Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
    385 research outputs found

    Peningkatan Minat Belajar Siswa dengan Online Remedial Teaching Menggunakan Google Drive

    Get PDF
    This study aims to determine student interest in remedial learning online at SMPN.1 Tebing, so that students' interest in learning to participate in remedial activities is increasing. So that when there are programmed remedies, many students are absent for various reasons. As the solution of this study showed positive results, by holding Remedial Online learning turned out to be a solution how to attract students' learning interest so that they are complete in science and mathematics lessons, according to the authors of the results of this study 98% showed students caring and responsive with online remedial learning with use Google Drive Software and Smartphone Hardware that they have. 80% of them agree that this activity is able to give them encouragement and motivation, to find out the incomplete material, indirectly build language, science, and mathematics literacy in students, look for references to the material in cyberspace. Remedial online is a future learning solution that is easy to access and obtain wherever students are and are one of the complete independent learning for them to find information and transformation of knowledge they can.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa dalam  pembelajaran remedial lewat online di SMPN.1 Tebing, agar minat belajar siswa dalam mengikuti kegiatan remidial semakin meningkat.  sehingga apabila di adakan remidial yang terprogram, banyak siswa yang tidak hadir dengan berbagai alasan. Sebagai solusi penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, dengan diadakan pembelajaran Remidial Online ternyata menjadi solusi bagaimana menarik minat belajar siswa agar mereka tuntas dalam pelajaran IPA dan Matematika, yang menurut penulis dari hasil penelitian ini 98 % menunjukkan siswa peduli dan tanggap dengan pembelajaran remidial online  dengan menggunakan Sofware Google Drive dan Hardware Smartphone yang mereka miliki. 80% dari mereka setuju bahwa kegiatan ini mampu memberikan mereka dorongan dan motivasi, untuk mencari tahu materi yang tidak tuntas tersebut, secara tidak langsung membangun literasi bahasa, IPA dan matematika pada peserta didik, mencari referensi materi tersebut di dunia maya. Remidial online merupakan solusi pembelajaran masa depan yang mudah di akses dan didapat dimana saja siswa berada dan merupakan salah satu pembelajaran tuntas mandiri untuk mereka mencari informasi dan transformasi ilmu yang mereka dapat

    Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning

    Get PDF
    Meaningful learning is learning that takes the side of students and makes students as the main actors who are active with their friends identifying problems, looking for solutions and concluding and actively communicating in learning activities. Activities like this can be done by implementing the Discovery Learning model. The purpose of this study was to improve critical thinking skills and student learning outcomes in the classification of living things. This research is a Classroom Action Research model of Kemmis and Taggart through four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting which were carried out in two cycles and each cycle carried out three meetings. The results of the data analysis showed that the percentage of students who achieved the critical thinking indicator was 14 students (56.00%), 17 students (68.00%) who achieved the knowledge competency learning outcomes. Whereas in Cycle 2, there were 22 students (88.00%) who reached the critical thinking ability indicator, and 21 students (84.00%) who reached the learning outcome indicator. From the results of these studies it can be concluded that the Discovery Learning learning model can improve critical thinking skills and learning outcomes of students.Pembelajaran bermakna adalah pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik dan menjadikan peserta didik sebagai pelaku utama yang aktif bersama temannya mengidentifikasi masalah, mencari solusi dan menyimpulkan serta mengomunikasikan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan  seperti ini dapat dilakukan dengan mengimplementasikan model Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik pada materi klasifikasi mahkluk hidup. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart melalui empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan. Hasil analisis data menunjukkan persentase jumlah peserta didik yang dapat mencapai indikator berpikir kritis berjumlah 14 orang siswa (56,00%), peserta didik yang mencapai hasil belajar kompetensi pengetahuan 17 orang siswa (68,00%). Pada Siklus 2, peserta didik yang mencapai indikator kemampuan berpikir kritis berjumlah 22 orang (88,00%), dan 21 orang (84,00%) yang mencapai indikator hasil belajar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik

    Peningkatan Hasil Belajar TIK Melalui Model Pembelajaran Think-Pair-Share Dengan Camtasia Studio Pada Siswa

    Get PDF
    This study aims to determine objectively about the improvement of learning outcomes in Information and Communication Technology (ICT) through the Think-Pair-Share (TPS) model with Camtasia Studio in class VIII junior high school students. The method used in this research is the classroom action research method according to Mc Taggart, R and Kemmis, S which consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The procedure is carried out in the form of a cycle that lasts two cycles with each cycle consisting of 2 meetings. Data presentation was carried out by means of quantitative analysis which was measured based on a written test conducted at the end of each cycle. The results showed that quantitatively there was an increase in ICT learning outcomes after the application of the Think-Pair-Share (TPS) model with Camtasia Studio, namely the increase in: (a) The average from cycle 1 = 83.91 to = 89.35 in the cycle 2, or there is an increase of 5.43 values; (b) The number of students who scored ≥ 75 (KKM = 75): from cycle 1 = 78.26% to 100% in cycle 2, or an increase of 21.74%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara objektif tentang peningkatan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui model Think-Pair-Share (TPS) dengan Camtasia Studio pada siswa SMP kelas VIII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas menurut Mc Taggart, R dan Kemmis, S yang terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Prosedur yang dilaksanakan berbentuk siklus yang berlangsung dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan. Penyajian data dilakukan secara analisis kuantitatif yang diukur berdasarkan tes tertulis yang dilakukan setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif terjadi peningkatan hasil belajar TIK setelah diterapkannya model Think-Pair-Share (TPS) dengan Camtasia Studio, yaitu terjadinya peningkatan: (a) Rata-rata dari siklus 1 = 83,91 menjadi = 89,35 pada siklus 2, atau terjadi kenaikan 5,43 nilai; (b) Jumlah siswa yang bernilai ≥ 75 (KKM = 75): dari siklus 1 = 78,26% menjadi 100%pada siklus 2, atau naik 21,74%.

    Penggunaan Alat Peraga Kereta Satuan Volume untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

    Get PDF
    This paper in the form of classroom action research aims to improve the mathematics learning achievement of grade 6 students at SD Negeri 02 Penakir by using the train props for volume units. The learning improvement setting is for grade 6 students in the 1st semester of Mathematics at SD Negeri 02 Penakir, Pemalang Regency where the researcher teaches. This classroom action research consists of 2 cycles in one basic competency. During the learning process, observations were made on the performance of the teacher as a researcher, and an assessment was made of students through test sheets. Other findings during the learning process were discussed between the researcher and the observer, equipped with data from observations made by reflection at each meeting. The results of the research in the first cycle and the second cycle showed an increase in student learning achievement. The results of the assessment of student learning achievement are the First cycle: 70.8 with 68% learning completeness, in the second cycle: 82 with 88% learning completeness. Based on the results of the study, it can be concluded that the learning process using the volume unit train props in mathematics can improve the learning outcomes of students in Class 6 SD Negeri 02 Penakir, Pemalang Regency.Karya tulis dalam bentuk penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik kelas 6 SD Negeri 02 Penakir dengan menggunakan alat peraga kereta satuan volume. Objek perbaikan pembelajaran adalah peserta didik kelas 6 pada mata pelajaran Matematika semester 1 SD Negeri 02 Penakir Kabupaten Pemalang tempat peneliti mengajar. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 Siklus dalam satu kompetensi dasar. Penelitian ini diawali dengan menyusun rencana pembelajaran, membuat program pembelajaran yang digunakan dan instrumen penelitian lainnya.Selama proses pembelajaran, dilakukan pengamatan terhadap kinerja guru sebagai peneliti dan dilakukan penilaian terhadap peserta didik melalui lembar tes. Temuan lain selama berlangsungnya pembelajaran didiskusikan antara peneliti dengan observer dilengkapi dengan data hasil pengamatan yang dilakukan refleksi pada setiap pertemuan. Hasil penelitian pada Siklus pertama dan Siklus kedua menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Hasil penilaian terhadap prestasi belajar peserta didik adalah: Siklus pertama: 70,8 dengan ketuntasan belajar 68%, pada Siklus kedua: 82 dengan ketuntasan belajar 88%. Berdasarkan hasil  penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kereta satuan volume pada mata pelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas 6SD Negeri 02 Penakir Kabupaten Pemalang

    Metode Pratikum Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Kegiatan Pembelajaran Daring

    Get PDF
    The problem to be solved in this research is how to increase the learning motivation of students who are decreasing in online learning in Sciences subjects. This study aims to describe the implementation of online learning using the practical method and to find out the extent to which this method can increase students' learning motivation. The research method used classroom action research type experiment with the Kemmis-Taggart model in two cycles. Practicum in online learning is carried out at the home of each student using tools and materials at home and in the surrounding environment without leaving the learning objectives in basic competencies. Practical guides, student worksheets, and student responses to learning methods were made using Google Form. Activities and work results in the form of answers to conceptual questions and photos or videos of experimental activities are monitored with a Google Spreadsheet linked to the Google Form. Online learning with the practicum method has been able to increase the learning motivation of students with an indicator of an increase in the number of students who take part in the online learning  from 30% to 50%, and an increase in mastery of the concept of subject matter with an increase in the average value of learning outcomes from 37.2 to 74.38 in cycle I and 80.67 in cycle II.Permasalahan yang hendak diselesaikan dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang semakin menurun pada  pembelajaran daring mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran daring dengan metode pratikum dan mengetahui sejauh mana metode tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas jenis eksperimen  model Kemmis-Taggart dengan dua siklus. Praktikum dalam pembelajaran daring dilakukan di rumah masing-masing peserta didik   dengan menggunakan alat dan bahan yang ada di rumah  dan lingkungan sekitarnya  tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran di  kompetensi dasar. Panduan pratikum, lembar kerja peserta didik, dan respon peserta didik terhadap metode pembelajaran dibuat dengan menggunakan Google Form. Aktifitas dan hasil pekerjaan  berupa jawaban dari pertanyaan konseptual dan foto atau video kegiatan percobaan dipantau dengan Google Spreadsheet yang tertaut pada LKPD-Google Form. Pembelajaran daring dengan metode praktikum telah dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan indikator bertambahnya jumlah peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran daring dari 30%  menjadi  50%, dan meningkatknya penguasaan konsep  materi pelajaran dengan naiknya nilai rata-rata hasil belajar dari 37,2 sebelum tindakan menjadi 74,38 pada siklus I dan 80,67 pada siklus II

    Media Tali Laso Quick Response Code Pembelajaran Tematik Pada Siswa Inklusi

    Get PDF
    Learning in elementary schools, especially thematic, really requires the support of interesting and easy-to-use media by teachers and students. The development of digital media to support the achievement of learning objectives in elementary schools has been widely developed by various institutions. However, those that are suitable for the child's environment and easy to operate are still very few. The author is interested in developing media that are cheap, easy, and environmentally friendly. The methods used with the ADDIE procedure are analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of this media development are called TaliLaso QRC. What distinguishes TaliLaso QRC from other similar media is its application in the inclusion class so that the design is specifically designed to suit the needs of inclusive students. After being applied in the learning process of TaliLaso QRC, it shows statistical data of 91.5% increase in the average grade of the class and 90 % increase in the value of inclusive students. Then the final results of the observation showed the motivation and activeness of students in learning increased 89.5% and motivation and activeness of inclusion students reached 100%. It far exceeds the specified KKM value of 80.00.Pembelajaran di sekolah dasar khususnya tematik sangat memerlukan dukungan media yang menarik dan mudah dimanfaatkan oleh guru dan siswa. Pengembangan media digital untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran di Sekolah Dasar sudah banyak dikembangkan oleh berbagai lembaga. Namun yang sesuai dengan lingkungan anak dan mudah dioperasional masih sangat sedikit. Penulis tertarik untuk mengembangkan media yang murah, mudah, dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dengan prosedur ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil dari pengembangan media ini disebut Tali Laso QRC. Yang membedakan Tali Laso QRC dari media sejenis lainnya adalah penerapannya pada kelas inklusi sehingga desain yang dirancang khusus menyesuaikan kebutuhan peserta didik inklusi. Setelah diterapkan dalam pembelajaran Tali Laso QRC ini menunjukkan data statistic sebesar 91,5% kenaikan nilai rata-rata kelas dan 90% kenaikan nilai peserta didik inklusi. Kemudian hasil akhir observasi menunjukkan motivasi serta keaktifan peserta didik dalam pembelajaran meningkat 89,5% dan motivasi serta keaktifan peserta didik inklusi mencapai 100%. Jauh melampaui nilai KKM yang ditetapkan yakni 80,00

    Pengembangan Modul Etnomatematika Berbasis Budaya Dayak dalam Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Joyfull Learning

