Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Pengembangan Smart App Creator untuk Meningkatkan Literasi Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar
The reading literacy ability of the fifth grade PAM Pilot State Elementary School students is low because their willingness to read is also low. This study aims to develop learning media to increase students' reading interest. The media developed is the Smart App Creator which contains material on cultural diversity in South Sulawesi Province. This research is for the fifth grade students of the PAM Pilot State Elementary School for the 2020/2021 academic year. This research method is the Research and Development research method referring to the ADDIE development model (analyze, design, development, implementation, evaluation). The results obtained from the response questionnaire are 6 students or 21.43% good category, and 22 students or 78.57% very good category. Students gave a positive response to the Smart App Creator learning media in social studies subjects. The results of the literacy improvement test are 10 students or 35.71% with a score of 100, 5 students or 17.86% with a score of 90, and 13 students or 46,43% with a score of 80. From these results, it can be seen that there is an increase in the literacy of class students. V PAM Pilot State Elementary School uses the Smart App Creator learning media in social studies subjectsKemampuan literasi membaca peserta didikkelas V Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM rendah karena kemauan membacanya mereka juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Media yang dikembangkan adalah Smart App Creator yang berisikan materi keberagaman budaya di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini untuk peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM tahun pelajaran 2020/2021. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian Reseach and Development mengacu pada model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Hasil yang diperoleh dari angket respon yaitu 6 peserta didik atau 21,43% kategori baik, dan 22 peserta didik atau 78,57% kategori sangat baik. Peserta didik memberikan respon yang positif terhadap media pembelajaran Smart App Creator pada mata pelajaran IPS. Hasil tes peningkatan literasi yaitu 10 peserta didik atau 35,71% nilai 100, 5 peserta didik atau 17,86% nilai 90, dan 13 peserta didik atau 46,43% nilai 80. Dari hasil ini dapat diketahui terdapat peningkatan literasi peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri Percontohan PAM menggunakan media pembelajaran Smart App Creator pada mata pelajaran IPS
Efektifitas Gambar dan Diorama untuk Mempelajari Wujud Alam
This study aims to find out the effect diorama media on social studies learning outcomes of 5th grade students at State Elementary School 2 Janturan, Pengasih, Kulon Progo. This study was a quasi experimental design with non-equivalent control group design’s type. Subject in this study was 59 fifth-grade students elementary school. The experimental group was treated with diorama media, while the control group was treated with picture media. Data collection technique were observation, test, and documentation. Descriptive statistic were used to analyse the data in this study with mean test of posttest between the experimental and control group with N-Gain test. Based on the data analyse showed than the mean test of experimental group was 85.36 which was categorized on very good level and the mean test of control group was 78.25 which was categorized on good level. The result of this study supported by the result of N-Gain test from experimental group was bigger than control group the was .7 > .3.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media diorama terhadap hasil belajar kognitif Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Janturan, Pengasih, Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan jenis nonequivalent control group desain. Subjek penelitian ini 59 siswa kelas V Sekolah Dasar. Kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan media diorama, sedangkan kelompok kontrol menggunakan media gambar. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Pada penelitian ini, data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan uji mean dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa rata-rata posttest kelompok eksperimen yaitu 85.36 berada pada kategori sangat baik, sedangkan kelompok kontrol yaitu 78.25 berada pada kategori baik. Hasil penelitian ini didukung hasil uji N-Gain kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol yaitu .7 > .3
Tindak Tutur Ekspresif dalam Gelar Wicara Mata Najwa dan Implikasinya dalam Kegiatan Literasi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia
This research was conducted to examine the form of speech and selection strategies as well as in literacy activities in schools. The aims of this study are (a) to describe the form of expressive speech acts, (b) to describe the strategies for speaking in expressive speech acts, (3) and to imply literacy activities in learning. This type of research is a qualitative research with descriptive method. The data of this research are expressive utterances of speech and speech partners in the speech title of Mata Najwa. Data was collected through the look method. The data analysis technique is carried out, (1) searching, (2) classifying, (3) interpreting, (4) making conclusions about the data that has been analyzed. The results of this study consist of two findings. First, in the speech title Mata Najwa found eight expressive acts, namely (a) thanking, (b) congratulating, (c) sorry, (d) praising, (e) praising, (f) complaining, (g) blame, and (h) insinuate. Second, in the speech title of Mata Najwa in expressive speech acts, four strategies were found, namely (a) the strategy of speaking frankly without further ado, (b) the strategy of speaking frankly with positive politeness, (c) the strategy of speaking in a simple language. -Basic politeness is negative, and (d) speaking vaguely. Based on the results of the study, it can be said that the speech in the Mata Najwa speech title can be used as a literacy activity in learning Indonesian.Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bentuk bertutur dan pemilihan strategi dalam bertutur serta implikasi dalam kegiatan literasi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif, (b) mendeskripsikan strategi bertutur pada tindak tutur ekspresi, dan (c) mengimplikasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan ekspresif penutur dan mitra tutur dalam gelar wicara Mata Najwa. Pengumpulan data menggunakan metode simak. Analisis data dilakukan melalui tahap (1) identifikasi, (2) mengklasifikasi, (3) menginterpretasi, (4) membuat simpulan mengenai data yang telah dianalisis. Hasil penelitian ini terdiri atas dua temuan. Pertama, pada gelar wicara Mata Najwa ditemukan delapan struktur tindak tutur ekspresif, yaitu (1) mengucapkan terima kasih, (2) mengucapkan selamat, (3) mengucapkan maaf, (4) mengkritik, (5) memuji, (6) mengeluh, (7) menyalahkan, dan (8) menyindir. Kedua, pada gelar wicara Mata Najwa dalam tindak tutur ekspresif ditemukan empat strategi bertutur, yaitu (1)strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, (2) strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, (3) strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, dan (4) bertutur secara samar-samar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tuturan dalam gelar wicara Mata Najwa dapat dijadikan sebagai kegiatan literasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia
Program Literasi Berbasis Permainan Siaga Petra untuk Menumbuhkan Sikap Empati Siswa
This study aims to foster an empathetic attitude in grade 1b students in Elementary School of 2 Rejang Lebong through the literacy program based Siaga Petra game. The research method used is Classroom Action Research which is carried out in 3 cycles. The research subjects were students of class 1b Elementary School of 2 Rejang Lebong, totaling 29 people consisting of 15 boys and 14 girls. The instrument of this research is the observation journal of empathy attitude. Empathy observation journal data were analyzed descriptively from the number of occurrences of indicators The results of the research in cycle 1 there are 6 indicators of empathy that appear. Cycle 2 there are 9 indicators of empathy that appear. Cycle 3 there are 9 indicators of empathy that appear. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of the literacy program based Siaga Petra game can foster student empathy.Penelitian ini bertujuan menumbuhkan sikap empati siswa kelas 1b Sekolah Dasar Negeri 2 Rejang Lebong melalui program literasi berbasis permainan Siaga Petra. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjekpenelitian adalah siswa kelas 1b Sekolah Dasar Negeri 2 Rejang Lebong, sejumlah 29 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 14 perempuan.Instrumen penelitian ini adalah jurnal pengamatan sikap empati. Data jurnal pengamatan sikap empati dianalisis secara deskriptif daribanyaknya kemunculan indikator. Hasil penelitian pada siklus1 terdapat 6 indikator sikap empati yang muncul. Siklus 2 terdapat 9 indikator sikap empati yang muncul. Siklus 3 terdapat 9 indikator sikap empati yang muncul. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan program literasi berbasis permainan Siaga Petra dapat menumbuhkan sikap empati siswa
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Implementasi Pembelajaran Proyek Pembuatan Bel Listrik Sederhana
Online learning of science subjects during a pandemic must still pay attention to intellectual abilities, namely the ability to think at a high level so that national education goals can be achieved, one of which is creative thinking. In this best practice, the results of learning innovations using project learning in making simple electric bells with the help of Canva by YPM 3 Taman Middle School students are used as material for analyzing students’ creative thinking abilities. This research involved 33 students of class IX-C at Senior High School YPM 3 Taman. The method used is a quantitative descriptive method. The research data were obtained from observations on the results of project reports from class IX-C students. Based on the observation results, it was found that the original thinking ability of 62.12% was in a good category; the ability to think flexibly by 78.79% is included in the good category; the ability to think smoothly by 56.82% is included in the sufficient category; and detailed thinking skills of 59.85% are included in the sufficient category. It can be concluded that the creative thinking skills of class IX-C students in learning the electric bell-making project assisted by Canva were 64.39% included in the good category.Pembelajaran daring mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di massa pandemi harus tetap memperhatikan kemampuan intelaktual yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai salah satunya adalah berpikir kreatif. Dalam best practice ini, hasil inovasi pembelajaran menggunakan pembelajaran proyek pada pembuatan bel listrik sederhana berbantuan canva oleh siswa SMP YPM 3 Taman dogunakan sebagai bahan analisis kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini melibatkan 33 siswa kelas IX-C Sekolah Menengah Pertama YPM 3 Taman. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi hasil laporan proyek dari siswa kelas IX-C. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa kemampuan berpikir orisinal sebesar 62,12% berada pada kategori baik; kemampuan berpikir luwes sebesar 78,79% termasuk kategori baik; kemampuan berpikir lancar sebesar 56,82% termasuk dalam kategori cukup; dan kemampuan berpikir rinci sebesar 59,85% termasuk dalam kategori cukup. Dapat disimpilkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IX-C dalam pembelajaran proyek pembuatan bel listrik berbantuan Canva sebesar 64,39% termasuk dalam kategori baik
