E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Not a member yet
    982 research outputs found

    Analisis Penerapan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) Di Kapal Ferry Rute Baubau - Wara

    Full text link
    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 17.499 yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Untuk menghubungkan antar pulau, maka diperlukan jalur transportasi laut sebagai penghubung yaitu kapal. Kapal Ferry merupakan salah satu moda transportasi massal yang banyak digunakan oleh masyarakat. Dalam operasionalnya, aspek keselamatan penumpang menjadi prasyarat utama guna menjamin kelancaran dan keberlangsungan layanan transportasi tersebut. Kapal yang dioperasikan untuk transportasi antarpulau maupun untuk kegiatan eksploitasi sumber daya laut wajib memenuhi standar kelayakan laut. Kapal ferry rute Baubau–Wara merupakan salah satu moda transportasi laut yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat antara Pulau Buton dan Pulau Muna. Tingginya intensitas pelayaran dan banyaknya penumpang, berpotensi terjadinya kecelakaan kerja dan peluang terjadinya gangguan keselamatan penumpang semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan pada Kapal Ferry Baubau-Wara. Hasil penelitian menunjukkan Koefisien regresi untuk variabel Keamanan (X) sebesar 0,732 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel Keamanan akan meningkatkan variabel Kenyamanan (Y) sebesar 0,732 atau 73,2%. Koefisien yang bernilai positif ini mencerminkan adanya hubungan yang signifikan dan searah antara Keamanan dan Kenyamanan pengguna jasa KMP. Sultan Murhum

    Efektivitas Ice Breaking Pada Model Pembelajaran Make A Math Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa

    No full text
    The Formulation in this research are: 1) whether the application of Ice Breaking in mathematics learning using the Make A Match learning model is effective on the mathematics learning outcomes if students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa; 2) Is the application of the Make A Match learning model without the application of Ice Breaking effective in mathematics learning on the mathematics learning outcomes of students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa; 3) Which is more effective between the application of Ice Breaking in the Make A Match learning model without the application of Ice Breaking in mathematics learning for students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. The aim of this research is to determine 1) the effectiveness of implementing Ice Breaking in mathematics learning outcomes of students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. 2) the effectiveness of implementing the Make A Match model without implementing Ice Breaking in mathematics learning on the mathematics learning outcomes of students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. 3) the effectiveness of the application of Ice Breaking in the Make A Match learning model and the application of the Make A Match learning model without the application of Ice Breaking in mathematics learning on the mathematics learning outcomes of students at SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type. The population of this study were all students in class VIII of SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa which consisted of 2 classes with a total of 34 students. The sample in this study was class VIII. 1 as experimental class 1 and class VIII 2 as an experimental 2. Data collection in this research used tests in the form of essays. Hypothesis testing techniques use paired sample tests and independent sample tests. The research results show that the application of Ice Breaking in the Make Match learning model and the application of the Make A Match learning model without Ice Breaking in mathematics learning on the subject of straight line equations are both equally effective. Descriptively, the average scores for experimental class 1 and experimental class 2 were respectively 64.50 and 67.73. Based on the results of the results of the comparative analysis between experimental class 1 and experimental class 2, it was concluded that the application of Ice Breaking in the Make A Match learning model was not more effective than implementing the Make A Match learning model without Ice Breaking. This is proven based on the results of students’ data analysis which shows that the value is 0.916 with a significance value of p-value greater than the significance level (0.373>0.05).Rumusan dalam penelitian ini adalah: 1) apakah penerapan Ice Breaking pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Make A Match efektif terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa; 2) Apakah penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa penerapan Ice Breaking efektif dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa; 3) Manakah yang lebih efektif antara penerapan Ice Breaking pada model pembelajaran Make A Match dan penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa penerapan Ice Breaking dalam pembelajaran matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) efektivitas penerapan Ice Breaking pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Make A Match  terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. 2) efektivitas penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa penerapan Ice Breaking dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. 3) efektivitas antara penerapan Ice Breaking pada model pembelajaran Make A Match dan penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa penerapan Ice Breaking dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu. dimana populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Satu Atap Sampolawa yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa 34 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah Kelas VIII. 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VIII. 2 sebagai eksperimen 2. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample test dan independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Ice Breaking pada model pembelajaran Make A Match dan penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa Ice Breaking dalam pembelajaran matematika pada materi pokok bahasan persamaan garis lurus keduanya sama-sama efektif. Secara deskriptif nilai rata-rata kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 berturut-turut adalah 64,50 dan 67,73. Berdasarkan hasil analisis perbandingan antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2, disimpulkan bahwa penerapan Ice Breaking pada model pembelajaran Make A Match tidak lebih efektif dari pada penerapan model pembelajaran Make A Match tanpa Ice Breaking. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisis data siswa yang menunjukkan bahwa nilai  sebesar 0,916 dengan nilai signifikansinya p-value lebih besar dari taraf signifikansinya (0,373 > 0,05).&nbsp

    Persepsi Pemilih Pemula Dalam Menentukan Pilihan Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Buton Selatan Tahun 2024

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pemilih pemula dalam menentukan pilihan dan faktor yang mempengaruhi persepsi pemilih pemula Kelurahan Laompo di Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Lokasi penelitian ini di Kelurahan Laompo Kabupaten Buton Selatan. Sumber data berupa data Primer dan data Sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua persepsi pemilih pemula dalam menentukan pilihan pada pemilihan Bupati Buton Selatan Tahun 2024 yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif diberikan oleh pemilih pemula jika ada program para calon yang berhubungan dengan pemuda karena menjadi ketertarikan bagi mereka. Sedangkan persepsi negatif pemilih pemula tidak percaya pada janji-janji, apa lagi ketakutan para pemilih pemula akan isu kepentingan pribadi, ditambah lagi sulitnya kepercayaan pemilih pemula pada calon yang mungkin akan bersaing tidak memiliki latar belakang yang bagus, sehingga harapan besar untuk tidak salah dalam memilih nantinya karena tentu sebagai pemilih pemula mereka tidak memiliki pengalaman dalam menentukan pilihan dengan baik. Faktor yang mempengaruhi persepsi pemilih pemula dalam menentukan pilihan pada pemilu kepala daerah Kabupaten Buton Selatan adalah poster dan spanduk calon, daya tarik poster atau spanduk para calon bisa mempengaruhi persepsi mereka. Pengaruh keluarga begitu besar, bukan hanya mempengaruhi persepsi, tetapi juga pilihan para calon pemilih karena mereka menganggap kurangnya pengetahuan mereka akan pemilu yang sebagai pemula, lebih baik mengikuti pilihan keluarga dalam memilih karena mungkin mereka bisa membuat keputusan yang tepat

    Pengaruh Penggunaan Aplikasi Geogebra Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fungsi Kuadrat dan Fungsi Kubik Kelas X SMA Negeri 1 Baubau

    No full text
    The purposes of this study are to determine :(1) the effect of the use of applications on the attitudes of class X students of SMA Negeri 1 Baubau on the subject of quadratic functions and cubic functions,(2) the effect of the use of applications on the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 1 Baubau on the subject of quadratic functions and cubic functions,(3) the effect of the use of applications on the skills of class X students of SMA Negeri 1 Baubau on the subject of quadratic functions and cubic functions. This is a quantitative research using the Experimental method. The population was all 10th grade students of SMA Negeri 1 Baubau in the 2024/2025 academic year, in the even semester. Two classes, namely class X.1 and class X.2, totaling 55 students, were taken as research samples using the Cluster Random Sampling Technique. Data collection in this study used observation sheets, tests, and performance sheets. The data obtained were analyzed using the Independent Sample T-Test. Based on the research results, it was concluded that the t-value of N-Gain attitude = 3.096 > t-table =2.006, the t-value of N-Gain learning outcomes = 2.756> t-table =2.006, and the t-value of N-Gain skills = 4.142 > t-table = 2.006. Thus, the t-value > t-lable, so HO is rejected. In addition, the significance level of the analysis results for N-Ciain attitude is 0.003 < 0.05, N-Gain learning outcomes is 0.008 < 0.05. N-Gain skills is 0.000<0.05. So it can be concluded that there is a significant influence of the use of the GeoGebra application on the attitudes, learning outcomes, and skills of class X students of SMA Negeri 1 Baubau in the subject of quadratic functions and cubic functions.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aplikasi terhadap sikap siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau pokok bahasan fungsi kuadrat dan fungsi kubik, untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aplikasi terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau pokok bahasan fungsi kuadrat dan fungsi kubik, untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan aplikasi terhadap keterampilan siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau pokok bahasan fungsi kuadrat dan fungsi kubik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Experiment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau Tahun Ajaran 2024/2025 semester genap yang diambil 2 kelas yaitu kelas X.1 dan kelas X.2 yang berjumlah 55 orang sebagai sampel penelitian dengan menggunakan Teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes, dan lembar unjuk kerja. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan nilai thitung N-Gain sikap = 3,096 > ttabel = 2,006, nilai thitung N-Gain hasil belajar = 2,756 > ttabel = 2,006, nilai thitung N-Gain keterampilan = 4,142 > ttabel = 2,006. Dengan demikian nilai thitung > ttabel maka H0 ditolak. Selain itu, taraf signifikansi hasil analisis untuk N-Gain sikap sebesar 0,003 < 0,05 , N-Gain hasil belajar sebesar 0,008 < 0,05 , N-Gain keterampilan sebesar 0,000 < 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan aplikasi geogebra terhadap sikap, hasil belajar, dan keterampilan siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau dalam pokok bahasan fungsi kuadrat dan fungsi kubik

    Pengaruh Kemampuan Komunikasi Matematis terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas V SD Negeri 62 Buton

    No full text
    The purpose of this study is to determine the influence of mathematical communication skills on the mathematical reasoning skills of fifth-grade students of SD Negeri 62 Buton. This type of research is quantitative research with a survey method. The population in this study were all fifth-grade students of SD Negeri 62 Buton, consisting of 17 students in class A and 17 students in class B. The sample in this study was the entire population, namely 34 students taken using convenience sampling techniques. Instruments and data collection techniques used questionnaires and tests. Data analysis techniques used were descriptive statistics, inferential statistics using simple linear regression tests. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that mathematical communication skills have an influence on the mathematical reasoning skills of fifth-grade students of SD Negeri 62 Buton. This can be seen from the analysis results, which show a positive regression coefficient for the mathematical communication ability variable, indicating a direct relationship between mathematical communication ability and students' mathematical reasoning ability. The calculated t-value of 2.217 is greater than the t-table value of 2.037. The coefficient of determination is 13.3% for variable X versus Y, while the remaining 86.7% is influenced by other factors not examined in this study.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa kelas V SD Negeri 62 Buton. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 62 Buton, yang terdiri dari 17 siswa di kelas A dan 17 siswa di kelas B. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu sebanyak 34 siswa yang diambil menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen dan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif, statistik inferensial dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan komunikasi matematis memiliki pengaruh terhadap kemampuan penalaran matematika siswa kelas V SD Negeri 62 Buton. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis, bahwa koefisien regresi bertanda positif untuk variabel kemampuan komunikasi matematis yang mempunyai nilai menunjukan adanya hubungan yang searah antara kemampuan komunikasi matematis terhadap kemampuan penalaran matematika siswa sedangkan nilai t hitung sebesar 2,217 > t tabel 2,037. Sedangkan koefisien determinasi sebesar 13,3% untuk tingkat variabel X terhadap Y, sementara sisanya sebesar 86,7%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Peningkatan Pemahaman Membaca Teks Deskriptif Siswa Kelas VII melalui Strategi Bertanya 5W+1H

    No full text
    The aims of this study was to increase students' reading comprehension of descriptive texts using the 5W+1H questioning strategy to address concerns identified in the classroom. This study focused on seventh-grade students, specifically those in class VII.2, which consisted of 34 individuals. The classroom action research (CAR) approach was used in this study. The data were collected using an observation checklist and tests. The researcher analyzed the data using a combination of qualitative and quantitative data, as well as the observation checklist. Furthermore, the researcher assessed the test based on the mean score for each cycle in qualitative data. Based on qualitative data, this study found that the 5W+1H questing approach and learning process increased students' classroom reading behavior. The observation checklist showed that the student's performance improved between the first and second cycles. The quantitative data results also demonstrated an improvement in the students' reading comprehension mean scores between the first and second cycles. The study suggests that implementing the 5W+1H questioning strategy can significantly improve students’ reading comprehension.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa terhadap teks deskriptif melalui penerapan strategi bertanya 5W+1H. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan di dalam kelas terkait rendahnya pemahaman siswa terhadap teks bacaan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.2 SMP yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata tes pemahaman membaca pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertanya 5W+1H dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses membaca di kelas serta meningkatkan skor pemahaman membaca siswa. Peningkatan terlihat dari perbandingan hasil observasi dan nilai tes antara siklus I dan siklus II. Dengan demikian, penerapan strategi bertanya 5W+1H terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa terhadap teks deskriptif

    PENGARUH FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 3 BAUBAU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 3 Baubau (2) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 3 Baubau Jenis penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Baubau yang terdiri dari 91 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampel total dengan jumlah sampel 91 siswa. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknis analisis data yang digunakan yaitu regresi linear sederhana, dan uji determinasi sederhana. Berdasarkan regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y= 40,498 + 0,566. Hal ini menunjukan bahwa a= 40,498 yang artinya jika nilai fasilitas belajar siswa meningkat maka nilai dari fasilitas belajar adalah 40,498, artinya bahwa pengaruh fasilitas belajar siswa dengan hasil belajar siswa tergolong sedang, sedangkan b = koefisien regresi sebesar 0,566 yang artinya jika nilai dari fasilitas belajar siswa meningkat maka hasil belajar siswa meningkat sebesar 0,566 .Kenaikan dari fasilitas belajar siswa dikarenakan nilai dari koefisisen regresi adalah positif, atau terdapat pengaruh yang modera antara fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMA Negeri 3 Baubau. Selanjutnya dari hasil perhitungan rumus (product moment) maka diperoleh r = 0,224 yang berarti adanya hubungan yang kuat antara fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas X SMA Negeri 3 Baubau. Berdasarkan konstribusi fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa ditujukan dengan hasil keofisien determinasi (penentu) sebesar 0,050. Artinya bahwa Fasilitas Belajar Siswa (X) berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar Siswa. Berdasarkan hasil nilai koefisien determinasi yang merupakan hasil dari R square yaitu sebesar 5% dan sisanya 95% yang dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini

    PERAN HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN PERKARA PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK STUDI DI LEMBAGA ADAT LIPU KATOBENGKE

    Full text link
      This research discusses the role of customary law in the resolution of criminal cases, particularly defamation, in the Lipu Katobengke indigenous community in Southeast Sulawesi. Customary law in this region serves as a mechanism for conflict resolution that emphasizes local wisdom values and social harmony. This study employs a normative-empirical approach, with data collection through interviews, observations, and literature studies. The results of this study indicate that the Lipu Katobengke community still relies on customary leaders to resolve criminal cases, with a mediation process involving all relevant parties. The sanctions applied vary, ranging from light sanctions in the form of fines to heavy sanctions that are now handed over to the authorities. This research emphasizes the importance of preserving the culture and traditions of customary law, as well as the need to enhance the capacity of customary leaders in conflict resolution. Furthermore, cooperation between the indigenous community and the authorities is essential to ensure the sustainability of customary law in a modern context.Penelitian ini membahas peran hukum adat dalam penyelesaian perkara pidana, khususnya pencemaran nama baik, di masyarakat adat Lipu Katobengke, Sulawesi Tenggara. Hukum adat di wilayah ini berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dan keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif empiris, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Lipu Katobengke masih mengandalkan tokoh adat dalam menyelesaikan perkara pidana, dengan proses mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait. Sanksi yang diterapkan bervariasi, mulai dari sanksi ringan berupa denda hingga sanksi berat yang kini diserahkan kepada pihak berwajib. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian budaya dan tradisi hukum adat, serta perlunya peningkatan kapasitas tokoh adat dalam menyelesaikan konflik. Selain itu, kerja sama antara masyarakat adat dan pihak berwenang sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan hukum adat dalam konteks modern

    TRADISI TEI’ANO WINE PADA MASYARAKAT SIOMPU, SEBUAH RITUAL PRA TANAM (STUDI DI DESA NGGULA-NGGULA)

    No full text
    This research aims; describes the background of the tei'ano wine ceremony in the Siompu community in South Buton Regency, describes the procession of carrying out the tei'ano wine ceremony in the Siompu community in South Buton Regency, reveals the symbolic meaning and values ​​contained in the tei'ano wine ceremony. The sources used consist of primary sources in the form of interviews, archives/documents, and secondary sources in the form of articles, books, magazines, journals, obtained from libraries and personal collections.                 This research uses a qualitative descriptive method. The aim of using this method is to create a systematic description, picture or painting of facts, characteristics and conclude data that has a relationship between the phenomena being studied. To obtain accurate data in connection with this research, in-depth interview techniques were used with the main informants and observation techniques or direct observations of the objects studied. Some of the main findings of this research are (1) The cultural tradition of tei'ano wine is a traditional ceremonial ritual of the farming community in Siompu. This ceremony is carried out after opening agricultural land, as an expression of prayer so that in the future the results will be abundant and free from pest pests. (2) The tei'ano wine ceremony or deliberation is carried out in baruga, which is attended by traditional institutions consisting of elements of sara and elements of law. (3) a. Social Values; deep wine tei'ano ritual Social life is essentially an activity of imitating and continuing the activities of humans in the past. b. Religious Values; The religious element in the tei'ano wine ceremony is reflected in the ritual of requesting the Almighty, so that the plants planted are kept away from pests and the results are bestowed. c. Cultural Values; The cultural value of the Tei'ano wine ceremony has become an ideology and justification for the importance of the ceremony. And if this culture is not implemented it will have a bad impact on people's live

    AN ANALYSIS OF ENGLISH TEACHERS’ BASIC TEACHING SKILLS AT SMP NEGERI 8 BUTON REGENCY

    No full text
    The objective of this research was to analyse the English teacher basic teaching skill at SMP Negeri 8 Buton regency. The significance of the research were provide information and additional insight within basic teaching skills and how they are applied in teaching English, give additional knowledge and experience in the implementation of teaching skills in teaching. The subject was the English teacher who have good basic teaching skills in teaching so get it the researcher selected senior English teacher at SMP Negeri 8 Buton regency. This research applied a qualitative research. so human instrument as the key instrument. It means that the researcher himself as the key instrument in this research. In colecting the data, the researcher applied the observation and interview. Participant observation and semi-structure interview were used in collecting the data about teaching skills of English teacher. The data kualitatif analysed by using data reduction, data display and drawing conclusions or verification. The result of the research showed that there were two basic teaching skills observed and interviewd that were opening the lesson and closing the lesson. In opening the lesson,  skills were observed and interviewed were skills on attract the studdents’ attention, enhance the students’ motivation, Provide a reference in starting learning activities and skills on creating links between activities. Meanwhile in closing the lesson the skills were observed and interviewed were skills on reviewing the learning that has been done, skills on learning Evaluation and skills on providing students’ psychological or social encouragement.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar guru bahasa Inggris di SMP Negeri 8 Kabupaten Buton. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi dan tambahan wawasan mengenai keterampilan dasar mengajar dan bagaimana penerapannya dalam pengajaran bahasa Inggris, memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan keterampilan mengajar dalam mengajar. Subjeknya adalah guru bahasa Inggris yang mempunyai kemampuan dasar mengajar yang baik dalam mengajar sehingga untuk mendapat karakteristik  subyek tersebut peneliti memilih guru bahasa Inggris senior di SMP Negeri 8 Kabupaten Buton. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif sehingga “human instrumen” sebagai instrumen kunci. Artinya peneliti sendirilah yang menjadi instrumen kunci dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi dan wawancara. Observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur digunakan dalam mengumpulkan data tentang keterampilan mengajar guru bahasa Inggris. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua keterampilan dasar mengajar yang diamati dan diwawancarai; yakni membuka pelajaran dan menutup pelajaran. Dalam pembukaan pembelajaran, keterampilan yang diamati dan diwawancarai adalah keterampilan menarik perhatian siswa, meningkatkan motivasi siswa, memberikan acuan dalam memulai kegiatan pembelajaran, dan keterampilan membuat koneksi antara materi sebelum dan materi yang akan segera disampaikan. Sedangkan dalam keterampilan menutup pembelajaran keterampilan yang diamati dan diwawancarai adalah keterampilan mereview pembelajaran yang telah dilakukan, keterampilan mengevaluasi pembelajaran dan keterampilan memberikan dorongan psikologis atau sosial kepada siswa

    458

    full texts

    982

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