Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Blog Berbasis QR-Code dan Edu-Fun Book
Based on its objectives, the learning of 2013 curriculum is oriented towards increasing and balancing among attitudes, skills and knowledge. From the results of observations at Public Elementary School Ngraket, the process of learning has not been able to maximize student activities. Student learning outcomes have not been able to reach the specified KKM. Based on this situation, learning improvements were made through the using of QR-Code-Based Blog media assisted by Edu-Fun Book. In addition, through the QR-Code-Based Blog media, students are introduced to new learning methods, which refer to 21st century skills (digital literacy). It has proven to be effective and successful, in terms of the process assessment and final assessment. QR-Code-Based Blog Media assisted by Edu-Fun Book was able to increase student learning activities with an average score of 4.5 on a scale of 1-5. Student learning outcomes also have significant increase. 19 students out of 20 students (95%) managed to reach the minimum standard of scoring (KKM) with an average score of 85. It means that there is an increase of 14 points from the previous learning that did not use QR-Code-Based Blog media assisted by Edu-Fun Books. Based on these data, it can be concluded that the QR-Code-Based Blog media assisted by Edu-Fun Book has succeeded in increasing student activity and learning outcomes.Berdasarkan tujuannya, pembelajaran pada kurikulum 2013 berorientasi pada terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Dari hasil observasi di Sekolah Dasar Negeri Ngraket, pembelajaran yang dilaksanakan belum mampu memaksimalkan aktivitas siswa. Hasil belajar siswa belum mampu mencapai KKM yang ditetapkan. Berdasarkan situasi tersebut, perlu dilakukanlah perbaikan pembelajaran melalui penggunaan media Blog Berbasis QR-Code berbantuan Edu-Fun Book. Selain itu, melalui media Blog Berbasis QR-Code, siswa dikenalkan dengan metode pembelajaran yang baru, yang mengacu pada keterampilan abad 21 (literasi digital). Hasilnya terbukti efektif dan berhasil, ditinjau dari penilaian proses dan penilaian akhir. Media Blog Berbasis QR-Code berbantuan Edu-Fun Book mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan nilai rata-rata 4,5 dari skala 1-5. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, 19 siswa dari 20 siswa keseluruhan (95%) berhasil mencapai KKM dengan nilai rata-rata 85. Hal ini berarti ada peningkatan sebesar 14 poin dari pembelajaran sebelumnya yang tidak menggunakan media Blog Berbasis QR-Code berbantuan Edu-Fun Book. Berdasarkan data-data tersebut, dapat disimpulkan bahwa media Blog Berbasis QR-Code berbantuan Edu-Fun Book berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Peningkatan Prestasi Belajar dengan Model Pembelajaran Picture and Picture pada Sekolah Menengah Pertama
This research is a classroom action research that aims to improve students' learning achievement using the Picture and Picture learning model. This research consisted of three cycles divided into six meetings. Each cycle includes planning, implementation, observation and reflection activities. Data collection uses observation techniques while learning achievement uses simple statistics. The results of the research show that using the Picture and Picture learning model can increase the activities of students and teachers during the learning process. The increase in student learning achievement was marked by (a) an increase in cognitive scores (average daily test), namely from 65.53 in cycle 1, 71.46 in cycle 2, and 74.61 in cycle 3; (b) increase in affective value from 164 in cycle 1, 189 in cycle 2, to 194 in cycle 3; and (c) an increase in completeness from 47.37% in cycle 1, 57.89 in cycle, to 68.42% in cycle 3. The results of this study are expected to increase teacher professionalism and improve student achievement.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan meningkatkan prestasi belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus yang terbagi dalam enam pertemuan. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi sedang prestasi belajar menggunakan statistik sederhana. Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa penggunakan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan kegiatan peserta didik dan guru selama proses pembelajaran. Peningkatan prestasi belajar peserta didik ditandai dari (a) peningkatan nilai kognitif (rata-rata ulangan harian) yaitu dari 65,53 pada siklus 1, 71,46 pada siklus 2, dan 74,61 pada siklus3; (b) peningkatan nilai afektif dari 164 pada siklus 1, 189 pada siklus 2, menjadi 194 pada siklus 3; serta (c) peningkatan ketuntasan dari 47,37% pada siklus 1, 57,89 pada siklus, menjadi 68,42% pada siklus 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas guru dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik
Metode Project-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Siklus Air Bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar
This study aims to examine to what extent that project based learning improves student learning outcomes in learning science about water cycles. This is a classroom action research with two cycles conducted in the fifth grade class in an private primary school. The author collected data by conducting evaluation tests and classroom observation in learning the water cycle material. The instruments used are evaluation test and observation sheets. To analyze the data in this study using qualitative and quantitative data analysis techniques. The findings show that there is an increase in learning outcomes from cycle 1 (average score 73) and cycle 2 (average score 86). These findings indicate that the application of project-based learning for the water cycle material in science subjects has proven effective in increasing learning outcomes and students’ participation. The results can certainly be used by primary school teachers as a reference in teaching water cycle material or other related materials in science subjects. In addition, of course, this study reports on how to apply empirically the application of project-based learning as a variation of student-centered learning methods and promote student participation and collaboration, especially in science subjects.Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi project based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi siklus air. Penelitian ini merupakan penelitian berbasis tindakan di kelas V Sekolah Dasar (SD), terdapat dua siklus yang diterapkan dalam penelitian ini. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan tes evaluasi dan observasi dalam pembelajaran materi siklus air. Instrumen yang digunakan adalah lembar evaluasi dan lembar observasi. Untuk menganalisa data pada penelitian ini digunakan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Dari hasil belajar terlihat peningkatan hasil belajar dari siklus 1 dengan rata-rata 73 menjadi 86 pada siklus 2. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan project based learning untuk materi siklus air mata pelajaran IPA terbukti praktis untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Hasil yang didapatkan pada studi ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh guru kelas di SD sebagai referensi dalam mengajar materi siklus air. Selain itu, tentunya studi ini menghasilkan kepraktisan penerapan project-based learning secara empiris sebagai variasi metode pembelajaran yang berbasis student-centered dan mengedepankan partisipasi dan kolaborasi siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPA
Pengembangan Media Game Edukasi untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Courageous learning during the pandemic caused low student mathematics learning outcomes due to the teacher's difficulties in explaining the material and the lack of learning media. This development research aims to produce educational game media on the topic of integers for class VI Elementary School that are valid and practical. This study uses the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection methods used were tests and questionnaires involving experts, teachers and students. A limited trial was carried out boldly on 21 grade VI students at SD Negeri 2 Banjar Anyar to find out the practicality of educational games and their numeracy skills. The results of the validity test of this educational game obtained a score of 4.85 for material experts and 4.88 for media experts, which means very good. For practicality, a score of 4.5 is obtained with very good criteria. Students' numeracy skills increased from 38% of students completing to 81%. The results of the questionnaire showed that 95% of students enjoyed learning using educational games. It can be concluded that this educational game can be used as a medium for learning mathematics on the topic of integers for grade VI Elementary School and can increase students' motivation and numeracy skills.Pembelajaran daring pada masa pandemi menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswakarena kesulitan guru dalam menjelaskan materi dan kurangnya media pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media game edukasi pada topik bilangan bulat kelas VI Sekolah Dasar yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan kuesioner dengan melibatkan ahli, guru, dan siswa. Uji coba terbatas dilakukan secara daring pada 21 siswa kelas VI SD Negeri 2 Banjar Anyar untuk mengetahui tingkat kepraktisangame edukasi dan kemampuan numerasisiswa. Hasil uji validitas dari game edukasi ini diperoleh skor ahli materi 4,85 dan ahli media 4,88 yang berarti sangat baik. Untuk kepraktisan, diperoleh skor 4,5 dengan kriteria sangat baik. Kemampuan numerasi siswa meningkat dari 38% siswa tuntas menjadi 81%. Hasil kuesionermenunjukkan 95% siswa senang belajar menggunakan game edukasi.Dapat ditarik kesimpulan bahwa game edukasi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika topik bilangan bulat kelas VI Sekolah Dasar dan dapat menigkatkan motivasi serta kemampuan numerasi siswa
Supervisi Akademik Berbantuan Google Workspace for Education untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Melaksanakan Pembelajaran Berdiferensiasi
This study aims to describe the increase in teacher competence in carrying out differentiated learning through the application of Google Workspace for Education-assisted academic supervision to Manyaran 1 Public Elementary School teachers. This study uses a qualitative approach with descriptive research methods. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation, and triangulation. The data that has been collected were analyzed using qualitative analysis. The results of the study show that academic supervision assisted by Google Workspace for Education is able to increase teacher competency in implementing differentiated learning. In addition, academic supervision assisted by Google Workspace for Education can be a solution in increasing teacher competence in implementing differentiation learning, this is clearly seen in learning which has an impact on improving student services according to their readiness, interests, and learning profile.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi melalui penerapan supervisi akademik berbantuan google workspace for education pada guru Sekolah Dasar Negeri 1 Manyaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan trianggulasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berbantuan Google Workspace for Education mampu meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, supervisi akademik berbantuan Google Workspace for Education dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, hal ini terlihat jelas pada pembelajaran yang berdampak pada meningkatnya pelayanan siswa sesuai kesiapan, minat, dan profil belajarnya
Penerapan Model Problem Based Learning Bebantuan Media Pakapati untuk Meningkatkan Hasil Belajar
