Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
385 research outputs found
Sort by
Dekonstruksi Nilai Karakter Sastra Anak Berjenis Fabel dalam Buku Tematik Kelas II Tema Kebersamaan
This study was conducted to analyze the value of character education in the fable story at the second grade thematic student book with the theme Kebersamaan and to describe the result deconstruction of the character education values in the student’s book fable story. The type of research is library research. The research was conducted on textbooks of second grade thematic teaching material. The goal is analyzing the contents of the book. The indicators are used to determine the contents of the book, and the final goal is to know the result of the analysis the contents of the book. The result of the research is that children’s literature at the second grade thematic student books with the theme Kebersamaan contains the value of character education, has a dominant text and a reversal of the dominant text which shows the existence of marginalized moral messages.Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai pendidikan karakter pada cerita fabel buku siswa tematik kelas II tema Kebersamaan dan untuk mendeskripsikan hasil dekonstruksi nilai pendidikan karakter yang ada pada cerita fabel buku siswa tersebut. Jenis penelitian ini adalah Library research, penelitian dilakukan pada buku teks bahan belajar tematik kelas II tema Kebersamaan. Selanjutnya menentukan simbol indikator yang akan dipakai. Menemukan indikator, yang kemudian diklasifikasikan, dikelompokkan berdasarkan data isi buku. Tujuannya untuk menganalisis isi buku. Indikator tersebut digunakan untuk mengetahui isi buku, dan pada akhirnya untuk memperoleh hasil analisis isi buku. Hasil penelitiannya adalah karya sastra anak pada buku siswa tematik kelas 2 tema Kebersamaan terkandung nilai pendidikan karakter, dan memiliki teks dominan serta pembalikan teks dominan yang menunjukkan adanya pesan moral yang terpinggirkan
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Komunikatif
The purpose of this study was to determine the extent to which the communicative approach was able to give the right influence the speaking skills of elementary school students. The method used in this study was action research. This research was conducted at SD Negeri Bile Tengak, the research subjects were 24 students of class V-A consisting of 11 male students and 13 female students. The participants involved in this research are the researchers themselves who act as teachers who teach in class V-A and class V-B teachers as collaborators. The instrument used in this study is an observation sheet. There is a significant difference in speaking skills through a communicative approach in fifth-grade students with the theme “Objects in the Surrounding Environment,” sub-theme “Humans and the Environment”. In the first cycle, 13 students (54.17%) completed it, and 11 students (45.83%) had not completed it. Meanwhile, in the second cycle of the second theme "Events in Life", the sub-theme "Various Events in Life", 18 students (75%) completed it, and 6 students (25%) did not complete it with an average score of 80.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan komunikatif mampu memberikan pengaruh yang tepat pada keterampilan berbicara siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bile Tengak, subjek penelitian siswa kelas V-A sejumlah 24 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Partisipan yang terlibat di dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan sebagai guru yang mengajar di kelas V-A dan guru kelas V-B sebagai kolaborator.Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniadalah lembar observasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, kesimpulan hasil penelitian ini adalah Terdapat peningkatan yang signifikan keterampilan berbicara melalui pendekatan komunikatif pada siswa kelas V dengan tema satu “Benda-benda di Lingkungan Sekitar,” subtema “Manusia dan Lingkungan”. Pada siklus I sebanyak 13 siswa (54,17%) tuntas, dan 11 siswa (45,83%) belum tuntas. Pada siklus II tema dua „Peristiwa dalam Kehidupan”, subtema “Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan”, sebanyak 18 siswa (75 %) tuntas, dan 6 siswa (25%) belum tuntas dengan nilai rata-rata 80
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran Matematika Materi Keliling Bangun Datar Kelas IV Sekolah Dasar
The learning process carried out by teachers in schools still has many problems because it is faced with the diversity of student characteristics. This study aims to determine the increase in activity and student learning outcomes through the application of differentiated learning in mathematics learning the material around flat shapes for class IV SD Negeri 129 Rejang Lebong through Classroom Action Research (PTK). This research is a class action research with procedures consisting of four main components of class research namely planning, action, observation, and reflection in 2 cycles. The instruments used in this study were student activity observation sheets and tests. Research data were analyzed using quantitative data analysis techniques and qualitative data. There was an increase in student activity and learning outcomes, from an average score of 56.42 in pre-cycle to 64.28 at the end of cycle II. It can be concluded that the application of differentiated learning in mathematics learning material around flat shapes for class IV SD Negeri 129 Rejang Lebong can increase student activity and learning outcomes.Proses pembelajaran yang dilakukan guru di sekolah masih terjadi banyak permasalahan karena dihadapkan oleh keberagaman karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran matematika materi keliling bangun datar kelas IV SD Negeri 129 Rejang Lebong melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan prosedur terdiri dari empat komponen pokok penelitian kelas yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi sebanyak 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan tes. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis data kuantitatif dan data kualitatif. Terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, yakni dari nilai rata-rata 56,42 pada prasiklus meningkat menjadi 64,28 pada akhir siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran matematika materi keliling bangun datar kelas IV SD Negeri 129 Rejang Lebong dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Supervisi Akademik Kolaboratif
