Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Pengembangan Gim Gradien untuk Memahamkan Siswa pada Materi Gradien Garis Lurus
The use of learning media games in learning mathematics can make students more interested and easy to understand concepts in mathematics lessons. The aim of this research is to produce a game to help students understand the gradient of a line through two points. The development of this game using the GeoGebra software version 5 uses the Thiagarajan 4D development research method which consists of four steps, namely defining, designing, developing, and disseminating. To produce a game that is valid, practical, and effective, a series of trials are carried out, namely expert testing and development testing. The results of the validity test show the game's validity score is 3.76 with a very valid category. The practical test conducted on 5 students showed a 100% presentation in the very practical category. The effectiveness test using One-Group Pretest-Posttest Design shows that this media is effective in improving student learning outcomes.Penggunaan gim media pembelajarandalam pembelajaran matematika dapat menjadikan peserta didik lebih tertarik dan mudah memahami konsep-konsep pada pelajaran matematika. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan gim untuk membantu siswa memahami gradien garis melalui dua titik. Pengembangan gimini menggunakan perangkat lunak GeoGebra versi 5 ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D Thiagarajan yang terdiri dari empat langkah yaitu pendefinisian, pendesainan, pengembangan, dan diseminasi. Untuk menghasilkan gim yang valid, praktis, dan efektif dilakukan serangkaian ujicoba, yaitu uji ahli dan uji pengembangan. Hasil uji validitas menunjukkan skor validitas gim ialah 3,76 dengan kategori sangat valid. Uji praktis yang dilakukan terhadap 5 orang siswa menunjukkan presentasi 100% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design menunjukkan media ini efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik
Pengembangan Perangkat Penilaian Unjuk Kerja Tematik pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dasar
This study aims to compile and develop an assessment tool for limited face-to-face learning (PTMT). This research was conducted at SDN 175 Kawarasan, East Luwu Regency using the Research and Development research model by adopting the 4D model developed by Thiagarajan, Semmel, & Semmel (define, design, develop, disseminate) into 3D (define, design, develop). The products developed in the form of grids, student worksheets, teacher observation sheets, and assessment rubrics. Media content validation is carried out by a team of validators, empirical reliability tests are obtained through subject trials. The data analysis technique uses quantitative analysis. The validity uses the Gregory pattern and the reliability of the test results uses agreement between observers using the Cohen's Kappa coefficient. The results of developing a performance assessment tool in thematic learning for class V SDN 175 Kawarasan show a theoretical content validity coefficient of 0.95 l greater than 0.75 and declared valid. The reliability coefficient of 0.980 is greater than 0.75 and the device is reliable.Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan mengembangkanperangkat penilaian pada pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Penelitian ini dilaksanakan di SDN 175 Kawarasan Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan model penelitian Research and Development dengan mengadopsi model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, & Semmel (define, design, develop, disseminate) menjadi 3D (define, design, develop). Produk yang dihasilkan berupa kisi-kisi, lembar kerja siswa, lembar pengamatan guru dan rubrik penilaian. Validasi isi media dilakukan tim validator, uji reliabilitas secara empirik diperoleh melalui uji coba subjek. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Validitas menggunakan pola Gregorydan reliabilitas hasil ujicoba menggunakan kesepakatan antar pengamat dengan menggunakan koefisen Cohen’s Kappa. Hasil pengembangan perangkat penilaian unjuk kerja dalam pembelajaran tematik kelas V SDN 175 Kawarasan menunjukkan koefisien validitas isi secara teoretik sebesar 0.95 lebih besar dari 0.75 dan dinyatakan valid. Koefisien reliabilitas sebesar 0,980 lebih besar dari 0,75 dan perangkat tersebut reliabel
Pemanfaatan Air Limbah untuk Meningkatkan Literasi Numerasi dan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Pembelajaran Tematik
