Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Teknik Showing Berbantuan Multi Media Kreatif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Narasi
This research on the learning technique using Showing assisted by creative multimedia is expected to be able to improve students' narrative text writing skills at SMPN 3 Peterongan. The term Showing refers to two things, the first means show and the second means the acronym of the Survey stage, Hadiirkan Objek (Present Objects), Wujudkan (Realize), Imagine, Narrate, and Gaungkan (Reflect). This research is a learning development study with the 4D model developed by Thiagarajan, et al (1974) which consists of the stages of defining (conducting; analyzing needs), design (designing teaching materials with Showing techniques and validating teaching materials), developing (developing; testing) the use of instructional materials that have been designed), and disseminate (dissemination; the implementation of learning in the classroom that has been the subject of research). The subjects of this study were four classes, namely classes 7I and 7J and classes 9D and 9E. The total number of research subjects was 129 students. The results of this study are 97% of students are successful on a group basis, whereas 95% successful in the individual aspect.Penelitian pembelajaran teknik Showing berbantuan multimedia kreatif ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa SMPN 3 Peterongan. Istilah Showing mengacu pada dua hal, yang pertama berarti menunjukkan dan yang kedua berarti akronim dari tahap Survei, Hadirkan Objek, Wujudkan, Imajinasikan, Narasikan, dan Gaungkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan pembelajaran dengan model 4D yang dikembangkan Thiagarajan, dkk (1974) yang terdiri atas tahap define (pendefinisian; melakukan analisis kebutuhan), design (perancangan bahan ajar dengan teknik Showing dan validasi bahan ajar), develop (pengembangan; uji coba penggunaan bahan ajar yang telah dirancang), dan dessiminate (pendesiminasian; pelaksanaan pembelajaran di kelas yang telah dijadikan subjek penelitian). Subjek penelitian ini ada empat kelas, yakni kelas 7I dan 7J serta kelas 9D dan 9E Jumlah keseluruhan subjek penelitian 129 siswa. Adapun hasil penelitian ini secara kelompok 97% tuntas dan secara individual 95% tuntas
Penerapan Model TSTS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi IPA di Sekolah Dasar
This study aims to determine the increase in learning outcomes and teacher and student activities in the learning process using the Two Stay Two Stray method on Theme 6 Sub-theme 1 Animal and Plant Diversity. This study used a qualitative approach with the type of classroom action research. The data sources were all students in grade IV SD Negeri 9 Jangka for the 2018/2019 academic year, totaling 16 people. Data were collected through tests, observations, interviews, and field notes. The results showed that the application of Two Stay Two Stray learning can improve student learning outcomes on the material diversity of animals and plants in class IV SD Negeri 9 Term. This can be seen from the results of the final test cycle I obtained a percentage of 62.50 percent and in cycle II increased to 87.50 percent. The activities of teachers and students in the learning process are included in the very good category and students are seen to be active in the implementation of learning. Therefore, it can be concluded that the Two Stay Two Stray model can improve learning outcomes and teacher and student activities on science material in elementary schools.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar serta aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray pada Tema 6 Subtema 1 Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Sumber data adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 9 Jangka tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hewan dan tumbuhan di kelas IV SD Negeri 9 Jangka. Hal ini terlihat dari hasil tes akhir siklus I diperoleh persentase 62,50 persen dan pada siklus II meningkat menjadi 87,50 persen. Aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran sudah termasuk dalam kategori sangat baik dan siswa terlibat aktif dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas guru dan siswa pada materi IPA di sekolah Dasar
Implementasi Learning Management System (LMS) Melalui Website dan E-Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Pendidik
The problem of this research is "How the implementation of the Learning Management System (LMS) through the Website and E-Learning to improve the teachers skill in Distance Learning (PJJ) at Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bobotsari in the first semester of the 2020/2021 academic year?". The subjects of this research were all the teachers of Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bobotsari totaling 18 people consist of 5 boys and 13 girls. Type of the research used is the School Action Research (PTS) with a qualitative approach. The research data got from the teacher's skill data in two cycles. Teacher skill data were collected from direct observation in e-learning in each cycle. The percentage results of teachers' skill on the first cycle were 62% and the second cycle was 71%. There was an increase of 9% of teachers skill.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana implementasi Learning Manajemen System (LMS) melalui Website dan E-Learning untuk meningkatkan keterampilan pendidik dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bobotsari pada semester gasal tahun pelajaran 2020/2021?” Subyek penelitian ini adalah seluruh guru Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bobotsari yang berjumlah 18 orang yang terdiri dari 5 laki-laki dan 13 perempuan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa data keterampilan pendidik diperoleh dari penelitian dalam 2 (dua) siklus. Data keterampilan pendidik dikumpulkan dari observasi langsung pada e-learning dalam setiap siklus. Hasil siklus I prosentase rata-rata keterampilan pendidik sebesar 62% dan siklus II prosentase rata-rata keterampilan pendidik sebesar 71%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terjadi peningkatan keterampilan pendidik rata-rata sebesar 9%