This research was aimed to improve teachers’ pedagogical competence which was carried out in two cycles, each cycle consisted of four stages, namely: planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were novice teachers and honorary teachers at UPT SMP Negeri 1 Pagelaran, totalling 19 peoples. The research data was analyzed by employing descriptive statistics, then it was presented in form of tables and diagrams to obtain a clearer understanding of increasing teachers’ pedagogical competence. The results of research showed that after the teachers were given collaborative academic supervision, the teachers’ ability in preparing lesson plan has increased to 39.82%. Furthermore, the teacher's ability in carrying learning has also increased to 40.94%. Collaborative academic supervision has increased teachers' ability in carrying out learning outcomes assessments up to 39.94%. Based on the results of this research, it could be concluded that collaborative academic supervision can improved the pedagogical competence of teachers at UPT SMP Negeri 1 Pagelaran academic year 2022/2023.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru yang dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Subyek dalam penelitian ini adalah guru pemula dan guru honorer di UPT SMP Negeri 1 Pagelaran yang berjumlah 19 orang. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan diagram untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang peningkatan kompetensi pedagogik guru. Hasil penelitian selama dua siklus menunjukkan setelah guru diberi tindakan supervisi akademik kolaboratif didapatkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran hingga mencapai 39,82%. Selanjutnya, kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran juga mengalami peningkatan hingga mencapai 40,94%. Supervisi akademik kolaboratif juga dapat meningkatkan kemampuaan guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar hingga mencapai 39,94%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada UPT SMP Negeri 1 Pagelaran Tahun Pelajaran 2022/2023
Strategi Peningkatan Literasi Digital dalam Pembelajaran PABP dengan Menggunakan Google Dokumen
Study aims to utilize Google Docs media to improve learning, students' creativity, as well as improve students’ literacy skills. By using this application, besides being easy to use, it is also expected to be able to ignite the creativity of students in working on worksheets together. This research is also to find out efforts to improve students' digital literacy skills in the subjects of Religious Education and Character Education at the Junior High School level. The benefits of this research are to improve the digital literacy skills of students. The research method used is naturalistic qualitative method to examine the factual conditions and needs of students for the development of learning designs. The research includes program design, implementation, efforts to overcome obstacles that occur in the field, and evaluation. The research instrument used observation, interview, questionnaire, and documentation techniques. This research was conducted at Junior High School 1 Sarang with the research subjects being 32 students of class 8E. Technically, the implementation procedure includes the following steps: (1) Preparing worksheets; (2) Division of tasks for students; (3) Looking for answers by using literacy resources; (4) Write down the results of the search for answers; (5) Editing the answer results into a complete reading; (6) Evaluation. From the results of the study, it was found that students were motivated to use media in learning, and the enthusiasm for learning began to grow.Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan media Google Dokumen guna meningkatkan pembelajaran, kreativitas siswa, sekaligus meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Dengan menggunakan aplikasi ini diharapkan mampu memantik daya kreativitas siswa dalam mengerjakan lembar kerja bersama. Penelitian ini juga untuk mengetahui upaya meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti jenjang Sekolah Menengah Pertama. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif naturalistik untuk mengkaji kondisi faktual dan kebutuhan peserta didik untuk pengembangan desain pembelajaran. Penelitian meliputi rancang bangun program, pelaksanaan, upaya untuk mengatasi kendala yang terjadi di lapangan, serta evaluasi. Instrumen penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sarang dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas 8E sejumlah 32 siswa. Secara teknis, prosedur pelaksanaan meliputi langkah-langkah sebagai berikut: (1) Menyiapkan lembar kerja; (2) Pembagian tugas untuk peserta didik; (3) Mencari jawaban dengan menggunakan sumber daya literasi; (4) Menuliskan hasil pencarian jawaban; (5) Menyunting hasil jawaban menjadi satu bacaan utuh; (6) Evaluasi. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa peserta didik sudah termotivasi untuk menggunakan media dalam pembelajaran, dan semangat belajar mulai tumbuh
Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa SMP Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament
This research aimed to improve the science learning outcomes through the Teams Games Tournament (TGT) learning model of theeightgradeclass students. The research method was Classroom Action Research (CAR) which consisted of four phases such as: planning, action, observation, and reflection. The research procedure contained two (2) cycles in which each cycle consisted of three meetings. Data was collected through written learning outcomes tests that were conducted at the end of every cycle. Data then was analyzed using a quantitative descriptive method. The result showed that numbers of students who were complete in learning increased gradually from 18 students in the first cycle to 25 students in the second cycle. The percentage of classical learning completeness increased steadily from 72 % in the first cycle to 100 % in the second cycle or there was an increase by 28 %. Likewise, the class average score went from 82,2 in the first cycle up to 94,2 in the second cycle or there was an increase up to 12 points. The lowest score in pre-cycle was 35, and this score gradually rose to 60 in the first cycle and 75 in the second cycle. In conclusion, the Teams Games Tournament (TGT) learning model might increase the science learning outcomes of the class VIIIB students of Sint Antonius PaduaSasiCatholic Junior High School.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui model Teams Games Tournament (TGT) pada siswa SMP kelas VIII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Prosedur penelitian berbentuk siklus dan berlangsung 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar secara tertulis yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif terjadi peningkatan. Jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 18 siswa pada siklus I menjadi 25 siswa pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar klasikal 72% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II atau terjadi peningkatan ketuntasan belajar klasikal sebesar 28%. Rata-rata kelas meningkat dari 82,20 pada siklus I menjadi 94,20 pada siklus II atau terjadi peningkatan sebesar 12 poin. Nilai terendah pada pra siklus adalah 35 meningkat menjadi 60 pada siklus I dan 75 pada siklus II. Dari analisis data disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B di Sekolah Menengah Pertama Katolik Santo Antonius Padua Sasi
Bujang Dayang Buku Alternatif Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMP Negeri 1 Pangkalanbaru
This paper is motivated by the low reading interest of students in Pangkalanbaru 1 State Junior High School, so it is necessary to develop school literacy programs that are liked by students so that they can increase their reading interest. Among them is the Bujang Dayang Buku program. The Bujang Dayang Buku program is a program that involves all Pangkalanbaru 1 State Junior High School students to motivate them to visit the library more often and read as many books as possible each semester. Bujang Dayang Buku was chosen based on the number of visits to the library and the number of books read in one semester. The number of visiting students was monitored through the visiting book they filled, while the number of books read was based on how many books were borrowed and the contents could be understood by students by making a synopsis. From the visitor data obtained during the 2016/2017 to 2018/2019 academic year, there was an increase of around 546 visitors, while there were about 1,298 borrowers when compared to visitor data and borrower data from previous years. Thus, it can be concluded that the Bujang Dayang Buku program as an alternative can increase students' reading interest in SMP Negeri 1 Pangkalanbaru.Tulisan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pangkalanbaru sehingga perlu disusun program-program literasi sekolah yang disukai para siswa sehingga dapat meningkatkan minat bacanya. Di antaranya adalah dengan program Bujang Dayang Buku. Program Bujang Dayang Buku adalah program yang melibatkan seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pangkalanbaru untuk memotivasi mereka lebih sering mengunjungi Perpustakaan dan membaca buku sebanyak-banyaknya setiap semester. Bujang Dayang Buku dipilih berdasarkan banyaknya jumlah kunjungan ke perpustakaan dan banyaknya buku yang dibaca selama satu semester. Banyaknya siswa berkunjung dipantau melalui buku kunjungan yang mereka isi, sedangkan banyaknya buku yang dibaca berdasarkan berapa banyak buku yang dipinjam dan dapat dipahami isinya oleh siswa dengan cara membuat sinopsis. Dari data pengunjung yang diperoleh selama tahun ajaran 2016/2017 hingga 2018/2019, ada peningkatan sekitar 546 pengunjung, sedangkan peminjam ada sekitar 1.298 peminjaman bila dibandingkan dengan data pengunjung dan data peminjam tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program Bujang Dayang Buku sebagai salah satu alternatif dapat meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pangkalanbaru
Efektifitas Penggunaan E-Book untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik
Critical thinking skills are very important abilities in the learning process that need to be possessed. Critical thinking is one of the innovation skills needed in the 21st century to prepare graduates who are able to compete in the job market. By using appropriate and interesting learning media, reading will no longer be boring. One way to develop critical thinking skills is to utilize teaching materials in the learning process. These teaching materials include interactive e-books. Interactive e-books are used as a student-centered learning resource; they can be used independently, because the teaching materials which contain interesting and interactive content and student worksheets will be able to stimulate children to think critically and creatively. By using e-books to train students' critical thinking skills. This research aims to determine the effectiveness of using e-books to train students' critical thinking skills. Type of research This research is library research using the literature study research method. Data analysis This research uses qualitative descriptive analysis. The results of this research are that the use of e-books can effectively train students' critical thinking skills.Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting dalam proses pembelajaran yang perlu dimiliki. Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan inovasi yang dibutuhkan di abad 21 untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja. Dengan media pembelajaran tepat dan menarik dalam penggunaannya akan membuat kegiatan membaca tidak lagi menjadi hal yang biasa membosankan. Salah satu cara untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis adalah dengan memanfaatkan bahan ajar dalam proses pembelajaran. Bahan ajar tersebut diantaranya adalah e-book interaktif. E-book interaktif dipergunakan sebagai sumber belajar yang berpusat pada siswa, bisa dipergunakan secara mandiri, karena dengan bahan ajar yang didalamnya berisi, konten dan juga lembar kerja siswa yang menarik dan interaktif akan mampu merangsang anak untuk berpikir kritis dan kreatif. Dengan adanya penggunaan e-book untuk melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan e-buku untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode penelitian studi literatur. Analisis data Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan e-book dapat secara efektif melatih kemampuan berpikir kritis siswa
Efektivitas Metode PQRST untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Eksplanasi
This study aims to improve reading comprehension skills of explanatory texts using the PQRST (preview, question, read, state, test) method in 5th grade at SD Negeri 3 Gunungsari, West Lombok district. This type of research is an experimental design one group pretest-posttest, which is a research design by conducting the first observation (pretest) which allows researchers to examine changes (cognitive, affective and psychomotor that occur in the second observation (posttest). The sample in this study was taken using saturated sampling is the determination of the sample when all members of the population are used as a sample of 46 students. The data analysis used was descriptive statistics and paired sample t-test. The results of the t test show that the significance value is 0.000 <0.05 so H0 is rejected and H1 is accepted. The results of this study are 1) there is a significant difference between the learning outcomes of pretest and posttest reading comprehension skills using the PQRST method (preview, question, read, state, test). 2) the use of the PQRST method is effective in increasing reading interest and reading comprehension skills of explanation texts in grade 5 SD negeri 3 Gunungsari.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman teks eksplanasi menggunakan metode PQRST (preview, question, read,state, test) di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 3 Gunungsari kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah experiment design one group pretest-posttest yaitu desain penelitian dengan melakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan peneliti menguji perubahan–perubahan (kognitif, afektif dan psikomotor yang terjadi pada observasi kedua (posttest) . Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling jenuh yaitu penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel sejumlah 46 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji paired sample t test. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah 1) terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest keterampilan membaca pemahaman menggunakan metode PQRST (preview, question, read, state, test) 2) penggunaan metode PQRST efektif meningkatkan minat baca dan keterampilan membaca pemahaman teks eksplanasi di kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 3 Gunungsari
Permainan Moncer untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VI Sekolah Dasar
The learning outcomes of class VI students at SDN Bancamara III regarding Natural Appearance and Social Conditions of Neighboring Countries still do not meet the KKM set by the school. Of the 21 students, only 2 students could meet the KKM while the others could not meet the KKM, the cause was the lack of motivation of students in participating in learning. Students feel bored when studying indoors. Students have difficulty understanding social studies material because the majority of it is material that needs to be memorized. This research uses the PTK method which consists of two cycles. Each cycle consists of four steps, namely planning, implementation, observation and reflection. The aim of this research is to describe the use of the MONCER (Smart Monopoly) game media on Natural and Social Appearance material from neighboring countries for class VI students at SDN Bancamara III, Dungkek District, Sumenep Regency. From the results of data analysis, it was found that student learning outcomes increased from an average of 38.09% classical completeness in cycle I to 90.47% in cycle II. Based on the data obtained, it can be concluded that the use of MONCER game media can improve student learning outcomes.Hasil belajar peserta didik kelas VI SDN Bancamara III tentang Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara Tetangga masih belum memenuhi KKM yang ditetapkan sekolah. Dari 21 peserta didik hanya 2 peserta didik yang dapat memenuhi KKM sedangkan yang lain tidak dapat memenuhi KKM, penyebabnya adalah kurangnya motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Peserta didik merasa bosan saat belajar di dalam ruangan. Peserta didik mengalami kesulitan memahami materi IPS karena mayoritas adalah materi yang perlu dihafal. Penelitian ini menggunakan metode PTK yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat Langkah, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan media permainan MONCER (Monopoli Cerdas) pada materi Kenampakan Alam dan Sosial negara-negara tetangga pada peserta didik kelas VI SDN Bancamara III Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Dari hasil Analisa data didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik meningkat dari rata-rata ketuntasan klasikal 38,09% pada siklus I menjadi 90, 47% pada siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan media permainan MONCER dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik