Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Masa Kejayaan dan Kemunduran Dinasti Moghul di India
Dinasti Mughal adalah salah satu dinasti besar dalam sejarah India yang mendominasi wilayah Asia Selatan pada abad ke-16 hingga ke-18. Pada masa kejayaannya, Dinasti Mughal tidak hanya memperluas wilayah kekuasaan, tetapi juga mengembangkan kebudayaan, seni, dan arsitektur. Melalui kekuatan politik, stabilitas ekonomi, dan kemajuan budaya, dinasti Mughal berhasil memperkaya peradaban Islam, khususnya dalam seni dan arsitektur. Namun, faktor-faktor seperti perpecahan internal, tekanan kolonial, dan kebijakan agama yang berubah-ubah turut memicu kemundurannya. Artikel ini menganalisis dinamika kejayaan dan kemunduran Dinasti Mughal di India menggunakan teori siklus peradaban Ibnu Khaldun. Teori ini menjelaskan pola perkembangan peradaban melalui fase kelahiran, kejayaan, dan kemunduran yang dipengaruhi oleh dinamika politik, ekonomi, dan sosial. Dinasti Mughal mencerminkan pola khas peradaban: kelahiran, kejayaan, stagnasi, dan kehancuran, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka berdasarkan sumber-sumber primer dan sekunder terkait sejarah Dinasti Mughal. Temuan menunjukkan bahwa asabiyyah (solidaritas kelompok) menjadi landasan awal kesuksesan dinasti, sementara kemunduran dipicu oleh melemahnya asabiyyah, kebijakan ekonomi yang kurang efektif, konflik internal, serta tekanan eksternal, termasuk invasi kolonial Inggris. Dinasti Mughal mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Akbar hingga Aurangzeb, ditandai oleh stabilitas politik, kemajuan ekonomi, dan pencapaian budaya. Namun, kemunduran dinasti ini terjadi akibat lemahnya kepemimpinan, konflik internal, serta tekanan eksternal dari kolonialisme Eropa. Dengan menganalisis perjalanan Dinasti Mughal, artikel ini menegaskan relevansi teori siklus peradaban Ibnu Khaldun dalam menjelaskan dinamika sosial-politik peradaban besar. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang bagaimana teori klasik dapat digunakan untuk menganalisis perubahan dalam peradaban besar di masa lalu
Pengaruh Empowering Leadership, Motivasi Kerja Terhadap Resiliensi Guru Honorer
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh (empowering leadership) dan motivasi kerja terhadap resiliensi guru honorer. Guru honorer sering kali dihadapkan pada tantangan yang beragam, seperti ketidakpastian status pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta keterbatasan dalam akses pengembangan profesional. konteks ini, empowering leadership yang efektif dapat meningkatkan rasa otonomi, kepercayaan diri, dan kemandirian guru honorer, sementara motivasi kerja berperan sebagai faktor pendorong yang memengaruhi semangat dan ketekunan mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan. Resiliensi, yang mencakup kemampuan untuk bertahan dan bangkit setelah menghadapi kesulitan, menjadi kunci dalam mempertahankan kinerja dan kesejahteraan guru honorer. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan analisis regresi untuk mengevaluasi hubungan antara empowering leadership, motivasi kerja, dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empowering leadership dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan resiliensi guru honorer. Temuan ini menyarankan pentingnya peran empowering leadership dan motivasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung resiliensi, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi guru honorer
Peningkatan Performa Teknik Atlet Junior Panjat Tebing Menggunakan Meso Periodisasi Latihan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan performa teknik atlet junior panjat tebing prestasi. Panjat tebing merupakan olahraga yang memerlukan kombinasi kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental, serta memerlukan perencanaan latihan yang terstruktur untuk peningkatan performa. Variasi latihan, intensitas dan volume latihan secara dinamis drancang agar lebih efektif dan efisisen, kedalam bentuk meso periodisasi latihan, sangat dibutuhkan terutama bagi atlet panjat tebing junior kelompok usia 14-18 tahun yang berada dalam fase pengembangan yaitu train to train dan train to compete yang tertuang di dalam LTAD (long term athlete development), sebagai upaya peningkatan performa teknik secara menyeluruh yang akan dicapai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuasi eksperimen. Melibatkan 16 orang atlet yaitu 8 laki-laki dan 8 perempuan kelompok usia 14-18 tahun dengan training age lebih dari 3000 jam latihan, tergabung di klub panjat tebing dibawah binaan FPTI Kabupaten Batang yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen dan kontrol, dan dilakasanakan selama 6 minggu dengan total 40 sesi latihan yaitu satu meso dalam periodisasi latihan. Hasil Penelitian ini menunjukan hasil peningkatan performa teknik yang signifikan terhadap atlet panjat tebing junior kelompok usia 14-18 tahun setelah menjalankan program latihan menggunakan meso periodisasi latihan. Sedangkan yang tidak menggunakan meso periodisasi latihan juga mengalami peningkatan yang sama, akan tetapi nilai peningkatan yang ditunjukkan lebih tinggi kelompok yang menggunakan (SE 0.322 t-23.822 Cohen’sd -7.83) dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan meso periodisasi latihan (SE 0.322 t-11.213 Cohen’sd-0.369). Peningkatan performa teknik, mencakup technikal capacity, fundamental movement skill dan technical ability, sehinggga memastikan kesiapan teknik yang optimal dalam menghadapi kompetisi
Improved Speaking Skills In English Language Learning In Elementary Schools
English is an important international language used in various areas of life. Therefore, improving the ability to speak English at the elementary school level is a must to face increasingly complex global challenges. Learning English in elementary school is not just about understanding grammatical structures and vocabulary, but also developing effective speaking skills. This study aimed to determine the improvement of speaking skills in English language learning in elementary schools. This research uses a qualitative approach with data collection tools in the form of literature studies. The conclusion is that learners' rejection of the teaching and learning process should be viewed as a "neutral" attitude, which is not related to good and bad values. The positive affective strategy is represented by four behaviors: laughter to show pleasure or satisfaction, smiling to show satisfaction, and showing pleasure because funny things are fun
Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter
Pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter memiliki sejumlah alasan penting yang berkaitan dengan pengembangan holistik siswa dan persiapan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan. Tujuan Penelitian ini untuk Menganalisa dan mendeskripsikan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan library reseach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna dan pengaruh lebih tinggi daripada pendidikan moral, oleh karenanya pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan benar salah, tetapi sekaligus menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan apa yang baik. Pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah sebuah proses yang bertujuan untuk Menyusun/ merancang kurikulum baru, mengubah dan menyempurnakan/ memperbaiki kurikulum, implementasi kurikulum, serta pengendalian kurikulum. Pengendalian ini meliputi monitoring dan evaluasi kurikulum, serta penyempurnaan kurikulum berdasarkan masukan dari monitoring dan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan yang telah dipraktikkan pada Lembaga institusi pendidikan sekolah maupun luar sekolah dengan berbagai jenis dan ragamnya. Dari Hasil penelitian in menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral, oleh karenanya pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan benar salah, tetapi sekaligus menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan apa yang baik
Tantangan dan Strategi Pemahaman Bahasa Arab untuk Pendidikan Generasi Z: Analisis dan Prospek Masa Depan
Pendidikan Bahasa Arab saat ini dihadapkan pada tantangan dan peluang signifikan dalam mengajar generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan khusus yang dihadapi generasi Z dalam mempelajari bahasa Arab serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang meningkatkan efektivitas pemahaman bahasa Arab di kalangan generasi muda. Melalui pendekatan literatur kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi dinamika pembelajaran bahasa Arab dengan fokus pada motivasi, metode pengajaran, dan penggunaan teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan aplikasi dan platform digital menjadi strategi efektif. Meskipun dihadapkan pada tantangan adaptasi terhadap teknologi dan integrasi strategi pembelajaran digital, terdapat peluang besar untuk memanfaatkan inovasi teknologi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penggunaan media sosial dan aplikasi seperti TikTok juga dapat meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Dengan potensi generasi Z yang terampil dalam teknologi, pendekatan inovatif dan kreatif menjadi kunci untuk mempersiapkan pendidikan Bahasa Arab menghadapi masa depan digital
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di Sma Koinonia Sentani Kabupaten Jayapura
Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang dicirikan oleh pemimpin yang memberikan pengaruh kepada anggota atau bawahannya yang menginspirasi, memotivasi, dan mendorong perubahan organisasi yang konstruktif. Peneliti memilih SMA Koinonia Sentani, kinerja tenaga pendidik disana masih belum maksimal, hal ini karena peneliti melihat bahwa begitu antisianya guru melaksanakn tugas dan tanggung jawabnya dengan mewawancari seluruh guru SMA Koinonia Sentani. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara untuk mengetahuai bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap guru di sekolah tersebut. Dalam hal ini di buktikan dengan hasil jawaban bahwa rata- rata guru mejawab bahwa kepeimpinan trasformasional kepala sekolah berpengaruh positif pada kinerja guru yang menghasilkan ouput yang baik
Penanaman Nilai Nilai Toleransi Beragama pada Siswa SMP Negeri 2 Donggo Kab Bima NTB
Menjaga kerukunan antar umat beragama merupakan hal yang sangat penting sebagai syarat utama untuk merawat integrasi nasional. Maka dari itu, proses pendidikan dibutuhkan untuk menanamkan nilai nilai toleransi beragama siswa dari sejak usia dini, agar mampu melahirkan generasi muda yang mampu menyikapi perbedaan sebagai sebuah keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai toleransi beragama di SMPN 2 Donggo Kab Bima NTB. Metode penelitian ini mengunakan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Data penelitian di peroleh dari kepala sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, guru agama katolik, guru agama protestan, dan siswa. Adapun data lapangan yang dikumpulkan, diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui kondensi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penanaman nilai-nilai toleransi beragama pada siswa SMPN 2 Donggo di wujudkan dengan beberapa cara yaitu: pembelajaran yang di dalam kelas, program kegiatan sekolah, dan keteladanan yang dicontohkan oleh guru dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas maupun berbagai kegiatan sekolah lainya. Nilai-nilai toleransi beragama telah diterapkan oleh siswa SMPN 2 Donggo di lingkungan sekolah dan masyarakat. Yaitu melalui pergaulan antara siswa lintas agama tanpa memandang perbedaan agama sebagai penghalang persatuan dan persahabatan di antara siswa
Dampak Kualitas Pendidikan dan Kemiskinan terhadap Ketimpangan Pendapatan Ekonomi: Sebuah Analisis
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan dan tingkat kemiskinan berkontribusi terhadap ketimpangan pendapatan ekonomi, baik secara individu maupun dalam kaitannya secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian asosiatif. Variabel yang diteliti mencakup pendidikan, kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan, dengan sumber data berasal dari BPS dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dengan cross-section 34 dan time series. Hasil analisis menunjukkan bahwa model efek acak memberikan hasil terbaik. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan dan kemiskinan secara terpisah memiliki pengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan ekonomi. Secara simultan, faktor-faktor seperti pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan secara bersama-sama berperan dalam menjelaskan ketimpangan pendapatan ekonomi, meskipun variabel pendidikan dan kemiskinan hanya menjelaskan sekitar 23% dari dampak keseluruhan terhadap ketimpangan pendapatan ekonomi, sementara faktor lain di luar model juga turut berperan signifikan
Penerapan Model Problem Based-Learning Berdiferensiasi Metode Station Rotation untuk Meningkatkan Literasi, Keterampilan Berpikir Kritis, serta Kreativitas Pada Mata Pelajaran IPA
Kemampuan literasi, keterampilan berpikir kritis, serta kreativitas merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik pada era digital. Keterampilan tersebut masih kurang dikuasai oleh peserta didik kelas 7E SMP Tarakanita Gading Serpong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan peningkatan kemampuan literasi, keterampilan berpikir kritis, serta kreativitas pada mata pelajaran IPA materi Klasifikasi Mahkluk Hidup dengan penerapan model PBL berdiferensiasi dengan metode station rotation. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 7E yang berjumlah 34. Instrumen penelitian ini adalah rubrik penilaian literasi, keterampilan berpikir kritis, serta kreativitas. Hasil dari penelitian adalah terjadi peningkatan kemampuan literasi dengan peningkatan nilai rata – rata literasi pada siklus pertama 64,22, meningkat menjadi 79,90 pada siklus kedua, dan 90,20 pada siklus ketiga. Peningkatan keterampilan berpikir kritis pada siklus pertama 65,93, meningkat menjadi 82,11 pada siklus kedua, dan 94,12 pada siklus ketiga. Peningkatan kreativitas pada siklus pertama 65,93, meningkat menjadi 82,35 pada siklus kedua, dan 93,87 pada siklus ketiga. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berdiferensiasi dengan metode station rotation dapat meningkatkan literasi, keterampilan berpikir kritis, serta kreativitas peserta didik kelas 7E pada mata pelajaran IPA