampuan siswa pada keterampilan menyimak teks pada siklus II yaitu 86,21. Berdasarkan data hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar keterampilan menyimak siswa pada siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,28. Hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menyimak teks meningkat melalui penerapan teknik DiET BOS pada siswa kelas IX A2 di SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2017/2018