Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
Not a member yet
    385 research outputs found

    Steam Diferensiasi Pembelajaran Diferensiasi dan STEAM dengan Metode Ecobrick untuk Meningkatkan Potensi Siswa Kelas 2 A SD Negeri 1 Waringinsari

    No full text
    The STEAM approach is an innovation discovery procedure that prioritizes process skills. At SD Negeri 1 Waringinsari, rubbish has been piling up in a corner of the elementary school for years, some of which is plastic waste. One way to process plastic waste is to make crafts by recycling plastic waste into ecobricks or into toys such as cars. The results of this research show that the application of differentiation and STEAM learning models by making ecobricks and recycling bottle waste can increase the potential of class 2A students. at SD Negeri 1 Waringinsari, Banjar City, West Java, in making works in the form of cars. Student learning outcomes at the end of learning meeting 3 increased from the previous 84.40 to 88.60, the skill score (project) to make the work of processing plastic waste into cars had a class average of 85.47 and the design was in the good category.Pendekatan STEAM adalah prosedur penemuan inovasi yang mengutamakan keterampilan proses. Di Sekolah Dasar Negeri 1 Waringinsari Sampah menggunung di pojok SD selama bertahun-tahun, beberapa di antaranya adalah sampah plastik. Salah satu cara mengolah sampah plastik adalah dengan membuat kerajinan dengan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi ecobrick atau menjadi mainan seperti mobil-mobilan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran diferensiasi dan STEAM dengan membuat ecobrick dan daur ulang sampah botol dapat meningkatkan potensi siswa kelas 2A pada SD Negeri 1 Waringinsari kota Banjar Jawa Barat dalam membuat hasil karya berupa mobil-mobilan. Hasil belajar siswa pada akhir pembelajaran  pertemuan 3 meningkat dari sebelumnya yaitu 84.40 menjadi 88.60, nilai keterampilan (project) membuat karya pengolahan sampah plastik menjadi mobil-mobilan rerata kelas sebesar 85.47 dan desainnya masuk kategori bagus

    IS Optimalisasi Kompetensi Keberlanjutan: Analisis Reliabilitas dan Validitas Asesmen Pra-Pembelajaran Siswa Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    The development of pre-learning assessments integrating the Minimum Competency Assessment (AKM) with Education for Sustainable Development (ESD) content is crucial for equipping students with the necessary knowledge and skills to tackle global challenges. This study aims to create a pre-learning assessment instrument that combines AKM and ESD for Business and Energy materials targeted at grade VIII Junior High School students. The study's participants included students from grades VII to IX to test the instrument's generality, utilizing the 4-D model by Thiagarajan et al., comprising definition, design, development, and deployment phases. The final product is a pre-learning assessment instrument tailored for grade VIII semester 2. Data analysis employed qualitative and quantitative descriptive methods using the Rasch model via Winstep 5.7.1 software. Additional analyses, including data triangulation and in-depth interviews with students and teachers, enriched the interpretation of results. The findings revealed that the instrument met high-quality criteria, with an average validation score of 2 (excellent), an instrument reliability of 0,98 (special category), a person reliability of 0,85 (good category), content validity meeting set requirements, and construct validity ranging from 0,53 to 0,71, indicating overall validity.Pengembangan penilaian pra-pembelajaran yang mengintegrasikan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dengan konten Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) sangat penting untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk membuat instrumen penilaian pra-pembelajaran yang menggabungkan materi AKM dan ESD untuk usaha dan energi yang ditargetkan untuk siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peserta penelitian termasuk siswa dari kelas VII hingga IX untuk menguji generalitas instrumen, memanfaatkan model 4-D oleh Thiagarajan et al., Yang terdiri dari fase define, desain, pengembangan, dan penyebaran. Produk akhir berupa instrumen penilaian pra-pembelajaran yang disesuaikan untuk kelas VIII semester 2. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan model Rasch melalui perangkat lunak Winstep 5.7.1. Analisis tambahan, termasuk triangulasi data dan wawancara mendalam dengan siswa dan guru, memperkaya interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memenuhi kriteria kualitas tinggi, dengan skor validasi rata-rata 2 (sangat baik), reliabilitas instrumen 0,98 (kategori khusus), reliabilitas responden 0,85 (kategori baik), validitas isi memenuhi persyaratan yang ditetapkan, dan validitas konstruk berkisar antara 0,53 hingga 0,71, menunjukkan validitas keseluruhan

