E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Not a member yet
    982 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Media PANLINTARMATIKA (Papan Perkalian Pintar Matematika) terhadap Minat Belajar Siswa pada Materi Perkalian di Kelas III SD Negeri 1 Baadia

    No full text
    This research aims to determine the influence of using PANLINTARMATIKA media on students’ interest in learning multiplication material in class 3 of  SD Negeri 1 Baadia. This is quantitative research by applying a Quasi Experimental design. The experimental class was carried out by providing treatment using a smart multiplication board (PANLINTARMATIKA) in the experimental class. Meanwhile the control class received conventional learning. The instruments used in this research were tests and interviews, and the population in this research were all class III students at SD Negeri 1 Baadia which consisted of two classes, namely class III.A, and class III.B with a total of 36 students. Based on the research results, the significance Value Based on Mean is 0.360 > 0.05, so it can be concluded that the data variance for the Exkperimental class and Control class is the same or heterogeneous. Thus, one of the condition (absolute) and the independent T-test sample test is that the value is significant. Amounting to 0.027< 0.05, so it can be counluded that H0 is rejected and H1 is accepted. This means that the use of PANLINTARMATIKA media influences students’ learning interest on multiplication materials in class 3 of SD Negeri 1 Baadia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media PANLINTARMATIKA terhadap minat belajar siswa pada materi perkalian di kelas 3 SD Negeri 1 Baadia.  Berdasarkan hasil penelitian bahwa nilai Signifikansi Based on Mean adalah sebesar 0.360 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians data kelas Ekperimen dan kelas Kontrol sama atau hoterogen dengan demikian, maka salah satu syarat (mutlak) dan uji independen sampel T-test diketahui bahwa nilai signifikan sebesar 0.027 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti penggunaan media PANLINTARMATIKA berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada meteri perkalian di kelas 3 SD Negeri 1 Baadia. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran metematika dengan menggunakan media PANLINTARMATIKA berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada materi perkalian di kelas III SD Negeri 1 Baadia

    KAJIAN SOSIO YURIDIS PROSES PELAKSANAAN PRAPERADILAN DI PENGADILAN NEGERI BAUBAU

    No full text
    This research aims and examines the Socio Juridical Study of the Pretrial Implementation Process at the Baubau District Court. This study was carried out by combining juridical facts and field facts. Juridical facts show that every pretrial application submitted by the applicant must have a decision, whether the application is granted or rejected. After research has been carried out and this study has been compiled using field data, it will be found that if the process of arrest, detention, termination of investigation or prosecution and compensation or rehabilitation is legal, it can be concluded that: If the applicant's application is reasonable and can be proven, the pre-trial institution will issue a pre-trial decision, if it is unfounded and cannot be proven, then the judicial institution will issue a rejection decision or before the examination is complete the applicant withdraws the application or before the pre-trial examination of the main case has been submitted and heard then it will be dismissed. the pretrial application. The factors causing there to be no pre-trial decision are closely related to whether the petition is reasonable and can be proven or not or whether the applicant withdraws the petition before the case is finished or the main case has entered the trial process and has not been completed so the petition is dismissed.Penelitian ini bertujuan dan mengkaji mengenai Kajian Sosio Yuridis Proses Pelaksanaan Praperadilan Di Pengadilan Negeri Baubau. Kajian ini dilakukan dengan mengadakan perpaduan antara fakta yuridis dan fakta lapangan. Setelah dilakukan penelitian maka dalam melakukan proses sah tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian penuntutan dan ganti kerugiaan atau rehabilitasi disimpulkan bahwa: Jika permohonan pemohon beralasan dan dapat dibuktikan maka lembaga praperadilan akan mengeluarkan putusan praperadilan, kalau tidak beralasan dan tidak bisa dibuktikan maka lembaga peradilan akan mengeluarkan penetapan penolakan atau sebelum selesai pemeriksaan pemohon menarik permohonannya atau sebelum pemeriksaan praperadilan perkara pokok telah masuk dan disidangkan maka gugurlah permohonan praperadilan tersebut. Faktor-faktor penyebab sehingga belum ada putusan praperadilan sangat berkaitan dengan permohonan beralasan dan dapat dibuktikan atau tidak atau pemohon menarik permohonannnya sebelum perkara selesai atau perkara pokok sudah masuk proses persidangan belum selesai sehingga gugurlah permohonan tersebut. &nbsp

