Jurnal Universitas Amikom Yogyakarta
Not a member yet
707 research outputs found
Sort by
PENERAPAN METODE INFORMATION GAIN DAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION 3 PADA KLASIFIKASI PENYAKIT GINJAL
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah penyakit yang ditunjukkan dengan turunnya fungsi ginjal yang disebabkan oleh penumpukan sisa metabolik dan berakibat tidak berfungsinya ginjal. Prediksi penyakit ini dengan data mining berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit ini. Penelitian ini menerapkan seleksi fitur information gain pada metode Learning Vector Quantization 3 (LVQ3) dalam mengklasifikasikan penyakit ginjal kronis. Pengujian dilakukan 5 skenario pengujian dengan jumlah data sebanyak 1659 data dan 53 atribut. Seleksi fitur menerapkan information gain dengan threshold 0,3 dengan 36 fitur terpilih dan 0,7 dengan 33 fitur terpilih. Model diuji dengan kombinasi parameter learning rate dan window serta dievaluasi menggunakan akurasi, presisi, recall, dan F1-Score. Hasil akurasi tertinggi diperoleh tanpa menerapkan seleksi fitur sebesar 92,77%. Setelah seleksi fitur, akurasi menurun menjadi 86,45%. Kombinasi SMOTE dan seleksi fitur pada threshold 0,3 menurunkan akurasi hingga 81,64%. Hasil penelitian berhasil menerapkan LVQ 3 dalam klasifikasi penyakit ginjal kronis
EVALUATING LOCAL GOVERNANCE STRATEGIES IN STUNTING PREVENTION: A CASE STUDY OF THE STUNTING CASE AUDIT PROGRAM IN SEYEGAN SUBDISTRICT, SLEMAN REGENCY
This study analyzes the effectiveness of the Stunting Case Audit (SCA) program in Kapanewon Seyegan, Sleman Regency. The program has shown measurable success in reducing stunting prevalence from 8.1% (2021) to 6.9% (2023). A qualitative approach was employed, using data collection methods such as observation, interviews, and documentation. The study focuses on four effectiveness indicators: target accuracy, program socialization, goal achievement, and monitoring system. The results indicate that the SCA program effectively identified high- risk stunting groups, despite limitations related to sampling and participation. Socialization was considered effective, with positive community responses and concrete follow-up interventions. The identification of stunting determinants allowed for more targeted actions, while routine monitoring by health center staff and the Family Assistance Team (TPK) supported program success. Continuous evaluation is essential to ensure the sustainability and broader impact of this regional intervention
An Analysis of Destructive Fishing as an Anthropogenic Disaster in Coastal Areas: A Maritime Security Perspective
Destructive fishing has emerged as a critical threat to maritime ecosystems, posing severe risks to the economy, ecosystem sustainability, resource management, and national security, along with its complex cross-sectoral impacts in coastal areas. As a form of illegal fishing, its harmful consequences necessitate comprehensive scrutiny. This research aims to categorize destructive fishing as an anthropogenic disaster from a maritime security perspective, emphasizing its broad cross-sectoral effects. Employing a qualitative methodology alongside an extensive literature review, this study integrates disaster and maritime security theories, supported by relevant case studies, to thoroughly investigate the issue. The findings reveal that destructive fishing practices qualify as non-natural or anthropogenic disasters, with impacts directly stemming from human activities. These practices damage marine resource ecosystems, disrupt economies, compromise human security, and threaten national security in coastal regions. The study concludes that destructive fishing constitutes an anthropogenic disaster, demanding an urgent, coordinated response from multiple stakeholders. This research advocates for the development and implementation of policies that address the technical dimensions of maritime security, integrate disaster management strategies, and incorporate anthropological insights. Such policies are essential for devising and executing sustainable solutions to this pervasive issue on a global scale
ANALISIS PERBANDINGAN QOS PFSENSE, OPNSENSE, DAN FLEXIWAN MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING
Peningkatan konsumsi internet di Indonesia dari 2018 hingga kuartal pertama 2022 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan jumlah pengguna aktif mencapai 210 juta dari total populasi sebesar 272,682 juta. Angka ini mencerminkan penetrasi internet sebesar 77,02%. Internet menjadi layanan yang sangat penting karena memberikan akses cepat dan efisien terhadap informasi. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, jumlah Penyedia Layanan Internet (ISP) yang tersedia juga bertambah. Ketersediaan dan kualitas layanan internet menjadi faktor kunci yang mempengaruhi minat masyarakat dalam memanfaatkannya. Untuk mendukung kualitas layanan internet, manajemen bandwidth menjadi aspek yang krusial. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah Load Balancing, yaitu metode untuk membagi beban lalu lintas jaringan melalui beberapa gateway yang tersedia sehingga tidak terfokus pada satu ISP. Dalam implementasinya, perangkat seperti pfSense, OPNsense, dan flexiWAN sering digunakan sebagai solusi load balancer karena sifatnya yang open-source, fleksibel, dapat dikonfigurasi melalui antarmuka web, serta mendukung fungsi Load Balancing. Selain pfSense dan OPNsense, solusi inovatif seperti flexiWAN kini juga dapat diadopsi sebagai platform SD-WAN open-source yang menawarkan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan lalu lintas jaringan. Dengan kemampuan integrasi yang baik, flexiWAN memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk mengoptimalkan jaringan mereka melalui manajemen lalu lintas yang canggih dan efisien. Penelitian ini membandingkan kinerja Load Balancing dari router pfSense, OPNsense, dan flexiWAN pada Bitbox Open Network Appliance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem load balancing pada pfSense memberikan kinerja lebih baik dibandingkan OPNsense berdasarkan nilai QoS, meskipun penggunaan resource CPU pada pfSense lebih tinggi. Sebaliknya, penggunaan RAM pada pfSense lebih rendah dibandingkan OPNsense. Kehadiran teknologi seperti flexiWAN dapat menjadi alternatif baru yang memberikan keunggulan tambahan dalam mendukung pengelolaan bandwidth secara optimal
ANALISA LIVE STREAMING SHOPPING PADA PLATFORM TOKOPEDIA PLAY THE GOODS DEPT
Penelitian ini menganalisis apa saja pengaplikasian yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran merek dan niat beli bagi konsumen The Goods Dept di Tokopedia, saat live streaming shopping pada platform Tokopedia play, serta Faktor-faktor apa saja yang memotivasi gen Z untuk melakukan pembelian produk The Goods Dept pada saat Live Streaming shopping di platform Tokopedia Play merupakan tujuan penelitian ini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta wawancara mendalam untuk mengumpulakn datanya. Temuan penelitian ini menemukan bahwa motivasi pembelian generasi z dan pengaplikasian/ kegiatan Live streaming shopping yang dilakukan The Goods Dept, Gen z termotivasi karena terdapat promo yang ditawarkan, suasanya live streaming shopping yang enak dilihat, kepiawaikan host saat mengulas produk serta efisensitas yang dirasakan. Dan kegiatan yang dilakukan The Goods dept yaitu dengan memanfaatkan sosial media Instagram dan menampilkan sesi-sesi yang bermanfaat pada Live streaming mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang strategi efektif untuk menarik perhatian dan meningkatkan pembelian dari konsumen Gen Z melalui live streaming shopping
Identifying Minority Ethnic Cultures Through Documentary Films: An Experimental Study on Vietnamese Students in Ho Chi Minh City
The preservation of ethnic minority cultures in Vietnam faces significant challenges due to globalization, modernization, and declining intergenerational cultural transmission. As traditional education struggles to sustain engagement, documentary films have emerged as a potential tool for cultural education. This study investigates the effectiveness of documentary films in enhancing Vietnamese students\u27 awareness of H’mong and Hà Nhì cultures. Employing a mixed-method approach—including experiments, surveys, and focus group discussions—the research evaluates changes in students\u27 knowledge and perceptions before and after exposure to documentary content. Results indicate that while documentaries enhance students’ understanding of both tangible and intangible cultural aspects, they are insufficient to promote active cultural preservation efforts. The study underscores the importance of integrating documentary films into higher education curricula alongside experiential learning and digital applications to foster deeper cultural engagement among young people
PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH MENJADI LILIN AROMATIK PALMAROSA DAN LEMON SEBAGAI PENCEGAHAN DBD
This community service was held on January 21, 2023 at the Inclusion Studio (Anugerah Aulia) Cemani Village, Grogol District, Sukoharjo Regency with 30 participants. This community service was carried out through 3 stages, the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The purpose of this activity is to increase public knowledge about the prevention of dengue hemorrhagic fever by utilizing aromatik candles as mosquito repellents and motivating the community by using used cooking oil to create new businesses as an increase in micro, small and medium enterprises in Cemani Village. This activity was successful by obtaining an average pretest score of 44.58%, after counseling and workshops, community knowledge increased with an average posttest score of 90.83%
Pelatihan Pembuatan dan Pengelolaan Website untuk Meningkatkan Skill dan Wawasan IT pada Menwa IAIN Salatiga
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa perubahan yang signifikan bagi personal maupun organisasi. Hal tersebut juga berlaku pada Organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa) IAIN Salatiga, terutama untuk menyebarkan informasi kepada khalayak umum. Website menjadi salah satu teknologi yang dapat membantu menyebarkan dan berbagi informasi secara cepat dan mudah. Sayangnya, Sebagian besar anggota menwa IAIN bukan berasal dari bidang ilmu komputer sehingga awam terhadap proses pembuatan dan pengelolaan website. Disisi lain, adanya kemauan yang kuat untuk belajar perlu didukung melalui proses pelatihan dan pendampingan oleh tenaga ahli sehingga pengelolaan website nantinya dapat dilakukan oleh anggota Menwa secara mandiri. Selain itu, dengan adanya proses pelatihan serta pendampingan dalam pembuatan dan pengelolaan website diharapkan dapat memberikan manfaat bagi organisasi serta dapat meningkatkan skill dan wawasan IT bagi anggota organisasi tersebu
Adaptasi Teknologi Pelatihan Aplikasi Microsoft Word Pada Program Kampus Mengajar di SDN 4 Tiparkidul
Penguasaan teknologi informasi menjadi penting karena setiap pihak yang terlibat didalamnya dituntut mampu beradaptasi dengan aktif dan terus meningkatkan kemampuan berkompetensi. Baik dalam dunia kerja maupun dunia Pendidikan Microsoft Office memiliki peranan penting dalam mendukung proses kerja terutama dalam mengelola administrasi sekolah. Kegiatan pengabdian ini didasari oleh program Kampus Mengajar Angkatan 5 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengenalan, pemahaman, dan pelatihan Microsoft Word secara langsung kepada siswa-siswi SDN 4 Tiparkidul. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah mengenai materi dasar Microsoft Word dan praktik langsung di kelas yang melalui tiga tahapan yakni, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada analisis hasil pelaksanaan pengabdian menunjukan bahwa siswa kelas 4 yang sebelumnya sama sekali belum memiliki pengetahuan tentang aplikasi Microsoft Word, setelah pelatihan ini mereka menjadi tahu fungsi Microsoft Word dan beberapa tools dasar yang biasa digunakan pada lembar kerja Microsoft Word
PERANCANGAN EXPERT SYSTEM MENGGUNAKAN TEKNIK BACKWARD CHAINING BERBASIS WEB
Kemajuan teknologi saat ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat, terutama dalam permasalahan yang kompleks. Teknologi komputer, khususnya kecerdasan buatan, telah banyak dimanfaatkan untuk membantu proses diagnosis penyakit melalui sistem pakar. Sistem pakar bekerja dengan meniru pengetahuan dan cara berpikir seorang ahli agar mampu menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan pakar tersebut. Tujuannya bukan menggantikan peran manusia, tetapi menyimpan dan memanfaatkan pengetahuan pakar dalam bentuk sistem yang dapat diakses oleh banyak pengguna kapan pun dan di mana pun. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pakar untuk diagnosa penyakit pada sapi ternak dengan menerapkan metode backward chaining. Pendekatan ini dianggap efektif karena menggunakan penalaran berbasis tujuan sehingga mampu menangani proses pemilihan keputusan secara terstruktur. Hasil penelitian ini diharapkan memudahkan dokter dipuskeswan dan peternak sapi di daerah pasar ternak pelangki dalam mengidentifikasi penyakit sapi, sedangkan secara teoritis penelitian ini memberikan pemahaman mengenai perancangan sistem pakar berbasis backward chaining