Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Meninjau Tantangan Dan Hambatan Dalam Pendidikan Anak Jalanan: Studi Kasus Pada Anak-Anak Jalanan Di Kota Makassar
Anak jalanan merupakan kelompok rentan yang seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Salah satu tantangan yang paling signifikan adalah akses mereka ke pendidikan formal. Anak jalanan seringkali menghadapi hambatan dalam pendidikan formal, seperti kemiskinan, kurangnya kesempatan, stigma sosial, dan kurangnya motivasi. Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak, termasuk anak jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Seperti yang dikemukakan Sugiyono dalam (Rukajat, 2018), pendekatan kualitatif ini memandang realitas sosial secara holistrik/utuh, kompleks, dinamis dan sarat makna. Jenis penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber yang ada oleh orang yang melakukan penelitian. Anak-anak yang menjadi anak jalanan dengan alasan atau sebab yang berbeda-beda dan dapat dikelompokkan menurut pola tertentu. Remaja menjadi anak jalanan disebabkan oleh banyak faktor, yaitu faktor kemiskinan, faktor keluarga dan masyarakat. Eksploitasi ekonomi terhadap anak berdampak negatif bagi anak. Selain itu, anak-anak yang dipaksa bekerja seringkali tidak dapat memperoleh pekerjaan formal karena belum kompetitif dan nilai tukar layanan yang mereka berikan belum sepadan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa banyak faktor penyebab munculnya anak jalanan, seperti faktor ekonomi atau kemiskinan, faktor keluarga dan faktor masyarakat. Eksploitasi terhadap anak, khususnya anak jalanan, masih marak terjadi. Bentuk eksploitasi berupa pemaksaan anak jalanan untuk bekerja di sektor informal, seperti mengemis dan mengamen
Peningkatan Kemampuan Berkolaborasi Mahasiswa Melalui Penerapan Model Cooperative Learning Di Pascasarjana Institut Ptiq Jakarta
Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan model cooperative learning dapat meningkatkan kemampuan berkolaborasi mahasiswa Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta pada prodi Magister manajemen pendidikan perguruan tinggi islam. Penerapan model cooperative learning dapat efektif diterapkan dalam pembelajaran ketika langkah-langkah yang disyaratkan bisa dipraktekkan dengan baik dan benar dalam pembelajaran. Adapun langkah-langkah serta penerapan dalam pembelajarannya yaitu:
Dosen memberikan informasi mengenai target pembelajaran yang akan dicapai dalam kelas dan memfokuskan pada pentingnya topik yang akan diajarkan serta memotivasi para mahasiswa agar lebih bersemangat untuk belajar.
Dosen menyajikan materi atau informasi kepada mahasiswa melalui demonstrasi atau sumber bacaan yang terkait pembelajaran.
Dosen memberikan petunjuk kepada para mahasiswa tentang bagaimana membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar bisa beradaptasi dengan cepat dan efisien.
Dosen memberikan pendampingan kepada setiap kelompok belajar pada saat mahasiswa mengerjakan tugas mereka.
Dosen mengevaluasi prestasi belajar mahasiswa mengenai materi yang telah dipelajari, atau masing-masing kelompok saat memaparkan hasil kerjanya.
