Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Strategi Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Penguatan Karakter Mulia
21st century English learning refers to communicative, intercultural competencies, attitudes in the form of self-confidence to be independent and responsible, as well as critical and creative reasoning skills. Creative and interesting digital learning has not been able to reflect the expected English learning achievement targets. This study describes the effectiveness of strengthening noble characters towards optimizing English learning. Classroom Action Research (CAR) using simple qualitative and quantitative methods is used to answer the formulation of this research problem. Observations of students and teachers in the learning process, questionnaires, interviews and documentation of grades were used to collect research data. Researchers use cognitive diagnostic assessment as a preliminary study of research. Observation data of students and teachers are used to answer the optimization of the English learning process. To answer the strengthening of character education in the learning process, the researchers used questionnaire data. Furthermore, interview data after the learning process, documentation of process values and results were used as data triangulation to achieve research validity. Interestingly, this study has a novel value, namely, character strengthening carried out in the English learning process is able to increase the positive behavior of students who are sustainable in the formation of noble character. The increase in the value of the learning process is an implication of changes in the positive behavior of students. Finally, the researcher recommends future research to examine the effectiveness of the text-based approach in cognate subjects.Pembelajaran Bahasa Inggris abad ke 21 merujuk pada kompetensi komunikatif, interkultural, sikap berupa kepercayaan diri untuk mandiri dan bertanggung jawab, serta keterampilan bernalar kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penguatan karakter mulia terhadap optimalisasi pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif sederhana digunakan untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. Observasi peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran, angket, wawancara dan dokumentasi nilai digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Peneliti menggunakan assessment diagnostic kognitif sebagai studi pendahuluan penelitian. Data observasi peserta didik dan guru digunakan untuk menjawab optimalisasi proses pembelajaran Bahasa Inggris. Untuk menjawab penguatan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran, peneliti menggunakan data angket. Data wawancara setelah proses pembelajaran, dokumentasi nilai proses dan hasil digunakan sebagai triangulasi data untuk mencapai validitas penelitian. Peningkatan nilai proses pembelajaran merupakan implikasi dari perubahan perilaku positif peserta didik. Peneliti merekomendasikan penelitian di masa datang untuk meneliti efektivitas pendekatan berbasis teks pada mata pelajaran serumpun
Penggunaan Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Keterampilan Sains Siswa di Sekolah Menengah Pertama
Science process skills are needed by students when learning science so that students can carry out a series of activities as scientists do. This study aims to improve students' ability to formulate problems and hypothesize through guided inquiry learning. This research was conducted using a quantitative method through the mechanism of pre-test and post-test in each learning cycle with a different concept in the odd semester of class VIII Junior Hight School 2 Tanjungsari. The concepts taken in this study are Plant Growth and Development, Respiratory System, and Plant Tissue Functions. There was an increase in cognitive ability from the results of the test and the skills in writing problem formulations and students' hypotheses in that there was an increase in the range of numbers that were not too far away in each cycle. The editorial problem formulation and students' hypotheses showed that there was a relationship between the variables in the study. Student learning participation in groups is getting better, especially when collecting data and discussing data analysis.Keterampilan proses sains diperlukan siswa saat belajar Ilmu Pengetahuan Alam agar siswa dapat melakukan rangkaian kegiatan seperti yang dilakukan para ilmuwan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam merumuskan masalah dan berhipotesis melalui pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui mekanisme tes awal dan test akhir pada setiap siklus pembelajaran dengan konsep yang berbeda di semester ganjil kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Tanjungsari. Konsep yang diambil pada pembelajarn ini adalah, Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, Sistem Pernapasan, serta Fungsi Jaringan Tumbuhan. Terjadi peningkatan kemampuan kognitif dari hasil tes maupun keterampilan menuliskan rumusan masalah dan berhipotesis siswa pada terjadi peningkatan pada rentang angka yang tidak terlalu jauh pada setiap siklusnya. Redaksi rumusan masalah dan hipotesis siswa menunjukkan adanya hubungan variabel-variabel dalam penelitian. Partisipasi belajar siswa dalam kelompok semakin baik terutama saat mengumpulkan data dan diskusi analisis data
Pengaruh Penggunaan Media Powerpoint Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa
Learning media has a considerable influence in the learning process. on interest in learning and student learning outcomes in science learning. This type of research is a quantitative research design with a Quasi-experiment design: One-Group Pre-test-Post-test Design with one type of treatment. The research design used Pre-test-Post-test Design. The subjects of this study were all grade IV B students of SD Negeri Teratak in the 2021/2022 academic year. The data obtained consisted of data on interest in learning scores and scores of science learning outcomes for experimental group students. The instrument used is a learning interest questionnaire and a science learning outcome test. The data were analyzed to determine the effect of Powerpoint media on students' interest in learning and student learning outcomes based on pretest and post-test in the experimental group. Interest in learning science in grade IV SD Negeri Teratak increased by 67.65%, namely from the result of the difference in the percentage before learning and after learning. Meanwhile, the science learning outcomes of the fourth grade students of SD Negeri Teratak increased by 52.94% from the difference in the percentage before and after learning. There is an influence of Power-point media on learning interest and science learning outcomes for class IVB students at SD Negeri Teratak in the 2021/2022 academic year.Media pembelajaran memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pembelajaran terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi-experiment design: One-GroupPre-test-Post-test Design dengan satu macam perlakuan. Rancangan penelitian menggunakan Pre-test-Post-test Design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas IV B SD Negeri Teratak Tahun Ajaran 2021/2022. Data yang diperoleh terdiri atas data skor minat belajar dan skor hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar dan tes hasil belajar IPA. Data dianalisis untuk mengetahui pengaruh media Powerpoint terhadap minat belajar siswa dan hasil belajar siswa berdasarkan pretest dan post-test pada kelompok eksperimen. Minat belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Teratak meningkat 67,65% yaitu dari hasil selisih persentase sebelum pembelajaran dan sesudah pembelajaran. Sedangkan, Hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Teratak meningkat 52,94% dari selisih persentase sebelum dan sesudah pembelajaran. Terdapat pengaruh media Power-point terhadap minat belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas IVB SD Negeri Teratak Tahun Pelajaran 2021/2022
Supervisi Klinis Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Memahami Bahan Ajar di Sekolah
Teaching materials are something that is meaningful to students and teachers. This study aims to improve the teacher's understanding ability about teaching materials using clinical supervision of teachers at SMP Negeri 2 Satap Tabongo. This study uses a quantitative method with data collection techniques namely observation and documentation, with data analysis techniques that describe in detail the planning, implementation and observation. The results of this study indicate that clinical supervision can improve the ability of SMP Negeri 2 Satap Tabongo teachers to understand teaching materials. This can be seen from the 5 indicators of mastery of teaching materials, namely the ability to (a) plan teaching materials, (b) organize teaching materials, (c) choose teaching materials according to the needs and characteristics of students, (d) collaborate teaching materials with other learning sources , and (e) using teaching materials in the learning process.Bahan ajar merupakan sesuatu yang bermakna bagi peserta didik maupun guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman guru tentang bahan ajar dengan menggunakan supervisi klinis pada guru di SMP Negeri 2 Satap Tabongo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yakni pengamatan dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu menjabarkan secara rinci perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru SMP Negeri 2 Satap Tabongo dalam memahami bahan ajar. Hal ini tampak dari 5 indikator penguasaan bahan ajar yaitu kemampuan (a) merencanakan bahan ajar, (b) mengorganisasikan bahan ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, (d) mengolaborasikan bahan ajar dengan sumber belajar lain, dan (e) menggunakan bahan ajar dalam proses pembelajaran
Penerapan Media Pembelajaran Visual Berbantuan Gambar Representatif untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik
The begining of this research is the observation result of social science education teacher regarding the low skill students’ critical thinking in social science education learning activity class. The goal of this research is knowing the activity of social science education learning using learning tool with representative picture done by the teacher for improving critical thinking skills of VII 6 students of SMP Negeri 5 Padang. The method used in this study is Classroom Action Research (CAR), referring to Kurt Lewin’s approach that having four steps those are planning, action, observation, and reflection. The research as conducted collaboratively by the reseacher and teachers of social science education subject in three cycles. The research result showed that there is an improvement in every indicators of one, two and three cycle. It showed that using learning tool with representative picture can have positive relation with students’ critical thingking in social science education subject in VII 6 class of SMP Negeri 5 Padang.Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil observasi guru terhadap kondisi peserta didik yang memiliki kekurangan pada keterampilan berpikir kritis dalam kegiatan pembelajaran IPS di kelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS menggunakan media berbasis visual berbantuan gambar representatif yang dilakukan guru untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII 6 SMP Negeri 5 Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas yang merujuk pada pola tindakan model Kurt Lewin yaitu penelitian tindakan yang terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru mitra mata pelajaran IPS sebanyak tiga siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pada setiap indikatornya dari siklus satu, dua, dan tiga. Hal ini menunjukan bahwa melalui penerapan media pembelajaran berbasis visual berbantuan gambar representatif memiliki hubungan yang positif terhadap keterampilan berpikir secara kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas VII 6 SMP Negeri 5 Padang
