Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Penggunaan Sistem Informasi Geografis (Sig) Dalam Analisis Daya Dukung Lahan Berbasis Kemampuan Lahan (Studi Kasus: Wilayah Lahan Kabupaten Banyuasin Tahun 2023)
The increasing need for land for various development activities requires a proper evaluation of the capacity and carrying capacity of the land. This study aims to analyze the carrying capacity of land based on land capabilities in Banyuasin Regency by utilizing Geographic Information System (GIS) technology. The methods used include the collection of spatial data such as soil type, slope slope, land use, rainfall, and actual land use data, which are then processed using GIS software to overlay and classify land capabilities. The results of the study show that most of the Banyuasin Regency area is in land capability classes III and IV, which have moderate to high limitations on land use intensity. Several areas were identified as experiencing utilization pressure that exceeded their carrying capacity, characterized by the conversion of agricultural land into residential and industrial areas. These findings provide an idea that spatial planning and land use in the region need to be aligned with land capabilities in order for sustainable development to be realized. GIS has proven to be effective as an aid in spatial analysis to support geospatial data-driven decision-making
Antecedent of Private University Lecturers’ Participation and E Learning Platforms
The aim of the study is to explore the relationship between e-learning platform preferences and lecturers’ participation on e-learning. Data were collected using questionnaires distributed to 59 lecturers of a university. The questionnaire showed that there is a difference in the e-learning tools, techniques or platforms used by the lecturers. The results of chi square test shows that there was no significant relationship between e-learning platform preference and technical quality, learners and lecturers participaton. In addition, low level of lecturers participation depends significantly only on learners participation, while technical quality, support system quality and educational support quality did not show any significant causal relationship. Further discussion and research are needed in order to gain more dimensions of lecturers’ perspective
Inovasi Sistem Informasi Proyek Berbasis Dashboard dalam Mendukung Transformasi Digital dan Keunggulan Kompetitif Organisasi Perusahaan
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak dalam industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Live Project Management System (LPMS), sebagai sistem informasi terpadu yang dikembangkan secara internal, berperan sebagai sumber data tunggal (single source of truth) bagi seluruh departemen proyek. Penelitian ini mengkaji penerapan LPMS khususnya pada modul Dashboard Control Tower (DCT), manfaatnya terhadap efisiensi manajemen proyek, serta tantangan implementasinya di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPMS-DCT meningkatkan transparansi, mempercepat keputusan, serta mengurangi beban administratif, meskipun masih menghadapi kendala seperti kesiapan SDM dan infrastruktur digital di lokasi proyek
Penguatan Hukum Bisnis Untuk Mendukung UMKM di Era Digital
Existing business law regulations are still based on conventional models, so they are not fully relevant to digital dynamics. MSMEs have a strategic role in the Indonesian economy. However, the great potential of these MSMEs is often hampered by various factors, one of which is the weak legal support of businesses that can protect and empower them in the digital era. Competition between MSMEs and large companies has become increasingly sharp in this era. The problems in this study are formulated as follows: how the current non-conformity of business law regulations affects the competitiveness of MSMEs in the digital era, and what are the main challenges faced by MSMEs in accessing legal protection, access to capital, and digital market opportunities?, what are new regulatory models that can be designed to support the strengthening of business laws for MSMEs in the digital era, so that they can increase their competitiveness effectively and sustainably? The research will use an analytical descriptive research method approach to obtain comprehensive results. Primary data was collected through a survey of 100 Business Actors and in-depth interviews with 10-15 selected participants (Consumers). Normative-empirical Legal Approach. Normative approach: ustaka study on the Job Creation Law, ITE Law, Ministerial Regulation related to MSMEs and digitalization, academic literature and legal journals. Empirical approach: Interviews with MSME actors, local governments, MSME Associations, and business law experts. Field observation on MSME digital business practices, and filling out questionnaires. This research shows that