Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kompetensi Siswa pada Pembelajaran Tematik Menggunakan Pendekatan Steam ”Sanak Sabin”
The approach of Science Technology Engineering Arts Mathematics (STEAM) is now widely applied in the learning process in Indonesia. Through this approach, educators and students are expected to be able to have process skills that will deliver them to a certain level of competence. So that they are able to be competitive and efficient in facing the challenges of 21st century life. Sanak Sabon is a program of learning activities carried out at Brenggolo 1 Elementary School in grade 4. Learning innovations using Sabon Sanak are considered capable of providing answers to several problems of daily life that experienced by students, as well as in order to realize the achievement of basic competencies that exist in some learning content. The elements of learning content in Natural Sciences, Pancasila and Citizenship Education, Social Sciences, Indonesian Language, SBDP, and Mathematics are combined in a real work with the name of the program One Child One Doll (Sanak Sabon). Sabon relatives are carried out in several processes that must be passed by students. That's when they learned some important lessons. Through this research, it is known that the achievement of competencies in the basic competencies of lesson content in Theme 3 about caring for living creatures, increased from an average of 73.00% to 89.75%. The learning atmosphere becomes more lively because the Sanak Sabon program is able to increase students' motivation and enthusiasm for learning. Through learning to use Sanak Sabon, students are able to learn about how to overcome social problems, for example about plastic pollution in the surrounding environment.Pendekatan Science Technology Engineering Arts Mathematics (STEAM) kini banyak diterapkan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, pendidik dan peserta didik diharapkan mampu memiliki keterampilan proses yang akan mengantarkan mereka pada tingkat kompetensi tertentu. Sehingga mereka mampu berdaya saing dan berdaya guna dalam menghadapi tantangan kehidupan abad 21. Sanak Sabon adalah sebuah program kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di SDN Brenggolo 1 kelas 4. Inovasi pembelajaran menggunakan Sanak Sabon dianggap mampu memberikan jawaban terhadap beberapa masalah kehidupan sehari-hari yang dialami siswa, selain juga dalam rangka mewujudkan capaian kompetensi dasar yang ada pada beberapa muatan pembelajaran. Unsur muatan pembelajaran IPA, PPKn, IPS, Bahasa Indonesia, SBDP, dan Matematika yang dipadupadankan dalam sebuah karya nyata dengan nama program Satu Anak Satu Boneka (Sanak Sabon). Sanak Sabon dilaksanakan dalam beberapa proses yang harus dilewati peserta didik. Pada saat itulah mereka memperoleh beberapa pelajaran penting. Melalui penelitian ini diketahui bahwa capaian kompetensi pada KD muatan pelajaran yang ada di Tema 3 tentang peduli makhluk hidup, meningkat dari rata-rata 73,00% menjadi 89,75%. Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup karena program Sanak Sabon mampu meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Melalui belajar menggunakan Sanak Sabon, peserta didik mampu belajar tentang bagaimana mengatasi masalah sosial, misalnya tentang polusi sampah plastik dilingkungan sekitar
Pembelajaran EDP-Problem Solving Project untuk Melatih Siswa Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Penyelesaian Masalah
Indonesian students still need to strengthen their ability to integrate information, draw conclusions, and introduce their knowledge to other things. Indonesian students are still weak in answering questions with a level of reasoning. So the purpose of this study is to find out the critical thinking skills and problem-solving of students in class VII-A SMPN 1 Bulakamba academic year 2018/2019 can be improved through learning EDP-Problem Solving Project. EDP-Problem Solving Project facilitates students to implement the engineering design process in conducting problem-solving projects. EDP-Problem Solving Project learning activities consist of stages (1) ask (formulate questions), (2) imagine, (3) plan (plan), (4) creat (make), (5) test (try out), (6) analyze (analyze), (7) conclude (conclude), (8) communicate (communicate), and (9) improve (develop). The study was conducted with a class action research procedure. Data on critical thinking skills and problem-solving are analyzed descriptively. The results showed that critical thinking skills and problem-solving for students of class VII-A SMPN 1 Bulakamba in the 2018/2019 academic year could be improved through learning the EDP-Problem Solving Project.Siswa Indonesia masih perlu penguatan kemampuan mengintegrasikan informasi, menarik simpulan, serta menggenalisir pengetahuan yang dimiliki ke hal lain. Siswa Indonesia