Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
Not a member yet
    707 research outputs found

    Comparative Analysis of Live Action Film Production Management Using Critical Path Method (CPM) Versus Conventional Production Processes

    No full text
    The production of the film “Kinah dan Redjo”, by Universitas Amikom and MSV Sinema, has been completed, prompting researchers to conduct an analysis and evaluation of the production management applied. The focus of this study is on time and cost, which are critical factors supporting film production. An extended production duration was identified as a challenge, as it reduces effectiveness and leads to cost overruns. Therefore, this study aims to compare project management strategies for successful planning and control, using both conventional methods and the Critical Path Method (CPM). This analysis is expected to yield faster project completion and establish efficient, productive standards for future productions. The conventional approach indicated a total production duration of 681 days, comprising 120 days for pre-production, 18 days for production, and 551 days for post-production. Upon analysis using the CPM method, the total duration was reduced to 459 days, including 113 days for pre-production, 152 days for production, and 191 days for post-production. The graphical comparison of methods shows significant cost fluctuations across each production phase with the conventional method, especially increased costs during production despite the shorter duration. Conversely, the CPM method demonstrates more controlled and measurable durations and costs. This study underscores the importance of cost optimization, standardization of the Work Breakdown Structure (WBS), and hybrid modeling to enhance efficiency in dynamic film projects. Furthermore, this analysis serves as a foundational reference for the architectural planning of future applications incorporating artificial intelligence (AI) integration. AI has the potential to accelerate scheduling, optimize resource allocation, and streamline cost management and production design, thereby improving overall project efficiency

    EVALUASI PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN FACENET PADA PEGAWAI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SAMARINDA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sistem presensi menggunakan pengenalan wajah berbasis aplikasi mobile. Sistem pengenalan wajah di bangun menggunakan library facenet pada service yang disiapkan di server. Sistem tersebut diuji di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda terhadap 40 subyek pegawai dengan sampel per pegawai sebanyak 10 foto. Pengujian dilakukan dalam berbagai kondisi pencahayaan dan pose. Evaluasi dilakukan terhadap ketepatan pengenalan wajah pada saat presensi masuk, dan presensi keluar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengenalan wajah dapat berjalan efektif di berbagai posisi wajah, selain itu pencahayaan yang lebih terang mendukung keberhasilan pengenalan wajah tersebut, dan proses pengunggahan dapat dilakukan kurang dari satu menit

    DETEKSI PELANGGARAN PENGGUNAAN HELM DENGAN METODE  SSD DAN ARSITEKTUR MOBILENETV2

    No full text
    Peningkatan jumlah kendaraan terus didominasi oleh pengendara sepeda motor. Terkait hal ini, pengawasan keselamatan lalu lintas oleh pihak berwenang perlu ditingkatkan. Namun, dengan kemajuan teknologi yang pesat, terutama di bidang visi komputer, solusi baru telah dimungkinkan. Salah satu pengembangan tersebut adalah penggunaan perangkat Raspberry Pi yang murah, yang dapat melakukan tugas-tugas yang mirip dengan komputer desktop. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pendeteksi helm untuk pengendara sepeda motor menggunakan arsitektur MobileNetV2 dan SSD (Single Shot Multibox Detector). Sebanyak 1.363 gambar digunakan, dengan 953 untuk pelatihan, 273 untuk validasi, dan 137 untuk pengujian. Tahap prapemrosesan gambar melibatkan pengubahan ukuran gambar menjadi 240 x 240 piksel sebelum dimasukkan ke dalam model. Hasil pelatihan menunjukkan akurasi maksimum sebesar 100%, sementara evaluasi model pada set pengujian mencapai akurasi deteksi 95% untuk pengendara yang mengenakan helm dan 98% untuk mereka yang tidak mengenakan helm. Selain itu, model tersebut mencapai rata-rata Average Precision (mAP) sebesar 99% pada ambang batas IoU 0.5 (mAP50) dan 66% pada ambang batas IoU 0.75 (mAP75)

    Pendampingan Manajemen Pemasaran Terpadu pada Perkumpulan Pengusaha Kecil dan Menengah (PPKM) Kabupaten Bandung

    No full text
    Krisis Covid-19 berdampak pada situasi kestabilan ekonomi UMKM, termasuk para pelaku usaha yang tergabung dalam PPKM Kabupaten Bandung. Permasalahan yang dihadapi mayoritas usaha masih mengandalkan transaksi penjualan secara offline. Selain itu, belum menerapkan praktik pemasaran yang optimal, dikarenakan pemahaman mengenai konsep manajamen pemasaran yang kurang. Untuk membantu penyelesaian masalah tersebut, dirumuskan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mengenai manajemen pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan dalam bentuk pelatihan selama tiga hari secara luring, dengan delapan materi yang disampaikan. Feedback yang diberikan atas kegiatan, seluruh peserta memberikan respon positif mengenai kesesuaian antara program dengan kebutuhan peserta. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat dikembangkan dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penguatan bisnis UMKM

    PENERAPAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK PREDIKSI HARGA EMAS : STUDI KASUS PADA PT. ANEKA TAMBANG

    Full text link
    Sebagai salah satu instrumen yang paling aman, emas seringkali dipilih untuk melindungi nilai set dari inflasi, devaluasi dan gejolak pasar keuangan. Di tengan kondisi perekonomian yang tidak pasti yang disebabkan oleh krisis global atau pandemi COVID-19 emas semakin diminati sehingga permintaannya semakin meningkat. Fluktuasi selalu terjadi pada harga emas sehingga kemampuan memprediksi harga emas menjadi sangat penting dalam membantu pengambilan keputusan investasi yang lebih tepat dan efisien. Salah satu metode yang sering digunakan dalam prediksi harga komoditas adalah Triple Exponential Smoothing yaitu salah satu metode peramalan deret waku yang digunakan ketika data menunjukkan tren dan musiman. Metode ini menggunakan tiga faktor pelicinan untuk menangani level, tren, dan pola musiman, yang telah terbukti andal dalam memprediksi bekerja secara responsif terhadap perubahan tren harga yang terkini. Dalam konteks harga emas, kemampuan metode ini untuk memprediksi tren jangka pendek dan menengah di tengah pergerakan harga emas yang sering kali tidak stabil menunjukkan nilai akurasi yang sangat tinggi dengan MAPE 2,143%

    Humor sebagai Media Dakwah (Analisis Semiotika dalam Film Insya Allah Sah 2)

    Full text link
    Kajian ini mengkaji pemanfaatan humor sebagai media dakwah dalam film Insya Allah Sah 2 melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce. Hasil temuan menunjukkan bahwa humor dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam. Ikon-ikon berupa ekspresi wajah dan gerak-gerik komedi, indeks-indeks yang menggambarkan hubungan sebab akibat dalam humor yang menuntun pada pemahaman nilai-nilai Islam, serta simbol-simbol seperti ucapan salam dan busana Islami merupakan unsur-unsur kunci dalam mengkonstruksi pesan-pesan dakwah. Humor yang disajikan membuat nilai-nilai Islam lebih mudah diterima, terutama oleh khalayak muda, tanpa terkesan didaktis. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dakwah melalui film komedi, dengan menawarkan pendekatan dakwah Islam yang lebih inklusif, ringan, dan menghibur. Lebih jauh lagi, kajian ini memberikan wawasan baru bagi para sineas dan penceramah Islam dalam mengembangkan strategi dakwah yang relevan bagi khalayak modern. Penelitian ini juga merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mengkaji respon khalayak terhadap penggunaan humor dalam dakwah dan membandingkan efektivitas berbagai genre film sebagai media penyebaran ajaran Islam

    Online Media Framing Pada Fenomena Pemberitaan Doom Spending di Kalangan Milenial dan Gen Z

    Full text link
    Abstrak Fenomena "doom spending" yakni perilaku konsumsi impulsif yang didorong oleh kecemasan, keingintahuan, tidak mau ketinggalan  serta ketidakpastian, beberapa tahun terakhir ini marak di kalangan Gen Y (milenial) dan juga Gen Z (Zilenial), Diperkirakan fenomena ini hadir karena dipicu oleh akses digital, baik berupa media sosial maupun platform belanja online. Salah satu platform belanja online terbesar di Indonesia bahkan menginformasikan sampai akhir tahun 2024, tren belanja online di dominasi pada produk fashion & aksesoris, kecantikan & perawatan tubuh, serta gadget & elektronik. Tampak jelas dari data tersebut bukan kebutuhan pokok sehari-hari yang diutamakan oleh para konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana fenomena doom spending ini diberitakan oleh media online di Indonesia. Literasi finansial sebagai bagian dari literasi media digital menjadi salah satu konsep untuk membantu menganalisis fenomena yang ada. Penelitian ini akan menggunakan metode analisis kualitatif pada 3 media online yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia, yakni Detik.com, Tribunews,com, dan Kompas.com dalam kurun waktu Januari-Desember 2024, dengan mengambil sampel masing-masing satu kasus pemberitaan yang unik. Hasil riset ini menunjukan bahwa Detik.com lebih condong menyoroti digitalisasi sebagai pemicu doom spending. Sedangkan Tribunnews.com dan Kompas.com lebih menyalahi kesenjangan sosial dan tren berbelanja anak muda.  Kata Kunci: Media Framing, Doom spending, Gen Z   Abstract The phenomenon of "doom spending" is impulsive consumption behavior driven by anxiety, curiosity, not wanting to miss and uncertainty, in recent years it has become rampant among Gen Y (millennials) and also Gen Z (Zilenial), It is estimated that this phenomenon is present because it is triggered by digital access, both in the form of social media and online shopping platforms. One of the largest online shopping platforms in Indonesia even informed that until the end of 2024, online shopping trends are dominated by fashion & accessories products, beauty & body care, and gadgets & electronics. It is clear dari the data that it is not the daily necessities that are prioritized by consumers. This study aims to find out more about how this phenomenon of doom spending is reported by online media in Indonesia. Financial literacy as part of digital media literacy is one of the concepts to help analyze existing phenomena. This study will use a qualitative analysis method on the 3 most accessed online media by the Indonesian people, namely Detik.com, Tribunews.com, and Kompas.com in the January-December 2024 period, by sampling each unique news case. The results of this research show that Detik.com is more inclined to highlight digitalization as a trigger for doom spending. Meanwhile, Tribunnews.com and Kompas.com are more concerned with social inequality and young people\u27s shopping trends. Keywords: Media Framing, Doom spending, Gen

    ANALYSIS OF THE QUALITY OF PUBLIC SERVICES IN DEATH BENEFIT PROGRAMS IN MAGELANG CITY

    No full text
    The Death Benefit Program (Santunan Kematian/Sankem) is a social assistance initiative by the Magelang City Government, providing financial aid to the heirs or designated family members of deceased individuals to alleviate funeral costs and related expenses. Eligibility requires beneficiaries to be native residents of Magelang City and listed as poor households in the Integrated Social Welfare Data (DTKS). This study analyzes and evaluates the quality of public service in the Death Benefit Program, employing a qualitative case study approach. Findings reveal suboptimal service quality, with several dimensions failing to meet established standards: 1) Tangibles: Inadequate facilities and infrastructure, coupled with complex administrative requirements, hinder accessibility. 2) Reliability: The absence of a Standard Operating Procedure (SOP) for service delivery. 3) Responsiveness: While officials promptly record benefit applications, fund disbursement faces significant delays, reducing the program’s effectiveness. 4) Assurance: No guaranteed timeline for disbursement, leading to frequent delays. To address these issues, the study recommends: Improving facilities and streamlining administrative processes, formalizing an SOP to standardize service delivery, implementing a parallel disbursement system to expedite fund distribution, and enhancing complaint resolution mechanisms to ensure accountability. These measures aim to optimize service quality, ensuring the program fulfills its objective of social risk mitigation

    KLASIFIKASI PENYAKIT GINJAL KRONIS MENGGUNAKAN INFORMATION GAIN DAN LVQ

    No full text
    Penyakit Ginjal Kronis (PGK) terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari tiga bulan tanpa penyebab yang jelas. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan PGK dengan menggunakan seleksi fitur Information Gain dan Learning Vector Quantization (LVQ). Dataset yang digunakan terdiri dari 1659 data dengan 53 atribut. Proses penelitian meliputi preprocessing data, penerapan SMOTE Oversampling, seleksi fitur Information Gain, dan penerapan model LVQ. Pengujian menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 93,37% tanpa seleksi fitur, serta 36 fitur terpilih dengan threshold 0,3 setelah seleksi fitur. Learning rate digunakan antara 0,1 hingga 0,9, min learning rate 0,001, dan pengurangan alpha 0,1. Penggunaan SMOTE dan LVQ meningkatkan nilai presisi, recall, dan f1 score, tetapi akurasi menurun menjadi 84,59%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode LVQ efektif dalam klasifikasi penyakit ginjal kronis, membantu ahli identifikasi penyakit ginjal kronis menggunakan data mining dan Jaringan Syaraf Tiruan

    Decision Support System for Selecting the Best University for Vocational School Graduates Majoring in Multimedia Using the TOPSIS Method

    No full text
    Purpose: According to Statistics Indonesia (2023), there are around 1.6 million vocational secondary school (SMK) graduates in Indonesia, over 30% of whom come from the Information and Communication Technology field, particularly the Multimedia major. However, more than 40% of them do not proceed to higher education (Tracer Study, Kemendikbud Ristek, 2023), partly due to difficulties in selecting universities that align with their practical skills. This study aims to develop a decision support system that helps Multimedia graduates choose higher education institutions that match their vocational background.Methods/Study design/approach: The study applies the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, using six evaluation criteria: program accreditation, multimedia facilities, industry partnerships, alumni reputation, tuition fees, and internship opportunities. Data were gathered from official secondary sources such as BAN-PT and PDDikti. The TOPSIS method was then used to rank university alternatives based on weighted criteria.Result/Findings: The highest-scoring alternative obtained a preference score of 0.6968, representing an institution with superior accreditation, strong industry collaboration, and complete multimedia infrastructure. Sensitivity analysis showed consistent rankings for some alternatives, while others shifted depending on changes in criteria weights.Novelty/Originality/Value: This study offers a replicable and adaptable decision support system that enables vocational school graduates to make informed, data-driven decisions in selecting relevant higher education pathways. The framework can be customized for other vocational fields or regional applications, providing practical value for both students and education planners

    317

    full texts

    707

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