Pengembangan KIT Meriam Telur untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa
This study aims to create a practical tool for hydrostatic pressure material, increasing student motivation, and learning outcomes. The lack of student motivation, namely the desire to learn science subjects and the learning outcomes of hydrostatic pressure material is caused by several factors, one of which is the lack of teaching aids or practical tools for hydrostatic pressure material. The study was conducted using a one-group pre-test – post-test trial design, while the development of the Egg Cannon Kit used the ASSURE model which consisted of 6 stages, namely Analyzer learner characteristic, (2) State standard and performance objective, (3) Select methods, Media, and materials, (4) Utilize technology, media, and materials, (5) Require learner participation and (6) Evaluation and revision. The research on the development of the Egg Cannon Kit was tested on 8E grade students consisting of 32 students with heterogeneous compositions. The use of the Egg Cannon Kit in learning can increase students' learning motivation in this case the student's desire to learn about science subjects, especially hydrostatic pressure material by 43.36% and increase learning outcomes with an average n-gain of 0.8 in the high category.Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat praktikum materi tekanan hidrostatis, agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kurangnya motivasi atau keinginan siswa belajar matapelajaran IPA dan hasil belajar materi tekanan hidrostatis salah satunya disebabkan oleh minimnya alat peraga atau alat praktikum materi tekanan hidrostatis. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan uji coba one-group pre-test – post-test, sedangkan pengembangan Kit Meriam Telur menggunakan model ASSURE yang terdiri dari 6 tahap yaitu analyzer learner characteristic, (2) state standard and performance objective, (3) select methods, media, and materials, (4) utilize technology, media and material, (5) requires learner participation dan (6) evaluation and revision. Penelitian pengembangan Kit Meriam Telur diujicobakan kepada siswa kelas 8E yang terdiri atas 32 siswa dengan komposisi heterogen. Penggunaan Kit Meriam Telur dalam pembelajaran mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam hal ini keinginan belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA, khususnya materi tekanan hidrostatis sebesar 43,36% dan meningkatkan hasil belajar dengan rata- rata n-gain sebesar 0,8 berkategori tinggi
Pembelajaran IPA Berbasis Mind Mapping dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif
Mind mapping based learning is learning to use keyword, terms, images/symbols, describing the integrity of a material. This learning can encourage students to develop thinking technique in all directions, remembering, taking notes, increasing motivation and being able to deduce the results well. The ability of students to think critically and creatively, communicate and collaborate are abilities that must be developed from an early age to enter global competition. This paper aims to describe the science based on mind mapping in developing critical thinking, creative, communicative, and collaborative skills; as well as knowing the development of critical thinking, creative, communicative, and collaborative skills through mind mapping science learning. The form of research is classroom action research carried in 2 cycles using non-test instrument namely observation and interview sheets. The data obtained were processed descriptively using percentage analysis. Based on the results of data analysis, mind mapping based learning can arouse motivation and interest in learning, communicating and collaborating, more constructing knowledge, learning easier. Mind mapping based science learning can develop critical and creative thinking skills respectively by 35%, communicative 40%, and collaborative by 35%.Pembelajaran berbasis mind mapping merupakan pembelajaran menggunakan peta pikiran melalui kata kunci, istilah, gambar/simbol, menggambarkan keutuhan materi. Pembelajaran tersebut dapat mendorong peserta didik dalam mengembangkan teknik berpikir ke segala arah, mengingat, membuat catatan, meningkatkan motivasi serta dapat menyimpulkan hasilnya dengan baik. Kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis dan kreatif, berkomunikasi serta berkolaborasi adalah kemampuan yang harus dikembangkan sejak dini untuk memasuki persaingan global. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran IPA berbasis mind mapping yang digunakan dalam pengembangan kemampuan peserta didik berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif; serta mengetahui perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif melalui pembelajaran IPA berbasis mind mapping. Bentuk penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus menggunakan instrumen nontes yakni lembar observasi dan wawancara. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif menggunakan analisis prosentase. Berdasarkan hasil analisis data, pembelajaran IPA berbasis mind mapping dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar, berkomunikasi dan berkolaborasi, lebih kritis dan kreatif dalam mengonstruksi pengetahuan dan belajar lebih mudah. Pembelajaran IPA berbasis mind mapping dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif masing-masing sebesar 35%, komunikatif 40%, dan kolaboratif sebesar 35
Lari Mesi Alternatif Penanaman Kesadaran Konstitusi dan Sikap Toleransi Bagi Peserta Didik Sekolah Dasar
The purpose of implementing this learning is to instill constitutional awareness and tolerance for fourth grade students at the Wirosari 1 State Elementary School in 2020/2021 by using the Lari Mesi media. The type of scientific innovation used is the best practice method by testing the effectiveness of the Lari Mesi multimedia by analyzing the increase in constitutional awareness after and during learning. There was an increase in constitutional awareness of learning outcomes and observations from before using the Lari Mesi media to after using it, from only 30% of students who completed it to 89.71% who completed it.Tujuan pelaksanaan pembelajaran ini adalah untuk menanamkan kesadaran konstitusi dan sikap toleransi peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Wirosari Tahun 2020/2021 dengan menggunakan media Lari Mesi. Jenis karya ilmiah inovasi yang digunakan adalah menggunakan metode best practice dengan menguji keefektifan multimedia Lari Mesi dengan menganalisis peningkatan kesadaran berkonstitusi setelah dan selama pembelajaran. Terjadi peningkatan kesadaran berkonstitusi dari hasil belajar dan observasi dari sebelum menggunakan menggunakan media Lari Mesi dengan sesudah menggunakannya, dari hanya 30% siswa yang tuntas menjadi 89,71% yang tuntas
Pemanfaatan Tabel 3X3 untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pemfaktoran Kuadrat
The use of Table 3X3 is one way that mathematics teachers can make it easy for students to understand the quadratic factoring concept. The aim of this research is to describe the learning process using Table 3X3 which can improve the understanding of the quadratic factoring concept of class VIII G students of SMP Negeri 1 Jepara. This research is a classroom action research which is carried out in two cycles. Each cycle consists of four components, namely: planning, action, observation, and reflection. The results showed that the use of Table 3X3 can improve understanding of the quadratic factoring concept as indicated by an average test score of 16.39 or 24.38% in end cycle, from an average score of 67.29 in the first cycle to 83, 68 in the second cycle and the achievement value of 75 is from 58.33% in the first cycle to 72.22% in the second cycle. Thus it can be concluded that the use of Table 3X3 can improve the understanding of the quadratic factoring concept.Pemanfaatan Tabel 3X3 merupakan satu cara yang dilakukan guru matematika agar siswa mudah memahami konsep pemfaktoran kuadrat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pembelajaran dengan pemanfaatan Tabel 3X3 yang dapat meningkatkan pemahaman konsep pemfaktoran kuadrat siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat komponen, yaitu: planning, acting, observing, dan reflecting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Tabel 3X3 dapat meningkatkan pemahaman konsep pemfaktoran kuadrat yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes sebesar 16,39 atau 24,38% pada akhir siklus yaitu dari rata-rata skor 67,29 pada siklus I naik menjadi 83,68 pada siklus II dan kenaikan ketercapaian nilai 75 yaitu dari 58,33% pada siklus I menjadi 72,22% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Tabel 3X3 dapat meningkatkan pemahaman konsep pemfaktoran kuadrat
Pengembangan Multimedia Teks Wawanrembug Berbasis Blended Learning pada Siswa VIII
The learning media that will be developed based on technology is the students' base upload skills in the Wawanrembug text. So it is necessary to support learning media to be able to achieve optimal results. This study aims to develop Multimedia Text Wawanrembug Based on Blended Learning and test the effectiveness of the media. This development research method uses the Four-D model namely Define, Design, Develop, Disseminate and the quality of the media is measured through validity, practicality, and effectiveness. The results of the research analysis concluded that multimedia developed in the form of html-based media, android applications, and categorized powerpoint applications is feasible to use. The average for the experimental class is 82.5 and the control class is 77.9. The percentage of feasibility of the developed media is 83%. This multimedia development is very easy to make because it only has Ms. application. Power point. Multimedia developed combined with Blended Learning (using Google Site) can improve student learning outcomes. Thus, the Multimedia Development of Wawanrembug Text Based on Blended Learning in Class VIII Students can be used as a learning medium for students to learn how to upload Wawanrembug Text.Media pembelajaran yang akan dikembangkan berbasis teknologi yaitu keterampilan Unggah-Ungguh Basa siswa dalam teks Wawanrembug. Sehingga diperlukan penunjang media pembelajaran untuk dapat meraih hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Multimedia Teks Wawanrembug Berbasis Blended Learning serta menguji keefektifan media. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan model Four-D yakni Define, Design, Develop, Disseminate dan kualitas media diukur melalui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil analisis penelitian didapatkan simpulan bahwa multimedia yang dikembangkan berupa media berbasis html, aplikasi android, dan aplikasi powerpoint terkategorikan layak digunakan. Rata-rata untuk kelas eksperimen adalah 82,5 dan kelas kontrol adalah 77,9. Persentase kelayakan dari media yang dikembangkan adalah sebesar 83%. Pengembangan multimedia ini sangat mudah dibuat karena hanya berbekal aplikasi Ms. Powerpoint. Multimedia yang dikembangkan dipadukan dengan proses pembelajaran Blended Learning (menggunakan Google Site) mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, Pengembangan Multimedia Teks Wawanrembug Berbasis Blended Learning pada Siswa Kelas VIII dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk pembelajaran unggah-ungguh basa Teks Wawanrembug