    Pembinaan Karir Pegawai Negeri Sipil Dalam Menunjang Disiplin Kerja Pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan karier dalam menunjang disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton dan untuk mendeskripsikan disiplin kerja pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil dalam menunjang disiplin kerja pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton cukup maksimal karena dipengaruhi beberapa faktor antara lain : a) Bentuk pembinaan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton kepada para pegawainya melalui pemberian arahan dan bimbingan agar teknis; b) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton memiliki program pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai; c) Pada tahun 2019 pemerintah Kabupaten Buton melakukan promosi atau pelantikan pejabat baru pada jabatan eselon II, III dan IV berdasarkan hasil penilaian tim baperjakat, dengan pendekatan meritokrasi; d) Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton selalu melakukan mutasi kepada para pegawainya untuk mencegah terjadinya kejenuhan dan penurunan prestasi kerja pegawai akibat terlalu lama menempati suatu jabatan tertentu. 2) Disiplin kerja pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buton masih rendah disebabkan : a) Kehadiran dan kepatuhan pegawai pada jam kerja serta penyelesaian pelaksanaan tugas dengan tepat waktu masih sangat rendah meskipun ada juga pegawai yang datang dan pulang tepat waktu disebabkan banyaknya pegawai yang masih berdomisili di Kota Baubau; b) Belum terdapatnya surat teguran dari pelanggaran disiplin aturan pada pegawai karena para pegawai sudah melaksanakan perintah atasan dan selalu menggunakan kelengkapan pakaian seragam setiap masuk kantor; c) Pegawai sudah memiliki kesanggupan dalam menggunakan dan memelihara peralatan kantor yang digunakannya untuk menunjang penyelesaian tugas-tugasnya

    Pemanfaatan Aspal Kabungka Campur Dingin Hampar Panas Dengan Menggunakan Modifier 3%

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pemanfaatan aspal Kabungka campur dingin hampar panas dengan penambahan modifier sebesar 3%. Aspal Kabungka merupakan salah satu jenis aspal alam yang berpotensi digunakan sebagai alternatif aspal minyak konvensional, namun karakteristiknya yang lebih keras dan getas memerlukan modifikasi untuk aplikasi tertentu. Metode campur dingin hampar panas menawarkan keuntungan dalam hal efisiensi energi dan emisi dibandingkan dengan metode campuran panas konvensional. Dalam penelitian ini, modifier ditambahkan untuk meningkatkan kualitas dan performa aspal Kabungka, khususnya dalam hal fleksibilitas, ketahanan terhadap retak, dan stabilitas campurannya. Pengujian laboratorium dilakukan untuk mengevaluasi sifat-sifat fisik dan mekanik campuran aspal Kabungka dengan modifier 3%, meliputi pengujian Marshall untuk menentukan stabilitas, flow, VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Aggregate), dan VFB (Void Filled with Bitumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan modifier 3% secara signifikan meningkatkan stabilitas dan durabilitas campuran aspal Kabungka, membuatnya memenuhi spesifikasi yang disyaratkan untuk perkerasan jalan, dan semua variasi kadar BGA 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7% memenuhi spsesiifikasi syarat yang ditentukan. Hasil ini mengindikasikan bahwa aspal Kabungka yang dimodifikasi dengan metode campur dingin hampar panas memiliki potensi besar untuk diaplikasikan dalam konstruksi jalan, mendukung keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal

    PERAN GEGANA KORPS BRIMOB POLRI DALAM PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA TERORISME

    Full text link
    This study aims to determine the role of the Gegana Corps Brirnob Polri in countering terrorist crimes. To determine the standard operating procedures for countering terrorist crimes by Gegana Corps Brirnob Polri This study is a normative legal research using a statutory approach, a conceptual approach, a historical approach, and a philosophical approach. The results of this study conclude that the Role and Function of the Gegana Detachment of the Brimob Unit in Countering Terrorism Terrorist crimes are generally carried out by clandestine elements (underground networks) that are organized and specially trained. Security measures are carried out on team members before carrying out terrorist acts. Usually they are made into a cell system before carrying out the destruction of targets. Surveillance of terror targets is carried out by personnel who are specifically tasked as scouts. The crime of terrorism is regulated in Law Number 15 of 2003 concerning the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2002 concerning the Eradication of Criminal Acts of Terrorism into Law (Terrorism Law).The Terrorism Law was enacted at the time due to a pressing need, namely a series of bombings in the Republic of Indonesia, such as the Bali bombing and the Marriott bombing in 2003. These incidents had caused widespread public fear, resulting in loss of life and property damage, thus negatively impacting Indonesia's social, economic, and political life, and international relations. These bombings are a common tactic used by terrorists in several countries.Penelitian ini bertujuan Untuk rnengetahui peran Gegana Korps Brirnob Polri dalarn penanggulangan tindak pidana terorisrne. Untuk    rnengetahui    standar operasional   prosedur   penanggulangan   tindak pidana terorisrne oleh Gegana Korps Brirnob Polri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual, pendekatan historis, dan pendekatan filosofis. Hasil hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Peran dan Fungsi Detasemen Gegana Satuan Brimob dalam Penanggulangan Terorisme Tindak pidana teroris pada umumnya dilakukan oleh elemen clandstine (jaringan bawah tanah) yang terorganisasi dan terlatih secara khusus. Tindakan pengamanan dilakukan kepada anggota tim sebelum melakukan aksi teror. Biasanya mereka dibuat sistem sel sebelum palaksanaan menghancurkan target. Pengintaian terhadap target sasaran teror dilakukan oleh personal yang bertugas secara khusus sebagai pengintai. Tindak pidana terorisme diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang (UU Terorisme). UU Terorisme pada saat itu dibentuk karena adanya keperluan yang sangat mendesak yaitu rangkaian peristiwa pemboman yang terjadi di wilayah Negara Republik Indonesia seperti bom Bali I dan bom Marriott, Tahun 2003 telah menimbulkan rasa takut masyarakat secara luas, mengakibatkan hilangnya nyawa serta kerugian harta benda, sehingga menimbulkan pengaruh yang tidak menguntungkan pada kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan hubungan Indonesia dengan dunia internasional. Peledakan bom tersebut merupakan salah satu modus pelaku terorisme yang telah menjadi fenomena umum di beberapa Negara

    SEJARAH PENAMBANGAN BATU KAPUR DAN PEMBUATAN BATAKO DI DESA NEPA MEKAR, BUTON TENGAH

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya studi dan kajian tentang penambangan batu kapur dan pembuatan batako dengan tujuan untuk mengetahui sejarah penambangan batu kapur dan proses pembuatan batako serta dampak ekonomi dan lingkungan pada masyarakat Desa Nepa Mekar, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan studi dokumen yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mendalam tentang masalah yang diteliti. Subjek pada penelitian ini adalah para penambang batu kapur dan pembuat batako. Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) penambangan batu kapur di Desa Nepa Mekar telah dilakukan masyarakat sekitar 55 tahun silam, tepatnya tahun 1970. Penambangan batu kapur dilakukan dengan cara sederhana dengan alat-alat berupa linggis, sekop, palu, kagahu (batok kelapa), ember dan karung. Penambangan yang dilakukan oleh masyarakat mulai pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Pada tahun 2000 jumlah penambang batu kapur mengalami peningkatan sebanyak 45 kepala keluarga. (2) Dari aktivitas menambang batu kapur, maka perlahan-lahan masyarakat Desa Nepa Mekar mulai membuat batako yang pertama kali dirintis oleh bapak La Ntahawe (H. Ramadhan) pada tahun 1990. Awalnya batako yang dibuat hanya untuk keperluan dasar pagar rumah, dinding kolong rumah, dan kamar mandi. Pada tahun 1995 pembuatan batako sudah dijadikan usaha oleh H. Ramadhan dan keluarganya, namun pembuatan batako masih manual dan tradisional. Bahan pembuatan batako hanya membutuhkan batu kapur yang telah dihaluskan, semen, dan air, sedangkan alat yang digunakan adalah gerobak (artco), sekop, cetakan batako, dan kacumbu (penumbuk). (3) Dampak terhadap penambangan batu kapur di Desa Nepa Mekar, adalah: pertama, dampak posiif yaitu dapat dilihat dari sisi ekonomi, di antaranya: sumber penghasilan yang baru bagi masyarakat, memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, dampak negatif yaitu dapat dilihat dari sisi lingkungan, di antaranya: kegiatan penambangan batu kapur akan memberikan kerusakan pada permukaan tanah dimana permukaan tanah menjadi berlubang-lubang,  terjadi penggundulan tanah di sekitar daerah areal pertambangan sehingga tanah tidak dapat difungsikan untuk berkebun atau bertani dikarenakan tanah tersebut sudah tidak lagi subur, terjadinya longsor dapat membahayakan keselamatan pada masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan batu kapu

    HEPORAE; TRADISI TUNANGAN MASYARAKAT PAJAM KECAMATAN KALEDUPA SELATAN KABUPATEN WAKATOBI

    No full text
    Penelitian ini mengkaji dan mengungkapkan heporae sebagai tradisi tunangan masyarakat Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi., dengan tujuan: untuk mengetahui latar belakang adanya tradisi heporae, tata cara pelaksanaan tradisi heporae dan nilai yang terkandung dalam tradisi heporae. Penelitian ini adalah penelitian sosial budaya dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan di Desa Pajam Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi dengan bertumpu pada pendekatan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya tradisi heporae merupakan suatu tradisi pertunangan yang dilakukan oleh  masyarakat Desa Pajam untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa kedua insan telah diikat sesuai adat sebelum dilangsungkannya pernikahan. Tentang kapan adanya, tidak dapat diketahui dengan pasti, mengingat tradisi ini telah tersimpan dalam memori kolektif masyarakat yang diturunkan secara turun-temurun dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses pelaksanaan tradisi heporae dilaksanakan dalam 3 tahab, yaitu: tahab awal, pihak laki-laki terlebih dahulu harus melakukan pasola/parara yaitu mengabarkan atau menginformasikan secara diam-diam; tahab tengah, potumpu yaitu pihak  laki-laki mendatangi rumah pihak perempuan secara resmi untuk menyampaikan maksud dan tujuannya melamar si perempuan; dan tahab akhir,  setelah  selesai  menentukan  mahar  pada  saat lamaran (potumpu), dilanjutkan dengan penentuan hari pernikahan, dengan melihat waktu yang baik sesuai dengan perhitungan masyarakat setempat dan kesepakatan dari kedua belah pihak. Nilai yang terkandung dalam tradisi heporae adalah nilai budaya yaitu suatu   pandangan   hidup   yang   dimiliki   oleh masyarakat Pajam dan  akan  diwariskan  secara  turun  temurun; nilai sosial yaitu melibatkan anggota masyarakat mulai persiapan hingga akhir. Seluruh masyarakat saling membantu mempersiapkan pelaksanaan proses pelamaran; nilai religi yaitu menuntut kita sebagai manusia yang sudah akil baligh agar segera menikah dengan terlebih dahulu  melaksanakan heporae agar kedua insan tersebut saling mengenal dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginka

    Pengaruh Pendekatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick terhadap Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Siswa SD

    No full text
    The aim of this research is to determine the effect of the Talking Stick Type Cooperative Learning Model Approach on Increasing the Mathematics Learning Activeness of Elementary School Students, namely class V of SD Negeri 2 Bone-Bone. The research method used in this research is the experimental method. The research population was all fifth grade students at SD Negeri 2 Bone-Bone which consisted of 2 classes. The sample used in the research was 38 students. The instruments of this research are an initial questionnaire and a final questionnaire. Data were analyzed using the mean difference test. The results of the research using the average difference test obtained a tcount value of 2.145 with a sig value. (2-tailed) = 0.039 <0.05, so H0 is rejected and HI is accepted. It can be concluded that there is an influence of the talking stick type cooperative learning model approach on elementary school students' active mathematics learning, specifically in class V of SD Negeri 2 Bone-Bone.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendekatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick terhadap Peningkatan Keaktifan Belajar Matematika Siswa SD yakni kelas V SD Negeri 2 Bone-Bone. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Bone-Bone yang terdiri dari 2 kelas. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 38 siswa. Instrumen penelitian ini yaitu angket awal dan angket akhir. Data dianalisis dengan menggunakan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menggunakan uji beda rata-rata diperoleh nilai thitung sebesar 2,145 dengan nilai sig. (2-tailed) = 0,039 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh pendekatan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap keaktifan belajar matematika siswa SD tepatnya di kelas V SD Negeri 2 Bone-Bone

    MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL BROBLEM BASED LEARNING (PBL) KELAS VIII SMP NEGERI 3 BATU ATAS

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) dalam meningkatkan aktivitas belajar pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 3 Batuatas. 2) untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pelajaranIPS kelas VIII SMP Negeri 3 Batuatas. Pada semester 2 tahun pelajaran 2024/2025. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan instrument penelitian berupa instrument aktivitas siswa dan tes hasil belajar untuk mengukur penguasaan siswa pada pelajaran IPS. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inverensial dalam bentuk instrument dan tes.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan:  (1) Aktivitas Siswa dan Hasil Belajar Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Batuatas dalam instrument dan penyelesaian soal dengan menggunakan model problem based learning (PBL) dengan aktivitas siswa siklus I terlaksana 6 aspek, meningkat pada siklus II 8 aspek terlaksana dengan nilai maksimal siswa sebesar 100 dan nilai minimal 60 sedangkan hasil belajar IPS siswa tampa menggunakan model (PBL) nilai maksimal 80 dan nilai minimal 50. (2) Pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran (PBL) lebih efektif dibandingkan tanpa menggunakan model (PBL) terhadap aktivitas dan hasil belajar IPS SMP Negeri 3 Batuatas. (3) Efektivitas model (PBL) terhadap aktivitas dan hasil belajar IPS SMP Negeri 3 Batuatas dapat diukur presentase aktivitas siswa sebesar 80 % dan hasil belajar IPS dengan nilai rata-rata 78,38 sementara dibandingkan tanpa menggunakan model PBL nilai rata-ratanya 63,87

    Identifikasi Sifat Fisik Tanah Dasar Menggunakan Metode Hand Boring Pada Jalan Desa Nambo Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton

    Full text link
    Di ruas jalan di Desa Nambo terjadi kerusakan berupa lubang dan permukaan jalan yang bergelombang. Struktur tanah harus mampu menahan beban lalu lintas agar jalan tetap kokoh dan aman digunakan. Untuk itu, penelitian ini mengumpulkan berbagai literatur, teori, dan jurnal sebagai referensi dalam analisisnya. Pengambilan sampel tanah dilakukan di lima titik lokasi di wilayah Nambo, dengan jarak antar titik sekitar 250 meter. Sampel diambil menggunakan metode pengeboran tangan (Handboring). Selanjutnya, sampel tersebut  diuji di laboratorium untuk mengetahui sifat fisik tanah, termasuk analisis butiran tanah, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg. Berdasarkan hasil karakteristik dan klasifikasi tanah menurut sistem AASHTO dan USCS, tanah di lokasi penelitian dari STA 0+000 hingga STA 0+750 diklasifikasikan sebagai kelompok A-2-7, yang menunjukkan tanah dengan kualitas baik sampai sangat baik. Sementara itu, pada STA 1+000, tanah termasuk dalam kelompok A-4, menunjukkan kualitas tanah biasa sampai jelek. Berdasarkan sistem USCS, tanah di STA 0+000 sampai 1+000 termasuk jenis pasir berlempung yang diberi simbol SC

    458

    full texts

    982

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-journal Universitas Dayanu Ikhsanuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