Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Pembiasaan Adab Islami Di Sdit Cordova 2 Panongan Kabupaten Tangerang
Pendidikan karakter masih menjadi hal penting sebagai salah satu tujuan pendidikan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa karakter lah yang paling utama daripada yang hanya sekedar belajar ilmu pengetahuan. Sehingga, banyak orangtua yang lebih memilih sekolah swasta berbasis Islam Terpadu, daripada sekolah Negeri. Adab merupakan bagian dari pendidikan karakter. Adab Islami artinya tatacara dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tuntunan Islam. SD IT Cordova 2, sebagai salah satu sekolah Islam Terpadu di daerah Panongan dengan beberapa pembiasaan adab dalam keseharian proses pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seperti apa pembiasaan adab Islami di SDIT Cordova 2 Panongan. Metode pengambilan data yang digunakan adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam setiap pengambilan datanya, dilakukan secara purposive sampling. Artinya, memilah dan memilih informasi hanya yang sesuai dengan data yang dibutuhkan, yakni tentang pembiasaan adab Islami di SDIT Cordova 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembiasaan adab Islami di SDIT Cordova telah dibiasakan sejak kelas 1 ketika mulai masuk pelajaran. Mulai dari pembiasaan adab ketika wudhu, ketika shalat dhuha, termasuk beberapa adab ketika berdoa mulai makan, setelah makan, memulai pelajaran, dan selesai pelajaran. Selain beberapa adab tersebut, class habits juga sudah dibiasakan sejak kelas 1. Seperti adab ijin ke toilet, adab ijin mencuci tangan, adab ijin meminjam pensil, adab ijin mengisi air minum, dan adab ijin membuang sampah. Dalam aplikasinya, setiap melakukan adab tersebut, dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai terjemah dalam setiap doanya. Inilah hal yang unik dari SDIT Cordova 2 ini
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sosiologi Di Kelas Xii Ips Sman 9 Gowa
Model Pembelajaran Discovery Learning merupakan model pembelajaran dimana peserta didik memahami sendiri konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada kesimpulan. Hasil belajar merupakan perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar Sosiologi siswa kelas XII IPS SMAN 9 Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang analisis data numeriknya (angka-angka) diolah dengan metode statistik menggunakan SPSS. Rancangan penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berupa Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS SMAN 9 Gowa dengan 2 kelas sebagai sampel yaitu kelas XII IPS 1 yang terdiri dari 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan XII IPS 2 yang terdiri dari 24 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan kuesioner, pretest, posttest, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning berada pada kategori baik(42,0%) , hasil belajar siswa berada pada kategori sangat baik (78,0%), dan tabel nilai sig sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa Discovery Learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, serta tabel nilai R Square sebesar 0,381 atau 38,1% yang menunjukkan bahwa variabel discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 38,1%, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMAN 9 Gowa
Meningkatkan Comunication Skill Melalui Layanan Konseling Grup Dengan Strategi Simulasi Pada Siswa Kelas Xi Smkn 2 Pengasih
Penelitian tindakan kelas ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa melakukan komunikasi antar pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pelaksanaan layanan konseling grup dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa SMKN 2 Pengasih Tahun 2022. Dalam hal ini tindakan bimbingan dan konseling yang berupa konseling grup dengan teknik simulasi dengan subyek penelitian siswa Kelas XI TKL-1 SMKN 2 Pengasih yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan observasi. Target keberhasilan dalam penelitian ini adalah 80%. Data dianalisis dengan rumus change in frequence from base rate to post rate. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah pelaksanaan treatment pada masing-masing siklus dari tiga siklus yang dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1) Pada siklus pertama prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi adalah sebesar 31,35%. 2) Pada siklus kedua setelah diberikan treatment terdapat peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus pertama sebesar 41,62%. 3) Pada siklus ketiga prosentase peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi dari siklus kedua sebesar 81,30%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Layanan konseling grup dengan teknik simulasi dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi, 2 Pengasih, 2) Peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa sudah mencapai target yaitu 80%
Peranan Panti X Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak Asuh
Pendidikan karakter adalah membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan karakter, dan hasilnya tercermin dalam tindakan nyata seseorang (Lickona, 1991). Tujuan pendidikan karakter untuk membantu anak berkembang secara fisik dan mental, dari fitrahnya menuju kemanusiaan dan peradaban yang lebih baik (Hadisi, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan panti asuhan dan mendeskripsikan dalam menanamkan pendidikan karakter. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini melibatkan dua pengasuh dan dua anak asuh di Panti X. Hasil observasi menunjukan bahwa ada beberapa karakter anak asuh yang masih belum sesuai dengan lima Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu nilai religius, nilai nasionalisme, nilai kemandirian, nilai gotong royong, dan nilai integritas. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran panti dalam upaya menanamkan pendidikan karakter melalui kegiatan, program, pembelajaran, pemahaman, serta aturan dan tata tertib yang dapat mengembangkan nilai-nilai karakter anak asuh. Berdasarkan analisis dapat diambil kesimpulan bahwa peran panti X dengan memberikan bimbingan dan dukungan yang dapat terwujud dengan berbagai faktor pendukung seperti keterlibatan pengurus panti asuhan yang bersedia dalam membimbing anak panti, kesadaran anak pada perilaku dan lingkungan panti yang mendukung
Feedback on Students’ Writing: What Should Teachers Do?