In facing the challenges of the 21st century, Indonesia's national education pivots on three main things, namely basic literacy, competence and character quality. Numerical literacy is a basic literacy that must be developed because numeracy literacy can lead students to creative thinking skills. This study aims to improve numeracy literacy and creative thinking skills through the use of wastewater in class VI students of SDN Dinoyo 1. This study uses a qualitative approach to describe empirical facts. The design used in this research is Classroom Action Research. The data analysis of this research used descriptive qualitative analysis. The Research model’s in this study is independent Classroom Action Research. Research instruments include: observation sheets, activity sheets, and documentation. The results showed that the use of waste water can improve numeracy literacy and creative thinking skills. Based on the results of the study, suggestions for the next research are learning by using used water for ablution must pay attention to the time allocation required and learning using used waste water must be accompanied by a learning contract and strict rules.Dalam menghadapi tantangan abad 21, pendidikan nasional Indonesia berporos pada tiga hal pokok, yaitu literasi dasar, kompetensi, dan kualitas karakter. Literasi numerasi merupakan literasi dasar yang harus dikembangkankarena literasi numerasi dapat mengarahkan peserta didik pada kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir kreatif melalui pemanfaatan air limbah pada peserta didik kelas VI SDN Dinoyo 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif guna mendeskripsikan fakta empiris. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian mencakup: lembar pengamatan, lembar kegiatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan air limbah dapat meningkatkan literasi numerasi dan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, saran untuk penilitian selanjutnya adalah agar pembelajaran dengan memanfaatkan air limbah memperhatikan alokasi waktu serta disertai kontrak belajar dan aturan yang tegas
Rumah Listrik Berbasis STEAM untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Era Pandemi
The Covid-19 pandemic brings its own challenges in implementing the learning process. Constraints are encountered in learning electrical materials. Students cannot directly interact, explore, and construct knowledge as is usually done in the classroom. Teachers with all the available potential try to create learning conditions at home only and can achieve optimal learning goals. The objectives of this study are to 1) describe the STEAM-based electric house learning; 2) knowing the increase in critical thinking skills of students through STEAM-based electric house learning; 3) knowing the increase in student learning outcomes through STEAM-based electric houses learning. The subjects in this study were 16 grade VI students of SD Negeri Gentan 01, Bendosari District, Sukoharjo Regency, semester I of the 2020/2021 school year. This research is part of the best learning experiences in the Covid-19 pandemic era. The results of this study are: 1) a description of the STEAM-based electric house learning which is proven to be effective in increasing learning interest, motivation, and student activity in learning at home; 2) Increased critical thinking skills from the classical average score of 38,59 increased to 77,19 in the good category; 3) The increase in student learning outcomes from the average classical value before the application of STEAM-based electric houses learning was 69,06, increasing to 85, resulting in an increase of 15,94.Pandemi covid-19 membawa tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kendala ditemui dalam pembelajaran materi kelistrikan. Peserta didik tidak bisa langsung berinteraksi, melakukan eksplorasi, dan konstruksi pengetahuan seperti biasa dilakukan di dalam kelas. Guru dengan segala potensi yang ada berusaha menciptakan kondisi belajar di rumah saja dan dapat mencapai tujuan pembelajaran optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan pembelajaran rumah listrik berbasis STEAM; 2) mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui pembelajaran rumah listrik berbasis STEAM; 3) mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran rumah listrik berbasis STEAM. Subjek dalam penelitian ini adalah 16 peserta didik kelas VI SD Negeri Gentan 01, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, semester I tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan pengalaman terbaik pembelajaran di era pandemi covid-19. Hasil penelitian ini, yaitu: 1) deskripsi pembelajaran rumah listrik berbasis STEAM yang terbukti efektif untuk meningkatkan minat belajar, motivasi, dan keaktifan peserta didik dalam belajar di rumah; 2) Peningkatan keterampilan berpikir kritis dari skor rata-rata klasikal sebesar 38,59 meningkat menjadi 77,19 dengan kategori baik; 3) Peningkatan hasil belajar peserta didik dari rata-rata nilai klasikal sebelum diterapkan pembelajaran rumah listrik berbasis STEAM sebesar 69,06, meningkat menjadi 85, sehingga terjadi peningkatan sebesar 15,94