The research background is the low student learning outcomes in mathematics, especially in cube root material. This type of research is classroom action research (CAR) which aims to investigate the application of the Problem Based Learning (PBL) model with the help of Pakapati media in improving student learning outcomes. The PBL method is used as a learning approach that emphasizes problem solving and developing critical thinking skills, while Pakapati media is used as an interactive tool to support active learning. This research was conducted through two cycles of CAR. The research subjects were fifth grade students at Kanisius Gayam I Elementary School Yogyakarta, which consisted of 30 students. Data collection was carried out by interviews, observations and tests. Data analysis techniques used are quantitative and qualitative. The results of the study show that the application of the PBL model with the help of Pakapati media can improve student learning outcomes. This can be shown from the increase in student learning outcomes starting from the pre-cycle stage to cycle 2 where in the pre-cycle the percentage of students who achieve scores above the Minimum Completeness Criteria (KKM) is 30%, in cycle I it becomes 40%, and 60% in cycle II.Latar belakang penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam matematika, terutama pada materi akar pangkat tiga. Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk menyelidiki penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan media Papan akar pangkat tiga (Pakapati) dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode PBL digunakan sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah dan pengembangan keterampilan berpikir kritis, sementara media Pakapati digunakan sebagai alat interaktif untuk mendukung pembelajaran aktif.Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus PTK. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di Sekolah Dasar Kanisius Gayam I Yogyakarta yang terdiri dari 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan bantuan media Pakapati dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari meningkatnya hasil belajar siswa mulai dari tahap pra-siklus hingga siklus 2 dimana pada pra-siklus persentase siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 30%, pada siklus I menjadi 40%, dan 60% pada siklus II
Simulasi Mikro Combine Magnetik pada Pembelajaran di Sekolah Dasar
Obtaining alternative energy without ignoring non-renewable energy is a vital problem that demands immediate solutions. Judging from the function of learning media, Microcombinemagnetic media has performed its function in facilitating students' understanding to absorb the essence of learning related to the use of alternative energy without fossil materials. The purpose of using Microcombinemagnetics is to improve students' understanding of the PLMTH concept and make it easier for teachers to convey the PLMTH concept and material related to the PLMTH concept. This study method refers to best practices written based on the best experiences in solving a problem in the classroom. The results achieved through Microcombinemagnetic simulations include: (1) the social, cultural, and economic diversity of society, the class average of 88; (2) in the explanatory / scientific explanation text material, the mean score of grade VI A students is 6 points above the KKM; (3) in the material on how to produce, distribute, and save electrical energy, the average score of the students is 81; and (4) on the material on Indonesia's role in cooperation in various fields within the scope of ASEAN, the average student score reached 82.The conclusion obtained from this study is that Microcombinemagnetic simulation on learning the theme of globalization, the sub-theme of globalization around me, produces an average range. between 76 and 88.Pemerolehan energi alternatif dengan tidak mengindahkan energi tak terbarukan menjadi masalah vital yang menuntut untuk segera dicarikan solusi. Ditinjau dari fungsi media pembelajaran, media Mikrocombinemagnetik telah menjalankan fungsinya untuk mempermudah siswa untuk memahami materi pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan energi alternatif tanpa bahan fosil. Tujuan penggunaan Mikrocombinemagnetik yaitu meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep PLMTH serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi PLMTH. Metode kajian ini merujuk pada best practice yang ditulis berdasarkan pengalaman terbaik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan di dalam kelas. Hasil yang dicapai melalui simulasi mikrocombinemagnetik antara lain: (1) pada materi keberagaman sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat hasil rata-rata kelas mencapai 88; (2) pada materi teks eksplanasi/ penjelasan ilmiah, rerata nilai siswa kelas VI A berada 6 point di atas KKM; (3) pada materi cara menghasilkan, menyalurkan, dan menghemat energi listrik rata-rata nilai siswa ada di angka 81; dan (4) pada materi peran Indonesia dalam kerjasama di berbagai bidang dalam lingkup ASEAN,rata-rata nilai siswa yang mencapai angka 82. Dapat disimpulkan bahwa simulasi mikrocombinemagnetik pada pembelajaran tema globalisasi subtema globalisasi di sekitarku menghasilkan rentang rata-rata antara 76 hingga 88
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa dalam Pembelajaran IPA Biologi
