Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Analisis Layanan Kesehatan IGD RSUD Kota Tanjungpinang Menggunakan Lean Six Sigma
Public services in the health sector, such as in the Emergency Room of Tanjungpinang City Hospital, face challenges due to the increasing number of patient visits influenced by the JKN policy, limited staff, and inadequate facilities, resulting in long waiting times for patients to be transferred to inpatient rooms. This condition has a negative impact on patients and often raises public complaints. To overcome this problem, analysis is needed to find solutions such as the implementation of the lean Six Sigma method which aims to increase efficiency by reducing non-value-added activities, as well as adjusting hospital service standards to be higher than national standards. With this innovation, it is hoped that services will be faster, of higher quality, and able to meet public demands. This research is qualitative analytical with observational action process research method which is a reference for Lean Thinking and Six Sigma with DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) Tools. Problem analysis obtained a picture of the health service process in the Emergency Room of Tanjungpinang City Hospital experiencing a waiting time or non-value added activities of around 201 minutes (57.59%) from a total average time of 349 minutes, or a total value added activity of only 148 minutes (42.41%). from the results of direct observation of around 333 patients who visited the Emergency Room of Tanjungpinang City Hospital during 14 days of observation, it was still found that around 13% of visits exceeded the maximum time for patient transfer from the Emergency Room to the inpatient room or were at the sigma level, namely level 2.6. From this study, it can be assumed that the lean Six Sigma method is not only suitable for use in the private sector but has also proven to be effective in the public sector, even in the health sector
Media dan Metode Pembelajaran di SLB Negeri 01 Sleman Yogyakarta
Media dan metode belajar merupakan satu hal yang saling berkaitan, karena media dan metode berperan besar dalam kesuksesan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode dan media belajar yang paling efektif dalam proses belajar mengajar di SLB Negeri 1 Sleman Yogyakarta untuk mecapai hasil belajar yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan sosiologis deskriptif kualitatif dikarenakan tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa metode belajar yang digunakan di SLB ditentukan dengan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing peserta didik melalui pendekatan oleh pendidik. Untuk metode yang paling sering digunakan adalah metode demonstrasi denga bantuan media visual seperti balok, puzzle, dan gambar. Di SLB Negeri 1 Seleman. Metode demonstrasi terbukti cukup efektif karena metode ini bisa digunakan oleh semua murid terlepas dari kondisi siswa tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakuakan dapat diketahui bahwa pemilihan metode dan media pembelajaran yang tepat dapat membantu proses belajar mengajar, kami menyarankan agar penggunaan metode dan media belajar bagi peserta didik harus lebih bervariatif
Pengembangan Kampung Tempe Parerejo Melalui Pendampingan Sistem Produksi Tempe Berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA)
Kampung Tempe Parerejo merupakan sentra usaha kelompok masyarakat yang terletak di desa Parerejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Terdapat beberapa warga masyarakat desa Parerejo yang membuka usaha pembuatan tempe walaupun usaha tersebut masih bersifat usaha kecil (UMKM). Bekerja dalam bidang pengolahan hasil pertanian, termasuk usaha pembuatan tempe dan turunannya yang telah berlangsung cukup lama, sehingga terbentuk beberapa kelompok usaha yang memerlukan perbaikan dalam naungan Kampung Tempe Parerejo. Perbaikan sistem produksi tempe sebagai sentra produksi diperlukan ketersediaan alat produksi dan bahan baku kedelai yang cukup, biasanya sulit didapat pada waktuwaktu tertentu. Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendampingan perbaikan sistem produksi tempe dilakukan secara partisipatif dengan pelibatan seluruh masyarakat usaha melalui perbaikan sistem produksi, termasuk pemasaran dan strategi pengembangannya. Tujuan Penelitian adalah memperbaiki sistem produksi tempe melalui analisis kebutuhan, partisipasi aktif dan pengembangan usaha yang berorientasi produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem produksi tempe yang produktif dapat membantu meningkatkan kinerja UMKM dan pengembangan Kampung Tempe Parerej
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis PMRI Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai Melalui Liveworksheets untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi dan SRL
