Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
    385 research outputs found

    Mewujudkan Peserta Didik Terampil dan Mandiri Melalui Kewirausahaan di Sekolah Satu Atap

    Get PDF
    The One Roof School is the Government's innovation in the compulsory education program in Remote, Scattered, and Isolated areas. One of the programs to create skilled and independent students is the entrepreneurship program. This research is field research with a case study method taken from the best experience conducted by school principals. This research was conducted at the Tambelang One Roof Public Junior High School, Bekasi, West Java for the 2019/2020 academic year. During implementation, students are observed and measured using an instrument sheet, this aims to measure the skilled and independent attitudes of students. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis method. Based on the results of data analysis in the field, it was found that after the implementation of the program, the number of students who were quite skilled to very skilled became 98% or as many as 63 children, with an increase of 86%. Independence increased to 95%, from only 3 people to as many as 64 people. In conclusion, through the direct practice of business activities in schools, students can experience, examine, and understand the concept of entrepreneurship so as to shape students' entrepreneurial attitudes and mentality, namely being skilled and independent.Sekolah Satu Atap merupakan inovasi Pemerintah dalam program wajib belajar pada daerah Terpencil, Terpencar, dan Terisolir (3T). Salah satu program untuk mewujudkan peserta didik yang terampil dan mandiri adalah melalui program kewirausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode studi kasus yang diambil dari pengalaman terbaik (best practice) yang dilakukan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Atap Tambelang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tahun pelajaran 2019/2020. Selama pelaksanaan, peserta didik diamati dan diukur menggunakan lembar instrumen, ini bertujuan untuk mengukur sikap terampil dan mandiri peserta didik. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data di lapangan diperoleh data bahwa sesudah pelaksanaan program jumlah peserta didik yang cukup terampil hingga sangat terampil menjadi 98% atau sebanyak 63 anak, dengan peningkatan sebesar 86%. Kemandirian meningkat menjadi 95%, dari hanya 3 orang menjadi sebanyak 64 orang. Kesimpulannya, dengan praktik langsung kegiatan usaha di sekolah peserta didik dapat merasakan, menelaah, dan memahami konsep kewirausahaan sehingga membentuk sikap dan mental kewirausahaan peserta didik yaitu terampil dan mandiri

    Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Media Augmented Reality untuk Meningkatkan Hasil dan Kemandirian Belajar

    Get PDF
    This research aims to improve learning outcomes and student learning independence by applying a problem-based learning model assisted by augmented reality media in III grade students at SD Negeri 5 Sebatu. This research is a classroom research action conducted in two cycles. The research subjects were III grade students, the total number of the students were 24 students. The object of the research is a problem-based learning model assisted by augmented reality media, learning outcomes and learning independence. The data in the research were collected by test and observation methods. Data were analyzed using descriptive statistical and quantitative descriptive analysis methods. Based on the results of data analysis, the average percentage of students cognitive learning outcomes in cycle I was 67.08% (moderate category), increasing to 81.25% (high category) in cycle II. The results of observations of learning independence cycle I meeting 1were in the "low" category and meeting 2 was in the "moderate" category. Whereas in cycle II meeting 1 and meeting 2 were categorized as "high". Based on the results of the research, it can be concluded that the application of the problem-based learning model assisted by augmented reality media can improve learning outcomes and learning independence of the III grade students.Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantuan media augmented reality pada siswa kelas III SD Negeri 5 Sebatu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas III yang berjumlah 24 siswa. Objek penelitian adalah model pembelajaran problem based learning berbantuan media augmetd reality, hasil belajar dan kemandirian belajar. Data dalam penelitian  dikumpulkan dengan metode tes dan observasi. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan persentase rata-rata hasil belajar aspek kognitif  siswa pada siklus I adalah 67,08% (kategori  sedang), meningkat menjadi 81,25% (kategori tinggi) pada siklus II. Hasil observasi kemandirian belajar siklus I pertemuan 1 terkategori “rendah” dan pertemuan 2 terkategori “Sedang”, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2terkategori “tinggi”. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model  pembelajaran problem based learning berbantuan media augmented reality dapat meningkatkan hasil belajar dan kemandirian belajarsiswa kelas III