masih lemah dalam menjawab soal dengan level penalaran. Sehingga tujuan penelitian ini ntuk mengetahui keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah siswa pada kelas VII-A SMPN 1 Bulakamba tahun pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan melalui pembelajaran EDP-Problem Solving Project. EDP-Problem Solving Project memfasilitasi siswa mengimplementasikan engineering design process dalam melakukan proyek penyelesaian masalah. Aktivitas pembelajaran EDP-Problem Solving Project terdiri dari tahap (1) ask (merumuskan pertanyaan), (2) imagine (membayangkan), (3) plan (merencanakan), (4) creat (membuat), (5) test (mengujicobakan), (6) analyze (menganalisis), (7) conclude (menyimpulkan), (8) communicate (mengomunikasikan), dan (9) improve (mengembangkan). Penelitian dilakukan dengan prosedur penelitian tindakan kelas. Data keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah siswa kelas VII-A SMPN 1 Bulakamba tahun pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan melalui pembelajaran EDP-Problem Solving Project
Pengembangan Modul Materi Cahaya Berbasis PBL4C Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Penengah Pertama
The purpose of this study is to describe the process and results of module development, the objectives and competencies to be achieved, the strengths and weaknesses of the module, and the improvement of critical thinking skills after using the module. Module development by using the 4D model that is define, design, develop and assess produce PBL4C (Problem Based Learning the 4 Core Areas) modules. The material validation score is 3.31, the design validation score is 3.51, the language validation score is 3.47 which means that the module is stated valid. Modules are also developed in the Android application so students can study anywhere, anytime, with anyone. PBL4C is PBL which is an integration of multi-disciplinary knowledge, multi-dimensional skills, correct thoughts and universal harmonious values. Based on research data that is normality test, amounting to 0.131 with Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.179 with a value of p> 0.05, so it can be concluded that the data are normally distributed. Homogeneity test results stated the value of F = 1.072 and p value> 0.05 (sig. (0.422)> 0.05) means the distribution of homogeneous data. Based on hypothesis testing using T test p value (.000) <0.05. H0 is rejected and H1 is accepted which means the module can improve students' critical thinking skills.Pembelajaran di kelas harus didukung bahan ajar yang memunculkan permasalahan kontekstual sehingga meningkatkan proses berpikir siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan modul, tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai, kelebihan dan kekurangan modul, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis setelah menggunakan modul. Pengembangan modul dengan menggunakan model 4D yaitu define, design, develop dan dessiminate menghasilkan modul PBL4C (Problem Based-Learning the 4 Core Areas). Skor hasil validasi materi modul adalah 3,31, skor validasi desain modul adalah 3,51, skor validasi bahasa modul adalah 3,47 yang berarti modul dapat dikatakan valid. Modul juga dikembangkan dalam aplikasi android sehingga siswa dapat belajar dimana saja, kapan saja, bersama siapa saja. PBL4C merupakan PBL yang merupakan integrasi dari pengetahuan multi disiplin, keterampilan multi dimensi, pikiran yang tepat dan nilai harmonis universal. Berdasarkan data penelitian yaitu uji normalitas, sebesar 0,131 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,179 dengan nilai p>0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menyatakan nilai F=1.072 dan nilai p>0.05 (sig. (0.422)>0.05) berarti sebaran data homogen. Berdasarkan uji hipotesis menggunakan T test nilai p(.000) < 0.05. H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti modul dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa
Pemanfaatan Pelepah Sawit dalam Pembelajaran Cermin di SMP Negeri 5 Satu Atap Tanjung Morawa
Palm oil fronds can be utilized in the learning of flat, concave and convex mirrors. The development of palm frond mirror media is a solution because of the unavailability of tools that support learning and science laboratories. The research objective is to develop a palm oil frond mirror media so that it can be used in the learning process of flat, concave and convex mirror, and improve student learning outcomes by using the palm frond mirror media in discovery learning. The method used with the ADDIE model. The results of the study explained that the use of palm frond mirror media could improve student learning outcomes namely X ̅ = 33.72 to X ̅ = 82.08 g = 0.72 (high category), with students who had previously completed 6% to 89%. Palm frond mirror media is suitable for use in learning. This learning media is also effective in creating a pleasant atmosphere, students are active because they are directly involved in the process of making tools and concept discovery. The development of the media of palm frond mirror is able to build the character of students' scientific attitudes, namely discipline, honesty, care for the environment, and cooperation.Pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran cermin datar, cekung, dan cembung. Pengembangan media cermin pelepah sawit menjadi solusi karena tidak tersedianya alat-alat yang mendukung pembelajaran dan laboratorium IPA. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan media cermin pelepah kelapa sawit sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran cermin datar, cekung dan cembung, seta meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara penggunaan media cermin pelepah sawit pada pembelajaran discovery learning. Metode yang digunakan dengan model ADDIE. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan media cermin pelepah sawit dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu = 33,72 menjadi 82,08 g= 0,72 (kategori tinggi), dengan siswa yang tuntas sebelumnya 6 % menjadi 89 %. Media cermin pelepah sawit layak digunakan dalam pembelajaran. Media pembelajaran ini juga efektif menciptakan suasana menyenangkan, siswa aktif karena terlibat langsung dalam proses pembuatan alat dan penemuan konsep. Pengembangan media cermin pelepah sawit ini mampu membangun karakter sikap ilmiah siswa yaitu disiplin, jujur, perduli lingkungan, dan kerjasama
Pengembang Media Pembelajaran Aquaponik-Induksi Elektromagnetik untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis STEM
Science learning for middle school students is still a scary figure. The many terms, abstract concepts, and formulas make it difficult for students to learn science. This has an impact on the achievement of student learning success is low. The purpose of obtaining aquaponic-electromagnetic induction learning media is to increase students' scientific literacy through STEM-based learning. The method used in this research is the 4D R&D model ((define, design, develop, and essiminate). Data were collected using media expert content validation sheets, science literacy questions, and student response questionnaires. The results showed that the level of media validity Aquaponic-electromagnetic induction in CVI is 0.86 (valid) Scientific literacy achievement of experimental class students has a higher average score compared to students in the control class Students respond positively to electromagnetic induction aquaponic media. AIGO media can be used to improve student literacy through STEM-based learning.Pembelajaran IPA bagi siswa SMP masih menjadi sosok menakutkan. Banyaknya istilah, konsep abstrak, dan rumus membuat siswa merasa sulit belajar IPA. Hal ini berimbas pada pencapaian keberhasilan belajar siswa yang rendah. Tujuan memperoleh media pembelajaran aquaponik-induksi elektromagnetik untuk meningkatkan literasi sains siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah R&D model 4 D ((define, design, develop, dan dessiminate)..Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi konten ahli media, soal literasi sains, dan angket tanggapan siswa, Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas media aquaponik-induksi elektromagnetik pada CVI sebesar 0,86 (valid). Capaian literasi sains siswa kelas eksperimen memiliki rata-rata capaian skor lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol. Siswa menanggapi positif terhadap media aquaponik-induksi elektromagnetik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa media AIGO dapat digunakan untuk meningkatkan literasi Siswa melalui pembelajaran berbasis STEM
Pengembangan Model Pembelajaran Ecoprint untuk Meningkatakan Keterampilan Abad 21 di Sekolah Dasar
The purpose of this research is to develop project-based learning media (Project Based Learning) to improve communication skills, collaboration, critical thinking, and creativity of 4th grade elementary school students. The method used is ADDIE (Analysis, Design, Development for Production, Implementation and Evaluation). Data collection is done by questionnaire, observation and performance tests. Descriptive qualitative analysis techniques. This research produces ecoprint media which is used for project-based learning. The results of the implementation of the ecoprint media can enhance creativity, communication, collaboration, and critical thinking.Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan media pembelajaran berbasis projek (Project Based Learning) untuk meningkatan keterampilan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreatifitas siswa kelas 4 SD. Metode yang digunakan ADDIE (Analysis, Design, Development for Production, Implementation and Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi dan tes performa. Teknik analisis secara diskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan media ecoprint yang dianfaatkan untuk pembelajaran berbasis projek. Hasil implementasi media ecoprint dapat meningkatkan kreatifitas, komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis
Penggunaan Media “Alga Maji” Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Haji Dan Umrah Kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung
The aim of this learning innovation is to realize 21st century learning and the era of the industrial revolution 4.0 namely critical thinking, collaborating, communicating effectively, and creativity in learning and shaping the character of learners, as well as increasing understanding and learning outcomes in Hajj and Umrah material for class IX A SMP Negeri 4 Gantung, East Belitung Regency, Bangka Belitung Islands. Based on the results of a questionnaire from students and direct observation conducted by the teacher, as well as the results of evaluations that have been carried out, the use of the media "Alga Maji" and Hajj Videos on Hajj material in class IX A obtained results, namely learning by using the tools "Alga Maji" and The Hajj video can create 21st century learning and the 4.0 revolution era, namely critical thinking and collaboration in solving problems, in describing and explaining the order of the implementation of the pilgrimage. In addition, the use of the media "Alga Maji" and Video Hajj is also able to shape the character of the brave and confident students appear in front of the class when presenting the implementation of the pilgrimage and be responsible and trustful when getting assignments.Tujuan dari inovasi pembelajaran ini adalah untuk mewujudkan pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0, yaitu berpikir kritis, kolaboratif, berkomunikasi efektif dan kreatif dalam pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik, serta peningkatan pemahaman dan hasil belajar pada materi Haji dan Umrah kelas IX A SMP Negeri 4 Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Berdasarkan hasil angket dari peserta didik dan observasi langsung yang dilakukan oleh guru, serta hasil evaluasi yang telah dilaksanakan, penggunaan media “Alga Maji” dan Video Haji pada materi haji pada kelas IX A diperoleh hasil, yaitu pembelajaran dengan menggunakan alat peraga “Alga Maji” dan Video Haji dapat menciptakan pembelajaran abad 21 dan era revolusi 4.0 yaitu berpikir kritis dan kolaboratif dalam menyelesaikan masalah, dalam menjabarkan dan menjelaskan tata urutan pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, penggunaan media “Alga Maji” dan Video Haji juga mampu membentuk karakter berani dan percaya diri peserta didik tampil di depan kelas ketika mempresentasikan pelaksanaan ibadah haji serta bertanggung jawab dan amanah ketika mendapatkan tugas
Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kerjasama Siswa pada Materi Segi Empat
This research aims to apply realistic mathematics education based on local wisdom to improve collaboration and student learning outcomes in quadrilateral material in class VIID SMP Negeri 1 Muara Tiga, Pidie Regency, which consist of 28 students. This research is a classroom action research conducted using two cycles. The data collection of this research was collected at the end of every cycle by using the instrument of collaboration and student learning outcomes tests. The result of this research indicates an increase in student collaboration in each cycles. preliminary data on student collaborationis 43.75% with classical completeness 53.57% then the collaboration increased to 62.5% in the first cycle with classical mastery 67.86% and collaboration increased to 75% in the second cycle with classical mastery 85.71%. So it can be concluded that realistic mathematics education based on local wisdom can increase collaboration and student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran matematika realistik berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa pada materi segi empat di kelas VIID SMP Negeri 1 Muara Tiga Kabupaten Pidie yang terdiridari 28 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan menggunakan dua siklus. Pengambilan data penelitian ini dilakukan setiap akhir siklus dengan menggunakkan instrumen kerjasama dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kerja sama siswa pada setiap siklusnya. Data awal kerja sama siswa 43,75% dengan ketuntasan klasikal 53,57% kemudian kerjasama meningkat menjadi 62,5% pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 67,86% dan kerja sama meningkat menjadi 75% pada siklus II dengan ketuntasan klasikal 85,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika realistik berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa
Implementasi Media Topeng Fantasi untuk Meningkatkan Karakter Cinta Budaya Daerah
