Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Persepsi Siswa Kelas X SMKN 1 Surakarta Terhadap Program Merdeka Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga
Penelitian ini dilarbelakangi oleh Persepsi Siswa Kelas X di SMKN 1 Surakarta terhadap pembelajaran PJOK. Dikarenakan banyak perbedaan pemahaman, motivasi, dan persepsi masing-masing individu. Untuk mengetahui persepsi siswa peneliti mengadakan penelitian dengan indikatornya, seperti faktor internal meliputi, proses belajar, motivasi, dan kepripadian. Sedangkan faktor eksternal meliputi, intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan, gerakan dan hal-hal baru. Penelitian ini penelitian survei deskriptif. Populasinya berjumlah 360 siswa. Sampel yang diambil 72 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup, dan dari bentuknya termasuk kedalam angket rating scale. Memakai skor Skala Likert. Hasil penelitian dari secara keseluruhan menunjukan persepsi siswa kelas X pada pembelajaran PJOK pada kategori kurang baik dengan persentase (60%)
Desain Pembelajaran PAI Di Sekolah
Dilihat dari sudut pandang seorang guru atau pendidik yang dituntut untuk memiliki banyak kompetensi diantaranya kompetensi pedagogik, profesionalisme, kepribadian, dan sosial yang harus dimiliki, membuktikan bahwa tidak sembarang orang dapat menjadi pendidik. Namun hal yang selalu dipertanyakan yaitu tentang perubahan dan perkembangan dalam perencanaan bentuk pembelajran. Disaat pandemik sekarang ini, melakukan perubahan pembelajaran yang berbeda dari perencanaan strategi pembelajran sebelumnya merupakan suatu hal yang cukup sulit untuk dilakukan karena adanya keterbatasan pemahaman untuk melakukannya. Didalam ranah pendidikan, masih banyak imu yang bisa dikembangkan. Menggunakan metode qualitatif deskripsi yang akan membantu dalam memahami pengertian dari berbagai sudut pandang akan sangat membantu pada penelitian ini. Desain pembelajaran itu memerlukan perpaduan kebutuhan peserta didik dengan kompetensi yang harus kuasai pada saat mereka telah selesai melaksanakan kegiatan belajar. Berbagai pendapat dalam menyusun model pembelajaran berdasarkan berbagai prinsip atau teori pengetahuan. Mereka menyusun model pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran, teori-teori psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori-teori yang lain yang mendukung perencanaannya. Pembahasan tentang model desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam atau PAI saat ini sudah banyak bisa ditemukan sehingga perlu mencari suatu permasalahan yang lebih rinci untuk lebih memahami dan menambah pengetahuan baru
Peningkatan Scientific Attitude Menggunakan Model Project Based Learning (PJBL) Berbantuan Komponen Tpack Pada Materi Gerak Lurus
Perhatian terhadap peningkatan rasa ingin tahu, terbuka, kerja-sama dan berpikir kritis menjadi urgen untuk hadir dalam pembelajaran. Keseluruhan aspek ini dikenal sebagai saintific attitude. Diterangkan walaupun guru telah mengajar dan fasilitas belajar telah baik namun saintific attitude dalam belajar kurang, maka menjadikan pembelajaran tidak memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Hilangnya esensi ketertarikan dan kesenangan belajar siswa dapat dialami ketika saintific attitude rendah. Hal yang tidak sesuai harapan ini terjadi karena belajar dalam pandangan peserta didik kurang menghadirkan tantangan. Sebagai sebuah model belajar yakni PjbL dinilai dapat mengayomi hadirnya tantangan dalam belajar. Kemajuan perkembangan teknologi dan keilmuan turut membantu hadirnya tantangan dalam belajar, selaras dengan hal ini maka peranan komponen Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) menjadi penting untuk diambil bantuannya. Pengetahuan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dikenal sebagai TPACK. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data peningkatan saintific attitude dalam pembelajaran di SMA dengan menggunakan Model PjbL berbantu TPACK. Jenis penelitian ini adalah penelitian Classroom Action Research (CAR) dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X mipa di SMAN 5 Tangerang Selatan. Data didapat melalui metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan pada tiap siklusnya bahwa rasa ingin tau sebesar 75% menjadi 86,9%, kerja sama sebesar 76,1% menjadi 88%, aspek keterbukaan sebesar 79,3% menjadi 84,8% dan berpikir kritis sebesar 77,2% menjadi 83,7%. Keseluruhan data memiliki interpretasi dari cukup menjadi baik. Hasil temuan menyatakan terdapat peningkatan saintific attitude sebagai bagian dari upaya mencapai kompetensi dalam pembelajaran. Pandangan lebih lanjut memberi harapan terkait adanya perhatian pada saintific attitude secara utuh di tiap aspeknya
Implementasi Literasi Dan Numerasi Pada Program MBKM Dan Dampaknya Terhadap Siswa SMP Datuk Ribandang
Implementasi literasi dan numerasi di dunia pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa. Hal ini dilakukan melalui program-program yang menekankan pada pembelajaran keterampilan membaca, menulis, dan berhitung secara terpadu dalam kurikulum. Implementasi literasi dan numerasi tidak hanya penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan dasar, tetapi juga dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan. Kemampuan literasi dan numerasi yang baik dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik, memahami bahan bacaan yang kompleks, dan berpikir kritis. Namun, implementasi literasi dan numerasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan masyarakat. Dukungan ini diperlukan untuk memastikan bahwa siswa dapat mempraktikkan keterampilan literasi dan numerasi yang telah mereka pelajari di lingkungan yang lebih luas. Dalam kesimpulannya, implementasi literasi dan numerasi sangat penting dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk membaca, menulis, dan berhitung, dan mempersiapkan mereka untuk masa depan. Namun, implementasi ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak dan harus diintegrasikan ke dalam kurikulum secara terpadu
Efektivitas Konseling Solution Focused Brief Therapy Dalam Meningkatkan Self Efficacy Pada Penyandang Disabilitas Fisik
self efficacy merupakan salah satu bagian terpenting yang bertujuan untuk menentukan keberhasilan seseorang, dengan adanya self efficacy akan menunjukan seberapa besar tingkat keyakinan diri terhadap kemampuan dan mampu bertahan dalam situasi-kondisi sulit sekalipun. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya tingkat self efficacy pada penyandang disabilitas fisik di Sentra Budi Perkasa Palembang. Terdapat beberapa penyandang disabilitas fisik yang masih menjalani program pembinaan residensial di lembaga tersebut dengan tingkat self efficacy cenderung rendah, maka dari itu perlu adanya peningkatan self efficacy tersebut melalui konseling solution focused brief therapy. Pada penelitian ini digunakannya sebuah metode yakni jenis pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 10 orang subjek dengan kondisi keterbatasan fisik yang ditentukan dengan cara purposive sampling dari 21 orang penyandang disabilitas fisik di Sentra Budi Perkasa Palembang. Instrumen penelitian ini diadaptasi dari penelitian sebelumnya (odit, 2019) menggunakan skala likert. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan bahwa efektivitas konseling solution focused brief therapy dalam meningkatkan self efficacy (Z=-2.809: p 0.005 < 0.05). Berdasarkan hasil pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa konseling solution focused brief therapy efektif dalam meningkatkan self efficacy penyandang disabilitas fisik. Hal tersebut dikarenakan adanya dampak yang subtansial dari perlakuan konseling solution focused brief therapy yang diberikan
Development Of Educational Organizationsin The Integrated PN Vocational School Of Merangin, Jambi Province
Pentingnya pengembangan organisasi (Organization Development) pada sebuah lembaga pendidikan di sekolah, dalam pengembanga organisasi perlu adanya peran serta dari masyarakat sekolah, seperti halnya pimpinan sekolah, pendidik, dan masyarakat di lingkungan sekolah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan strategi dan faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pengembangan organisasi di SMKN PN Terpadu Merangin Propinsi Jambi. metode ini dalam meneliti penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Aadapun pengumpulan data dengan menggunakan tejnik observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Analisis data bersifat kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan sekaligus penarikan kesimpulan. Penelitian ini sangat penting karena dalam pengembangan organisasi di sekolah perlu melibatkan dan perlu bekerjasama dengan pihal dari luar dalam menyusun dan menetapkan pengembangan organisasi. Adapun yang menjadi kendala terhambatnya pengembangan orgnanisasi di sekolah yaitu ditemukannya masih kurangnya kedisplinan, kurangnya koordinasi, minimnya pemahaman siswa akan pentingnya sutu orgaisasi dan waktu mengikuti kegiatan organisasi di sekolah
Peningkatan Kinerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Dan Swasta Di Kota Jayapura Melalui Fungsi Pengawasan Pengawas
This study discusses the efforts of supervisors in improving the performance of madrasah principals through the supervisory function of supervisors in madrasah Ibtidaiyah in Jayapura city. The purpose of this study was to determine the function of supervisors in improving the performance of madrasah principals in state and private madrasahs in Jayapura city. The method used in this research is a qualitative research method using psychological approaches and pedagogical approaches. The data sources in this study consisted of madrasah heads, K3MI Chairpersons, KKG Chairpersons, teachers, and other data sources in the form of important documentation regarding madrasah profiles, madrasah head data other educational support elements. This study concludes that, the supervisory function of Madrasah supervisors in improving the performance of public and private madrasah principals in Jayapura City has not gone well so it needs maximum efforts to improve it by planning, implementing, and evaluating supervision programs and providing guidance and training in the form of both academic coaching and managerial coaching. The results of this study indicate that the supervisory function of supervisors in improving the performance of madrasah heads in MI Jayapura city during the implementation of tasks with reference to coaching academic, managerial and extracurricular activities has been evenly distributed. With the efforts made by the supervisor by providing guidance, motivation and encouragement, the madrasah heads finally made changes for the better in managing the education units they manage