Dosen mencari metode untuk menghargai dan memberikan penghargaan baik atas usaha maupun prestasi belajar individu dan kelompok
Pengembangan Permainan Tradisional Engklek Smart untuk Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun di TK Nizomul Arifin Tahun Ajaran 2022/2023
Penelitian ini bertujuan untuk media pengembangan permainan tradisional engklek smart untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan pengembangan kemudian diadaptasikan menjadi 6 (enam) tahapan pengembangan. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Adapun jumlah subjek penelitian pada uji coba lapangan awal sebanyak 5 orang, dan subjek penelitian pada uji pelaksanaan lapangan sebanyak 10 orang. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar validasi ahli materi dan ahli media, dan lembar observasi. Selanjutnya, teknis analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji-t. hasil validasi ahli materi menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak untuk digunakan dengan skor 27 Dan rata-rata 3,8 dengan kategori “sangat baik” , sedangkan hasil validasi ahli media memperoleh skor 26 dengan nilai rata-rata 3,7 dan termasuk kategori “sangat baik” . hasil analisis data menunjukkan adanya perubahan yang positif terhadap tingkat kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah menggunakan media pengembangan permainan tradisional engklek smart. Hasil uji coba awal diperoleh 54,5% anak termasuk dalam kategori “berkembang sesuai harapan (BSH)” dan 85,5% anak termasuk kategori “berkembang sangat baik (BSB)”. berdasarkan hasil tersebut dapat disimpukan bahwa media pengembangan permainan tradisional engklek smart layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun
Pojok Literasi Berbasis Pendidikan Masyarakat Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Literasi di Kelurahan Wanareja Subang
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran literasi warga Kelurahan Wanareja Kabupaten Subang melalui pojok literasi berbasis pendidikan masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendampingan dan pengajaran. Mitra dalam pengabdian ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Dinas Perpustakaan Kabupaten Subang dan Pemerintah Kelurahan Wanareja Subang. Adapun instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengabdian ini adalah berupa kuesioner yang diberikan kepada setiap penanggung jawab pojok literasi. Hasil pengabdian ini adalah terlaksananya program 5 pojok literasi di Kelurahan Karanganyar Subang, yaitu: Pojok Membaca, Pojok Menulis, Pojok Pengenalan Internet, Pojok Pelatihan Komputer dan Pojok Pengenalan MS. Office. Terdapat peningkatan literasi di kalangan masyarakat Kelurahan Wanareja Subang sebanyak 28,61%. Peningkatan tersebut dilihat dari jumlah masyarakat sebelum kegiatan yang hanya terdapat 52,2% yang paham akan literasi, kemudian meningkat menjadi 80,8% setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Respon masyarakat Kelurahan Wanareja Subang, terutama orang tua terhadap program pojok literasi sangat baik, dilihat dari jumlah anak-anak yang ikut melaksanakan pembelajaran di pojok literasi. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran literasi di Kelurahan Wanareja Subang
Pentingnya Bahasa Arab dalam Pendidikan Diplomasi dan Hubungan Internasional
Penelitian ini membahas peran penting Bahasa Arab dalam diplomasi antara Indonesia dan Mesir, terutama pada periode awal kemerdekaan Indonesia dan dukungan Mesir terhadapnya. Penguasaan Bahasa Arab, khususnya oleh diplomat ulung seperti Haji Agus Salim, menjadi kunci dalam membangun hubungan diplomatik yang erat dan memperoleh dukungan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai peran Bahasa Arab dalam pendidikan, terutama ketika diposisikan dalam konteks diplomasi dan hubungan internasional Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sebagai pendekatan awal untuk menggali pemahaman mendalam terkait sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mesir. Penelitian ini juga menyoroti relevansi Bahasa Arab dalam konteks pendidikan diplomasi. Integrasi Bahasa Arab dalam kurikulum pendidikan diharapkan dapat memfasilitasi komunikasi efektif, membentuk pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kultural, dan menghasilkan generasi yang mampu berperan aktif dalam diplomasi global. Tantangan dan peluang dalam pengajaran Bahasa Arab perlu diatasi untuk memaksimalkan manfaatnya dalam pendidikan modern. Pemahaman mendalam tentang Bahasa Arab menjadi faktor kunci dalam membangun kerjasama antarnegara dan mempromosikan perdamaian dunia di era globalisasi. Penguasaan Bahasa Arab memiliki peran signifikan dalam sejarah hubungan diplomasi antara Indonesia dan Mesir serta memberikan kontribusi penting dalam konteks pendidikan diplomasi dan hubungan internasional
Analisis Dampak Strategi Guru Pada Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kelas IX SMP IT Ibnu Khaldun Cirebon
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang baru saja dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan di Indonesia pada tahun 2020. Tujuan terbentuknya kurikulum merdeka belajar diharapkan dapat menghasilkan lulusan berdasarkan Pancasila, yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, mandiri, selebrasi, dan penalaran kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar bagi siswa kelas IX. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek 2 orang guru mobilisasi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang digunakan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di kelas IX harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di kelas IX adalah strategi pengorganisasian kegiatan pendahuluan, kegiatan penyampaian informasi, pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran dan strategi pengorganisasian kegiatan penutup. Strategi ini dimaksudkan sebagai langkah untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kurikulum merdeka belajar