Penggunaan Media “Layar Putar” pada Pembelajaran Tematik Siswa Tuna Rungu
“Layar Putar” media is designed to help deaf students in thematic learning in elementary school. Students with disabilities who are deaf need media in the learning process. Media that are designed in addition to being interesting can also concretize abstract subject matter. “Layar Putar” is a television-like medium in which there are images. The “Layar Putar” learning media is designed to help deaf students understand the content of Indonesian and natural science lessons. In Indonesian language there is about writing poetry. In the science lesson the material delivered by the teacher is about the life cycle of animals. The study was conducted on one disability student in SD Negeri 1 Banda Aceh as one of the inclusive schools. Research data collection using the initial test and final test. The media “Layar Putar” is disseminated to the teacher in providing learning for students with special needs. The “Layar Putar” media can be used as a learning medium for deaf students with disabilities. Development of "“Layar Putar” media using the ADDIE model. The ADDIE model starts with analyzing, designing, testing validation at the design stage, implementing it on the subject of research focus, and evaluating the use of media. The results showed that the “Layar Putar” media can be used by deaf students as a medium of learning Indonesian Language and Science which is quite effective.Media layar putar dirancang untuk membantu siswa tuna rungu pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Siswa disabilitas tuna rungu memerlukan media dalam proses pembelajarannya. Media yang dirancang selain harus menarik juga dapat mengkonkritkan materi pelajaran yang abstrak. “Layar Putar” merupakan media mirip televisi yang didalamnya terdapat gambar. Media pembelajaran “Layar Putar” dirancang untuk membantu siswa tuna rungu memahami muatan pelajaran bahasa indonesia dan IPA. Pada pelajaran bahasa Indonesia terdapat tentang menulis puisi. Pada pelajaran IPA materi yang disampaikan guru yakni tentang daur hidup hewan. Penelitian dilakukan pada satu siswa disabilitas yang ada di SD Negeri 1 Banda Aceh sebagai salah satu sekolah inklusi. Pengumpulan data penelitian menggunakan tes awal dan tes akhir. Media “Layar Putar” didesiminasikan pada guru dalam memberikan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Media “Layar Putar” dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa disabilitas tuna rungu. Pengembangan media “Layar Putar” menggunakan model ADDIE. Model ADDIE dimulai dengan cara melakukan analisis, membuat desain, uji validasi pada tahap rancangan, implementasi pada subjek yang menjadi fokus penelitian, serta evaluasi penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media “Layar Putar” dapat digunakan oleh siswa tuna rungu sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPA yang cukup efektif
Penggunaan Model Jigsaw Berbantuan Media Geoboard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
The purpose of this research use the Jiqsaw learning model assisted by Geoboard media is to find out the steps to use the Jiqsaw learning model assisted by Geoboard Media and to improve Mathematics learning outcomes of 114340 Public Elementary School students in Tolan Week. The design of this study uses Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles with each cycle consisting of 3 face-to-face meetings. Learning outcomes are measured based on a written test. Increased student learning outcomes in the Coordinate Field, then the average value of students is 52.72 with 11 students who have mastery (50.50%) and 11 students who have not completed (50.50% ) of all students. Then the action was taken using Mathematics, then obtained an average value increased to 61.82 with 16 students who experienced mastery (72.73%) and 6 students who had not completed (27.27%). After learning innovation using Mathematics assisted by the jiqsaw model, the average grade value was increased to 76.36 with 19 students experiencing mastery (86.36%) and 3 students who did not complete (13.64%).Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model pembelajaran Jiqsaw berbantuan media Geoboard adalah untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan model pembelajaran Jiqsaw berbantuan Media Geoboard dan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa SD Negeri 114340 Pekan Tolan. Desain penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari 3 tatap muka (pertemuan). Hasil belajar diukur berdasarkan tes tertulis.. Peningkatan hasil belajar siswa pada Bidang Koordinat, maka diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 52,72 dengan 11 siswa yang mengalami ketuntasan (50,50%) dan 11 siswa yang belum tuntas (50,50%) dari keseluruhan siswa. Kemudian dilakukan tindakan menggunakan Matematika, maka diperoleh nilai rata-rata meningkat menjadi 61,82 dengan 16 siswa yang mengalami ketuntasan (72,73%) dan 6 siswa yang belum tuntas (27,27%). Setelah dilakukan inovasi pembelajaran menggunakan Matematika berbantuan model jiqsaw, maka diperoleh nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 76,36 dengan 19 siswa yang mengalami ketuntasan (86,36%) dan 3 siswa yang belum tuntas (13,64%)