The research purpose is to describe the implementation of Fantasy Mask media for improving the character in loving the local culture, creative thinking skills, and literacy through project-based learning in writing fantasy stories in Sabilillah Islamic Junior High School Malang. The design is a classroom action research. The research subjects involved the 32 seventh graders in Sabilillah Islamic Junior High School in Malang. The research results show an increase in loving the local culture; in the first cycle, the percentage of completeness reached 87.10% and 96.77% in the second cycle. This value shows the character of loving local culture of students in good categories to excellent categories, 2) there is an increase in the students' creative thinking skills in the first cycle with the completeness of 80.64% increase to 93.54% in cycle II. The students' creative thinking skills were improved from fairly good to a very good category, and 3) there is an increase in literacy skills in the first cycle with a percentage of 83.87 increasing to 96.77% in the second cycle.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi media Topeng Fantasi untuk meningkatkan karakter cinta budaya daerah, keterampilan berpikir kreatif dan literasi dalam pembelajaran berbasis proyek menulis cerita fantasi siswa kelas VIIC SMP Islam Sabilillah Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIC SMP Islam Sabilillah Malang yang berjumlah 31 orang siswa. Hasil dalam penelitian ini, yaitu: 1) terjadi peningkatan karakter cinta budaya daerah, ketuntasan belajar sebesar 87,10% (kategori baik) pada siklus 1 dan capaian sebesar 96,77% (kategori sangat baik) pada siklus II; 2) terjadi peningkatan nilai keterampilan berpikir kreatif ketuntasan sebesar 80,64% (kategori cukup baik) pada siklus I, capaian sebesar 93,54% (kategori sangat baik) pada siklus II. Nilai keterampilan berpikir kreatif peserta didik dari menjadi, dan 3) terjadi peningkatan keterampilan literasi dalam pembelajaran berbasis proyek menulis cerita fantasi sebesar 83,87% (kategori cukup baik) pada siklus I, dan capaian sebesar 96,77% (kategori sangat baik) pada siklus II
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Drill
The purpose of writing best practice is to describe the application of drill methods and Kacamata strategies (beautiful cards of various letters, syllables, and words) in improving the ability to read the1 grade students of elementary school 3 Damar, identify constraints of Drill. Problem-solving strategies used are the drill method and the "kacamata" strategy. The implementation of the drill method is carried out three times a week by taking advantage of 20 minutes before effective learning hours begin, the technical implementation is done by means of peer tutoring and games, while the strategy of glasses (beautiful cards of various letters, syllables, and words) here are in the form of substance or material in learning to read the beginning. Results achieved after filling for 3 stages until the eleventh week, there was significant progress, out of eleven students who were educated all students were able to recognize letters and spell letters into the syllabus, while students who have not been able to spell syllabus into words are only 1 student (0,39%). Based on the data above, it turns out that the Drill method which was carried out in 3 stages for 3 months and combined with The Glasses strategy can improve the ability to read the beginning of students in grade 1 of Elementary School 3 Damar.Tujuan penulisan atikel ini adalah mendeskripsikan penerapan metode drill dan strategi “Kacamata” (Kartu Cantik Macam-macam Huruf, Suku Kata, dan Kata) dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didikkelas I SDNegeri(SDN) 3 Damar, mengidentifikasi kendala metode drill dan strategi “Kacamata”dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas I SDN 3 Damar, dan mengidentifikasi hasil atau dampak dari penerapan metode drill dan strategi “Kacamata”dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas 1 SDN 3 Damar.Strategi pemecahan masalah yang dipakai yaitu dengan metode drill dan strategi “Kacamata”. Pelaksanaan metode drill dilakspeserta didikan tiga kali dalam seminggu dengan memanfaatkan waktu 20 menit sebelum jam belajar efektif dimulai, teknis pelaksanaannya dengan cara tutor sebaya dan permainan.Hasil yang dicapai setelah diterapkan selama tiga tahap sampai minggu ke-11, terdapat kemajuan yang signifikan, dari 11 peserta didik yang diujicoba semua peserta didik sudahdapat mengenal huruf dan mengeja huruf menjadi suku kata, sedangkan peserta didik yang belum bisa mengeja suku kata menjadi katahanyasatu peserta didik (0,39%).Berdasarkan data di atas ternyata Metode drill yang dilakspeserta didikan dalam 3 tahap selama 3 bulan dan dipadukan dengan Strategi Kacamata dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SDN 3 Damar