Problematika Pendidikan Dalam Proses Pembelajaran Di Lembaga Raudhatul Athfal
Institutions that have a significant role in educating early childhood, one of which is the educational institution of RA kec. Sumberbaru kab. jember east java. this institution is a basic institution that is under the auspices of the ministry of religion which is intended for children aged 5-6 years. this level of education has a very important role in developing the abilities or potential possessed by early childhood. the potential or abilities that must be developed are six namely cognitive abilities, physical motoric, language, social emotional, art and religious and moral values. in this study used a qualitative approach, with the type of field research. To collect this data using observation, interview, and documentation methods. From the data collected, it will then be analyzed using reflective descriptive analysis techniques, data validity using source triagulation. if these potentials can be developed, the goal is that policy makers need to make improvements to the system that is easier, simpler and more efficient so as not to interfere with the focus of learning at school. teachers are more focused on educating and providing learning in accordance with parents' expectations. Education is a beacon for everyone and determines a better future. Therefore, there are various problems in education both in the curriculum itself and in resource capacity. Many complaints occur in the field about school leaders and educators who are not good at education management and administration. As well as many educators who perform multiple tasks
Melatih Konsentrasi Melalui Permainan Sensorimotor Pada Anak Kelompok B (Study Kasus TK Negeri 01 Pulogadung Jakarta Timur)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya siswa yang memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi di TK Negeri Pulo Gadung 01 Jakarta Timur. Berdasarkan masalah yang ada maka penelitian berfokus pada siswa yang kesulitan berkonsentrasi ketika belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan permainan sensorimotor yang digunakan untuk melatih konsentrasi dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan permainan sensorimotor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dalam menerapkan permainan sensorimotor auditoris dengan menggunakan buku cerita pop up pada awal pembelajaran dan di akhir pembelajaran, hal tersebut dilakukan karena agar anak itu menjadi tertarik dengan kelanjutan ceritanya sehingga anak akan giat dalam belajar dan menyelesaikan tugasnya, pada permainan sensorimotor proprioseptif dengan menggunakan permainan lego dan puzzle yang biasanya dilakukan pada saat sudut pengaman, ketika anak sudah menyelesaikan semua tugasnya. Hasil penerapan permainan sensorimotor ini dapat meningkatkan konsentrasi anak ditandai anak sudah mulai fokus dalam pembelajaran, ketika bermain anak belajar dan selalu berkreasi dalam menggunakan media permainan, dan menjadi tertarik sehingga anak lebih giat dalam belajar serta mampu mengerjakan tugasnya dengan baik
This study is motivated by the existence of students who have difficulty concentrating at Pulo Gadung 01 State Kindergarten, East Jakarta. Based on the existing problems, the research focuses on students who have difficulty concentrating when learning. The purpose of this study is to describe the application of sensorimotor games used to train concentration and find out the supporting and inhibiting factors for the application of sensorimotor games. This research uses qualitative. The results showed that the teacher in applying auditory sensorimotor games by using pop up storybooks at the beginning of learning and at the end of learning, this is done because so that the child becomes interested in the continuation of the story so that the child will be active in learning and completing his assignments, in proprioceptive sensorimotor games by using lego and puzzle games which are usually done during the safety corner, when the child has completed all his tasks. The results of the application of sensorimotor games can improve children's concentration, marked that children have begun to focus on learning, when playing children learn and are always creative in using game media, and become interested so that children are more active in learning and able to do their tasks well
Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Interaksi Sosial Remaja Studi Kasus Siswa Kelas IX SMPN 12 Poleang Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan handphone terhadap interaksi sosial remaja, studi kasus siswa kelas IX SMPN 12 Poleang Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan handphone tinggi mencapai 3-7 jam perhari. WhatsApp, tiktok dan facebook merupakan tiga aplikasi yang paling sering diakses oleh siswa. Penggunaan ini memberikan dampak positif seperti mendapatkan pengetahuan luas, mempermudah komunikasi dan melatih kreativitas anak. Akan tetapi, penggunaan tanpa adanya kontrol dari orangtua memberikan dampak negatif diantaranya ancaman pornoaksi akibat mengikuti konten yang sedang viral, membuat atau sekadar membagikan gambar yang tidak pantas di grup-grup whatsApp kelas, menjadikan remaja lebih individualis, menjadikan hubungan interaksi sosial yang tercipta baik antar teman sebaya, hingga guru dan orang tua cenderung kurang sopan, dan membuat remaja kurang peka terhadap lingkungan sekita