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Aritmetika Sosial Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi
This study aims to improve the mathematics learning outcomes of grade 7 students in Social Arithmetic material at Leilem Christian Junior High School, Sonder District, odd semester of the 2020/2021 Academic Year by using a differentiated learning approach. This research, including classroom action research, was conducted in two cycles and each cycle was held in two meetings. The subjects in this study were 7-grade students consisting of 9 boys and 12 girls. The data collection technique used in this study was in the form of student observation, teacher observation, and learning achievement tests, then the data obtained were analyzed descriptively. The results showed that there was an increase in teacher activity in learning activities in the first cycle an average of 80.65% and an average of 93.18% in the second cycle. Furthermore, in student activity, there was also an increase in learning activities in the first cycle an average of 77.28%, and in the second cycle an average of 90.91%. As for the student learning outcomes test, it was found that there was an increase from cycle I of 76.19% to 90.48% in cycle II. It can be concluded that differentiated learning can improve student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 7 pada materi Aritmetika Sosial di Sekolah Menengah Pertama Kristen Leilem Kecamatan Sonder semester ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini, termasuk penelitian Tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 yang terdiri dari 9 laki-laki dan 12 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi siswa, observasi guru dan tes hasil belajar, selanjutnya data yang diperoleh dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I rata-rata 80,65% dan siklus ke II rata-rata 93,18 %. Selanjutnya, pada aktivitas siswa juga terjadi peningkatan dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I rata-rata 77,28% dan siklus ke II rata-rata 90,91%. Adapun pada tes hasil belajar siswa didapati adanya peningkatan dari siklus I sebesar 76,19% menjadi 90,48% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Tentang Masa Penjajahan Belanda di Indonesia
This study aims to improve student learning outcomes and activities in Social Sciences (IPS) subjects through the Talking Stick type cooperative learning model for fifth graders at SD Negeri Logandeng Karangdadap Pekalongan in 2019/2020. This research is a Classroom Action Research (CAR) with a cycle model that is carried out repeatedly and continuously. The subjects of this study were students of class V, totaling 29 students and the object was the student’s social studies learning outcomes. Methods of data collection is done through observation, tests, and documentation. The data analysis technique was carried out in quantitative descriptive and qualitative descriptive. The results showed an increase in social studies learning outcomes. The increase in learning outcomes can be seen from the students' learning mastery from the average score in the student's initial data, which is 47.24 and has learning mastery of 14% and at the end of the first cycle the average value of students becomes 64.13 with learning mastery to 24% and at the end of the second cycle the average value of students rose to 76.89 with student learning completeness reached 59%. The learning process in the classroom has also increased.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Logandeng Karangdadap Pekalongan Tahun 2019/2020. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 29 siswa dan objeknya adalah hasil belajar IPS siswa. p data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPS. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari rata-rata nilai pada data awal siswa yaitu 47,24 dan memiliki ketuntasan belajar sebesar 14% dan pada akhir siklus pertama nilai rata-rata siswa menjadi 64,13 dengan ketuntasan belajarnya menjadi 24 % dan pada akhir siklus kedua nilai rata-rata siswa naik menjadi 76,89 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 59 %. Proses pembelajaran di dalam kelas juga ikut mengalami peningkatan
Pengembangan Media Belajar Peti Ice Pada Pembelajaran Tematik Siswa Kelas 3 Sekolah Dasar
This research covers the process of developing and evaluating ICE Crate learning media in depth. This problem focuses on the stages of development, design, implementation, and measurement of the effectiveness of these learning media in improving the learning outcomes of grade 3 students in thematic learning. Through the PETI ICE learning media (Innovative Cycle Life and Decorative Thematic Learning), students are expected to be able to experience innovative learning. This study aims to improve student learning outcomes in thematic learning and describe the increase in student learning outcomes in thematic learning. The research methodology is classroom action research (CAR). The model in this study uses the Kemmis and Taggart implementation flow and the researchers use the R & D approach (research and development). The utilization of innovative media "PETI ICE" in thematic learning for grade 3 SD Bosowa Al-Azhar can improve student learning outcomes beyond the standard scores with 2 actions, namely in cycle I and cycle II. The results show that in Pre-Cycle the average score of knowledge is 60.00 and skills is 41.4, in Cycle I average score of knowledge is 76.00 