there is a discrepancy between the current business law regulations and the real needs of MSMEs in the digital era, especially in North Sulawesi. The applicable regulations have not been able to provide adaptive, inclusive, and applicable legal protection in facing the challenges of digital transformation. Digitized MSMEs face obstacles in the form of legal uncertainty, limited access to regulatory information, and lack of legal support from local governments. To answer these problems, a new regulatory model is needed that is modular, adaptive to technology, and based on sectoral needs. This model must be developed through a participatory approach, which combines legal doctrinal studies with direct input from MSME actors as the main subject. The implementation of this new regulation must also be accompanied by strengthening digital legal literacy and providing access to easy, cheap, and digital-based legal assistance
Optimalisasi Pencatatan Perkawinan Untuk Mewujudkan Kepastian Hukum
Marriage has an important role in shaping families and community life. In Indonesia, Law Number 1 of 1974 has stipulated that marriage registration must be carried out to ensure legal certainty. This study aims to analyze the legal politics of marriage registration, the legal impact of registered and unregistered marriages, and offer an ideal form of fair and useful registration. The research method used is normative law with a legislative approach. The results of the study show that marriage registration is not only administrative, but also important for the certainty of family legal status. Optimizing recording through regulatory reform and public education is needed to strengthen legal protection in Indonesia
Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pemberian Reward Terhadap Kinerja Guru di Sma Negeri Satu Tondano
Adapun tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam memotivasi guru sebagai motor pengenggerak dan pemberikan reward dan punishment dari pihak sekolah dapat meningkatkan kinerja para guru dalam melaksanakan tugan pendidika dan pengajaran di SMA Negeri Satu Kabupatenn Minahasa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 67 Guru SMA Negeri Satu Tondano. Kuesioner sebagai instrument penelitian, mengukur persepsi guru terhadap pemberian motivasi kepala sekolah dan reward/punishment untuk meningkatka kinerja mereka. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji hipotesis dengan alat annalisis data menggunakan korelasi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik kepemimpinan kepala sekolah dalam memberikan mottivasi bagi para guru dalam pelaksanaan tugas pendidikan dan pengajaran dapat meningkatkan kinerja guru. Kepala Sekolah memberi reward maupun punishment bagi para guru dapat mendorang para guru memiliki kinerja yang tinggi. Pemberian motivasi kepala sekolah dengan tepat dan adil cenderung meningkatkan kinerja kerja guru yang positif. Penerapan punishment yang konsistensi secara proporsional kepada guru dapat membantu mengurangi perilaku negatif dan meningkatkan kepatuhan terhadap pelaksanaan tugas pendidikan dan pengajaran dan mendorong kinirja guru secara optimal
Hubungan Aktivitas Fisik dan Waktu Layar Terhadap Kesehatan Mental
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan aktivitas fisik dan waktu layar terhadap kesehatan mental khususnya pada domain stres dan kecemasan siswa. Penelitian menggunakan desain korelasional untuk melihat keterkaitan serta arah hubungan ketiga variabel. Sampel penelitian sebanyak 41 siswa dari SMA Labschool UNESA kelas 11. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan menggunakan 3 kuesioner yaitu International Physical Activity Questionnaire Long Form (IPAQ-LF), Questionnaire for Screen Time (QueST), dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan waktu layar terhadap kesehatan mental siswa (pada domain stres dan kecemasan). Aktivitas fisik berkorelasi secara negatif terhadap kesehatan mental, dimana semakin tinggi tingkat aktivitas fisik maka kecenderungan stres dan kecemasan akan semakin rendah. Sebaliknya waktu layar berkorelasi secara positif terhadap kesehatan mental, semakin tinggi durasi waktu layar maka semakin tinggi pula kecenderungan stres dan kecemasan siswa
Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Lokal di Kawasan Geopark Kabupaten Natuna
Tourism development trends continue to be developed to encourage and increase local economic growth. The increase in incoming tourists has a positive impact on a region on the foreign exchange received and can increase growth in the hotel, restaurant, and other businesses in the tourism sector. With the recognition of the Natuna area as a National Geopark, it is hoped that it will be able to create real benefits in preserving nature, empowering local communities and improving the economy of local communities in Natuna Regency. However, based on available data, the number of tourists visiting the Geopark area has not shown a large increase and influence in improving the economy of the Natuna community, especially in the Geopark area. The purpose of the research is to analyze the implementation of tourism and tourism development strategies in the Natuna Regency Geopark Area towards improving the economy of the surrounding community. The researcher uses the theory put forward by (Cooper et al., 1993) about tourism development which includes Attractions, Amenities, Accessbility and Ancillary Service. The research uses a qualitative method with a strategy concept including the input stage, the TWOS matrix matching stage, and the decision stage using QSPM. The results of the study show that the Development of Local Economy-Based Ecotourism in the Natuna Regency Geopark Area has not been carried out optimally. The best strategy resulting from the QSPM matrix is to create a stronger and more appropriate narrative and branding regarding Ecotourism and Geoparks both to prospective tourists and other stakeholders and also by exploring potential new attractions and markets
Gambaran Preferensi Metode Pembelajaran (Edgar Dale`s Cone of Experience) Mahasiswa/I Prodi Sarjana Pendidikan Dokter UNPRI berdasarkan Tipe Kepribadian (16Personalities)
Edgar Dale’s Cone of Experience, salah satu teori pembelajaran yang paling sering disalahartikan dalam dunia pendidikan. Jika bicara mengenai pendidikan, saat ini peran dari aspek non-kognitif seperti kepribadian menjadi semakin penting. MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) merupakan salah satu instrumen yang paling dikenal dan digunakan secara luas di dunia. Dari hal ini, terciptalah penelitian yang memiliki tujuan untuk mencari gambaran preferensi serta rekomendasi metode pembelajaran berdasarkan tipe kepribadian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, variabel diambil melalui database dan kuesioner yang dibuat sendiri melalui google form serta dari 16Personalities yaitu NERIS Type Explorer®, lalu data dianalisis secara statistik deskriptif. Dari 280 sampel, ENFJ-A / ENFJ-T menjadi tipe kepribadian yang paling dominan. Verbal Symbols menjadi metode pembelajaran yang paling banyak dipilih serta menjadi rekomendasi metode pembelajaran dalam lingkup pembelajaran kuliah pakar. Di lain sisi dalam lingkup pembelajaran praktikum, Demonstrations menjadi metode pembelajaran yang paling banyak dipilih, sedangkan untuk rekomendasinya ada empat metode pembelajaran yaitu Recordings, Radio & Still Pictures, Motion Pictures & Educational Television, Demonstrations serta Direct Purposeful Experiences. Namun perlu digarisbawahi bahwasannya temuan yang tertulis dalam narasi di atas hanyalah sebagian informasi yang diringkas berdasarkan data yang paling mencolok, sedangkan untuk mengetahui detail terkait preferensi serta rekomendasi metode pembelajaran dari ke-16 tipe kepribadian, kita dapat melihatnya di bagian hasil dan pembahasan
Perbandingan Lama Menopause terhadap Kadar FSH (Follicle-Stimulating Hormone), Indeks Massa Tubuh dan Keluhan Menopause
Menopause ditandai dengan berhentinya fungsi ovarium, penurunan estrogen, dan peningkatan FSH. Perubahan ini diduga berkaitan dengan lama menopause, memengaruhi metabolisme tubuh (seperti IMT) dan menimbulkan keluhan klinis, meski bukti penelitian sebelumnya masih belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan lama menopause terhadap kadar FSH, IMT, dan keluhan menopause pada wanita pascamenopause. Mengetahui perbandingan lama menopause terhadap kadar FSH, IMT, dan keluhan menopause pada wanita menopause. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain quasi-experimental. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Populasi terdiri atas wanita menopause yang dikelompokkan berdasarkan lama menopause <5 tahun dan ≥5 tahun. Pengukuran dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium FSH, pengukuran IMT, serta kuesioner Menopause Rating Scale (MRS). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (menggunakan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis), serta multivariat (dengan uji regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama menopause dengan kadar FSH (p = 0,032), IMT (p = 0,001), dan keluhan menopause (p = 0,003). Pada fase awal menopause (<5 tahun), perubahan paling nyata terjadi pada IMT dan keluhan menopause, sedangkan pada fase lanjut (≥5 tahun) kadar FSH meningkat dan menjadi faktor yang paling berpengaruh (p = 0,016). Berdasarkan uji regresi logistik, kadar FSH terbukti sebagai variabel paling dominan terhadap lama menopause dengan nilai p = 0,013 dan Exp(B) = 6,533. Kesimpulnya pada masa awal menopause, penurunan kadar estrogen lebih berpengaruh terhadap peningkatan berat badan dan munculnya keluhan, sedangkan pada masa menopause lanjut, kadar FSH meningkat secara signifikan sebagai bentuk adaptasi tubuh terhadap berhentinya fungsi ovarium