    Pengaruh Penerapan Alur Praktikum Merdeka Terhadap Peningkatan Kemandirian dan Keterampilan Praktikum Peserta Didik

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of the implementation of the MERDEKA practical flow learning on the independence and practical skills of class VIII students of SMP Negeri 2 Banjarnegara. The study used a quasi-experimental method with a one group pretest posttest design. The subjects of the study were class VIII students with a sample of 28 students from class VIIIF. Data collection techniques for independence and practical skills used observation and performance tests. The implementation of the implementation of the independent practical flow was documented with journal notes on the learning process. Pretest data for independence and practical skills used data before the implementation of the MERDEKA practical flow and the posttest was taken at the end of the independent practical flow learning. The data obtained in the form of pretest and posttest scores were analyzed using the effect size (d) calculation. It can be concluded that the implementation of the MERDEKA practical flow learning has an effect on student independence with an effect size value of 2.39 or a very high influence category and the practical skills of class VIII students of 1.88 or a high influence category.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran alur praktikum MERDEKA terhadap kemandirian dan keterampilan praktikum peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode kuasi di eksperimen dengan desain one group pretest posttest design. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII dengan sampel dari kelas VIIIF berjumlah 28 peserta didik. Teknik pengumpulan data kemandirian dan keterampilan praktikum menggunakan observasi dan tes unjuk kerja. Pelaksanaan penerapan alur praktikum merdeka didokumentasikan dengan  catatan jurnal proses pembelajaran. Data pretest kemandirian dan keterampilan praktikum menggunakan data sebelum penerapan alur praktikum MERDEKA dan posttest diambil pada akhir pembelajaran alur merdeka praktikum. Data yang diperoleh berupa nilai pretest dan posttest dianalisis menggunakan perhitungan effect size (d). Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran alur praktikum MERDEKA berpengaruh terhadap kemandirian peserta didik dengan nilai effect size  sebesar 2,39 atau kategori pengaruh sangat tinggi dan  keterampilan praktikum peserta didik kelas VIII sebesar 1,88 atau kategori pengaruh tinggi

    Pengembangan Majalah Krisan Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di SMPN 2 Ujan Mas

    Get PDF
    Kecakapan literasi dapat dilihat dari hasil rapor Pendidikan melalui Asesmen Kompetensi Minimum. Berdasarkan hasil rapor pendidikan nilai literasi siswa di SMPN 2 Ujan Mas masih rendah, hal ini juga tampak dari rendahnya minat baca siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan majalah Krisan berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan minat baca siswa di SMPN 2 Ujan Mas. Majalah Krisan dikembangkan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengembangan berfokus pada pada pembuatan konten berkualitas berbasis kearifan lokal yang dapat diakses melalui berbagai perangkat digital.  Hasil validasi ahli materi menunjukkan bahwa majalah Krisan layak dengan nilai validasi 3,20. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa majalah Krisan layak dengan nilai validasi 3,18. Hasil evaluasi melalui uji kelayakan menunjukkan bahwa 95,18% siswa dan 89% guru memberikan respons sangat positif terhadap majalah Krisan. Berdasarkan hasil penelitian, majalah Krisan terbukti efektif dalam meningkatkan minat baca siswa dan dapat diimplementasikan sebagai media literasi interaktif yang inovatif.Literacy proficiency can be assessed through the Educational Report via the Minimum Competency Assessment. Based on the educational report results, the literacy scores of students at SMPN 2 Ujan Mas are still low, which is also evident from the students’ low reading interest at school. This study aimed to develop the Krisan magazine based on local wisdom to increase students’ reading interest at SMPN 2 Ujan Mas. The Krisan magazine was developed using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development focused on creating high-quality content based on local wisdom that can be accessed through various digital devices. The material expert validation results indicated that the Krisan magazine is appropriate, with a validation score of 3.20. The media expert validation results also showed that the Krisan magazine is appropriate, with a validation score of 3.18. The evaluation results through feasibility testing indicated that 95.18% of students and 89% of teachers gave a very positive response to the Krisan magazine. Based on the research results, Krisan magazine has proven effective in increasing students’ reading interest and can be implemented as an innovative interactive literacy medium

    Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Zakat melalui Metode Multiple Styles Berbasis TPACK di SDN Mlatiharjo 02

    Get PDF
    Boredom Boredom will affect the enthusiasm and learning outcomes of students in zakat material so that they do not reach CP (learning achievement). Children’s difficulties in understanding zakat material provide a challenge for researchers always to try to create learning innovations that are fun and meaningful. One solution that can overcome this problem is by applying 3 methods in one lesson which English terms can be called Multiple Styles, which means various methods. Can the use of the TPACK-based Multiple Styles method improve student learning outcames? This research aims to obtain meaningful and appropriate learning using the Multiple Styles method and determine the improvement in student learning outcomes. This reaserch uses the Classroom Action Research method which consists of 3 cycles. This research was carried out in class IV of Mlatiharjo 02 School, consisting of 28 students. The results of the research showed that the average result of cycle 1 was 70%, after carrying out cycle 2 the value inscreased to 83%, while in cycle 3 the achievement reached 98%. The conclusion of this research was that student learning outcomes regarding zakat by combining 3 methods or Multiple Styles were successful.Kebosanan akan mempengaruhi semangat dan hasil belajar peserta didik dalam materi zakat sehingga belum mencapai CP (capaian pembejaran). Kesulitan anak dalam memahami materi zakat memberikan tantangan peneliti untuk selalu berusaha menciptakan inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Salah satu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menerapkan 3 metode dalam satu pembelajaran yang dalam istilah bahasa Inggris bisa disebut dengan Mutiple Styles yang artinya berbagai macam metode. Apakah penggunaan metode Mltiple Styles berbasis TPACK dapat mrningkatkan hasil belajar siswa? Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pembelajaran bermakna dan tepat dengan menggunakan metode Multiple Styles serta mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 3 siklus.  Penelitian ini dilaksanakan di kelas SDN Mlatiharjo 02 Kota Semarang yang terdiri dari 28 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata siklus 1 sebesar 70%. setelah dilaksanakan siklus 2 nilainya meningkat 83%. Sedangkan pada siklus 3 mencapai ketuntasan mencapai 98%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hasil belajar siswa mengenai zakat dengan menggabungkan 3 metode atau Multiple Stules berhasil dengan baik dan cocok diterapkan untuk meningkatkan pemahaman 8 mustahik dan hasil belajar pada materi zakat

    Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Quantum Teaching pada Peserta Didik Sekolah Dasar

    Get PDF
    The learning model is one of the factors that determine the success of the learning process. Learning models that are not in accordance with the characteristics of students and learning materials can cause low learning outcomes. The purpose of the study was to improve learning outcomes on science learning material on the life cycle of living things through the use of the Quantum Teaching Learning Model. The research method used is Collaborative Classroom Action Research. The research subjects were fourth grade students of SD Negeri Keden 2 Kalijambe which amounted to 13 students. The research data was collected by using test technique using the instrument of description questions. The research data was analyzed descriptively quantitatively. Based on the research data, it is known that the learning outcomes of students have increased. Learners who get scores above the KKM for Pre-Cycle (15.38%), Cycle I (46.15%), and Cycle II (100%), so that the percentage increase in learning outcomes from Pre-Cycle to Cycle I is 30.77% and Cycle I to Cycle II is 53.85%. Thus, it can be concluded that the use of the Quantum Teaching learning model can improve student learning outcomes in science learning.Model pembelajaran merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Model pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran dapat menyebabkan hasil belajar rendah. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar terhadap Pembelajaran IPA materi siklus hidup makhluk hidup melalui penggunaan Model Pembelajaran Quantum Teaching. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif. Subyek penelitian adalah peserta didik Kelas IV SD Negeri Keden 2 Kalijambe yang berjumlah 13 peserta didik. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik tes menggunakan instrumen soal uraian. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data hasil penelitian, diketahui bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan. Peserta didik yang mendapatkan nilai di atas KKM untuk Prasiklus (15,38%), Siklus I (46,15%), dan Siklus II (100%), sehingga peningkatan persentase hasil belajar dari Pra siklus ke Siklus I adalah 30,77% dan Siklus I ke Siklus II adalah 53,85%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam Pembelajaran IPA