The implementation of learning in junior high school has been using a teacher-centered approach and a non-variative learning model. Students were actively involved in seeking knowledge on their own and still get information from the teacher, so they are less creative. This study was aimed at determining the improvement in students’ scientific literacy in biology by using guided inquiry models. This research used a qualitative approach with the form of classroom action research. The data sources were 20 students of class 9 B in SMPN 2 Ujan Mas, at the 2020/2021 academic year. Data were collected through tests, observations, interviews, and field notes. The result showed the application of learning using a guided inquiry model can improve students’ scientific literacy in the chapter of the plant development system. The result of the last test in the first cycle was 45% and increase on the second cycle to 85%. The activity of teacher and students on the learning process was a good category and the student was actively involved in the learning process. The conclusion is the guided inquiry models could improve students’ scientific literacy on the subject of biology.Pelaksanaan pembelajaran di sekolah menengah pertama masih berpusat pada guru dan tidak menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, siswa kurang dilibatkan secara aktif untuk menemukan sendiri pengetahuannya, siswa hanya menerima informasi dari guru dan mencatat sehingga kreativitas siswa sangatlah terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan literasi sains siswa pada pembelajaran biologi menggunakan model inquiry terbimbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Sumber data adalah seluruh siswa kelas IX BSMPN 2 Ujan Mas tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 20 orang. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menggunakan model inquiry terbimbing dapat meningkatkan literasi sains siswa pada materi sistem perkembangbiakan tumbuhan. Hal ini terlihat dari hasil tes akhir siklus I diperoleh persentase 45% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%. Aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran sudah termasuk dalam kategori baik dan siswa terlibat aktif dalam pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model inquiry terbimbing dapat meningkatkan literasi sains siswa dalam pembelajaran biologi
Implementasi Video Dongeng Berbasis Kearifan Lokal pada Kemampuan Literasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Video fairy tales based on local wisdom are used to facilitate literacy because they can concretize teaching material that is abstract in nature. The purpose of this study was to describe the effectiveness of fairy tales based on local wisdom on the literacy skills of fourth grade elementary school students. The research was conducted in class IVA SDIT MTA Matesih with a total of 28 students. The research method used is qualitative research. The type of research used is a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using interviews, documentation and observation. The results of the study show that (1) The use of local wisdom-based fairy tale learning videos for fourth grade elementary school students can create a conducive learning process; (2) In the process of teaching fairy tales based on local wisdom, the teacher uses 4 stages, namely giving apperception, showing fairy tales with a live playback process and with a pause system for each point, direct discussion or question and answer, and evaluation through questions or presentations; (3) Students' literacy ability to mention intrinsic elements and retelling ability increased from an average of 88 to 86. It can be concluded that the use of effective local wisdom-based fairy tale videos is used to improve students' literacy skills.Video dongeng berbasis kearifan lokal digunakan untuk mempermudah dalam literasi karena dapat mengkonkritkan materi ajar yang bersifat abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas dongeng berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan literasi siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian di lakukan di kelas IVA SDIT MTA Matesih dengan jumlah 28 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemanfaatan video pembelajaran dongeng berbasis kearifan lokal pada siswa kelas IV Sekolah Dasar dapat mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif; (2) Pada proses pembelajaran dongeng berbasis kearifan lokal guru menggunakan 4 tahapan, yaitu pemberian apersepsi, penayangan dongeng dengan proses pemutaran langsung dan dengan sistem jeda tiap poin, diskusi atau tanya jawab secara langsung, dan evaluasi melalui soal atau presentasi; (3) Kemampuan literasi siswa untuk menyebutkan unsur intrinsik dan kemampuan menceritakan kembali meningkat dari rata-rata 88 menjadi 86. Dapat disimpulkan penggunaan video dongeng berbasis kearifan lokal efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa
Media Pictory (Picture Trip Story) Berbantuan Toefl Diagram untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Recount
Learning English at SMP Negeri 1 Gondang has not been able to improve recount text writing skills. Students’ writing skill in VIII I class still needs to be improved. The teacher conducts class action by creating Pictory Picture Trip Story media combined with TOEFL (Title Orientation Events Feeling Last) diagrams. This classroom action research was conducted in two cycles. At the end of the action, students' writing recount text skills increased from an average of 73 in pre-cycle to 80.In short, it can be concluded that the use of Pictory assisted with TOEFL diagram can improve students’ writing skills of recount text in VIII I class 2019/2020 academic year.Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gondang belum mampu meningkatkan keterampilan menulis teks recount. Hal ini terlihat dari hasil belajar keterampilan menulis teks recount di kelas VIII I belum mencapai ketuntasan kelas. Guru melakukan tindakan kelas dengan menggunakan menciptakan media Pictory Picture Trip Story dipadukan dengan diagram TOEFL (Title Orientation Events Feeling Last). Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Pada akhir tindakan, keterampilan menulis teks recount siswa meningkat dari rerata 73 pada pra siklus menjadi 80. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Pictory berbantuan TOEFL diagram dapat meningkatkan keterampilan menulis teks recount pada peserta didik kelas VIII I tahun pelajaran 2019/2020