Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Hubungan Kemampuan Literasi Digital Guru dengan Learning Loss pada Siswa Sekolah Dasar di Nagari Lima Kaum
The aim of the research is to describe the relationship between teachers' digital literacy abilities and learning loss in elementary school students in Nagari Lima Kaum. The research method is a correlational quantitative method. The population is 83 teachers, while the sample is 64 teachers obtained through stratified random sampling technique. The data analysis technique used a simple linear regression test with the help of the SPSS 22 application. The results showed that there was a relationship between teachers' digital literacy skills and learning loss in elementary school students, with sig. 0.014 < 0.05, with the contribution of the teacher's digital literacy ability to reduce learning loss in elementary school students by 9.4%, and leads to the negative, meaning that the higher the teacher's digital literacy ability, the learning loss in students will decrease, conversely the lower the ability teacher's digital literacy, the learning loss in students will be higher. So it can be concluded that in this study H0 was rejected and H1 was accepted, so it can be concluded that there is a significant relationship between teachers' digital literacy skills and learning loss in elementary school students in Nagari Lima Kaum.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan literasi digital guru dengan learning loss pada siswa sekolah dasar di Nagari Lima Kaum. Metode penelitian adalah metode kuantitatif korelasional. Populasi sebanyak 83 guru, sedangkan sampelnya 64 orang guru yang diperoleh melalui teknik pengambilan stratified random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan literasi digital guru dengan learning loss pada siswa sekolah dasar, dengan nilai sig. 0,014 < 0,05, dengan kontribusi kemampuan literasi digital guru menurunkan learning loss pada siswa sekolah dasar sebesar 9,4%, dan arah hubungannya negatif, artinya semakin tinggi kemampuan literasi digital guru, maka learning loss pada siswa akan menurun, sebaliknya semakin menurun kemampuan literasi digital guru, maka learning loss pada siswa akan semakin tinggi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan literasi digital guru dengan learning loss pada siswa sekolah dasar di Nagari Lima Kaum
Implementasi Pengembangan Infografis Terintegrasi sebagai Media dan Suplemen Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar
Learning English requires innovation as a form of learning adaptation to the current changing times, namely the adaptation period for new habits after the Covid-19 intervention. One form of learning innovation is through the development of learning media. The focus of this research is to describe the implementation of integrated infographic learning media with learning videos resulting from the design and development of researchers for learning English in elementary schools. The narrative inquiry method with a qualitative approach is the basis used for this research. Data collection techniques through interviews, observation and assisted by literature study. Learning English is carried out in class IV at SDN Ceungceum, Tasikmalaya Regency by applying a scientific learning model utilizing integrated infographic learning media with the advantage of helping to understand the concept of Types of Energy Sources as well as being used as an addition and extension of insight after learning. The integrated infographic media is designed by adding a QR code and a connected link to learning videos. The response of the students was very enthusiastic during the learning process. Learning outcomes are shown by discussion activities, presentations, and tests to make sentences get very good resultsPembelajaran Bahasa Inggris memerlukan inovasi sebagai bentuk adaptasi pembelajaran pada perubahan zaman saat ini yakni masa adaptasi kebiasaan baru pasca intervensi Covid-19. Salah satu bentuk inovasi pembelajaran melalui pengembangan media pembelajaran. Fokus penelitian ini untuk menguraikan implementasi media pembelajaran infografis terintegrasi dengan video pembelajaran hasil perancangan dan pengembangan peneliti terhadap pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Metode narrative inquiry dengan pendekatan kualitatif menjadi landasan yang digunakan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta dibantu studi kepustakaan. Pembelajaran Bahasa Inggris dilakukan di kelas IV SDN Ceungceum Kabupaten Tasikmalaya dengan menerapkan model pembelajaran saintifik memanfaatkan media pembelajaran infografis terintegrasi dengan kelebihan membantu pemahaman konsep Types of Energy Sources juga dijadikan penambah dan perluasan (suplemen) wawasan selepas pembelajaran. Media infografis terintegrasi dirancang dengan menambahkan QR code dan link sebagai penghubung video pembelajaran. Respons peserta didik sangat antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil belajar ditunjukkan dengan kegiatan diskusi, presentasi, dan tes membuat kalimat memperoleh hasil sangat baik
Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Guru pada Masa Pandemi Covid-19
During the Covid-19 pandemic, learning at school was replaced by learning from home through distance learning by online. For this reason, teacher competence in internet technology is absolutely necessary. The purpose of this research for to get an in-depth picture and provide empirical evidence on the effect of competence on teacher performance Covid-19 pandemic and carried out in the semester II of the 2020/2021 school year at SMP Negeri 23 Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan province by using 13 teachers as a sample. The research uses quantitative methods with data collection techniques through questionnaires. The questionnaire is a closed questionnaire using a Likert scale. Data were analyzed through univariate analysis, linear regression analysis with t test and coefficient of determination (R2), and product moment correlation test from Karl Pearson, done with the help of SPSS Version 16.0 program. Based on the results and discussion, it is concluded that personality, social, pedagogical, and professional competence of teachers at SMP Negeri 23 Hulu Sungai Tengah are in line with teacher performance, especially in planning and carrying out learning, as well as carrying out assessments during the Covid-19 period. This is evidenced by the results of hypothesis testing with an rcount of 0.685 > rtable 0.553 at a significance level of 5% with an effect of 90.40% and 9.60% other influenced by other factors.Pada masa pandemi Covid-19 pembelajaran di sekolah digantikan dengan belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh secara online. Untuk itu kompetensi guru terhadap teknologi internet mutlak diperlukan. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran mendalam dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kompetensi terhadap kinerja guru masa pandemi Covid-19 dan dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SMP Negeri 23 Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan 13 orang guru sebagai sampel. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket. Angket yang digunakan berupa angket tertutup dengan menggunakan skala likert. Data dianalisis melalui analisis univariat, analisis regresi linier dengan Uji t dan koefisien determinasi (R2), serta uji korelasi product moment dari Karl Pearson, dilakukan dengan bantuan program SPSS Versi 16.0. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian, sosial, dan pedagogik serta profesional guru di SMP Negeri 23 Hulu Sungai Tengah sejalan dengan kinerja guru terutama dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran, serta melaksanakan penilaian pada masa Covid-19. Hal ini dibuktikan dari hasil uji hipotesis dengan nilai rhitung 0,685 > rtabel 0,553 pada taraf signifikansi 5% dengan pengaruh sebesar 90,40% dan 9,60% lainnya dipengaruhi oleh faktor lainnya
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan E-Modul Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Volume Bangun Ruang
Based on learning observations conducted at Siman 1 Public Elementary School, Ponorogo Regency obtained that the mathematical understanding of grade 5 in determining the volume of geometric volume was not satisfactory. An alternative solution to solve this problem was implementation of Problem Based Learning assisted by interactive e-module. This study aims to describe students’ mathematical understanding on the geometric volume in grade 5. This study used classroom action research from Kemmis & McTaggart. This research has been carried out in three cycles, each cycle was 3x35 minutes long. The result of the study indicated an improve in mathematical understanding, in cycle 1 the percentage of classroom completeness showed 58%, in cycle 2 up to 71%, and in cycle 3 became 79%. Therefore, implementation of Problem Based Learning assisted by interactive e-module could improve students’ mathematical understanding in geometric volumeBerdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Siman Kabupaten Ponorogo, diperoleh data bahwa pemahaman matematis siswa dalam menentukan bangun ruang belum maksimal. Alternatif penyelesaian masalah tersebut yaitu penerapan Problem Based Learning berbantuan e-modul interaktif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman matematis siswa kelas 5 pada materi volume bangun ruang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis & McTaggart. Tiap siklus dilaksanakan dalam satu kali kegiatan pembelajaran dengan durasi 3x35 menit. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman matematis pada siklus 1 persentase ketuntasan 58%, siklus 2 meningkat menjadi 71%, dan siklus 3 mencapai 79%. Oleh karena itu, penerapan Problem Based Learning berbantuan e-modul interaktif dapat meningkatkan pemahaman matematis siswa kelas 5 pada materi volume bangun ruang