and skills 62.6, in Cycle II the average score of knowledge 88.00 and skills 80.00. These make the innovative media "PETI ICE" able to improve student learning outcomes with a very satisfying percentage.Penelitian ini mencakup proses pengembangan dan evaluasi media belajar Peti ICE secara mendalam. Permasalahan ini fokus pada tahapan pengembangan, desain, implementasi, serta pengukuran efektivitas media belajar tersebut dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 pada pembelajaran tematik. Melalui media pembelajaran PETI ICE (Pembelajaran Tematik Innovative Cycle Life and Decorative) ini siswa diharapkan mampu mengalami pembelajaran yang menarik dan inovatif. Pembuatan media mengandung beberapa unsur bentuk dekoratif dan warna yang menarik perhatian siswa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik dan mendeskripsikan peningkatan hasil hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik Tema 1 Sub-Tema 3. Metodologi penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Model dalam penelitian ini menggunakan alur pelaksanaan PTK Kemmmis dan Taggart dan peneliti menggunakan pendekatan R & D yakni (research and development). Penggunaan media inovatif “PETI ICE” pada pembelajaran tematik kelas 3 SD Bosowa Al-Azhar ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa melebihi standar nilai KKM dengan 2 tindakan yaitu pada siklus I dan siklus II. Pada pra-siklus nilai rata-rata pengetahuan 60,00 dan keterampilan 41,4. Siklus I nilai rata-rata pengetahuan 76,00 dan keterampilan 62,6. Siklus II nilai rata-rata pengetahuan 88,00 dan keterampilan 80,00. Hal ini menjadikan media inovatif “PETI ICE” mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan presentase yang sangat memuaskan
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan E-Book Berbasis Komik untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA
Based on the results of learning observations conducted at Bareng 05 Public Elementary School, Malang City, it was found that the learning outcomes and student activity during science content learning were still not optimal. An alternative solution to this problem is the application of the Problem-Based Learning (PBL) model using comics in the form of e-books. This study uses a classroom action research model from Kemmis & Mc Taggart. Each research cycle consists of planning, acting & observing, reflecting, and revising plan stages. Each cycle carried out two learning activities. The results showed that the application of the Problem-Based Learning model assisted by comic-based e-books could increase the activities and learning outcomes of science content for fourth graders of Bareng Public Elementary School 05. Based on the results of this study, it was suggested that further researchers develop and research e-books as media Learning is made according to the material to be taught.Berdasarkan hasil observasi pembelajaran yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Bareng 05 Kota Malang diperoleh fakta bahwa hasil belajar dan keaktifan siswa selama pembelajaran muatan IPA masih belum maksimal. Alternatif pemecahan masalah tersebut ialah dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan komik berbentuk e-book. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dari Kemmis & Mc Taggart. Setiap siklus penelitian terdiri dari tahap planning, acting & observing, reflecting, dan revisi plan. Setiap siklus dilaksanakan dua kali kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan e-book berbasis komik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar muatan IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Bareng 05. Berdasarkan hasil penelitian ini, dirasakan pada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan dan meneliti e-book sebagai media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan materi yang akan diajarkan
Pengembangan Alat Peraga Denah Berpetak pada Pembelajaran Matematika Materi Translasi Kelas IX Sekolah Menengah Pertama
The development of this teaching aid is based on the fact that students have low learning motivation in the translation material. The material is not related to real life. Students can only memorize and imitate what is exemplified by the teacher so that their independence is not honed well. The use of teaching aid Denah Berpetak to assist students in building concepts and finding solutions to problems related to translation. The development of this teaching aid goes through several stages including: defining, designing, developing, and disseminating. To get the data from the test results, validity sheets, effectiveness sheets, and practicality sheets were used. The results of the data analysis of the test results showed that Denah Berpetak had valid, very practical, and very effective categories. Therefore, the Denah Berpetak teaching aid can be an alternative teaching aid in the Mathematics learning material for translation.Pengembangan alat peraga ini didasarkan pada fakta bahwa peserta didik memiliki motivasi belajar yang rendah pada materi Translasi. Peserta didik hanya bisa menghafal dan meniru apa yang dicontohkan oleh guru sehingga kemandiriannya tidak terasah dengan baik. Penggunaan alat peraga Denah Berpetak untuk membantu peserta didik dalam membangun konsep dan mencari penyelesaian dari persoalan yang berkaitan dengan Translasi. Pengembangan alat peraga ini melalui beberapa tahap di antaranya: mendefinisikan, merancang, mengembangkan, dan mendiseminasikan. Untuk mendapatkan data hasil uji coba digunakan lembar validitas, lembar efektivitas, lembar kepraktisan. Dari analisis data hasil uji coba diketahui bahwa alat peraga denah berpetak memiliki kategori valid, sangat praktis, dan sangat efektif. Oleh sebab itu, alat peraga Denah Berpetak dapat menjadi alternatif alat peraga pada pembelajaran Matematika materi Translasi