Jurnal Pendidikan Indonesia
Not a member yet
1056 research outputs found
Sort by
Kepastian Hukum Terhadap Penyelesaian Change Order Pada Kontrak Konstruksi Multinasional
Fenomena change order dalam kontrak konstruksi multinasional menjadi persoalan hukum yang kompleks akibat beragamnya sistem hukum yang mendasari hubungan para pihak. Perbedaan prinsip antara sistem civil law dan common law memunculkan variasi dalam penyusunan klausul, prosedur perubahan pekerjaan, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem hukum terhadap penyelesaian change order dengan menyoroti perbandingan karakteristik, mekanisme hukum, dan implikasi kontraktual di antara kedua sistem tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan komparatif, didukung oleh analisis terhadap bahan hukum primer seperti kontrak FIDIC, peraturan perundang-undangan nasional, dan putusan pengadilan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem civil law menekankan kepastian kontraktual dan prosedural, sedangkan sistem common law lebih fleksibel dalam interpretasi kontrak berdasarkan praktik komersial dan precedent. Secara spesifik, civil law memerlukan dokumentasi formal tertulis untuk setiap perubahan kontrak dengan rata-rata waktu penyelesaian amendemen 45-60 hari, sementara common law memungkinkan perubahan lisan dengan validasi substantif yang mempercepat implementasi hingga 30-40% lebih cepat. Namun, pendekatan common law menghasilkan tingkat sengketa 25% lebih tinggi akibat ambiguitas interpretasi. Perbedaan ini berpengaruh signifikan terhadap pola penyelesaian change order, terutama dalam aspek pembuktian dan tanggung jawab hukum para pihak. Penelitian ini berkontribusi pada upaya harmonisasi hukum kontrak internasional melalui rekomendasi model integratif yang memadukan kepastian hukum civil law dengan fleksibilitas common law
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif BerbantuanCanva Terintegrasi Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
The Merdeka Curriculum is an educational initiative that aims to provide greater flexibility and relevance in the learning process. However, the successful implementation of the Merdeka Curriculum from a pedagogical perspective requires careful preparation from various aspects. This study aims to analyze the readiness of the Merdeka Curriculum implementation from a pedagogical perspective using the literature study research method. Through analyzing various articles, reports, and related literature, this study identifies key factors that influence the readiness of the Merdeka Curriculum implementation, such as teacher readiness, educational infrastructure, and support from the government and related stakeholders. The results of the analysis show that despite the efforts made to improve the readiness of the Merdeka Curriculum implementation in the pedagogical aspect, there are still a number of challenges that need to be addressed. education.
Keywords: Independent Curriculum, Pedagogical Perspectiv
Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Studi Literatur)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui kajian literatur dari berbagai penelitian nasional. Fokus kajian meliputi strategi supervisi, kontribusi terhadap kualitas pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam mendukung perubahan kurikulum. Kajian dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema utama, membandingkan strategi supervisi, dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pemahaman guru serta efektivitas pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka, mendukung penerapan metode pembelajaran berbasis proyek, serta menciptakan budaya kolaborasi di sekolah. Strategi efektif meliputi kunjungan kelas, evaluasi berbasis data, pemanfaatan teknologi seperti Platform Merdeka Mengajar, dan kolaborasi dengan guru senior. Namun, keberhasilan supervisi dipengaruhi oleh konsistensi pelaksanaan dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi teori dan praktik pendidikan dalam merancang supervisi yang adaptif dan inovatif. Keterbatasan penelitian meliputi kurangnya data kuantitatif yang lebih mendalam dan fokus yang terbatas pada konteks Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi dampak supervisi terhadap hasil belajar siswa dan penerapan strategi berbasis teknologi di berbagai wilayah
The Impact of Work Environment, Communication, and Rewards on Employee Performance at The Hajj Financial Management Agency
The management of hajj pilgrimage funds by the Government of Indonesia requires high professionalism and accountability. The declining trend in employee performance at the Hajj Financial Management Agency (BPKH) in 2022, marked by a reduction in "Outstanding" qualifications, highlights the need for improvements in the work environment, communication, and reward systems. This investigation intends to evaluate the impact of work environment, communication, and rewards on employee performance at BPKH. A quantitative approach was employed, collecting data through questionnaires distributed to 111 permanent employees, determined using Slovin's formula from a total population of 153. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reflect that work environment, communication, and rewards significantly affect employee performance. This research contributes to the development of human resource management literature, particularly in the public sector. The study recommends enhancing ergonomic work facilities, fostering transparent internal communication, and implementing performance-based reward systems. These strategies are expected to encourage employee adaptation, collaboration, and the creation of a work culture that sustainably improves employee performance at BPK
Assessment Of Scientific Reasoning-Communication Skills (Sr-Cs) Test on Work and Energy Concept: Development, Content Validity and Rasch Model Analysis
Studies indicate that scientific reasoning assessments are still rarely integrated as higher-level assessments and new science education standards in school instruction. This study aims to develop a scientific reasoning skills test instrument that is integrated with a scientific communication skills test instrument (SR-CS test) on work and energy concept. This study used the ADDIE procedure. The research procedure consists of five stages including analyzing, designing, developing, implementing, and evaluating. The initial draft of SR-CS test consisted of 14 multiple choice scientific reasoning skills (SRS) questions and 8 open-ended scientific communication skills (SCS) questions. The results of the expert judgement were analyzed using the content validity index (CVI) and obtained a value of 0,94 (very suitable) for the SRS instrument and 0.97 (very suitable) for the SCS instrument. After being revised based on the expert suggestions, the test instrument was tested on 25 students (15 girls,10 boys) aged 16-17 years. The trial data were analyzed using the Rasch Model to obtained item fit (validity), reliability, distinction level, and difficulty level. The results show that 14 questions of SRS instrument have item validity and 8 questions of SCS instrument have item validity. Besides that, the item reliability of the SRS and SCS test instrument is 0.79 and 0.91, respectively. Meanwhile, the person reliability is 0.82 (SRS) and 0.91 (SCS). Therefore, the SR-CS test is valid and reliable so that it can be used to measure scientific reasoning skills and scientific communication skills of students in further research
Analisis Pengurangan Biaya Atas Aktivitas Non-Value Added Menggunakan Analisis Value Stream dan Dampaknya Terhadap Perhitungan Breakeven Point PT.X (Studi Kasus Pada Perusahaan Trucking PT.X)
Penelitian dilakukan pada perusahaan jasa trucking PT.X. Perusahaan tersebut telah mengalami kerugian selama lima tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan solusi atas permasalahan yang ada pada perusahaan melalui pengurangan biaya dan penentuan titik breakeven. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisi value stream dan analisis breakeven point. Analisis value stream digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat dieliminasi atau dikurangkan dengan tujuan pengurangan biaya. Sedangkan analisis breakeven point digunakan untuk menentukan jumlah volume penjualan yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai titik impas. Selanjutnya, hasil pengurangan biaya dari analisis value stream digunakan sebagai pengurang biaya dalam perhitungan breakeven. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat diidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat menjadi pengurang biaya. Berdasarkan hasil perhitungan breakeven point, didapatkan bahwa perusahaan perlu menambah 56% volume penjualan untuk dapat mencapai titik breakeven. Selain itu, berdasarkan pengurangan biaya atas aktivitas non-value added dapat menurunkan titik breakeven perusahaa
Perancangan UI/UX Website Opinionest Universitas Paramadina Dengan Metode Design Thinking
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari mahasiswa mengenai kualitas layanan akademik dan non-akademik di Universitas Paramadina. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang antarmuka pengguna (UI/UX) website Opinionest Universitas Paramadina. Metode Design Thinking digunakan untuk mendapatkan kebutuhan mahasiswa dan merancang solusi yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini meliputi lima langkah utama: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Pada tahap pengujian, dilakukan evaluasi heuristik (heuristic evaluation) untuk mengidentifikasi masalah kegunaan dan memberikan perbaikan pada desain sistem. Temuan dari evaluasi menunjukkan bahwa antarmuka yang dirancang memenuhi prinsip-prinsip kegunaan (usability principles), seperti kemudahan navigasi, konsistensi, dan dukungan terhadap kesalahan penggun
Peluang Kompetensi Clinical Engineering untuk Meningkatkan Prospek Kerja Lulusan Program Studi Teknik Biomedik di Indonesia
In Indonesia, the clinical engineering sector is crucial for advancing healthcare services, yet the integration of university curricula with industry demands remains suboptimal. This mismatch between educational offerings and market needs has significant implications for graduate employability and the quality of healthcare services. This study aims to critically evaluate how well academic programs in clinical engineering align with the evolving needs of Indonesia’s healthcare industry and to enhance employment opportunities for graduates. Employing thematic analysis based on Clarke & Braun's model and drawing on purposive sampling, interviews were conducted with stakeholders across the biomedical field, including educators, industry professionals, and healthcare providers. This approach allowed for a deep dive into the existing gaps between educational content and industry expectations. The research highlights a substantial lack of practical training and insufficient collaboration between academic institutions and the healthcare industry. These factors contribute to the skill mismatch among graduates and underscore the need for curriculum adjustments. Key findings suggest that integrating practical skills training and enhancing industry-academic partnerships are critical steps towards improving graduate employability. The study suggests that strategic curriculum adjustments are needed to better prepare graduates for the workforce
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
The Indonesian government wants to equalise education in various regions. Starting in 2017, the Minister of Education has a policy that public schools can accept new students through the zoning pathway and ranked from the closest home to the school to the farthest according to the quota opened in that pathway. In addition to the zoning pathway, prospective applicants can take part in the selection through the achievement, affirmation, and parent/guardian transfer pathways. This research uses the theory of Policy Capacity by Xun Wu, M. Ramesh, and Michael Howlett. This research also uses a qualitative approach with a literature study method. The data collected comes from scientific journals, encyclopaedias, and other reliable sources relevant to the object discussed. The results of the research based on the data obtained show that although the selection is carried out quite strictly, there are still problems that occur during the process including data fraud or manipulation, illegal levies, lack of information to prospective new students and parents / guardians, and so on. Therefore, it is necessary to have an active role from the government and coordination with the school so that fraud and problems do not occur in the process of admitting new students in the following yea
Model Pendidikan Agama Kristen Bagi Anak Yang Di Titipkan Orangtua
Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan perilaku anak, terutama ketika diterapkan dalam konteks keluarga. Dalam keluarga Kristen, orangtua menjadi pendidik utama bagi anak melalui pengasuhan dan interaksi dengan anak dalam rangka internalisasi ajaran kristiani yang membentuk karakter anak. Kenyataanya, banyak orangtua (suami-istri) yang bekerja diluar rumah. Karenanya pilihan untuk menitipkan anak kepada anggota keluarga lain seperti kakek- Nenek, baby Sitter, ataupun keluarga lain menjadi pilihan bagi orangtua agar anak tetap diasuh dan dirawat selama orangtua bekerja. Namun apakah selama diasuh oleh anggota keluarga lain, proses internalisasi nilai-nilai dalam rangka pembentukan karakter anak berlangsung seperti yang dilakukan oleh orangtua kepada anak. Hal inilah yang diteliti dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Literatur review dan observasi. Hasilnya menunjukan terdapat tantangan dalam model pendidikan agama Kristen yang dilakukan oleh anggota keluarga lain kepada anak, diantaranya. Disinilah diperlukan kesadaran dari orangtua agar menetapkan komitmen bersama pengasuh sementara tentang isi pendidikan Kristen dan metode pendidikan agama Kristen yang digunakan orangtua dengan pengasuh sementara agar anak tidak mengalami didikan ganda yang berakibat pada kebingungan dalam proses mencerna didikan yang diberikan kepadanya. Komitmen berikutnya dari orangtua yakni tetap menempatkan diri sebagai pendidik utama bagi anak dan adanya kontrol orangtua atas isi didikan dan metode yang dipakai pengasuh sementara kepada anak agar tidak berdampak buruk bagi anak dalam pembentukan karakter anak.