Keterampilan menulis dalam bahasa Inggris dianggap sulit karena memerlukan pemahaman bahasa dan latihan yang terus-menerus. Penelitian ini merinci hasil penelitian Adel (2017) yang mengeksplorasi umpan balik guru terhadap tulisan mahasiswa di Swedia, terutama fokus pada metadiskursus, seperti visibilitas penulis/pembaca dan visibilitas teks/kode. Temuan Adel mencakup enam pertimbangan penting dalam memberikan umpan balik yang efektif terhadap tulisan mahasiswa, terutama di tingkat pendidikan tinggi. Penelitian menyoroti peran visibilitas dalam membantu mahasiswa memahami fokus revisi tulisan mereka. Namun, belum memberikan solusi konkret terkait masalah komunikasi dan menekankan pentingnya waktu, kejelasan, dan motivasi dalam memberikan umpan balik yang tidak hanya segera tetapi juga jelas, spesifik, dan memotivasi tanpa merendahkan mahasiswa. Pentingnya menjaga kerahasiaan umpan balik dan menetapkan kriteria evaluasi yang jelas juga ditekankan, dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi
Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Media Gambar
Penggunaan media pembelajaran dapat menjadikan kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran serta lebih cepat dan lebih mudah ditangkap oleh siswa. Bahasa Arab sendiri merupakan salah satu mata pelajaran di Pondok Pesantren Daar El-Qolam yang sangat penting dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan. Pembelajaran bahasa Arab seringkali membuat siswa merasa bosan jika pembelajaran berlangsung monoton dan guru hanya menggunakan metode ceramah saja. Pondok Pesantren Daar El-Qolam khususnya kelas I A menggunakan media gambar dalam pembelajaran bahasa Arab agar seluruh siswa tidak merasa bosan dan lebih memahami materi pembelajaran tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa problem-problem yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Arab, Apa alternatif solusinya, dan Bagaimana pembelajaran Bahasa Arab melalui media gambar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problem-problem apa saja yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Arab, mencari tahu solusi alternative yang dapat digunakan untuk mengatasi problem tersebut, dan menjelaskan pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan media gambar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik deskriprif kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dimulai pada bulan Desember 2019- Agustus 2020
Pengembangan Butir Soal Matematika Berdasarkan Standar Hots Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Luragung dengan jumlah subjek sebanyak 34 siswa yang diambil dari kelas X IPA 2 bertujuan untuk mengembangkan butir soal matematika berdasarkan standar HOTS pada pokok bahasan SPLDV. Butir soal yang dikembangkan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Developmen (RnD) model ADDIE (Analysis, Design, Developmen, Implementasi and Evaluasi). Analisis yang digunakan yaitu analisis kinerja dan analisis kebutuhan. Instrumen yang diperlukan berupa kisi-kisi soal, kartu soal, lembar soal dan telaah soal. Validasi instrument menggunakan validasi ahli. Penelitian ini menghasilkan 5 butir soal uraian. Berdasarkan hasil yang di dapatkan, bahwa butir soal tanpa melakukan perbaikan berjumlah 4 soal yang telah valid 100% secara materi, kontruksi dan bahasa. Butir soal yang perlu perbaikan berjumlah 1 butir soal setelah tahap validasi ahli, karena pada soal tersebut belum ada stimulus (gambar, grafik, diagram dan lain-lain) yang akan membuat siswa berpikir kritis dan kreatif, sehingga peneliti melakukan perbaikan pada butir soal tersebut. Soal yang dibuat guru tidak membangun siswa memiliki keteramplan berpikir tingkat tinggi dan dilihat dari hasil evaluasi belajar, siswa memiliki nilai rata-rata cukup baik, sedangkan pada penerapan hasil pengembangan butir soal yang dilakukan oleh peneliti ternyata siswa memiliki nilai rata-rata kurang baik. Dengan demikian pengembangan butir soal yang dilakukan pada penelitian ini memiliki hasil yang akurat dengan diterapkannya di sekolah tersebut
