Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Penerapan Media Konversi Pecahan untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
The purpose of this research is to improve Mathematics learning in grade V students using Fraction Conversion media. Based on preliminary observations, the teacher discovers the difficulties experienced by V grade in 2018/2019 during Mathematics learning. The results of the final semester 1 assessment obtained the average value of students in basic competency 1, namely 55, and basic competency 2, namely 47. Classroom action research was implemented to improve the process and results of learning Mathematics through the use of Fraction Conversion media. Learning material is focused on equations, addition, subtraction, multiplication, and fraction distribution. Learning outcomes data were collected using tests. Whereas, student activity data and mathematics learning skills through observation when learning takes place. Data analysis using quantitative and qualitative descriptive. The results of data analysis showed that the completeness of student mathematics learning increased from 71% to 87%. In addition, the activities and skills of students also increased due to the use of Fraction Conversion media. The conclusion is that the use of Fraction Conversion Media can improve the cognitive and psychomotor learning outcomes and processes of fifth-grade students at Ngentak Elementary School.Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran Matematika siswa kelas V menggunakan media Konversi Pecahan. Berdasarkan pengamatan awal, guru menemukan kesulitan yang dialami oleh siswa kelas V tahun 2018/2019 saat pembelajaran Matematika. Hasil penilaian akhir semester 1 didapatkan nilai rata-rata siswa pada kompetensi dasar 1 yaitu 55 dan kompetensi dasar 2 yaitu 47. Penelitian tindakan kelas diimplementasikan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran Matematika melalui penggunaan media Konversi Pecahan. Materi pembelajaran difokuskan pada persamaan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan. Data hasil pembelajaran dikumpulkan menggunakan tes. Sedangkan, data aktivitas siwa dan ketrampilan pembelajaran matematika dengan melalui observasi saat pembelajaran berlangsung. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan ketuntasan pembelajaran matematika siswa meningkat dari 71 % menjadi 87 %. Di samping itu, aktivitas dan ketrampilan siswa juga mengalami peningkatan akibat penggunaan media Konversi Pecahan. Simpulannya yaitu bahwa penggunaan Media Konversi Pecahan dapat meningkatkan proses dan hasil belajar kognitif dan psikomotorik siswa kelas V SDN Ngentak
Pengembangan Media Tak Tik Butarna Berbasis STEAM pada Pembelajaran Tematik Kelas 1 SD
The purpose of this study is to develop STEAM-based learning media (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) in grade 1 thematic learning to improve critical thinking skills and culture of scientific literacy in grade 1 students. This media was developed based on the STEAM approach, so the use of media through the syntax of analyzing, synthesizing, making conclusions and organizing strategies and tactics. The excellence of this innovative work focuses on improving critical thinking skills and scientific literacy. This type of research is research and development (Research and Development) with ADDIE design (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Based on the results of the study before using STEAM-based butik media, it is known that the average class of students' critical thinking skills is 74.80 and the average science literacy class is 73.61. After using STEAM-based typewriter media it can be seen that the average class of students' critical thinking skills is 86.67 and the average science literacy class is 88.67. The results of this study prove that STEAM-based non-typed media developed can improve students' critical thinking skills so that it has a positive impact on scientific literacy. The conclusion of this study is that new learning media developed can increase the activeness of students and ultimately have a positive impact on student learning outcomes.Abstrak harus mencerminkan keseluruhan substansi isi artikel dan mampu membantu pembaca untuk menentukan relevansinya dengan minat serta memutuskan apakah akan membaca dokumen secara keseluruhan. Abstrak berisi pernyataan tentang latar belakang masalah, tujuan penelitian atau fokus masalah, metode atau tahapan penting penelitian, serta temuan dan simpulan utama. Abstrak disajikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan panjang antara 150-200 kata. Abstrak ditulis dalam huruf miring, spasi 1, ukuran 10,5, dengan menggunakan Font Book Antiqua serta mencantumkan antara 3-5 kata kunci. Kata kunci berisi istilah penting dan substansi naskah. Kata kunci dapat diambil dari variabel penelitian. Kata kunci bukan berupa singkatan atau akronim kreasi penulis
Pengembangan Media Spedomatik pada Pemahaman Konsep Nilai Tempat di Sekolah Dasar