Peningkatan Pemahaman Materi Teks Nonfiksi Menggunakan Media Sway Office 365
During a pandemic like this, all efforts will be made of course in accordance with the procedures in the education system in terms of the learning process carried out by a remote system using an online network. Since learning from home (BDR) has been implemented, face-to-face opportunities with students do not occur, while knowledge transfer must continue. This research is based on problems conducted online in Class IV SDN Sawunggaling VII/388 as follows: (a How are teacher and student activities in an effort to increase student understanding of non-fiction text material for Indonesian language lessons theme 5 using Sway Office 365 media (b) What are the results learning in an effort to increase students' understanding when the non-fiction text material for Indonesian language lessons theme 5 uses Sway Office 365 media? This study uses classroom action with the result that there is an increase in teacher and student activity so that the impact on student learning outcomes has increased from cycle I to cycle II, namely, cycle I (70.96%), and cycle II (93.55%). The conclusion of this study is that Sway Office 365 media can have a positive effect on online student learning activities and outcomes.Dalam masa pandemi seperti ini segala upaya akan dilakukan tentu sesuai dengan prosedur dalam sistem pendidikan dalam hal proses pembelajaran yang dilakukan dengan sistem jarak jauh menggunakan jaringan online. Sejak diterapkannya pembelajaran dari rumah (BDR) maka kesempatan tatap muka dengan siswa tidak terjadi, sementara transfer pengetahuan harus tetap berlangsung. Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang dilakukan secara online di Kelas IV SDN Sawunggaling VII/388 sebagai berikut: (a Bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam upaya peningkatan pemahaman siswa materi teks non fiksi pelajaran bahasa Indonesia tema 5 menggunakan media Sway Office 365 (b) Bagaimanakah hasil belajar dalam upaya peningkatan pemahaman siswa saat materi teks non fiksi pelajaran bahasa Indonesia tema 5 menggunakan media Sway Office 365? Penelitian ini menggunakan tindakan kelas dengan hasil terdapat peningkatan aktivitas guru dan siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai II yaitu, siklus I (70.96%), siklus II (93.55%). Simpulan dari penelitian ini adalah media Sway Office 365 dapat berpengaruh positif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa secara online
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Project Based Learning
The purpose of this research is to increase the activity and learning outcomes of mathematics by applying the project based learning model of group discussion methods in class V.A SDN 02 Payakumbuh. This type of research is Classroom Action Research carried out based on class action research steps with two cycles. The research data is in the form of test results, learning observations, field notes, and documentation of each learning improvement action. The source of research data is the process of learning activities from the researched subjects, namely teachers and students in class V.A, totaling 32 people. The results of this study can be seen from the recapitulation of the increased activity of students from pre-cycle to cycle II of 16.01%. Then experienced an increase of 18.02%. The learning outcomes of the knowledge aspect increased from 61.25 to 77.50 in cycle I, increased again to 88.75 in cycle II with an increase of 11.25%. The learning outcomes of the skills aspect obtained an average of 70.23 in pre-cycle, increasing to 82.50 in cycle II with an increase of 29.69%. It can be concluded that the application of the project based learning model in mathematics lessons can increase student activity and learning outcomes.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika dengan menerapkan model project based learning metode diskusi kelompok di kelas V.A SDN 02 Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan berdasarkan langkah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Data penelitian berupa hasil tes, observasi pembelajaran, catatan lapangan, dan dokumentasi dari setiap tindakan perbaikan pembelajaran. Sumber data penelitian adalah proses kegiatan pembelajaran dari subjek terteliti, yakni guru dan peserta didik kelas V.A yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari rekapitulasi peningkatan aktivitas peserta didik dari pra siklus sampai ke siklus II sebesar 16,01%. lalu mengalami peningkatan sebesar 18,02%. Hasil belajar aspek pengetahuan mengalami peningkatan dari 61,25 menjadi 77,50 di siklus I, meningkat lagi menjadi 88,75 pada siklus II dengan peningkatan sebesar 11,25%. Hasil belajar aspek keterampilan memperoleh rata-rata 70,23 pada pra siklus meningkat menjadi 82,50 pada siklus II dengan peningkatan sebesar29,69%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning pada pelajaran matematika dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Nearpod pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