    Get PDF
    The conditions of the Covid-19 pandemic caused learning to change to once a week, limited teaching materials at SDN 29 Idai, and a decrease in the values of preserving Dayak culture in Idai village. Through the integration of the concepts of mathematics and culture, this study aims to develop an ethnomathematics module based on the Dayak culture in mathematics learning with a joyful learning approach. This research is a research development or Research and Development (R & D) with a research method using the Hanafin & Peck development model which focuses on solving problems of quality constraints and development complexity which consists of three stages, namely; 1) needs assessment; 2) the design stage, and 3) development and evaluation. The data collection technique used observation, interview, and ethnomathematics module validation sheets which were filled in by two reviewers, while module trials were conducted in grade 4 SDN 29 Idai. The results showed that the ethnomathematics module based on the Dayak culture with a joyful learning approach got good results so that it could be used to teach math concepts to grade 4 students at SDN 29 Idai.Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran berubah menjadi satu kali dalam seminggu, keterbatasan bahan ajar di SDN 29 Idai, serta penurunan nilai-nilai pelestarian budaya Dayak terjadi di Desa Idai. Melalui integrasi konsep matematika dan budaya maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul etnomatematika berbasis budaya Dayak dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan joyfull learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Reseach and Development (R & D) dengan metode penelitian menggunakan model pengembangan Hanafin & Peck yang berfokus pada pemecahan masalah kendala kualitas dan kompleksitas pengembangan yang terdiri dari tiga tahapan yakni; 1) penilaian kebutuhan; 2) tahap desain; dan 3) pengembangan dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan lembar validasi modul etnomatematika yang diisi oleh dua orang reviewer, sedangkan uji coba modul dilakukan di kelas 4 SDN 29 Idai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul etnomatematika berbasis budaya Dayak dengan pendekatan joyfull learning mendapatkan hasil yang baik, sehingga dapat digunakan untuk mengajarkan konsep matematika bagi siswa kelas 4 di SDN 29 Idai

    Meningkatkan Kemampuan Berlari, Melempar, dan Menangkap Bola Melalui Permainan Tic Tac Toe Ball di Sekolah Dasar

    Get PDF
    The learning outcomes of fourth grade students of SDN Karangtengah III for the 2019/2020 academic year, the material for small ball games (kasti) including the basic movements of running, throwing and catching the ball is still low. The results showed an increase in learning outcomes of the basic motion of running, throwing and catching the ball after using the tic tac toe ball game. The result of the improvement is that through the tic tac toe ball game, students who get learning outcomes meet the minimum completeness criteria for grade IV is 77, in the initial condition there are only six children or about 26%. After the implementation of learning using the tic tac toe ball game, students who succeeded in achieving the minimum completeness criteria 77 increased to 21 students or about 91%. The conclusion of this research is that the tic tac toe ball game can improve the learning outcomes of the basic movements of running, throwing, and catching the ball for fourth grade students of SDN Karangtengah III in the 2019/2020 academic year.Hasil belajar siswa kelas IV SDN Karangtengah III Tahun Pelajaran 2019/2020 materi permainan bola kecil (kasti) meliputi gerak dasar berlari, melempar dan menangkap bola masih rendah. Hasil peningkatan diperoleh bahwa melalui permainan tic tac toe ball, siswa yang memperoleh hasil belajar memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk kelas IV adalah 77, pada kondisi awal hanya ada enam anak atau sekitar 26%. Setelah diterapkan pembelajaran menggunakan permainan tic tac toe ball, siswa yang berhasil mencapai KKM 77 meningkat menjadi 21 siswa atau sekitar 91%. Simpulan dari penelitian ini adalah permainan tic tac toe ball dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar berlari, melempar, dan menangkap bola siswa kelas IV SDN Karangtengah III Tahun Pelajaran 2019/2020