Peningkatan Kemampuan Kolaborasi dan Literasi Digital Melalui Penugasan E-Mind Mapping Berbantuan Google Slide
Research is a Classroom Action Research that aims to improve students’ collaboration skills and digital literacy through e-mind mapping assisted by google slides in class IX students of Junior High School in social studies subjects. Increasing collaboration and digital literacy skills are essential to support 21st-century learning. Data collection uses observations and questionnaires to address as many as 28 students of class IX-A at State Junior Hight School 11 Kota Bima. The Observer will observe students' collaboration abilities, while students will fill out a questionnaire to determine the level of students’ digital literacy skills. Data analysis used quantitative data analysis in the form of the average results of each variable. The results showed an increase in the collaboration ability score from 79 in cycle 1 to 83 in cycle 2, the score category remained in the “High” category, and the Student's digital literacy skills also increased from 66 in cycle 1 to 72 in cycle 2, which was also accompanied by a change in indicators from “Enough” to “Good”.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan literasi digital siswa melalui penugasan e-mind mapping berbantuan Google Slide pada siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Peningkatan kemampuan kolaborasi dan literasi digital sangat penting untuk mendukung pembelajaran abad 21. Pengumpulan data menggunakan observasi dan angket kepada subyek sebanyak 28 siswa kelas IX-A Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Kota Bima. Observer mengamati kemampuan kolaborasi siswa, sedangkan siswa mengisi angket untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi digital siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis data kuantiitatif berupa hasil rerata dari masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan skor kemampuan kolaborasi dari skor 79 pada siklus 1 menjadi 83 pada siklus 2, namun demikian kategori skor tersebut tetap berada pada kategori “Tinggi”. Sedangkan kemampuan literasi digital siswa juga meningkat dari skor 66 pada siklus 1 menjadi 72 pada siklus 2 diikuti dengan perubahan indikator dari “Cukup” menjadi “Baik”
Implementasi Saintifik Terintegrasi Make a Match dengan Reward Edugames dalam Pembelajaraan
This research aims to learn about the learning activities of learners in the Scientific Learning Process which is integrated with the “Make a Match” Strategy and “Reward Education Games” and also to learn about how to apply in the Scientific Learning Process which is integrated with “Make a Match” Strategy and “Reward Education Games’. This study was conducted in class VI SDN 37 Southeast Pontianak with a total of 26 students which consisted of 16 male students and 10 female students in the subject of social studies. The results of the research obtained are learning by innovating the development of a scientific approach that is integrated with “Make a Match” and “Reward Education Games” that are done well to increase the student's learning activities of class VI at SDN 37 Southeast Pontianak. The absorption of students to learning showed there are some students who get scores above the KKM reaching 84.6%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas belajar peserta didik dalam proses pembelajaran saintifik yang terintegrasi dengan model make a match dan reward education games serta mendeskripsikan cara menerapkan pembelajaran saintifik yang terintegrasi dengan model make a match dan reward education games. Penelitian ini dilakukan di kelas VI SDN 37 Pontianak Tenggara dengan jumlah 26 siswa pada mata pelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik yang terintegrasi make a match dan reward education games dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VI SD Negeri 37 Pontianak Tenggara. Daya serap siswa terhadap pembelajaran menunjukkan terdapat nilai di atas KKM mencapai 84,6%
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Hypermedia Interaktif iSpring untuk Meningkatkan Literasi Digital
