Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja guru SMK Syntax Business School (SBS) Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif deskriptif evaluatif. Subjek yang diteliti adalah Guru SMK Syntax Business School (SBS) Kuningan. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukandengan mereduksi data, mendisplay data dan menyimpulkan. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja guru dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya dengan peran kepala sekolah yang harus memotivasi dan memberikan perhatian kepada guru-guru, kedisiplinan kepala sekolah dan kebijaksanaan kepala sekolah dalam segala hal, budaya organisasi daalam meninnggkatkan kinerja dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pembuatan peraturan dan atata tertib untuk guru dan siswa dan kemudian adanya kerjasama tim yang kuat, perencanaan kinerja guru dalam meningkatkan kinerja guru dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah pemberian pembekalan kepada guruguru, mengikutsertakan guru-guru dalam kegiatan penataran atau pelatihan, dan pemberian tugas kepada guru-guru. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan motovatif dan budaya organisasi yang kuat dapat meningkatkan kinerja guru
Penanaman Kedisiplinan Melalui Program Kegiatan Ketahanan Sekolah di SMK Negeri 1 Unaaha Kabupaten Konawe
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui disiplin dan sikap siswa SMK Negeri 1 Unaaha, (2) mengetahui pelatihan disiplin melalui program Ketahanan Sekolah SMK Negeri 1 Unaaha, (3) mengetahui dukungan dan pelaksanaan program Ketahanan Sekolah pada bidang-bidang berikut Inhibitor SMK Negeri 1 Unaaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pada disiplin dan sikap siswa SMK Negeri 1 Unaaha, melalui program “Ketahanan Sekolah” SMK Negeri 1 Unaaha untuk menumbuhkan disiplin, dan faktor-faktor yang mendukung dan melarang rencana tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 1 Unaaha memiliki disiplin yang baik. Penanaman disiplin dilakukan di SMK Negeri 1 Unaaha melalui program "School Resilience", meliputi kegiatan: pengaturan kawat, senam, sosialisasi bahaya narkoba, kesehatan reproduksi, hukum lalu lintas, undang-undang ketenagakerjaan, motivasi dan kepemimpinan, kebijakan sekolah, dan komunikasi alumni Pengetahuan dan pengalaman, dan pemahaman mendalam tentang kebangsaan dan pertahanan negara. Kegiatan perencanaan penanggulangan bencana sekolah mendapat dukungan dari sekolah, antara lain pendanaan, infrastruktur, partisipasi kepala sekolah dan guru, serta dukungan pihak luar seperti POLRI, KODIM, dokter dinas kesehatan, alumni dan orang tua siswa. Penulis dapat menyimpulkan bahwa kedisiplinan dan sikap siswa SMK Negeri 1 Unaaha telah menunjukkan hasil yang baik, Pelatihan kedisiplinan yang dilakukan melalui program kegiatan “Ketahanan Sekolah” berjalan dengan lancar, dan telah mencapai tujuan diadakannya program “Ketahanan Sekolah”. '' Tujuan dari rencana kegiatan, dan implementasi rencana kegiatan didukung. Dari semua pihak di dalam dan di luar sekolah
Pengembangan LKS Berbasis Contextual Teaching And Learning Pada Pembelajaran IPA Materi Daur Air Sekolah Dasar
Observasi awal di SDN Amertasari diketahui bahwa LKS IPA yang digunakan di kelas V A terpaku pada teks materi dan soal, dan kurang mengembangkan kegiatan siswa yang berkaitan dengan lingkungan siswa. Sehingga perlu adanya pengembangan LKS berbasis CTL pada pembelajaran IPA materi daur air. Rumusan masalah adalah bagaimanakah karakteristik, kevalidan, keefektifan dan kepraktisan LKS berbasis CTL pada pembelajaran IPA materi daur air kelas V SDN Amertasari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan LKS berbasis CTL. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) menggunakan metode penelitian dari Sugiyono (2015: 409), terdiri dari beberapa tahap, meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, ujicoba pemakaian dan produksi masal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Amertasari. Uji coba produk dilakukan di kelas V B dengan jumlah 8 siswa dan uji coba pemakaian dilakukan di kelas V A dengan jumlah 24 siswa. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase, uji normalitas, uji homogenitas, uji t dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) LKS yang dikembangkan mengandung komponen CTL yang terdiri dari kegiatan percobaan dan pengamatan (2) LKS berbasis CTL valid berdasarkan validasi dari ahli materi, media dan guru. Didapatkan persentase dan kriteria kelayakan isi 86,5% (sangat layak), kelayakan penyajian 75% (layak), penilaian CTL 81,25% (layak), kelayakan kegrafikan 79,2% (layak), dan penilaian kebahasaan 85% (layak); (3) LKS berbasis CTL berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi uji t bernilai 0.000 < 0,05. Uji gain sebesar 0,37 dengan kriteria sedang; (4) persentase respons siswa dan guru setelah penggunaan LKS berbasis CTL secara klasikal 90,9% dengan kriteria sangat positif, persentase respons siswa secara klasikal 81,15% dengan kriteria positif
Kontribusi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Implementasi Pengembangan Diri Terhadap Motivasi Kerja