    Antusiasme Belajar Siswa terhadap Pembelajaran Digital Berbasis BCS-App pada Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    The 21st century requires human to be able to take advantage of technology, including in education. The COVID-19 pandemic is also pushing education to change from classic learning to distance learning utilizing digital technology. This matter encourages teachers to carry out a learning innovation by creating learning media that is able to encourage students to be more enthusiasm about long distance learning. The digital learning media of innovation in this research can be increase student’s enthusiasm for learning in class 8.1 of Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Praya Barat Daya. The method used in this research is Research and Development (R&D) with testing using media validation instrument, enthusiasm observation instrument and test questions instrument given to students. Obtained in average value of the media validation results of 88.33 with very good criteria, thus it can be said that the digital learning media of innovation in this research is suitable for use in learning. The results of the observation showed that the student’s enthusiasm for learning had increased, in first learning obtained an average score of 54.12 increased at the second learning to 84.70%. Learning outcomes also increased, in first learning the average score of students was 67.06 with classical completeness of 52.94% increased in second learning the average score of students became 83.76 with classical completeness of 88.24%.Abad 21 menuntut manusia untuk mampu memanfaatkan teknologi, termasuk dalam bidang pendidikan. Adanya pandemi COVID-19 juga mendorong pendidikan untuk berubah dari pembelajaran klasikal menjadi pembelajaran jarak jauh memanfaatkan teknologi digital. Hal ini mendorong guru untuk melakukan inovasi pembelajaran dengan membuat media pembelajaran yang mampu mendorong siswa lebih antusias dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Media pembelajaran digital hasil inovasi dalam penelitian ini mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa di kelas 8.1 Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Praya Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan pengujian menggunakan instrumen validasi media, instrumen observasi antusiame belajar siswa, dan instrumen soal tes yang diberikan kepada siswa. Diperoleh nilai rata-rata hasil validasi media sebesar 88,33 dengan kriteria sangat baik, dengan demikian dapat dikatakan media pembelajaran digital hasil inovasi dalam penelitian ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan bahwa antusiame belajar siswa mengalami peningkatan, yaitu pada pembelajaran I diperoleh skor rata-rata sebesar 54,12% meningkat pada pembelajaran II menjadi 84,70%. Hasil belajar juga mengalami peningkatan, yaitu pada pembelajaran I nilai rata-rata siswa sebesar 67,06 dengan ketuntasan klasikal 52,94% meningkat pada pembelajaran II nilai rata-rata siswa menjadi 83,76 dengan ketuntasan klasikal 88,24%

    Model Pembelajaran Rolex Berbantuan Media Boneter Meningkatkan Keaktifan dan Keterampilan Berbicara Teks Descriptive

    Get PDF
    The research was aimed at improving the student’s activeness and speaking skill by using role exchange model and character doll media. The research consisted two cycles.The procedures were: planning, implementation, observation and reflection. The study used two data. The qualitative data through observation the student’s activeness in learning process.The quantitative data were obtained by speaking test performance. The students’ activeness with high score in preliminary observation reached 5 students (17,86%) improved 23 students (82,14%) in Cycle II. It can be seen that all students paid attention their teacher, engaged in problem solving and applied they learned. Most of them also had ideas and gave the questions. The data of the speaking skill assessment in preliminary observation showed that 42,85% (12 students) got the same score or above KKM with the average 61,77  increased 89.29% (23 students) with the average score was 77.3 in second cycle. Improvement was significant especially in student’s vocabulary mastery, comprehension and fluency. While, grammar and pronunciation improved although was not significant. The conclusion of this research is that: (1) the students’speaking skill improves from the previous condition, first cycle and then second cycle; 2) the students’ activeness in English teaching learning also improves.Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa melalui model pembelajaran role exchange berbantuan media boneka karakter. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Tahapan penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu merencanakan, menerapkan tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian menggunakan dua data. Data kualitatif diperoleh melalui keaktifan siswa dalam pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh dengan memberi test kemampuan berbicara. Hasil penelitian keaktifan siswa yang tinggi pada kondisi awal baru mencapai 5 siswa atau 17,86% meningkat manjadi 23 siswa atau 82,14% pada siklus II. Hal ini terlihat semua siswa memperhatikan guru, terlibat dalam pemecahan masalah, mengaplikasikan materi pelajaran yang diperolehnya, sebagian sudah berani mengeluarkan ide dan bertanya. Data keterampilan berbicara pada kondisi awal menunjukkan 42,85% mendapat nilai yang sama atau di atas KKM dengan rata-rata 61,77% meningkat menjadi 89,29% dengan nilai rata-rata 77,3 pada siklus kedua. Peningkatan secara signifikan pada aspek penguasaan kosa kata, pemahaman dan kelancaran. Sementara tata bahasa dan pengucapan meningkat meskipun tidak tajam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) keterampilan berbicara siswa terus meningkat dari kondisi awal, siklus pertama kemudian siklus kedua; 2) Keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris meningkat

    372

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