The cognitive and affective abilities needed in this modern era are numeracy literacy and self-regulated learning (SRL). Based on the results of preliminary research conducted at a public junior high school in the Cijantung area on the material of comparison of value and reciprocal value, the three indicators of numeracy literacy were still below 50% and the average percentage of SRL success only reached 45.75%. Students' numeracy literacy and SRL abilities are influenced by the learning resources, media, and learning approaches used. Therefore, it is necessary to develop PMRI-based teaching materials through liveworksheets. The purpose of this study is to produce a product in the form of teaching materials using PMRI-based liveworksheets on the material of comparison of value and reciprocal value. This study was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year. The sample used consisted of 36 seventh grade students. The type of research used was R&D with the ADDIE model. Data analysis used the pre-test post-test control group method which was used to test the effectiveness of the product. The results of the study showed that the developed product was categorized as very valid (93,79%) based on expert assessments consisting of material aspects (89,93%), media (96,44%), and language (95,00%). The developed product was very practical (88,985) based on teacher responses (89,58%) and students (88,68%). Through n-gain calculations, this teaching material was effective in improving numeracy literacy skills to the high category (0,8) but could only improve SRL to the moderate level (0,46)
A Proposed Learning Design: Application of Differential and Integral Concepts By Modeling the Heating Process of Glucose Solution
The concepts of differential and integral are important topics in chemistry mathematics courses. Based on the number of subtopics, differential and integral concepts are covered on average more than 40% in chemistry mathematics books. Several previous studies reported findings that differential and integral concepts are still difficult for students to understand. This research aims to evaluate the previous lecture program and propose an alternative learning design to help students more easily understand those concepts. In this study, we developed a practicum by adopting Plomp’s model, which were collecting, designing, trying, and revising the product. The practicum design was developed for heating process of glucose solution. Those chemicals were chosen because the materials obtained are relatively easy, cheap, and safe, so it is very possible to practice it in the laboratory. We used Maple to model the heating process phenomenon. The results show that the differential and integral concepts can be applied to model the heating process of glucose solution by using Maple. This research is limited to simulations. Therefore, the suggestion for further research is to conduct field trials to determine the impact of implementing learning design in increasing students' understanding of differential and integral concepts
Ectoparasite Infestation in Stray Cats at IPB Taman Kencana
IPB Taman Kencana Campus is one of IPB's campuses in the center of Bogor City. Its location in a public space and park area has led to an increase in the population of stray cats around this area. One problem found in stray cats on this campus is ectoparasite infestation. This study aims to investigate the presence of ectoparasite infestation in stray cats in the IPB Taman Kencana environment, Bogor. The study used 20 stray cats, consisting of 12 males and 8 females. The stray cats underwent physical examinations and ectoparasite identification. The results of the physical examinations showed that 100% of the stray cats were infested with ectoparasites, with more than one infestation or multiple infestations. The percentage of ectoparasite infestation in stray cats in the IPB Taman Kencana environment is 100% consisting of 90% infested with Ctenocephalides felis fleas, 55% infested with Otodectes cynotis mites, and 10% infested with Sarcoptes scabiei mites. Flea infestation is higher than mites, this is caused by direct contact between infected cats. High flea infestation in stray cats causes anemia, low BCS, thinness, stress, itching, dull hair, and baldness. Based on the results of the study, it was concluded that there was an ectoparasite infestation in stray cats in the IPB Taman Kencana environment with a high degree of infestation
Perbedaan Exposure Konten Pornografi Terhadap Atensi Visual Remaja
Fenomena paparan konten pornografi di kalangan remaja telah menjadi isu penting karena berpotensi memengaruhi fungsi kognitif, termasuk atensi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola atensi visual antara remaja dengan tingkat paparan pornografi tinggi dan rendah menggunakan teknologi eye tracking. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari remaja berusia 20-25 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan tingkat paparan konten pornografi yang diukur melalui kuesioner. Stimulus berupa gambar erotis dan netral ditampilkan selama 3 detik, dan data pergerakan mata seperti durasi fiksasi serta arah pandangan dianalisis menggunakan perangkat eye tracker. Temuan ini mengonfirmasi bahwa paparan pornografi yang berlebihan dapat menyebabkan bias atensi visual terhadap isyarat seksual, yang berpotensi mengganggu kemampuan remaja dalam memproses informasi sosial normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pola atensi visual antara kelompok dengan paparan tinggi dan rendah, di mana kelompok dengan paparan tinggi menunjukkan peningkatan fiksasi awal terhadap stimulus seksual. Kesimpulannya, paparan pornografi yang berlebihan berpengaruh terhadap bias atensi visual remaja, yang dapat mencerminkan proses kognitif adiktif terhadap isyarat seksual
Efikasi Zingiber Officinale (Ekstrak Jahe) + Ranitidin Vs Ranitidin + Plasebo Terhadap Simtom Gastrointestinal Pada Dispepsia Fungsional
Ekstrak jahe telah lama digunakan sebagai terapi tradisional dan tercantum dalam monograf WHO untuk mengatasi dispepsia, flatulen, spasme, kolik, diare, muntah, serta keluhan gastrointestinal lainnya. Penelitian in vivo menunjukkan efektivitas jahe mencapai 68–77%. Studi ini bertujuan menilai pengaruh kombinasi ekstrak jahe dan ranitidin dibandingkan ranitidin dengan plasebo pada pasien dispepsia fungsional. Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan 26 subjek penelitian pada periode Desember 2014 hingga Juni 2015. Analisis data meliputi paired t-test, independent t-test, Mann–Whitney, Wilcoxon, serta Pearson’s Chi-Square, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Setelah dua minggu terapi, kelompok ekstrak jahe + ranitidin menunjukkan penurunan skor GIS sebesar 68%, dari 16 ± 4,48 menjadi 5 ± 3,54 (p < 0,001). Kelompok ranitidin + plasebo mengalami penurunan 28%, dari 14 ± 4,05 menjadi 10 ± 3,59 (p = 0,004). Penggunaan berbagai uji statistik ini memperkuat validitas temuan penelitian dengan memastikan bahwa metode analisis sesuai dengan distribusi dan karakteristik data yang diperoleh. Perbandingan penurunan skor GIS dari baseline hingga minggu kedua menunjukkan hasil signifikan, yaitu 10,85 ± 2,115 pada kelompok perlakuan dibandingkan 4 ± 3,341 pada kelompok kontrol (p = 0,018). Gejala yang berbeda bermakna antara kedua kelompok meliputi mual, kembung, perut penuh, ketidaknyamanan pagi hari, ulu hati tidak nyaman, dan nyeri perut. Penelitian menyimpulkan bahwa penambahan ekstrak jahe memberikan perbaikan gejala gastrointestinal lebih baik dibandingkan ranitidin saja
Peran Penting Perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Lembaga Pendidikan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran perencanaan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) pada lembaga pendidikan Islam, khususnya di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pengelolaan SDM yang strategis dan sistematis dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara mendalam dengan musyrifah, guru, dan tenaga kependidikan di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, khususnya di asrama putri. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan manajemen personalia yang terarah dan sistematis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kependidikan dengan rasio yang memadai (1 pendidik untuk setiap 100 santri dari total 3000 santri). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan SDM yang optimal dapat mendukung efektivitas pembelajaran dan keberlanjutan pengelolaan pesantren di masa mendatang. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya standardisasi manajemen SDM di pesantren sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan global
Integrasi Ilmu Akhlak dan Tasawuf dalam Sistem Keilmuan Islam: Relasi Epistemologis dengan Ilmu Tauhid, Fikih, Ushul Fikih, dan Qawa‘Id Fiqhiyyah (Sebuah Telaah Kritis)
Artikel ini mengkaji hubungan organik antara ilmu akhlak dan tasawuf dengan disiplin dasar keilmuan Islam lainnya, yakni ilmu tauhid, ilmu fikih, ushul fikih, serta qawa‘id fiqhiyyah. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa ilmu akhlak dan tasawuf bukan sekadar cabang moralitas, melainkan jantung spiritual yang menghidupkan bangunan syariat dan aqidah. Dengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukur dalam kehidupan sosial. Integrasi ini menunjukkan bahwa tauhid menyediakan fondasi teologis, fikih menjadi kerangka legal-formal, sedangkan ushul fikih dan qawa‘id fiqhiyyah menawarkan metodologi dalam memproduksi hukum. Di antara semuanya, tasawuf dan akhlak berperan sebagai energi transformatif yang menyempurnakan maqashid keagamaan. Studi ini menegaskan bahwa bangunan keilmuan Islam bersifat interdependen, bukan fragmentatif. Implikasi temuan ini mengarah pada urgensi reintegrasi keilmuan dalam kurikulum pendidikan Islam, pendekatan fatwa yang berorientasi maqashid dan etika, serta penguatan karakter ilmuwan Muslim yang memadukan ketajaman intelektual dengan kedalaman spiritual. Artikel ini menyimpulkan bahwa tasawuf dan akhlak merupakan jembatan epistemik antara dimensi teoretik dan praksis syariat, sehingga keduanya perlu direvitalisasi dalam studi keislaman kontemporer