Analisis Kemampuan Literasi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung
Tujuan Penelitian untuk mengetahui kemampuan literasi siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika kelas IX MTS Ikhwanul Muslimin Bekasi pada materi bangun ruang sisi lengkung. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengembilan sampel dilakukan dengan teknik Purpose Sampling yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang dilakukan. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX sebanyak 24 siswa MTs Ikhwanul Muslimin tahun ajaran 2021-2022 setelah melakukan analisis penulisan dapat menarik kesimpulan bahwa hasil literasi matematika siswa sebesar 67,5% tegolong dalam kemampuan literasi matematika dengan kategori Tinggi, konsep, fakta, dan prosedur matematika sebesar 42,5% tergolong dalam kemampuan literasi matematika dengan kategori cukup, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan hasil sebesar 45% tergolong dalam kemampuan literasi matematika kategori cukup, serta model matematika berdasarkan informasi sebesar 63% tergolong kemampuan literasi matematika dengan kategori tinggi. Semakin tinggi kemampuan literasi matematikanya maka semakin tinggi pula kemampuan kemampuan siswa dalam menyelesaikan sebuah permasalahan matematika terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi Kelas X Di Smk Bisnis Informatika
Penelitian ini bertujuan untuk menguji: 1) Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Akuntansi; 2) Apakah Model Pembelajaran Project Based Learning dapat mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMK Bisnis Informatika. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif kausal dengan sampel pada penelitian ini yakni kelas X AKL yang berjumlah 16 orang yang diambil secara nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Project Based Learning mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kriteria ketuntasan minimum pada soal pretest sebesar 18,17% sedangkan pada soal posttest sebesar 43,75%. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada kelas X AKL diperoleh nilai sig. (2 failed) 0,000 < 0,05 pada taraf α=0,05 memiliki arti bahwa Ha diterima dan HO ditolak, yang dinyatakan bahwa penggunaan model Project Based Learning dapat mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMK Bisnis Informatika
Analisis Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital Pada Siswa Kelas V SD Negeri 46 Rejang Lebong Tahun Pelajaran 2021-2022
Penelitian yang berjudul “Analisis Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital Pada Siswa Kelas V Sd Negeri 46 Rejang Lebong Tahun Pelajaran 2021-2022” ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penggunaan huruf kapital yang dibuat oleh siswa dalam menulis paragraf deskriptif. Adapun masalah dalam penelitian ini yakni “apakah kesalahan yang sering dilakukan siswa dalam penggunaan huruf kapital saat membuat kalimat deskriptif”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SD Negri 46 Rejang Lebong tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 20 siswa, Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriprif, yaitu metode penelitian yang melibatkan peneliti secara langsung untuk mengamati objek yang sedang diteliti. Keslahan ini terjadi di permulaan kaliamat terutama pada saat transisi pergantian kaliamat setelah tanda baca titik. Indikasi dari kesalahan ini disebabkan kurang terlatihnya siswa dalam menulis huruf kapital, adanya kebiasaan penulisan kalimat tanpa menggunakan huruf kapital. Selain itu ada juga siswa yang memiliki kebiasaan menggunakan huruf kapital terus menerus pada satu huruf tertentu. Faktor lain yang menyebabkan kesalahan tersebut, yaitu motivasi serta minat belajar siswa rendah. selain itu peranan guru yang masih kurang dalam memicu minat siswa dalam belajar menulis karen kurang kreatifnya cara penyampaian materi. Peneliti mengharapkan untuk penelitian selanjutnya agar bisa memberikan metode yang lebih baik dalam penyampaian materi mengenai penggunaan huruf kapital dalam menulis
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Kolase Pada Kelompok A TK Melati PGRI Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu
Permasalahan anak usia dini dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat. Oleh karena itu, usia dini (usia 0-8 tahun) juga disebut usia emas atau golden age. Dengan begitu, untuk mengembangkan bangsa yang cerdas, beriman, bertakwa, serta berbudi luhur hendaklah dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak yang diterapkan dalam menggunakan kegiatan kolase. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanan tindakan, observasi, dan reflexi. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, sedangkan analisis datanya menggunakan statistik kualitatif. Hasil dari penilitian ini menunjukkan adanya peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan kolase. Hal ini dapat dilihat dari prosentase rata-rata hasil kemampuan motorik halus pada siklus I , 66 %, dan siklus II, 72%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan kolase dapat meningkatkan motorik halus anak kelompok A di TK Melati PGRI Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu