Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Tantangan Gender Dalam Pendidikan Islam di Pulau Lombok
Penelitian ini membahas tentang gender dan pendidikan Islam di Pulau Lombok, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran gender dalam pendidikan Islam di Lombok dan mengeksplorasi bagaimana pendidikan Islam dapat mempengaruhi pemahaman gender di masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pemantauan mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran gender sangat penting dalam pendidikan Islam di Lombok dan terdapat perbedaan yang signifikan antara peran laki-laki dan perempuan dalam konteks pendidikan Islam. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat mempengaruhi pemahaman gender di masyarakat setempat namun masih sangat minim peran perempuan dalam bidang pendidikan islam dipulau lombok. Pendidikan Islam yang dianggap sebagai agama yang menempatkan laki-laki sebagai pemimpin dan penjaga keluarga dapat memperkuat pemahaman gender yang patriarkal di masyarakat setempat. Namun, terdapat juga pemahaman gender yang inklusif yang dapat ditemukan dalam praktik keagamaan di Lombok. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan adanya pendekatan pendidikan yang lebih inklusif dan memperhatikan peran gender dalam pengajaran agama Islam dan butuh perhatian khusus untuk menginplementasikan gender dalam pendidikan islam
Pengaruh Penambahan Menir Beras Dan Penggunaan Jumlah Bibit Terhadap Produksi Jamur Merang
Jamur Merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu bahan makanan salah satu bahan makanan yang bernilai ekonomis dan sudah lama dikenal di Asia sebagai bahan makanan yang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi dan lezat rasanya. Tersedianya nutrisi yang cukup dari media tumbuh dapar mendukung pertumbuhan tubuh buah jamur. Komposisi yang sesuai dari media tumbuh, yakni jerami padi, dedak, dan juga menir beras akan meningkatkan produksi jamur merang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui: 1) Adakah perbedaan pengaruh penambahan menir beras dan penggunaan jumlah bibit terhadap produksi jamur merang, 2) Manakah kombinasi per;akuan yang terbaik dalam menghasilkan produksi jamur merang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan rancangan percobaan yang dipakai adalah rancangan acak. Kelompok faktorial yang terdiri atas 2 faktor dan dengan 3 kali ulangan. Sedangkan tehnik analisis data menggunakan ANAVA AB yang sebelumnya dilakukan uji normalitas Standar Deviasi dan uji homogenitas Barlett. Kemudian dilanjutkan uji jarak Duncan. Dari hasil anailisis ragam dapat disimpulkan bahwa: 1 ) ada perbedaan pengaruh yang nyata pada penambahan menir beras dan penggunaan jumlah bibit terhadap berat segar jamur merang. 2) Kombinasi perlakuan M3B3 perlakuan penambahan menir beras sebanyak 250 gr /plot dan penggunaan jumlah bibit sebanyak 100 gr /plot merupakan perlakuan yang terbaik pengaruhnya terhadap produksi jamur merang jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Penggunaan Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Storytelling Pada Anak Di TK Gmim Hanna Matani
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penggunaan Boneka Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Storytelling Pada Anak di TK GMIM HANNA MATANI. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni: Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Anak-anak di TK yang berjumlah 10 anak terdiri atas 5 perempuan 5 laki-laki. Siklus I hasil yang dicapai terdapat 30% dari jumlah 10 anak telah menunjukkan perkembangan dalam menggunakan boneka tangan. Siklus II hasil yang dicapai 80% dari jumlah anak 10 anak mengalami perkembangan baik dengan menggunakan boneka tangan. Namun berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapatlah disimpulkan,bahwa masi terdapat 20% anak belum mencapai peningkatan yang baik,hal ini dikarenakan 2 anak tersebut belum bisa mengerakan motorik halus dengan baik. Hasil penelitian tindakan kelas pada pembelajaran siklus I dinyatakan belum berhasil, dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 50%. dengan capaian belajar rat-rata sekitar 30% . Penggunaan materi untuk meningkatkan kemampuan storytelling dengan menggunakan boneka tangan pada anak di TK GMIM Hanna Matani. Berdasarkan pada kesimpulan hasil penelitian dapatlah dikemukakan saran yaitu, Dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya guru menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi dan tidak hanya berfokus pada salah satu metode pembelajaran. Dan disarankan guru dapat menggunakan metode kreativitas dalam meningkatkan kemampuan storytelling dengan menggunakan boneka tangan sangat membantu guru dalam proses kegiatan pembelajaran
Teknologi Dan Moral Seorang Pelajar
Setiap apa yang kita lakukan apa yang kita dapatkan dan yang kita jalani pada dasarnya memiliki manfaat, dan itu semua tergantung dari bagaimana cara kita memaksimalkan peran kita sebagai seorang yang bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri. Dampak yang diberikan dapat berupa dampak positif maupun dampak negative. Begitu pun halnya pada problematika dalam jurnal ini. Teknologi merupakan salah satu perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran manusia yang digunakan untuk mempermudah melakukan atau menyelesaikan suatu permasalahan, berkat hadirnya teknologi pada zaman ini segala sesuatu baik pun informasi dapat di terima dengan cepat tanpa harus mencari dengan susah dan pekerjaanpun menjadi lebih mudah. Namun, hal ini tentunya memberikan dampak kepada manusia sebagai makhluk sosial. Ada pepatah yang mengatakan sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Teknologi memberikan pengaruh yang kuat terutama dalam terhdap moral seorang pelajar, sebegai seorang pelajar tentunya keberadaan teknologI tentu dapat mempermudah akses dalam menempuh pendidikan, namun tak banyak dari mereka yang memanfaatkan teknologi untuk hal yang buruk dan sampai mengesampingkan moral dalam bersosialisasi dengan sesama
Pengaruh Permainan Pesan Berantai Terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 4-5 Tahun Tk Islam Sultan Agung 02 Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh permainan pesan berantai terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-5 tahun di TK Islam Sultan Agung 02 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Experimental design dalam bentuk nonequiivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak didik kelompok A TK Islam Sultan Agung 02 Semarang. Yaitu kelompok A1 yang terdiri 13 anak dan Kelompok A3 yang terdiri 13 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Penggunaan metode permainan pesan berantai memiliki pengaruh yang signifikan dalam meninkakan kemapuan bahaa reepif anak kelas A TK Islam Sultan Agung 02 Semarang. Hasil analisis uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai Sig. (2-tiled) 0.200 > 0.05, dan uji homogenitas menunjukkan data bersifat homogen dengan nilai Sig. 0.955 > 0.05 . Hasil uji t terhadap data awal dan data akhir dengan nilai Sig. (2-Tiled) 0.005 < 0.05 yang artinya bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat pengaruh metode bermain pesan berantai terhadap kemampuan bahasa reseptif anak
Upaya Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran Matematika Materi FPB dan KPK dengan Metode Ice Breaking : Penelitian Tindakan Kelas di SDN Margaluyu
Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang membuat proses pembelajaran tersebut terasa menyenangkan dan bermakna. Sehingga ilmu pengetahuan yang didapatkan tersimpan dalam ingatan lebih lama. Guru berperan untuk memberi rangsangan (stimulus) agar siswanya mau mempelajari suatu materi pembelajaran tertentu. Guru membimbing dan membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswanya. Sehingga siswa lebih aktif untuk belajar dan kegiatannya beraneka ragam. Dari uraian di atas, peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran, maka didapati Siswa terlihat kurang tertarik dengan pembelajaran matematika. Hal ini ditandai dengan siswa beberapa kali menanyakan jam istirahat atau kapan pembelajaran berakhir. Kemudian peneliti analisis dan merasa bahwa metode pembelajaran kurang variatif sehingga kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan siswa kelas IV dalam pembelajaran matematika materi FPB dan KPK dengan metode Ice Breaking (Penelitian Tundakan Kelas di SDN Margaluyu). Setelah dilakukan Tindakan dengan 2 siklus, maka ditariklah kesimpulan bahwa metode Ice Breaking dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini ditandai dengan rata-rata nilai siswa meningkat pada saat sebelum perbaikan adalah 78, setelah perbaikan siklus 1 menjadi 83, dan setelah perbaikan siklus 2 menjadi 87
Peran Fungsi Eksekutif Otak pada Perkembangan Anak
Seiring dengan usia yang bertambah, anak-anak dan remaja memperlihatkan kemampuan yang lebih baik ketika mengerjakan berbagai tugas dari setiap komponen fungsi eksekutif dan pada tugas yang memerlukan koordinasi beberapa komponen fungsi eksekutif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran fungsi otak terhadap perkembangan anak. Jenis penelitian ini yakni kualitatif dengan analisis deskriptif dengan pengumpulan datanya berupa studi literatur, sehingga didapatkan dari berbagai sumber seperti artikel, buku, ataupun karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan topik pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pada komponen fungsi eksekutif (inhibition, working memory dan cognitive flexibility) berkembang sesuai dengan usia perkembangan anak. Di usia 4-6 tahun kecakapan inhibition dan working memory telah timbul dan berkembang dengan baik, sementara cognitive flexibility mulai timbul sesudah usia 4 tahun, yakni usai kedua komponen fungsi eksekutif yang lainnya berkembang. Hal yang bisa berpengaruh pada perkembangan FE pada anak yaitu faktor internal (faktor keturunan dan kesehatan anak) dan juga faktor lingkungan (status sosial ekonomi, peran keluarga, dan pendidikan orangtua). Peran keluarga ini dapat berupa pengasuhan, dan kesehatan mental ibu, serta beberapa kegiatan di sekolah