Identifikasi Kompetensi Literasi Sains Peserta Didik Pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 43 Rejang Lebong
The scientific literacy of Indonesian children in recent years has been classified as low and ranked at the bottom among other developing countries. This study aims to determine the scientific literacy competence of students in the interaction of living things and ecosystems subject at Junior High School 43 Rejang Lebong which is a 3T predicate school. The research method is descriptive quantitative, begins with designing test questions based on scientific literacy with 13 students as research subjects, consisting of 7 female and 6 male students. Data analysis was carried out in several stages begin with validation of questions, scoring, and analysis of scientific literacy competency achievements. This study concludes that the scientific literacy ability of students at Junior High School 43 Rejang Lebong is obtained in a low category in 3 aspects of literacy, namely, explaining scientific phenomena, evaluating and designing scientific investigations, and interpreting data and evidence scientifically.Literasi sains anak-anak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih tergolong rendah dan berada pada peringkat bawah diantara negera-negara berkembang lainnnya. Salah satu kebijakan pemerintah adalah melaksanakan Asesmen Kompeteni Minimum menggunakan soal tes literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi sains peserta didik pada materi interaksi makhluk hidup dan ekosistem di Sekolah Menengah Pertama Negeri 43 Rejang Lebong yang merupakan sekolah predikat 3T. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif yang dimulai dengan perancangan soal tes berbassi literasi sains dengan subjek penelitian 13 peserta didik yaitu terdiri 7 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu validasi soal, penskoran, dan analisis capaian kompetensi literasi sains. Hasil penskoran tes diperoleh bahwa nilai kompetensi literasi peserta didik yang sangat rendah. Hal ini ditandai oleh tiga aspek literasi yaitu peserta didik dapat menjelaskan (1) Fenomena Ilmiah diperoleh sebanyak 26,15%, (2) mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah diperoleh sebanyak 38,46%, dan peserta didik dapat menjawab butir soal aspek “interpretasi data dan bukti secara ilmiah”. (3) menginteprestasi data dan bukti secara ilmiah diperoleh sebanyak 35,39%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan literasi sains peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 43 Rejang Lebong diperoleh katagori rendah pada 3 aspek literasi yaitu, menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, dan menginteprestasi data dan bukti secara ilmiah
Kajian Reflektif Pembatik 2021 untuk Perbaikan Pembelajaran Berbasis MOOC
Educational technology competence is urgently needed for teachers in the 21st century. As stated by UNESCO ICT Competency Framework for Teacher version 3, the use of ICT technology and basic competencies in 21st-century skills greatly assists teachers in the application of educational technology. This article examines the evaluation of PembaTIK 2021. The purpose of this research is to evaluate PembaTIK 2021 on how to determine the impact of MOOC using Kirkpatrick's four-level training evaluation approach, with studies at two evaluation levels, namely Reaction and Learning Level. This study uses a survey method. The survey was conducted to capture responses from participants in the PembaTIK 2021 Program at Pre-Level and Level 1, most of whom are teachers at all levels of education from 34 provinces in Indonesia. The results show that MOOC effectively achieves increased teacher expertise in educational technology. MOOCs have been successful in changing teachers' attitudes toward the use of basic technology and ICT, creating educational resources for their students, and using innovative teaching approaches in their classrooms. The conclusion is that there has been an increase in teacher ICT competence through ICT-based learning and the MOOC platform.Kompetensi teknologi pendidikan sangat dibutuhkan bagi guru di abad 21. Sebagaimana dinyatakan oleh UNESCO ICT Competency Framework for Teacher versi 3, penggunaan teknologi dan kompetensi dasar TIK dalam keterampilan abad 21 sangat membantu guru dalam penerapan teknologi pendidikan. Artikel ini mengkaji tentang evaluasi PembaTIK 2021, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi PembaTIK 2021 tentang bagaimana menentukan dampak MOOC menggunakan pendekatan evaluasi pelatihan empat level Kirkpatrick, dengan kajian pada dua level evaluasi yaitu Reaction dan Learning Level. Penelitian ini menggunakan metode survei. Survei dilakukan untuk menjaring respon peserta Program PembaTIK 2021 Tingkat Pra Level dan Level 1 yang sebagian besar adalah guru di semua jenjang pendidikan dari 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa MOOC secara efektif mencapai meningkatkan keahlian guru dalam teknologi pendidikan. MOOC telah berhasil mengubah sikap guru terhadap pemanfaatan teknologi dan TIK dasar, menciptakan sumberdaya pendidikan untuk siswa mereka dan menggunakan pendekatan pengajaran yang inovatif di kelas mereka. Kesimpulan terjadi peningkatan kompetesi TIK guru melalui pembelajaran berbasis TIK dan platform MOOC
Peningkatan Hasil Belajar IPS Menggunakan Metode Two Stay Two Stray Melalui Pemberian Reward Bintang pada Siswa
The problem in this study is how to improve social studies learning outcomes using the two stay two stray method by giving star rewards to class VII students of SMPN 3 Kandis. The purpose of this study was to describe how to improve social studies learning outcomes using the two stay two stray method by giving star rewards to seventh grade students of SMPN 3 Kandis. The method used in this research is a classroom action research method with 2 cycles. From the results of the study, it is known that in the first cycle the number of students' complete learning outcomes is 73% and in the second cycle the number of students' complete learning outcomes is 80%. This means that there is an increase of 10%. Thus, it can be concluded that the two-stray two-stray method through the provision of star rewards can significantly improve social studies learning outcomes for seventh grade students of SMPN 3 Kandis.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPS menggunakan metode two stay two stray melalui pemberian reward bintang pada siswa kelas VII SMPN 3 Kandis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan hasil belajar IPS menggunakan metode two stay two stray melalui pemberian reward bintang pada siswa kelas VII SMPN 3 Kandis. Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pada siklus pertama jumlah ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 73% dan pada siklus kedua jumlah ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 80%. Artinya terdapat peningkatan sebesar 10%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode two stray two stray melalui pemberian reward bintang dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas VII SMPN 3 Kandis secara signifikan
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematika Siswa dengan Quided Discovery Learning Menggunakan PhET Simulation
This research aims to know the improvement of students comprehension skills who are taught using the quided discovery learning approach with PhET simulaion media, the ordinary learning. Next, find out whether there is a significant interaction between the learning approach and the level of mathematical ability to increase the ability to understand mathematics and see how the character strengthening is seen in the experimental class. The research method used is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The results of data analysis showed that the increase in students understanding abilities taught by using the quided discovery learning approach with the help of PhET simulation media was not higher than the quided discovery learning approach without PhET Simulation. However, the increase in students understanding ability is taught using a quided discovery learning approach with the help of PhET simulation media or without PhET, which is higher than the usual learning approach. Furthermore, there is a significant interaction between the learning approach and the level of mathematical ability to increase the ability to understand mathematics with a value of Fcount = 5.671>Ftable = F(4.774) = 2.37 or sig = 0.000 <0.05. Finally, there is character strengthening in the experimental class.Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman siswa yang diajar dengan pendekatan quided discovery learning dengan bantuan media PhET simulation, pendekatan quided discovery learning tanpa PhET Simulation, dan pembelajaran biasa, mengetahui apakah ada interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dengan tingkat kemampuan matematika terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematika, dan mengetahui bagaimana penguatan karakter yang terlihat pada kelas eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan rancangan kelompok pretest-postest kontrol. Dari hasil analisis data diperoleh peningkatan kemampuan pemahaman siswa diajar dengan pendekatan quided discovery learning dengan bantuan media PhET simulation tidak lebih tinggi dari pendekatan quided discovery learning tanpa PhET Simulation. Peningkatan kemampuan pemahaman siswa diajar dengan pendekatan quided discovery learning dengan bantuan media PhET simulation maupun tanpa PhET lebih tinggi dari pendekatan pembelajaran biasa. Diketahui juga erdapat interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dengan tingkat kemampuan matematika terhadap peningkatan kemampuan pemahaman matematika dengan nilai Fhitung = 5,671>Ftabel=F(4,774)=2,37 atau sig=0.000 < 0.05. juga terdapat penguatan karakter pada kelas eksperimen
Penggunaan Padlet dalam Mereviu Buku untuk Meningkatkan Literasi Siswa
This research was conducted to determine the increasing of student literacy by using Padlet in reviewing books. This is because there are only a few students who want to read books, and they also don’t want students to make book reviews because the form of the review is the Y Chart, Ishikawa Fishbone and AIH Paragraph. Reading is a basic literacy that must be developed to master other literacy so that this literacy must be mastered well. This research conducted in class 6A the elementary School of 2 Kota Kulon as many as 29 students. The research approach used is a qualitative approach where data collection is done through interviews, observations, questionnaires, and documentation. Techniques and data analysis were carried out through data collection, data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The results of the interview stated that Padlet is a medium that can improve student literacy. From the observations obtained data that the activity of student in literacy has increased. The conclusion of this research is that Padlet can improve student literacy in reviewing books.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan literasi siswa dengan menggunakan Padlet dalam mereviu buku yang dibaca. Hal ini karena hanya sedikit siswa yang mau membaca buku, dan juga tidak adanya keinginan siswa untuk membuat reviu buku disebabkan oleh reviunya yang seperti Y Chart, Ishikawa Fishbone serta Paragraf AIH. Membaca merupakan literasi dasar yang harus dikembangkan untuk menguasai literasi yang lain sehingga literasi ini harus dikuasi dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada kelas 6A Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Kulon sebanyak 29 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, serta dokumentasi. Teknik dan analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif dengan mengorganisasikan, memilih yang penting serta membuat kesimpulan data dengan tahapan analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil wawancara menyebutkan bahwa Padlet merupakan media yang dapat meningkatkan literasi siswa. Dari observasi diperoleh data bahwa aktivitas siswa dalam literasi mengalami peningkatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Padlet dapat meningkatkan literasi siswa dalam mereviu buku
Analisis Tingkat Literasi Digital dan Keterampilan Kolaborasi Siswa dalam Pembelajaran IPA Kelas VII Secara Daring
The purpose of this research was to analyze the profile of digital literacy and student collaboration skills in the online science learning on chapter Interaction of Living Things with the Environment. This research was a descriptive qualitative and conducted from October to November 2019. The instruments were a questionnaire and observation sheet. Both instruments are used to measure the level of digital literacy and collaboration skills. The results obtained were that the students' digital literacy levels were divided into three categories, namely high 69%, medium 18%, and low 13%. Meanwhile, the level of student collaboration skills is also divided into three categories, namely high 72%, medium 23%, and low 7%. The indicators and the item questions from the questionnaires and from the observation sheets can be used as a basis for further research. The conclusion of this research is the digital literacy skill and collaborative skill in the high level with the score of questionnaires and observation sheet.Keterampilan belajar dan keterampilan literasi di abad 21 ini yang dibutuhkan siswa adalah keterampilan kolaborasi dan literasi digital. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat literasi digital dan keterampilan kolaborasi siswa dalam pembelajaran IPA secara daring pada topik Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dan dilakukan pada Oktober s.d. November 2019. Instrumen yang digunakan adalah angket kuesioner dan lembar observasi. Kedua instrumen tersebut dipakai untuk mengukur tingkat literasi digital dan keterampilan kolaborasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu tingkat literasi digitial siswa dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu tinggi 69%, sedang 18%, dan rendah 13%. Sementara itu, tingkat keterampilan kolaborasi siswa juga dibedakan menjadi tiga kategori yaitu tinggi 72%, sedang 23%, dan rendah 7%. Indikator dan item pertanyaan dari angket dan lembar observasi ini dapat dijadikan sebagai landasan untuk penelitian selanjutnya. Simpulan dari penelitian ini adalah keterampilan literasi digital dan keterampilan kolaborasi siswa termasuk dalam kategori tinggi melalui skor yang didapat pada angket dan lembar observasi