This study aims to improve students' digital literacy by using a contextual approach with the help of iSpring Interactive Hypermedia. The subjects in this study were fourth grade students at Bukit Indah Singura Remote Elementary School in the 2019/2020 Academic Year. The method used in this study is descriptive qualitative with instruments in the form of questionnaires and observation sheets. The results showed that the basic abilities of digital literacy in the class as a whole were in the high and medium categories with achievements on the ICT usage indicators a percentage of 80%, included in the medium category, students' understanding of information by 88% included in the high category, and the ability to use ICT in learning by 85% with the high category). The average learning outcomes in the knowledge aspect is 80 and all students are able to achieve learning mastery. It can be concluded that students' digital literacy skills increased after participating in learning using a contextual approach with the help of iSpring Interactive Hypermedia.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan berbantuan Hypermedia Interaktif iSpring. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di Sekolah Dasar Terpencil Bukit Indah Singura pada Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa angket kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan dasar literasi digital di kelas secara keseluruhan berada pada kategori tinggi dan sedang dengan capaian pada indikator penggunaan TIK persentase sebesar 80%, termasuk dalam kategori sedang, pemahaman informasi peserta didik sebesar 88% termasuk dalam kategori tinggi, dan kemampuan dalam pemanfaatan TIK dalam belajar sebesar 85% dengan kategori tinggi). Rata-rata hasil belajar pada aspek pengetahuan sebesar 80 dan seluruh peserta didik mampu mencapai ketuntasan belajar. Dapat disimpulkan bahwa keterampilan literasi digital peserta didik meningkat setelah mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatankontekstual dengan berbantuan Hypermedia Interaktif iSpring
Kesulitan Peserta Didik dalam Pembelajaran Matematika Materi Perkalian dan Pembagian di Sekolah Dasar
This research aims to determine students' difficulties in learning mathematics, multiplication and division material in elementary school. The method used is the literature study method. The research subjects are articles and books related to the research topic. The results of this research show that students' difficulties in learning mathematics on multiplication and division in elementary school are caused by a lack of student motivation to learn, using the wrong process, not being careful, not having memorized multiplication and division, feeling bored when learning multiplication and division, not knowing the first steps in working on questions. mathematics stories, not focusing when learning, and misconceptions about multiplication and division. The difficulties faced by students are difficulties in calculations, understanding concepts, differences in place value, differences in arithmetic operation symbols, and understanding mathematical story problems. The solution to overcome these difficulties is that teachers require students to memorize multiplication 15 minutes before starting learning, use singing methods, use mathematics, use fun learning models, and motivate students to increase their interest in learning in class. Parents at home are expected to guide and help children in completing their assignments.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika materi perkalian dan pembagian di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Dengan subjek penelitiannya adalah artikel-artikel dan buku-buku yang berhubungan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika materi perkalian dan pembagian di Sekolah Dasar disebabkan kurangnya motivasi belajar siswa, penggunaan proses yang keliru, kurang teliti, belum hafal perkalian dan pembagian, merasa bosan ketika pembelajaran perkalian dan pembagian, tidak tahu langkah awal mengerjakan soal cerita matematika, tidak fokus ketika pembelajaran, serta misskonsepsi pada materi perkalian dan pembagian. Kesulitan yang dihadapi siswa adalah kesulitan dalam perhitungan, pemahaman konsep, perbedaan nilai tempat, perbedaan simbol-simbol operasi hitung, dan pemahaman soal cerita matematika. Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah guru mewajibkan siswa untuk menghafal perkalian 15 menit sebelum memulai pembelajaran, menggunakan metode bernyanyi, menggunakan jarimatika, menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan, serta memotivasi siswa untuk meningkatkan minat belajarnya di kelas. Orangtua di rumah diharapkan membimbing dan membantu anak dalam menyelesaikan tugasnya
Pengembangan Media Robot Malin Kundang Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar
Among the problems that occurred in class VI of SDN 44 Kalumbuk, Kuranji District, Padang City, West Sumatra Province, were the lack of concrete teaching aids to explain the process of the eclipse and the lack of implementation of differentiation learning. The purpose of this study was to determine the validity, effectiveness, and practicality of the Malin Kundang Robot media in integrated thematic learning in Grade VI Elementary School. The research used the ADDIE Development Research type (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The results of the Malin Kundang Robot media test show that this media is valid, practical, and effective. The effectiveness of this media is evidenced by the increase in student learning outcomes from the average result of 68.57 to 83.33 after using the media.Di antara permasalahan yang terjadi di kelas VI SDN 44 Kalumbuk, Kecamatan Kuranji Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat adalah kekurangan alat peraga konkret untuk menjelaskan proses terjadinya gerhana dan belum diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas, efektifitas dan praktikalitas media Robot Malin Kundang dalam pembelajaran Tematik terpadu di Kelas VI Sekolah Dasar.. Penelitian menggunakan jenis Penelitian Pengembangan ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Hasil pengujian media Robot Malin Kundang menunjukkan media ini valid, praktis dan efektif. Keefektifan media ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar peserta didik dari rata-rata hasil 68,57 menjadi 83,33 setelah menggunakan media tersebu