Penanganan Anak Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Usia 5 - 6 Menggunakan Metode Bercerita Di Indonesia
Perkembangan bahasa pada setiap anak pastilah berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh stimulus yang diberikan oleh orang terdekat yang ada disekelilingnya. Pada anak usia dini berusia 5-6 tahun, tahapan perkembangan bahasanya dapat kita amati dari kelancaran saat anak berbicara, apakah anak sudah bisa berbicara secara lancar atau belum, serta saat berkomunikasi secara lisan kata kata yang disampaikan juga sudah lebih kompleks, akan tetapi bagi anak dengan keterlambatan bericara dibutuhkan kekhususan dalam melakukan stimulasi, penanganan khusus tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan melalui media bercerita sebagaimana yang dilakukan PAUD Aditya Karawang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun sumber data penelitian adalah siswa speech delay, guru, orang tua siswa serta ahli terapis wicara. Penelitian menunjukkan bahwa di PAUD Aditya Karawang terdapat siswa yang memiliki gangguan keterlambatan bicara jenis Speech Delay. Siswa tersebut berusia 4-6 tahun. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan berbicara antara lain kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya berbicara yang ditirukan oleh anak, kesehatan serta keharmonisan didalam keluarga. Semua faktor tersebut saling berkaitan dan berpengaruh kepada perkembangan bahasa anak. Kami berharap dengan memberikan atau menggunakan metode bercerita kepada anak, anak dapat terlatih untuk menggunakan bahasa yang benar saat berkomunikasi secara lisan.
Penelitian menunjukkan bahwa di PAUD Aditya Karawang terdapat siswa yang memiliki gangguan keterlambatan bicara jenis Speech Delay. Siswa tersebut berusia 4-6 tahun. Faktor yang mempengaruhi keterlambatan berbicara antara lain kecerdasan, penggunaan bahasa kedua, gaya berbicara yang ditirukan oleh anak, kesehatan serta keharmonisan didalam keluarga. Semua faktor tersebut saling berkaitan dan berpengaruh kepada perkembangan bahasa anak. Kami berharap dengan memberikan atau menggunakan metode bercerita kepada anak, anak dapat terlatih untuk menggunakan bahasa yang benar saat berkomunikasi secara lisan.
Kajian Peran Virtual Reality (VR) Untuk Membangun Kemampuan Dialogis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang harus beradapatasi akibat pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran menjadi kebutuhan agar tercipta proses dan hasil pendidikan yang berkualitas dan sesuai perkembangan zaman. Virtual reality sebagai salah teknologi yang sedang dikembangkan dalam dunia pendidikan. tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji peran teknologi virtual reality yang digunakan sebagai media untuk membangun kemampuan dialogis siswa di dalam pembelajaran matematika. metode yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah studi pustaka. data diambil dari berbagai literatur yang relevan berupa buku, artikel, jurnal, maupun sumber-sumber tertulis lainnya. data tersebut kemudian dianalisis dan dikaji sedemikian memperoleh hasil kajian yang disajikan secara deskriptif. hasil kajian yang diperoleh menunjukkan bahwa teknologi virtual reality dapat berperan untuk membangun kemampuan dialogis siswa dalam pembelajaran matematika. Peran tersebut akan maksimal bilamana guru mampu membuat dan menyajikan konten pembelajaran yang mampu menstimulus siswa untuk mengkritisi sebuah masalah dan mendorong siswa membangun dialog serta berargumen dengan siswa lain
Kajian Konsep Termodinamika Pada Tungku Pemanas Anti Nyamuk
Tungku anti nyamuk elektrik adalah alat yang dirancang sebagai tempat pembakaran sehingga bahan bakar dapat digunakan untuk memanaskan sesuatu. Obat nyamuk elektrik yang umumnya terbuat dari bahan kaleng dengan menggunakan serbuk pasir yang umum di jumpai di pasaran seperti serbuk obat nyamuk lavender. Selain mudah di temukan di pasaran, pengusir nyamuk elektrik ini juga mudah untuk dirancang sendiri dengan menggunakan beberapa barang bekas seperti kaleng bekas yang berbentuk seperti tabung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang dilakukan pada mekanisme kerja tungku obat nyamuk elektrik dengan menggunakan pasir magic lavender yaitu menggunakan metode eksperimen yang terdiri dari tahap yang berkelanjutan sehingga tujuan penelitian dapat dilaksanakan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan massa 10 gram, 20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram menghasilkan suhu yang paling tinggi sebesar 82, ^0 C dengan waktu yang dibutuhkan selama 90 menit dan mendapatkan nilai kalor lebur sebesar 1,905 J. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan massa 10 gram, 20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram menghasilkan suhu yang paling rendah sebesar 53,6 ^0 C dengan waktu yang dibutuhkan selama 17 menit dan mendapatkan nilai kalor lebur sebesar 381 J