Pengembangan E-LKPD Berorientasi Model PBL Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Asam Basa
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan E-LKPD berorientasi PBL dengan media Heyzine untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi asam dan basa yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran kimia. Metode pengembangan E-LKPD menggunakan 4-D yang terbatas pada Develop. Rancangan uji coba penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design pada 20 peserta didik di SMA Persatuan Kedungpring Lamongan. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Kriteria kepraktisan diperoleh dari hasil observasi aktivitas dan respon peserta didik yang memperoleh persentase rata-rata masing-masing sebesar 97,29%. Kriteria keefektifan diperoleh dari nilai hasil belajar kognitif dan nilai pengujian sebelum dan sesudah pembelajaran. Berdasarkan perbandingan hasil pretest dan posttest, peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kritis yang terlihat pada skor n-gain untuk ranah kognitif dan skor n-gain untuk ranah berpikir kritis dengan kategori tinggi
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Alat Permainan Edukatif Tangram Di TK Reramoi Lolori Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui alat permainan edukatif tangram di Tk Reramoi Lolori Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Masalah penelitian ini keterbatasan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui 2 siklus. Mengikuti prosedur: kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak-anak di TK Reramoi Lolori yang berjumlah 10 anak terdiri dari 6 perempuan dan 4 laki-laki. Hasil dan pembahasan: hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui alat permainan edukatif tangram pada siklus I sebesar 57.5 %. Dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 42.5 % sehingga menjadi 90.0 %. Masih terdapat 10 % (1 anak) yang belum berkembang dengan sempurna, hal ini dikarenakan anak tersebut mengalami keterlambatan dalam hal motoriknya. Hal ini dapat dilihat pada saat proses kegiatan belajar membuat bentuk bintang dari media tangram,anak belum dapat membuat bentuk Binatang dengan baik dan rapih. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kegiatan membuat bentuk Binatang dengan media tangram,dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak
Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Penderita Skabies Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanggul Kabupaten Jember Tahun 2021
UPTD Puskesmas Tanggul merupakan sebuah Puskesmas di Kabupaten Jember yang banyak memiliki masalah penyakit skabies. Berdasarkan data yang penyakit terbanyak di Puskesmas Tanggul pada bulan Januari sampai Desember 2021, prevalensi penyakit skabies masih tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku penderita skabies di wilayah kerja di UPTD Puskesmas Tanggul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita skabies di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanggul selama periode Januari hingga Desember tahun 2021 yaitu 99 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari kuisioner dan data sekunder penelitian sebelumnya. Prevalensi skabies tertinggi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanggul terjadi pada kelompok umur 10-14 tahun (36 orang). Sebagian besar penderita skabies berjenis kelamin laki-laki (55,6%). Tingkat pendidikan responden yang terbanyak adalah pada kategori rendah yaitu tingkat SD/sederajat dengan persentase 37,4%. Pengetahuan penderita skabies sebagian besar kurang (43,4%). Perilaku penderita skabies sebagian besar positif (55,6%). Saran dalam penelitian ini diperlukan keikutsertaan masyarakat sekitar untuk pengendalian penyakit skabies dengan menerapkan pola hidup sehat, dan bagi petugas promosi kesehatan di Puskesmas Tanggul agar lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan terhadap masyarakat