E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Not a member yet
982 research outputs found
Sort by
RESPON PERTUMBUHAN IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) MELALUI PENAMBAHAN TEPUNG CACING LAUT (Nereis,sp) SEBAGAI SUMBER PROTEIN DALAM PAKAN BUATAN
Cacing laut (Nereis sp) memiliki potensi sebagai bahan baku pakan buatan bagi ikan budidaya seperti ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altvelis), karena mengadung protein dan asam-asam amino esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi pakan cacing laut dalam pakan buatan, agar diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, Sebagai perlakuan adalah penambahan tepung cacing laut dalam pakan buatan dengan dosis berbeda dimana pada perlakuan A (0% cacing laut), B ( 10% tepung cacing laut), C (20% tepung cacing laut), dan D ( 30% tepung cacing laut). Hasil penelitian memperlihatkan penambahan tepung cacing laut (30%) dalam pakan buatan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan ikan kerapu bebek dengan perlakuan D yang tertinggi sebesar 9,218 gram, dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap, tingkat kelansungan hidup, dan konversi pakan
RESPON PERTUMBUHAN IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) MELALUI PEMBERIAN PAKAN BUATAN KOMBINASI TEPUNG KERANG MABE (Pteria penguin) DAN TEPUNG UDANG REBON
Ikan kerapu bebek atau kerapu tikus (Cromileptes altivelis) adalah salah satu jenis ikan laut yang bernilai ekonomis tinggi dan memiliki prospek yang sangat bagus untuk dibudidayakan. Budidaya ikan kerapu tikus saat ini telah berkembang dan seperti halnya budidaya ikan secara umum, salah satu faktor penentu keberhasilannya ditentukan oleh manajemen pakan. Pada manajemen pakan, salah satu aspek yang penting adalah dosis pakan yang diberikan pada ikan budidaya. Pada penelitian ini pakan uji yang digunakan adalah pakan buatan berupa pellet dengan dosis tepung kerang mabe berbeda (0%, 10%, 20% dan 30 %). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan konversi pakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan D (30% kerang mabe) yang menghasilkan angka pertumbuhan bobot mutlak 7.83±1.09 gram, laju pertumbuhan spesifik 3.66±0.25 % per hari dan konversi pakan 7.27±0.28