The development of Spedomatik media has the aim of strengthening the understanding of mathematical concepts and improving student learning outcomes. This innovation was developed by applying the Research and Development method. The results show that the percentage of student learning outcomes has increased, from before the use of Spedomatik on average only 54.44% then increased when the trial 1 became 52.22% and increased in the second trial to 75.55%. Conclusions obtained for the achievement of improvements that occur due to the use of Spedomatik media, where the activeness of students in manipulating Spedomatik is a stage in understanding mathematical concepts.Pengembangan media Spedomatik bertujuan utuk meningkatkan pemahaman konsep matematis pada materi nilai tempat bilangan, agar terjadi penguatan konsep matematis dan peningkatan hasil belajar siswa di SD Negeri Sumberatu Kabupaten Seleman. Inovasi ini dikembangkan dengan menerapkan metode penelitian dan pengembangan. Hasil yang diperoleh menunjukan prosentase hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan, dari sebelum penggunaan Spedomatik diperoleh rata-rata 52,22%, kemudian mengalami peningkatan saat ujicoba 1 menjadi 54,44% dan semakin meningkat pada uji coba 2 menjadi 75,55%. Kesimpulan yang diperoleh atas pencapaian peningkatan yang terjadi dikarenakan penggunaan media Spedomatik, dimana keaktifan siswa dalam mmenggunakan dan emanipulasi Spedomatik merupakan tahapan dalam pemahaman konsep matematis
Pengembangan Media Pembelajaran Kincir Angin Berbasis Stem Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengomunikasikan Siswa Inklusi Kelas 4 Sekolah Dasar
The purpose of this study is to develop SEM learning media based on SEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), improve communication skills, and find out the effectiveness of using STEM-based windmill learning media in the learning of students with special needs or the inclusion of 4th grade elementary school, because they have different characteristics with other children. Therefore we need a special educational institution so that their abilities can be honed to the maximum. The ability to communicate with 4th-grade inclusion students in primary schools has not been able to be maximized, this can be known from the average value obtained which is only 66.67. Homework that must be completed immediately and find a solution. So far, educators only use the lecture method and do not involve student activities in the classroom so students are not interested in learning activities. After using the STEM-based learning media, an increase in students' ability to communicate. The results show the average value increased by 19.04 significantly. The previous average value of 66.67 became 85.71. During the learning process, it was concluded that the use of STEM-based learning media for windmills could improve the communication skills of 4th-grade inclusion students in elementary schools.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran kincir angina berbasis SEM (Science, Technology, Engineering and Mathematic), meningkatkan keterampilan mengomunikasikan, dan mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM) dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus atau inklusi kelas 4 sekolah dasar, karena mereka memiliki kekhasan yang berbeda dengan anak lainnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah lembaga pendidikan khusus agar kemampuan yang mereka miliki bisa terasah dengan maksimal. Sekolah Inklusi merupakan salah satu alternatif lembaga pendidikan formal yang menampung dan mengarahkan anak-anak ini untuk mengenal dan memahami tentang ilmu pengetahuan serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan mengomunikasikan pada siswa inklusi kelas 4 sekolah dasar belum bisa maksimal, hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata yang diperoleh yaitu hanya 66,67. Pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan dan dicarikan solusinya. Selama ini pendidik hanya menggunakan metode ceramah dan kurang melibatkan aktivitas siswa di dalam kelas sehingga siswa tidak tertarik dalam kegiatan pembelajaran. Setelah menggunakan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam mengomunikasikan. Hasill menunjukkan nilai rata-rata meningkat sebesar 19,04 secara signifikan. Nilai rata-rata sebelumnya 66.67 menjadi 85,71. Selama proses pembelajaran disimpulkan bahwa menggunaan media pembelajaran kincir angin berbasis STEM dapat meningkatkan keterampilan mengomunikasikan pada siswa inklusi kelas 4 sekolah dasar
Peningkatan Kreativitas Dan Literasi Digital Peserta Didik Melalui Metode Resitasi Dalam Pembuatan Film Pendek Sejarah
The Industrial Revolution 4.0 requires the world of education to participate in developing a knowledgeable society with the characteristics of having 21st century skills that are creative and have digital literacy capabilities to be able to compete globally. Social studies learning is identical with rote learning and difficult for students to understand, so teachers are expected to continue to innovate so that learning becomes more active and dynamic. The purpose of this study was to determine whether the recitation method in making historical short films can increase students' creativity and digital literacy. The subjects in this study were students of class VIII-A at Al Abidin Islamic Middle School Surakarta in the Academic Year 2017/2018 Semester 2 as many as 35 people. The instrument used to assess creativity is to use the rubric of creativity assessment, observation, and self-assessment of students. Digital literacy assessment uses the digital literacy assessment rubric and student self-assessment. The results showed that the recitation method in making historical short films was able to increase students' creativity and digital literacy. In the first cycle of research, the creativity of students obtained an average value of 72.5. This figure shows that students are already in the creative category. Digital literacy of students obtained an average value of 62.5, also included in the category quite well. In the second cycle research the average value of students' creativity increased to 81.3 in the very creative category, and the digital literacy of students increased to 75.0, with a good category. Observation results show that the recitation method in making historical short films can improve students' creativity and digital literacy.Revolusi Industri 4.0 menuntut dunia pendidikan untuk turut mengembangkan masyarakat berpengetahuan dengan ciri memiliki keterampilan abad 21 yakni kreatif serta memiliki kemampuan literasi digital agar mampu bersaing secara global. Pembelajaran IPS identik dengan hafalan dan sulit dipahami peserta didik, sehingga pendidik diharapkan dapat terus berinovasi agar pembelajaran menjadi lebih aktif dan dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode resitasi dalam pembuatan film pendek sejarah dapat meningkatkan kreativitas dan literasi digital peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-A di SMP Islam Al Abidin Surakarta pada Tahun Pelajaran 2017/2018 Semester 2 sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan untuk menilai kreativitas yakni menggunakan rubrik penilaian kreativitas, observasi, dan penilaian diri peserta didik. Penilaian literasi digital menggunakan rubrik penilaian literasi digital dan penilaian diri peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode resitasi dalam pembuatan film pendek sejarah mampu meningkatkan kreativitas dan literasi digital peserta didik. Pada penelitian siklus I, kreatifitas peserta didik diperoleh nilai rata-rata sebesar 72,5. Angka tersebut menunjukkan bahwa peserta didik sudah berada pada kategori kreatif. Literasi digital peserta didik diperoleh nilai rata-rata 62,5, juga masuk pada kategori cukup baik. Pada penelitian siklus II nilai rata-rata kreativitas peserta didik meningkat menjadi 81,3 dengan kategori sangat kreatif, dan literasi digital peserta didik meningkat menjadi 75,0, dengan kategori baik. Hasil observasi menunjukkan bahwa metode resitasi dalam pembuatan film pendek sejarah mampu meningkatkan kreatifitas dan literasi digital peserta didik
Pengembangan Garis Ajaib untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bilangan Bulat Siswa Sekolah Dasar
Mathematics grade VI achievement in Wates SDN integer material is still disappointing. This is indicated by the low student achievement. The results of problem identification are the factors of the media's lack of interest in learning. For this reason, the writer makes a media that is expected to help understanding in learning. The media are named magic lines. The purpose of the report is to provide an overview of the process of making, the learning process, and student achievement after the development of the magic line. In the process of creating this magic line media the authors develop it with the concept of R & D, namely research and development. During the learning process students look active and enthusiastic. This shows that learning with magic line media can increase student involvement in learning. The results of data analysts showed a significant improvement in the aspects of knowledge and skills. KKM aspects of knowledge and skills have increased to 80% from 60%. The mean knowledge of 65.2 rose to 78.2. The aspect of average skill before 67.6 rose to 80.8. Thus it can be concluded that the magic line media is able to increase student learning achievement.Prestasi belajar matematika kelas VI SD belum memuaskan. Hal ini diindikasi karena proses pembelajaran yang belum menarik dan anak cepat bosan. Hasil identifikasi masalah adalah faktor kurang menariknya media dalam pembelajaran. Untuk itu penulis melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) agar dapat membantu pemahaman dalam pembelajaran. Penelitian dan pengembangan menghasilkan sebuah media pembelajaran yang disebut Garis Ajaib. Dalam proses implementasi, pembelajaran di kelas, siswa terlihat aktif dan antusias. Hal ini menunjukkan pembelajaran dengan media Garis Ajaib mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar. Hasil analis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dari aspek pengetahuan dan keterampilan. KKM aspek pengetahuan dan keterampilan mengalami peningkatan hingga 80% dari 60%. Rerata pengetahuan 65,2 naik menjadi 78,2. Aspek keterampilan rerata sebelumnya 67,6 naik menjadi 80,8 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media Garis Ajaib mampu meningkatkan prestasi belajar siswa
PENERAPAN MEDIA AMAZING TOPENG MALANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SDN 2 GIRIMOYO, MALANG
The result of the initial thoughts on fourth-grade students of SDN 2 Girimoyo showed that literacy and learning of students can be improved through learning that integrates the Amazing Topeng Malang Media based on Local Wisdom as a source of learning. The objective of this study was to improve the literacy skills and creative thinking skills of students in learning by using the Amazing Topeng Malang Media. The research method used in Classroom action Research consists of planning, implementation, observation, and reflection. The result showed an increase in the average literacy skill of students = 69.00 with sufficient category in the first cycle was improve to = 82.00 with a good category in the second cycle. The average creative thinking skills of the students were improved to = 72.00 with sufficient category in the first cycle, and their creative thinking skills were improved to = 84.00 in the second cycle with the good category.Hasil pengamatan awal terhadap peserta didik kelas IV SDN 2 Girimoyo menunjukkan kemampuan literasi dan keterampilan berpikir kreatifmasih rendah. Kemampuan literasi dan keterampilan berpikir peserta didik dapat ditingkatkan melalui pembelajaran yang mengintegrasikan media Amazing Topeng Malang berbasis kearifan lokal sebagai sumber belajar.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi, keterampilan berpikir kreatif, dan cinta budaya daerah peserta didik dengan menggunakan Media Amazing Topeng Malang.Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan tahap-tahap perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian menunjukkan peningkatan rerata kemampuan literasi peserta didik yaitu 69,00di siklus I dengan tingkatanCukup, meningkat menjadi 82,00di siklus II dengan tingkatan Baik dan rerata keterampilan berpikir kreatif peserta didik sebesar 72,00 di siklus I dengan tingkatan Cukup menjadi 84,00 di siklus 2 dengan tingkatan Baik
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DENGAN TERAPAN GERHANA (GERAK HARMONI BERTANYA) PADA SISWA KELAS VI SDN 57KOTA TERNATE
The research objective is to know the learning implementation through Cooperative Learning Model with Snowball Throwing assisted with GERHANA (acronym of Gerak Harmoni Bertanya) on the children’s learning outcomes. The design was that of a Classroom Action Research, expecting an active, effective, efficient, and enthusiastic learning atmosphere. Actions were taken in two cycles, organized sequentially in planning, action, observation, and refection. Data were collected through observation and questionnaire. This research was collaboratively conducted with colleagues in SD Negeri 57 Kota Ternate. There were 30 children recruited as the subjects. Data analysis results show that the children’s learning outcomes improved from 53% in cycle I to 88% in cycle II. Whereas, the children’s learning activities were also improved from 69% in cycle I to 73% in cycle II. It can be concluded that the implementation of the Cooperative Learning Model assisted with the acronym GERHANA could enhance the children’s learning activities and outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Laerning Tipe Snowball Throwing dengan terapanGERHANA (Gerak Harmoni Bertanya) terhadap hasil belajar siswa. Rancangan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan model Cooperative Laerning Tipe Snowball Throwing dipadu dengan terapan GERHANA sebagai tindakan penelitian dengan tanpa menghilangkan seluruh sintaksmodel Snowball Throwing, sehingga pembelajaran lebih aktif,efektif, efisien dan menyenangkan.Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, setiap siklus meliputi kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan kuesioner. Penelitian dilakukan melalui kolaborasi dengan dua orang teman sejawat. Subyek penelitian sebanyak 30 siswa di SD Negeri 57 Kota Ternate.Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian hasil belajar pada Siklus I(53%)meningkat pada Siklus II (88%).Persentase aktivitas siswa pada Siklus I (69%) meningkat pada Siklus II (73%). Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa dengan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada penggunaan Model Cooperative Laerning Tipe Snowbal Throwing dipadu dengan terapanGERHANA
MEDIA BREAK AND PUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI REPORT TEXT
This classroom action research is based on the low English score, especially on the writing skill aspect in Report Text material. The learners are lack confidence, feel saturated, and less interested to write in English. The research aims to increase the result of studying in writing the simple paragraph of Report Text in the first cycle and second cycle by using Break and Put Media. The research is carried out from January to April 2017 in Class IX of SMP Unggul Pidie Jaya. The study consists of two cycles, each cycle consists of two meetings. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques and tools used in this research are descriptive analysis techniques, in the form of documents of the learners’ paperwork, score list, and observation sheets. The results of the research indicate that Break and Put Media causes a fun learning situation so that there is an increase in student learning outcomes. The increase occurred from cycle I to cycle II. In the first cycle, the number of learners who received a complete score is 10 people or 47.21% and the incomplete score is 11 learners or 52.38%. Meanwhile, in the second cycle, there is an increase of the complete score to 20 learners or 87% and an incomplete score to 3 learners or 13%. So, there is an increase of about 39.79% from cycle I to cycle II. The conclusion is the use of Break and Put Media can increase the learning outcomes of the learners in Class IX of SMP Unggul Pidie Jaya on Report Text material.Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya aspek keterampilan menulis pada materi Report Text. Peserta didik kurang percaya diri, merasa jenuh, dan kurang tertarik untuk menulis dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menulis paragraf sederhana berbentuk Report Text pada siklus I dan II dengan menggunakan media Break and Put. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2017 di Kelas IX SMP Unggul Pidie Jaya. Penelitian terdiri atas dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data berupa dokuman hasil pekerjaan peserta didik, daftar nilai, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Break and Put membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga hasil belajar peserta didik meningkat, yaitu hasil siklus I ke siklus II terjadi peningkatan. Pada siklus I jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tuntas ialah 10 orang atau 47, 21% dan nilai tidak tuntas ialah 11 orang atau 52, 38%. Sementara itu, pada siklus II terjadi peningkatan nilai tuntas, yaitu 20 orang atau 87% dan nilai tidak tuntas, yaitu 3 orang atau 13%. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 39,79% dari siklus I sampai dengan siklus II. Jadi, penggunaan media Break and Put dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX SMP Unggul Pidie Jaya pada materi Report Text
MEDIA PEMBELAJARAN “SI SIDOL” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS AKSARA JAWA KELAS VIIA DI SMP NEGERI 4 WATES
The objective of this research is to improve the activeness and success in learning to read and write Javanese letters in class VII SMP Negeri 4 Wates. This research is action research. The research is done in two cycles with the stages: planning, action, observation, and reflection. The subject of the research is class VIIA students of SMP Negeri 4 Wates, 32 students. The data collection technique uses observation, daily notes, and reading and writing Javanese letters skill test. The research instruments are observation sheets, daily notes, and the assessment of reading and writing Javanese letters skill. The data analysis for the learning process uses descriptive qualitative analysis, while the learning success is analyzed with descriptive-quantitative analysis. The result of the research shows that the learning media Si Didol can improve the activeness reading and writing Javanese letters skill of class VIIA students in SMP Negeri 4 Wates. The result of the observation and field notes show that there is an improvement in students learning activeness. The result of the reading and writing Javanese letters skill assessment also shows improvement, 81% in cycle 1 becomes 94% in cycle 2.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan dan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa di kelas VII SMP Negeri 4 Wates.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas.Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 4 Wates berjumlah 32. Metode pengumpulan data menggunakan pengamatan, catatan harian, dan tes keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan, catatan harian, dan penilaian keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa.Analisis data untuk proses pembelajaran menggunakan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan data hasil belajar dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Si Sidol dapat meningkatkan keaktifan dan keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa peserta didik kelas VIIA SMP Negeri 4 Wates.Hasil observasi dan catatan lapangan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan belajar peserta didik.Hasil penilaian keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa juga menunjukkan peningkatan, siklus 1sebesar 81%menjadi 94%di siklus 2