This study aims to determine how effective the use of Nearpod media is based on motivation and learning outcomes of 11th grade students of Beauty Vocational School Taruna Terpadu 2. The research method used is a qualitative descriptive method supported by quantitative data. The data obtained in this study were based on the results of the scores contained in the Nearpod application and the results of manual tests (pretest – posttest) and written questionnaires (questionnaire) conducted online. The subjects of this study were 11th grade beauty students at Vocational School Taruna Terpadu 2 Bogor, totaling 14 people. Based on the results and discussion in this study, in the use of Nearpod media, student motivation and learning outcomes have increased, so it can be concluded that the use of Nearpod learning media is effectively used in the Indonesian Language class 11 Beauty class at Vocational School Taruna Terpadu 2 Bogor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan media Nearpod berdasarkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas 11 Kecantikan Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Terpadu 2 Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan didukung data kuantitatif. Data diperoleh dalam penelitian ini berdasarkan hasil skor yang terdapat dalam aplikasi Nearpod dan hasil test manual (pretest – posttest) serta kuesioner (angket) tertulis yang dilakukan secara online. Subjek penelitian iniadalah siswa kelas 11 Kecantikan Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Terpadu 2 Bogor yang berjumlah 14 orang. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini, dalam penggunaan media Nearpod motivasi dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan, jadi dapat disimpulkan penggunaan media pembelajaran Nearpod efektif digunakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 11 Kecantikan Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Terpadu 2 Bogor
Metode SITUTE Berbasis Kabel STEM untuk Melatih Keterampilan dan Kreativitas Siswa di Masa Pandemi
This study aims to describe the implementation of the STEM learning process and the achievement of STEM learning through the SITUTE method to train the skills and creativity of class IX A students of State Junior High School 1 Brebes semester 2 of the 2020/2021 academic year. This research was conducted on class IX A students at State Junior High School 1 Brebes Semester 1 for the 2020/2021 academic year. The research data is in the form of scores of students’ skills and creativity. Data collection techniques in the form of tests and non-tes. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively. The results of the study show that STEM learning through the SITUTE method can be implemented properly according to the learning implementation plan (RPP). Students’ skills in STEM learning through the SITUTE method are trained on aspects of identity, tools and materials, work methods, product appearance, packaging appearance with an average achievement of 81.4%. Students’ creativity is trained on aspects of new products, new procedures, originality, environmentally friendly, and promotional techniques with an average achievement of 69%. STEM learning through the SITUTE method can be used as an alternative in training students’ skills and creativity.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan proses pembelajaran STEM serta ketercapaian pembelajaran STEM melalui metode SITUTE untuk melatih keterampilan dan kreativitas siswa kelas IX A Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Brebes semester 2 tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IX A Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Brebes Semester 1 tahun pelajaran 2020/2021. Data penelitian berupa skor keterampilan dan kreativitas siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes dan nontes. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM melalui metode SITUTE dapat dilaksanakan dengan baik sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Keterampilan siswa dalam pembelajaran STEM melalui metode SITUTE dilatih pada aspek identitas, alat dan bahan, cara kerja, tampilan produk, tampilan kemasan dengan ketercapaian rata-rata sebesar 81,4%. Kreativitas siswa dilatih pada aspek produk baru, prosedur baru, orisinilitas, ramah lingkungan, dan teknik promosi dengan ketercapaian rata-rata sebesar 69%. Pembelajaran STEM melalui metode SITUTE dapat dijadikan sebagai alternatif dalam melatih keterampilan dan kreativitas siswa
Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Students with Attention Deficit and Hyperactivity Disorders (GPPH) find it difficult to learn conventionally because students tend to be hyperactive and have difficulty concentrating on the learning process. This affects the learning outcomes of students, especially in regular schools that organize inclusive education programs. This research is a Classroom Action Research (CAR) which aims to improve the learning outcomes of GPPH students through differentiation learning in class V. This research uses a qualitative research method through the distribution of instruments to research subjects of GPPH students in class V of Srirahayu Public Elementary School in the 2021 academic year/ 2022. The results showed that there was an increase in the mastery of GPPH students' learning outcomes from pre-cycle, implementation of cycle I, and cycle II. The results of the analysis of student learning outcomes in the pre-cycle revealed that there were no GPPH students who achieved mastery in Civics, Indonesian Language, Mathematics, Science, Social Sciences and SBdP subjects. In cycle I there was an increase in mastery of learning outcomes by 100% of GPPH students in Civics subjects, and 50% of GPPH students in Indonesian, Social Studies and SBdP subjects. In cycle II there was an increase in learning completeness of GPPH students up to 100% in all subjects. This shows that differentiated learning can improve the learning outcomes of GPPH students.Peserta didik dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Dan Hiperaktivitas (GPPH) sulit untuk belajar secara konvensional karena peserta didik cenderung hiperaktif dan sulit berkonsentrasi terhadap proses pembelajaran. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, terutama di sekolah reguler yang menyelenggarakan program pendidikan inklusi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik GPPH melalui pembelajaran berdiferensiasi di kelas V. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pembagian instrumen kepada subjek penelitian peserta didik GPPH di kelas V Sekolah Dasar Negeri Srirahayu tahun pelajaran 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar peserta didik GPPH dari prasiklus, pelaksanaan siklus I, dan siklus II. Hasil analisis hasil belajar siswa pada prasiklus diketahui tidak ada peserta didik GPPH yang mencapai ketuntasan belajar pada mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial maupun SBdP. Pada siklus I terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar sebesar 100% peserta didik GPPH pada mata pelajaran PPKn, dan 50% peserta didik GPPH pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS dan SBdP. Pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan belajar peserta didik GPPH hingga 100% pada semua mata pelajaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik GPPH
Keterampilan Menulis Puisi dengan Penguatan Karakter Melalui Teknik Sanggam Riska
This article is based on good practice on how to integrate strengthening character education through the “Sanggam Riska” technique with the aim of improving poetry writing skills for grade VIII junior high school students. It was found that there were indications of a student's lack of courtesy, both to fellow students and to the teacher. The "Sanggam Riska" technique is a technique of stimulating the image of the gathering of words in groups. Learning with the "Sanggam Riska" technique can significantly improve students' ability to choose words, figure of speech, and rhyme in writing poetry for students at SMP N 1 Kemranjen which has implications for increasing literary learning achievement by strengthening character education. Strengthening character education in the form of cooperation in word contributions, patiently waiting for their turn, and self-confidence was clearly seen when students had group discussions.Artikel ini diangkat dari praktik baik cara mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter melalui teknik “Sanggam Riska” dengan tujuan meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa kelas VIII SMP. Ditemukan adanya indikasi sikap kurang santun siswa baik pada sesama siswa maupun pada guru. Teknik “Sanggam Riska” yaitu teknik rangsang gambar arisan kata secara berkelompok. Pembelajaran dengan teknik “Sanggam Riska” ini dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan siswa dalam memilih kata, majas, dan rima dalam menulis puisi para siswa di SMP N 1 Kemranjen yang berimplikasi pada meningkatnya prestasi belajar sastra dengan menguatkan pendidikan karakter. Penguatan pendidikan karakter berupa kerja sama dalam iuran kata, sabar menunggu giliran, dan percaya diri telah terlihat dengan jelas pada saat siswa berdiskusi kelompok