    Pengembangan Model Pembelajaran Peradilan Mini dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar PKn Siswa

    Get PDF
    Citizenship education is a learning content that prepares students to be able to face the challenges of the 21st century as a nation. The aim of this research is to design a mini learning development model to increase student activity. This learning model is a miniature of the conference process which is designed so that students compete in arguments to solve problems. The development research method was carried out using ADDIE research (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations) and was applied in 23 students class V of SDN 01 Muara Satu as samples. There are two instruments used: 1) a validation sheet to assess the feasibility of the learning model given to two experts and 2) an observation sheet to assess student activities which consists of six activities. The resulting data was analyzed using a percentage index. The results that 1) the learning model is feasible with an average of 71.5% and can be implemented in class and 2) this model can increase student learning activity, that the average student activity has increased from 72.80% to 87.10 % or an increase of 14.3%. So the conclusion that the mini lesson model can increase student learning activitiesPendidikan kewarganegaraan (PKn) merupakan muatan pembelajran yang menyiapkan siswa untuk mampu menghadapi tantangan abad 21 dalam bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain pengembangan model pembelajaran peradilan mini guna meningkatkan aktivitas siswa sehingga mampu membangun sendiri pengetahuannya. Model pembelajaran ini merupakan miniatur dari proses persidangan yang didesaian agar siswa beradu argument dalam menyelesaikan permasalahan. Metode penelitian pengembangan dilakukan dengan penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations) dan diterapkan di kelas V SDN 01 Muara Satu yaitu sebanyak 23 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu: 1) lembar validasi guna menilai kelayakan model pembelajaran yang diberikan kepada dua ahli dibidang perencanaan pembelajaran dan 2) lembar observasi guna menilai aktivitas siswa yang terdiri atas enam buah aktivitas. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan indeks persentase. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa 1) model pembelajaran layak dengan rata–rata 71,5% dan dapat diimplementasikan di kelas dan 2) model ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yaitu bahwa rata–rata aktifitas siswa mengalami peningkatan dari 72,80% menjadi 87,10% atau mengalami peningkatan sebesar 14,3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran peradilan mini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn

    Analisis Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the factors causing learning difficulties of public elementary school students No. 1 Pesaku in learning science lessons. This research method uses a qualitative descriptive method, where the research instruments are teacher and student interviews, questionnaires, documentation and student daily test scores. After teaching and learning activities, interviews were conducted to see students' learning abilities and the teacher's constraints in delivering the material. Questionnaire to identify student learning difficulties. Daily test scores are used to determine the extent of student learning problems. Documentation as supporting and complementary data for the use of observation and interview methods. The subjects of this research were the fifth grade students of SD No. 1 pesaku together with the homeroom teacher. The results of this study indicate that the causes of student learning difficulties consist of two factors, namely internal factors, namely student interest in learning, students' attitudes towards learning and study habits, while external factors are parents' attention to learning, the student's learning activities are lacking, the condition of the school environment and media or tools available in schools are inadequate.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa sekolah dasar negeri No. 1 Pesaku dalam mempelajari pelajaran IPA. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan insturmen penelitiannya adalah wawancara guru dan siswa, angket, dokumentasi dan nilai ulangan harian siswa. Setelah kegiatan belajar mengajar, dilakukan wawancara untuk melihat kemampuan belajar siswa dan kendala guru dalam menyampaikan materi. Angket untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa. Nilai nilai ulangan harian digunakan untuk mengetahui sejauh mana masalah belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 1 Pesaku bersama dengan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal yaitu minat belajar siswa, sikap siswa terhadap belajar dan kebiasaan belajar, faktor eksternal adalah perhatian orang tua terhadap pembelajaran, kegiatan belajar siswa tersebut yang kurang, kondisi lingkungan sekolah dan media atau alat bantu yang tersedia di sekolah kurang memadai

    Pembelajaran Data Science di Sekolah Dasar Terhadap Kemampuan Literasi Matematika Siswa

    Get PDF
    This research aims to determine the impact of data science learning on elementary school students’ mathematical literacy abilities. Data science has become an important aspect of today’s world of information and technology. Therefore, implementing data science learning at the elementary level can influence the mathematical literacy of students who are still in the early stages of learning. This research uses a qualitative approach with the SLR (Systematic Literature Review) method to collect, evaluate, and synthesize previous research and review the relationship between data science learning and students' mathematical literacy abilities at the elementary level. The research results show that data science learning can provide an increase in students' mathematical literacy at the basic level in the form of understanding mathematical concepts, data analysis, and problem-solving. However, several studies have also identified challenges in integrating data science learning into the elementary school curriculum. This research has contributed to developing more modern and relevant mathematics teaching strategies in an era that is increasingly connected to data.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran data science terhadap kemampuan literasi matematika siswa sekolah dasar. Data science telah menjadi aspek penting dalam dunia informasi dan teknologi saat ini. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran data science di tingkat dasar dapat mempengaruhi literasi matematika siswa yang masih dalam tahap awal pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode SLR (Systematic Literature Review) untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian sebelumnya serta meninjau adanya hubungan antara pembelajaran data science dan kemampuan literasi matematika siswa di tingkat dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran data science dapat memberikan peningkatan terhadap literasi matematika siswa di tingkat dasar berupa pemahaman konsep matematika, analisis data, dan pemecahan masalah. Namun, beberapa penelitian juga mengidentifikasi adanya tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran data science ke dalam kurikulum sekolah dasar. Penelitian ini memiliki kontribusi untuk mengembangkan strategi pengajaran matematika yang lebih modern dan relevan di era yang semakin terhubung dengan data

    Proyek Javhistografi untuk Mengembangkan Kreativitas dan Triliterasi Membuat Teks Deskriptif Kreatif Berbahasa Jawa

    Get PDF
    The Javhistografi poster project is a local content-based learning project for the Java language. This learning aims to develop creativity and trilateration (literacy, digital, cultural, and civic literacy) in the sixth-grade students of State Elementary School Tamanan 2 Kalasan with a total of 26 children in Semester I of the 2019/2020 Academic Year. The research method refers to the ADDIE development model (analysis, design, implementation, and evaluation) carried out by a combination model method. The results obtained were: (1) children who worked together in groups to complete tasks were 76.92% predicated B (good) and 23.08% predicated A (very good); (2) student skill assessment showed that 11.54% had B+ predicate and 88.46% B predicated; and (3) material understanding of temple and museum relics reached 63% and 79%, respectively. Student responses indicate that: (1) 96.15% agree that this learning model fosters independence; (2) as many as 88.46% agree that this learning model trains collaboration between students; (3) as many as 76.92% consider learning fun; (4) as much as 53.85% motivate students to want to read; (5) as many as 92.31% of students think that the device can be used for useful things; (6) as many as 96.15% of students feel they are participating in the effort to preserve historical heritage; (7) as many as 88.46% of students can learn graphic design; and (8) 96.15% thought that the Kahoot quiz was fun for an evaluation tool.Proyek poster Javhistografi merupakan pembelajaran berbasis proyek muatan lokal Bahasa Jawa. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan triliterasi (literasi baca tulis, digital, budaya dan kewargaan) pada siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Tamanan 2 Kalasan sejumlah 26 anak di Semester I Tahun Ajaran 2019/2020. Tugas individual dikerjakan secara berkelompok, diawali dengan pencarian literatur tentang peninggalan sejarah (candi dan museum), mengubah informasi yang diperoleh menjadi teks deskriptif berbahasa Jawa, membuat poster menggunakan aplikasi Canva, presentasi karya, evaluasi, dan refleksi. Metode penelitian merujuk pada model pengembangan ADDIE (analisis, desain, implementasi, dan evaluasi). Hasil yang diperoleh: (1) anak yang bekerjasama saat berkelompok untuk menyelesaikan tugas sebesar 76,92% berpredikat B (baik) dan 23,08% berpredikat A (amat baik); (2) penilaian keterampilan siswa menunjukkan sebanyak 11,54% berpredikat B+ dan 88,46% berpredikat B; dan (3) pemahaman materi tentang peninggalan candi dan museum masing-masing mencapai 63% dan 79%. Tanggapan siswa menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 96,15% setuju bahwa model pembelajaran ini memupuk kemandirian; (2) sebanyak 88,46% menyetujui bahwa model pembelajaran ini melatih kerjasama antarsiswa; (3) sebanyak 76,92% menganggap pembelajaran yang menyenangkan; (4) sebanyak 53,85% memotivasi siswa untuk mau membaca; (5) sebanyak 92,31% siswa menganggap gawai dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat; (6) sebanyak 96,15% siswa merasa ikut serta dalam usaha melestarikan peninggalan sejarah; (7) sebanyak 88,46% siswa dapat belajar desain grafis; dan (8) 96,15% menganggap bahwa kuis Kahoot menyenangkan untuk alat evaluasi

    Media Cotory untuk Meningkatkan Literasi, Minat, dan Keterampilan Siswa dalam Menulis Cerita Komik Bergambar

    Get PDF
    Writing skills are one of the language skills that are difficult for students to master. This is caused by several factors, namely low literacy, lack of vocabulary mastery and students’ interest in learning activities, and the absence of learning media used by the teacher. To overcome these problems, especially in learning to write narrative text, the author applies the use of Comic Photo Story (Cotory) media. This media is used to improve literacy, students’ interest and writing skills of characters comics in class IX students of SMPN 1 Bancar. This research was carried out in Classroom Action Research which consisted of four stages, namely: planning, acting, observing, and reflecting. The assessment instrument used is the result of the assessment of students’ comics, observations and questionnaires. This research was carried out by the author in several meetings. The result of student observations and questionnaires showed that students’ literacy and interest increased significantly. Meanwhile, the scores obtained by students from the results of the comics they made showed that the students’ writing skills of character comics also increased significantly where 100% of students achieved the predetermined KKM score.Keterampilan menulis menjadi salah satu keterampilan berbahasa yang sulit dikuasai siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya rendahnya literasi, kurangnya penguasaan kosakata, minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran, dan ketiadaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru. Untuk mengatasi masalah tersebut khususnya pada kegiatan pembelajaranmenulis teks narrative, penulis menerapkan penggunaan media Comic Photo Story (Cotory). Media ini digunakan untuk meningkatkan literasi, minat dan keterampilan menulis cerita komik berkarakter pada siswa kelas IX SMPN 1 Bancar. Penelitian ini dilaksanakan dalam Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri atas 4 tahapan yaitu; perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penilaian yang digunakan adalah hasil penilaian komik karya siswa, pengamatan dan kuisioner. Penelitian ini penulis laksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Hasil pengamatan dan kuisioner siswa menunjukkan bahwa literasi dan minat siswa meningkat secara signifikan. Sementara itu nilai yang diperoleh siswa dari hasil komik yang dibuat menunjukkan bahwa keterampilan menulis cerita komik berkarakter siswa juga meningkat tajam di mana 100% siswa mencapai nilai KKM yang telah ditentukan

    Kolaborasi TPS-Digidic pada Pembelajaran Teks Naratif dalam Pemenuhan Mutu Pembelajaran Aspek Literasi

    Get PDF
    National Assessment policy that consists of Minimum Competency Assessment, character survey, and learning environment survey is to know the real education quality. Its result is hoped as a feedback for an instance i.e. school to manage better learning. The aim of TPS-digidic collaboration in narrative learning is to show its effectiveness in learning quality fulfilling of literacy aspect. TPS is an acronym of Three Paragraphs Short story. While, digidic is an acronym of digital dictionary. This research uses experimental research focused on pre-experimental design especially on intact-group comparison. The result shows that TPS-digidic collaboration in narrative learning can increase IXA’s competency to do the tess equal on Minimum Competency Assessment of literacy aspect. Its increase is 26.68%. The percentage of minimum competence criteria is also increase 13,63%. While the learning activeness increases about 20,81%. TPS-digidic collaboration in narrative learning is effective to create learning quality fulfilling of literacy aspect.Kebijakan asesmen Nasional yang terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar adalah untuk mengetahui kualitas pendidikan yang sesungguhnya. Hasil asesmen Nasional diharapkan menjadi umpan balik bagi sebuah instansi yaitu sekolah untuk merancang pembelajaran yang lebih baik. Tujuan kolaborasi TPS-digidic dalam pembelajaran teks naratif adalah untuk menunjukkan efektivitasnya dalam pemenuhan mutu pembelajaran aspek literasi. TPS adalah singkatan dari Three Paragraphs Short story (cerita pendek tiga paragraf). Sedangkan digidic adalah akronim dari digital dictionary (kamus digital). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang difokuskan pada pra-eksperimental design khususnya pada intact-group comparison. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi TPS-digidic dalam pembelajaran teks naratif dapat meningkatkan kemampuan kelas IXA dalam mengerjakan soal-soal setara asesmen kompetensi minimum aspek literasi peningkatannya sebesar 26,68%. Persentase ketuntasan belajar peserta didik juga meningkat sebesar 13,63%. Sementara persentase keaktifan selama pembelajaran mencapai 20,81%. Kolaborasi TPS-digidic dalam pembelajaran teks naratif terbukti efektif dalam mewujudkan pemenuhan mutu pembelajaran aspek literasi

    Analisis Soal Ujian Matematika Berkategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa SMP dengan Analisis Rasch Model

    Get PDF
    The purpose of this study is to examine the math problems labeled as higher order thinking skills (HOTS) on the test. The elements to be evaluated are organized in a grid for creating test questions, which are then utilized as templates to create test questions after being qualitatively reviewed. The product was subsequently put to the test on Pesawaran's class IX SMP pupils. In this study, the test data were classified as HOTS, and the expert validation result were used to collect the data. There were 18 questions on the HOTS category math test, 15 of which were multiple-choice and 3 of which were short answer. Based on the analysis of the difficulty level of the questions in the field test trials, it found that in multiple-choice question there were eight items in the easy category and seven items in the medium category. In the essay questions, there is one item in the easy category and two items in the medium category.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji soal matematika berlabel higher order thinking skills (HOTS) pada tes. Elemen-elemen yang akan dievaluasi diatur dalam kotak untuk membuat pertanyaan tes, yang kemudian digunakan sebagai template untuk membuat pertanyaan tes setelah ditinjau secara kualitatif. Produk tersebut kemudian diujicobakan pada siswa kelas IX SMP Pesawaran. Dalam penelitian ini, data tes diklasifikasikan sebagai HOTS dan hasil validasi ahli digunakan untuk mengumpulkan data. Soal tes matematika kategori HOTS ada 18 soal terdiri dari 15 soal pilihan ganda dan 3 soal jawaban singkat. Berdasarkan analisis tingkat kesukaran soal pada uji coba uji lapangan, diketahui bahwa pada soal pilihan ganda terdapat delapan butir soal dengan kategori mudah dan tujuh butir soal pada kategori sedang. Pada soal essay terdapat satu butir soal dengan kategori mudah dan dua butir soal pada kategori sedang

    Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Media Video dengan Model E-Learning pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    This study aims to improve science learning outcomes in class IX-6 students of SMPN 1 Taliwang for the 2020/2021 academic year by using video media in e-learning. This classroom action research was conducted in class IX-6 SMPN 1 Taliwang in two cycles for 3 months on magnetism material. The research data were obtained through observation and evaluation tests then analyzed descriptively. The results showed an increase in student learning outcomes in each cycle. It can be concluded that the use of video media in e-learning can improve student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IX-6 SMPN 1 Taliwang tahun pelajaran 2020/2021 dengan menggunakan media video pada E-Learning. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas IX-6 SMPN 1 Taliwang sebanyak dua siklus selama 3 bulan pada materi kemagnetan. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes evaluasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dalam E-Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    372

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