    Pengembangan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif

    Get PDF
    Education serves to help students develop their potential, skills, and personal characteristics in a positive direction, both for themselves and their environment. But this has not been seen from the education in class VI at SDN Pulau Kelapa 02 Pagi, namely the lack of accommodation for participants with special needs to be able to learn optimally and also teachers have not used the school environment as a learning resource so that learning outcomes have not been optimal. The purpose of this study is to develop the school environment as a source of learning in schools providing inclusive education. Development research method with ADDIE method. Data collection techniques with observation, questionnaires, and learning outcomes tests. The research instruments used are observation sheets, interview guidelines, questionnaires, and learning outcomes tests with data analysis techniques are descriptive analysis. The results of development by utilizing the environment as a learning resource from the validation of media experts 98.5% of the category are very good, material experts 96.8% of the category is very good, pedagogic experts 96.6% of the category is very good. The level of practicalization by teachers obtained 96.5% results in the very good category and students obtained 95.5% results in the very good category. From the results of expert validation, it can be concluded that the development of the environment as a learning resource has a positive impact to support differentiated learning.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengembangan lingkungan sekolah di Sekolah Dasar Negeri Pulau Kelapa 02 Pagi sebagai sumber belajar dalam penyelenggara pendidikan inklusif. Metode penelitian pengembangan dengan tahapan ADDIE. Teknik pengumpulan data dengan observasi, angket, dan pedoman wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara, angket, dan tes hasil belajar dengan teknik analisis data adalah analisis deskriptif. Hasil pengembangan sumber belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekolah berdasarkan penelitian 85% kategori valid, hasil uji validitas materi oleh ahli diperoleh angka 87%. Dan Hasil uji validitas pedagogi diperoleh angka 84%. Berdasarkan hasil penelitian ini praktikalisasi oleh guru memperoleh memiliki tingkat kepraktisan 96,5% dan hasil praktikalisasi menurut siswa sebesar 95,5%. Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Pulau Kelapa 02 Pagi dikembangkan menjadi sumber belajar diantaranya dengan menyediakan berbagai contoh reklame sehingga kaya dengan literasi seperti tersedianya poster, pamflet dan baliho. Pengembangan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar memberikan dampak yang positif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi siswa berkebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus memperoleh beragam sumber belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan

    Meningkatkan Kemampuan Berkolaborasi Melalui Pendekatan Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

    Get PDF
    Large classes with diverse learning needs become obstacles for teachers in providing intensive individual assistance for learning outcomes in identifying interactions between living things and their environment. Differentiated learning can be a solution. This research aims to see whether there is an increase in students' collaboration abilities through the peer tutoring approach in differentiated learning. This research is classroom action research carried out in two cycles starting from planning, implementation, observation and reflection. The research instruments used observation sheets and cognitive level learning outcomes tests. The results showed that student collaboration increased by 37.50% and cognitive level learning outcomes increased by 39.50% from cycle I to cycle II. The implementation of learning which has implications for obtaining these results increased by 12.0%. It can be concluded that there has been an increase in the ability to collaborate through the peer tutoring approach in differentiated learning in the learning outcomes of identifying living things and their environment in class VII of SMP Negeri 3 Gorontalo. It can be concluded that there has been an increase in the ability to collaborate through the peer tutoring approach in differentiated learning in the learning outcomes of identifying living things and their environment in class VII SMP Negeri 3 Gorontalo.Kelas yang besar dengan kebutuhan belajar yang beragam menjadi kendala guru dalam memberikan bantuan individu secara intensif pada capaian pembelajaran identifikasi interaksi mahkluk hidup dan lingkungannya. Pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terjadi peningkatan kemampuan berkolaborasi murid melalui pendekatan tutor sebaya dalam pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar level kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi murid meningkat 37,50% dan hasil belajar level kognitif meningkat 39,50% dari siklus I ke siklus II. Keterlaksanaan pembelajaran yang berimplikasi pada perolehan hasil tersebut meningkat sebesar 12,0%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berkolaborasi melalui pendekatan tutor sebaya dalam pembelajaran berdiferensiasi pada capaian pembelajaran identifikasi mahkluk hidup dan lingkungannya kelas VII SMP Negeri 3 Gorontalo

    Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Barang Bekas pada Materi Lingkaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

    Get PDF
    Each student has uniqueness and specialties that differentiate them from each other, including in terms of learning needs. One way to overcome the problem of diverse student characteristics in learning activities is to implement differentiated learning. This research aims to improve the mathematics learning outcomes of grade 8 students at Leilem Christian Middle School, Sonder District, with differentiated learning using used materials. This research is classroom action research carried out in two cycles. The subjects of this research were 8th grade students at Leilem Christian Middle School. Data collection was carried out using observation techniques and learning outcomes tests. Data were analyzed descriptively.The research findings indicate a progressive improvement throughout each cycle. In terms of teacher engagement during the instructional activities, the average score was 84.10% in Cycle I and 92.05% in Cycle II. Similarly, student involvement exhibited an increase, with an average score of 80.69% in Cycle I and 94.32% in Cycle II. As for the student's learning outcome test results, there was an advancement from 76.67% in Cycle I to 90% in Cycle II. In conclusion, differentiated instruction utilizing recycled materials is capable of enhancing student learning outcomes.Setiap siswa memiliki keunikan dan keistimewaan yang membedakan mereka satu sama lain, termasuk dalam hal kebutuhan pembelajaran. Salah satu cara yang dapat mengatasi masalah karakteristik siswa yang beragam dalam kegiatan pembelajaran adalah dengan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 8 SMP Kristen Leilem Kecamatan Sonder dengan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan barang bekas. Penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Kristen Leilem. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes  hasil  belajar. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap siklusnya ada peningkatan. Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan nilai rata-rata 84,10% dan siklus ke II dengan nilai rata-rata 92,05 %. Selanjutnya, pada aktivitas siswa juga terjadi peningkatan dalam kegiatan pembelajaran pada siklus I dengan nilai rata-rata 80,69% dan siklus ke II dengan nilai rata-rata 94,32%

    Efektivitas e-LKPD Interaktif dalam Mengasah Keterampilan Menulis Kreatif Peserta Didik Kelas VII pada Pembelajaran Daring

    Get PDF
    This study aims to determine and describe the effectiveness of using worksheet interactive (e-LKPD) in honing students' creative writing skills (fantasy stories) in online learning. The research method used is descriptive method, which describes the results of learning to write fantasy stories and student responses in using interactive e-LKPD by online learning. Data Sources of the study is students of class VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare. The data are the divided into two parts, namely the results of writing fantasy stories with interactive e-LKPD and student response using interactive e-LKPDs in writing fantasy stories obtained from online questionnaires. The results of data analysis showed that the students' skills in writing fantasy stories showed an average score of 85.35 which was included in the good category. Students agree, even strongly agree that the use of interactive e-LKPD is effective in writing fantasy stories. In addition, students said that the interactive e-LKPD was suitable for use in online and face-to-face learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan e-LKPD interaktif dalam mengasah keterampilan menulis kreatif (cerita fantasi) peserta didik pada pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan hasil pembelajaran menulis cerita fantasi dan respons peserta didik dalam menggunakan e-LKPD interaktif pada pembelajaran daring. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.1 UPTD SMP Negeri 1 Parepare. Data dalam penelitian ini terbagi atas dua, yaitu hasil menulis cerita fantasi dengan e-LKPD interaktif dan respons peserta didik menggunakan e-LKPD interaktif dalam menulis cerita fantasi yang diperoleh dari kuesioner yang diisi secara daring. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik dalam menulis cerita fantasi memperoleh rerata nilai 85,35 yang termasuk dalam kategori baik. Peserta didik setuju, bahkan sangat setuju bahwa penggunaan e-LKPD interaktif efektif dalam menulis cerita fantasi. Selain itu, peserta didik mengatakan bahwa e-LKPD interaktif layak digunakan pada pembelajaran daring dan tatap muka

    372

    full texts

    385

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