Persoalan penting yang dihadapi oleh bangsa Indonesia pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan. Salah satu faktor utama yang sangat menentukan dalam meningkakan mutu pendidikan adalah tersedianya guru profesional yang mampu melaksanakan tugas pembelajaran dengan penuh tanggungjawab. Salah satu faktor yang dapat mendukung terbentuknya tanggung jawab guru dalam pembelajaran adalah adanya motivasi kerja. Banyak faktor yang berkontribusi pada motivasi kerja. Agar lebih fokus melalui penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar kontribusi kepemimpinan transformasional dan implementasi pengembangan diri baik secara individual maupun simultan terhadap motivasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 60 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat kontribusi positif kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru. (2) Terdapat kontribusi positif implementasi pengembangan diri terhadap motivasi kerja guru. (3) Terdapat kontribusi positif kepemimpindiri secara simultan terhadap motivasi kerja guru. Bertolak dari kondisi tersebut penulis menyarankan, pertama bahwa untuk memaksimalkan motivasi kerja guru dapat dilakukan dengan memperbaiki beberapa dimensi kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang cenderung belum optimal, terutama menyangkut dimensi meningkatkan kemampuan dan dimensi mempercayai orang lain. Dalam hal ini penulis menyarankan agar kepala sekolah lebih banyak memberikan kewenangan melalui pendelegasian wewenang kepada guru. Apabila pendelegasian wewenang berhasil diharapkan kepercayaan pada guru lebih meningkat. Kedua, dalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru masih ada yang perlu dikembangkan dalam hal implementasi pengembangan diri terutama menyangkut pengetahuan tentang organisasi kependidikan dan perasaan adanya diskriminasi dalam implementasi pengembangan diri melalui pencerahan pada rapat rutin internal sekolah dengan materi wawasan keorganisasian kependidikan dan kriteria pelaksanaan pengembangan diri
Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Pendidikan dan Pelatihan Aparatur
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk megetahui bagaimana pengaruh atau dampak Pandemi Covid-19 ini terhadap porses pembelajaran pendidikan dan latihan bagi peserta Aparatur Sipil Negara. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Responden yang di butuhkan dalam penelitian ini adalah peserta didik dalam hal ini aparatur sipil negara dan widiyaiswara sebagai pendidik dilingkungan pendidikan dan latihan Tekfunghan Kemhan. Hasil penelitian menunjukkan setelah adanya penutupan sementara lembaga pendidikan sebagai upaya menahan penyebaran pendemi covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan peserta diklat aparatur, tidak terkecuali di Indonesia. Gangguan dalam proses belajar langsung antara peserta diklat aparatur dan Widyaiswara dan pembatalan penilaian belajar berdampak pada psikologis peserta diklat aparatur dan menurunnya kualitas keterampilan peserta diklat aparatur. Beban itu merupakan tanggung jawab semua elemen pendidikan dan pelatihan aparatur khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan lembaga diklat aparatur bagi semua steakholders pendidikan dan pelatihan aparatur guna melakukan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana mestinya Indonesia merencanakan, mempersiapkan, dan mengatasi pemulihan covid 19, untuk menekan kerugian dunia pendidikan aparatur di masa mendatan
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Metode PAKEM
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran Aktif, Kreatif, efektif dan Menyenangkan (PAKEM) pada materi Gaya dan Perkembangan Teknologi Produksi mata pelajaran IPA dan IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Amertasari Kabupaten Konawe. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan IPS siswa di kelas IV SD Negeri 18 Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari melalui model pembelajaran Aktif, Kreatif, efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Sekolah, dapat memberikan informasi yang berguna untuk perbaikan pembelajaran di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: Melalui metode PAKEM, aktifitas belajar dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Amertasari pada mata pelajaran IPA dan IPS dapat ditingkatkan. Dari hasil penelitian yang dicapai menunjukkan bahwa penerapan model menggunakan metode PAKEM baik pada mata pelajaran IPA maupun mata pelajaran IPS dapat dikatakan sesuai dengan karakteristik anak didik. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perubahan yang cukup berarti dalam dua siklus pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Hasil pembelajaran pada siklus II memperlihatkan adanya peningkatan yang cukup berarti pada aspek-aspek yang diamati pada aktivitas siswa serta hasil belajar yang dicapai. Dari data yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa secara rata-rata diatas 80% siswa sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan telah mencapai ketuntasan 100% pada akhir siklus I