Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Di Kelurahan Kampung Baru Kota Sorong
Perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Dalam usaha pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 ini, Masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Kelurahan Kampung Baru merupakan bagian dari wilayah kerja Puskesmas Malawei di Kota Sorong yang wilayahnya memiliki pasien positif Covid-19. Dari laporan Dinas Kesehatan Propensi Papua Barat, wilayah kerja Puskesmas Malawei Kota Sorong terdapat 26 Kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif dengan 1 orang meninggal Berdasarkan hal tersebut maka Kami melakukan Pengabdian di kelurahan kampung baru kota sorong dengan Tujuan memberikan edukasi perilaku hidup dan sehat (PHBS) di masa adaptasi kebiasaan baru di kelurahan kampung baru kota sorong, metode yang dilakukan, yaitu melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Hasil Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masa adaptasi kebiasaan Baru di kelurahan kampung baru memberikan dampak positif bagi masyaratkat yang membuat masyarakat memahami tentang PHBS sebagai salah satu tindakan Pencegahan Penularan Covid-19 Pada kelompok Masyarakat yang sangat penting untuk terus di lakukan sehingga masyarakat memiliki kesadaran bersama dan memiliki pengetahuan tentang pentingnya bersama-sama untuk Tetap menjalankan kebiasaan baru( mencucui tangan & membiasakan menggunakan masker) di masa adaptasi kebiasaan bar
Pelatihan Desain 3D Menggunakan Sketch Up Guna Mendukung Kinerja Bidang Kewilayahan Pemerintahan Desa Karangturi Banyumas
Desa Karangturi merupakan salah satu dari 19 desa yang ada di Kecamatan Sumbang. Perkembangan dan kemandirian suatu desa tergantung dari produktivitas individu dan organisasi Pemerintahan Desa. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu perangkat desa Bapak Nasrul menyampaikan beberapa permasalahan, salah satunya adalah sekitar 50% dari penduduk desa pada usia produktif belum memiliki soft skill yang memadai. Permasalahan lainnya adalah bahwa dari pekerjaan aparatur desa dibutuhkan soft skill yang dapat meringankan pekerjaan tersebut yaitu berupa perencanaan dan desain tata ruang desa serta peta sosial desa. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah mitra yaitu, memberikan pelatihan desain 3D menggunakan Sketch Up guna mendukung kinerja Bidang Kewilayahan Pemerintahan Desa Karangturi, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan pelatihan 3D menggunakan Sketch Up dan dievaluasi dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan memberikan materi dasar menggambar di hari pertama dan membuat desain 3D di hari kedua dengan menggunakan software Sketch Up. Hasil dari pelatihan ini berupa desain 3D rumah sederhana yang dibuat oleh peserta. Tingkat pemahaman peserta pelatihan tercapai 70% pada level paham, 20% pada level sangat paham dan 10% netral. Peserta yang sudah mendapatkan modal berupa pelatihan desain 3D menggunakan Sketch Up diharapkan mampu mengembangkan skill yang dimiliki untuk mendesain infrastruktur fisik desa
Pelatihan Penggunaan Media Daring sebagai Alternatif Pembelajaran Era Pandemi
Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam menggunakan media daring sebagai alternatif pembelajaran di era pandemi covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode daring dan metode luring. Metode daring digunakan dengan memanfaatkan aplikasi zoom meeting. Sedangkan metode luring digunakan untuk kegiatan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dengan materi yaitu pelatihan menggunakan google form, pelatihan menggunakan aplikasi zoom dan google meet serta pelatihan menggunakan video pembelajaran. Adapun peserta kegiatan ini terdiri dari guru sekolah dasar yang ada di bawah yayasan PAB Sumatera Utara. Berdasarkan analisis hasil kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa setelah kegiatan dilaksanakan terjadinya peningkatan pemahaman guru dalam menggunakan dan mengaplikasikan media daring dalam pembelajaran. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya: 1) kemampuan menggunakan google form sebagai media untuk absen hadir serta membuat soal berbasis online; 2) kemampuan menggunakan zoom dan google meet sebagai fasilitas pembelajaran; dan 3) kemampuan membuat video pembelajaran menggunakan filmora dan kinemaster
Sosialisasi Pentingnya Penerapan 3M di Era New Normal Desa Riding Panjang
The Covid-19 pandemic has had an impact on all levels of society, including the people of Bangka. Positive cases of Covid-19 in Riding Panjang Village are still relatively high and continue to grow. This results in a high transmission rate. Therefore, this problem needs to be considered so that it is handled as soon as possible to help prevent the spread of Covid-19. Public awareness of the importance of adhering to health protocols is still very minimal, this is what has become the main cause of transmission of the Covid-19 virus. Based on these problems, there is a need for public awareness to change behavior patterns to better comply with health protocols in tackling the spread of Covid-19. With that, it is important to make an effort that can make the public's mindset aware of the importance of complying with health protocols, namely by holding outreach activities in order to prevent the spread of Covid-19. This socialization was conducted in Bukit Tulang Hamlet, Riding Panjang Village, Belinyu District, Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. As for the activities achieved from this socialization, the community is more concerned with complying with health protocols such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands
Sosialisasi Kewirausahaan Untuk Meningkatkan Minat dan Motivasi Siswa Mathla’ul Anwar
Kegiatan kewirausahaan merupakan kegiatan yang menjadi salah satu solusi untuk memperoleh penghasilan. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah MA Mathla’ul Anwar Bandar Lampung. Salah satu permasalahan mitra adalah sebagian besar siswa berasal dari keluarga yang kurang mampu, sehingga terkadang mengalami kendala dalam hal keuangan. Oleh karena itu perlu memberikan motivasi dan pemahaman mengenai berwirausaha kepada siswa di sekolah ini, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan konsep sosialisasi yang dilaksanakan selama satu hari dengan dua sesi. Pada sesi pertama, tim pelaksana pengabdian memperkenalkan konsep berwirausaha kepada para peserta, meliputi perencanaan usaha dan berbagai jenis peluang usaha. Pada sesi kedua, diberikan materi dan simulasi mengenai pengelolaan keuangan untuk usaha kecil. Peserta kegiatan terdiri dari 20 siswa mengingat saat ini masih menerapkan pembatasan keramaian dan menjaga jarak. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai efektifitas pelatihan dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk berwirausaha. Kegiatan evaluasi juga digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Alat ukurnya adalah kuisioner yang telah diisi peserta siswa. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan minat siswa untuk berwirausaha, setelah diberikan materi dan motivasi mengenai kewirausahaan
Sosialisasi Upaya Meningkatkan Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Nelayan Tradisional Di Desa Kawa Kabupaten Seram Bagian Barat
Indonesia adalah negara kepulauan hampir 70% wilayahnya terdiri dari laut. Kondisi geografis seperti ini sebagian besar penduduk pesisir mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan. Masyarakat Desa Kawa adalah 90% nelayan yang aktivitasnya sebagai penangkap ikan, sangat berisiko terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), penyebab kecelakaan pada nelayan penangkap ikan dapat disebabkan oleh usia kapal/perahu, mesin, cuaca, ombak dan lain-lain. Penyebab penyakit akibat kerja pada nelayan dapat disebabkan oleh air minum, pakaian, kebisingan dan lain-lain. Untuk meningkatkan produktivitas nelayan sangat perlu diterapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), maka berdasarkan analisis tim pengabdi di Desa Kawa, maka tim melakukan sosialisasi upaya meningkatkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja pada nelayan tradisional dengan metode ceramah. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan terutama pada nelayan tradisional di Desa Kawa tentang upaya meningkatkan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja
Pelatihan Kerajinan Manik-Manik Untuk Meningkatkan Inovasi-Kreativitas Ibu PKK Sekaligus Pendapatan UMKM
UMKM Desa Karangan, Badegan, Ponorogo yang banyak dikelola oleh Ibu-ibu PKK masih kurang berinovasi dalam produk kerajinannya. Hal ini dapat dilihat pada produk yang dihasilkan belum ada penambahan varian produk baru. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Ibu-ibu PKK diperoleh masukan perlunya pelatihan kerajinan manik-manik untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas produk UMKM. Pelatihan kerajinan manik-manik dilaksanakan berdasarkan ketersediaan bahan manik-manik yang mencukupi namun belum dimanfaatkan dengan baik dan rendahnya kreativitas dari warga. Untuk membantu program tersebut, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan kerajinan manik-manik. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan meningkatkan eksistensi UMKM melalui pelatihan kerajinan manik-manik yaitu pembuatan dompet, gelang, dan pengait masker. Metode yang digunakan adalah koordinasi, pelatihan, pendampingan, rencana tindak lanjut dan refleksi. Proses pelaksanaan program kerja ini secara bertahap, berkesinambungan, dan berkelanjutan. Hasil kegiatan pelatihan kerajinan manik-manik memberikan dampak positif bahwa keseluruhan warga yang rutin mengikuti pelatihan berhasil mempraktekkannya secara mandiri, sehingga kreativitas dan inovasi menghasilkan produk kekinian dapat terwujud. Hasil wawancara pada tahap refleksi menunjukkan seluruh peserta yang awalnya tidak bisa membuat kerajinan manik-manik, setelah melalui pelatihan 100% menjadi bisa membuat produk manik-manik yang diminati. Maka pelatihan kerajinan manik-manik ini sangat rekomendasi sebagai peningkatan kreativitas
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Nuget, Bakso Daging Ayam Petelur Afkir Kombinasi Rumput Laut Pada Kelompok Ibu-Ibu Kader Posyandu “Mawar” Perumahan Barat Dusun Karangduren Desa Jati
Abstrak
Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang pembuatan nugget dan bakso daging ayam petelur afkir yang dikombinasikan dengan rumput laut kepada kelompok ibu-ibu kader Posyandu “Mawar” Perumahan Barat Dusun Karangduren Desa Jati. Target kegiatan pengabdian ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan terhadap peserta kegiatan pengabdian ini. Metode yang diterapkan meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap pertama melaksanakan pelatihan in class; tahap kedua melakukan praktek; tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dalam pelaksanaan diawali dengan sosialisasi program dilanjutkan dengan memberikan pre test terhadap ibu-ibu kader posyandu sebagai dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketrampilannya sebelum menerima program kegiatan ini. Peserta dalam mengikuti pelatihan in class dan praktek pembuatan nugget dan bakso secara teori sangat antusias dan semangat serta bisa saling bekerjasama baik antar sesama peserta maupun antara peserta dan tim pengabdi. Setelah kegiatan praktek, peserta diberikan post test hal ini untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dari peserta. Nilai pre test rata-rata 41.92 dan rata-rata nilai post test 82,30. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pada ibu-ibu kader Posyandu Mawar peserta kegiatan pengabdian PMKBI ini sebesar 96,33 %.
Kata kunci : bakso, nuget, rumput laut
.
Abstract
The purpose of this Community Service activity is to provide knowledge and skills about making rejected layer chicken nuggets and meatballs combined with seaweed to a group of cadres of Posyandu "Mawar" West Housing, Karangduren Hamlet, Jati Village. The target of this service activity is to increase the knowledge and skills of the participants of this service activity. The method applied includes several stages, namely the first stage of implementing in-class training; the second stage is doing practice; the third stage is monitoring and evaluation. This service activity in the implementation begins with program socialization followed by giving a pre-test to posyandu cadres with the aim of knowing their level of knowledge and skills before accepting this activity program. Participants in participating in in-class training and the practice of making nuggets and meatballs are theoretically very enthusiastic and enthusiastic and can cooperate with each other both among participants and between participants and the service team. After the practical activity, participants were given a post test to determine the increase in the knowledge and skills of the participants. The average pre-test value was 41.92 and the post-test average was 82.30. The conclusion that can be drawn from this activity is that there is an increase in knowledge and skills of the Posyandu Mawar cadres participating in this PMKBI service activity of 96.33%.
Keywords: meatballs, nuget, seawee
Internet Marketing Strategi Untuk Meningkatkan Pemasaran Industri Kopiah Desa Temboro Karas Magetan
Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi dari Tridarma perguruan tinggi untuk membantu masyarakat. Pengabdian Masyarakat ini untuk menemukan permasalahan yang dihadapi Iindustri Kopiah Desa Temboro. Indutri Kopiah tersebut dalam hal pemasaran masih kurang evektif, pasalnya mereka hanya memasarkan di lingkungan sekitar kampung tersebut yang notabennya memang sudah banyak masyarakat Temboro kesehariannya menggunakan kopiah . Maka dari itu tujuan Abdi Masyarakat kami ini akan mengenalkan cara pemasaran yang lebih meluas dan tentunya juga hemat biaya yaitu dengan cara penjualan dengan basis media online, Publikasi pada media sosial,dan meelalui media E-commerce. kegiatan pengabdian dibantu oleh para mahasiswa sekaligus sebagai pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa sebagai pengetahuan berwirausaha. Inovasi yang dilakukan adalah melakukan pengembangan pemasaran melalui media berbasis E-commerce yang bertujuan untuk memperluas segmen pasar dari industri kopiah tersebut. Dari hasil pengabdian diperoleh situs web dan telegram yang dijadikan alamat untuk pemasaran online kopyah temboro sehingga memperluas pangsa pasar usaha Kopyah temboro dimasa new normal
Sosialisasi Pemanfaatan Energi Terbarukan Dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna Berbasis Solarcell Untuk Pelajar SMPIT Ibnu Sina Merauke
Konservasi energi merupakan langkah pemerintah untuk melestarikan sumber daya energi. Mengingat kebutuhan energi saat ini sebagian besar masih ditopang oleh energi fosil. Energi fosil adalah sumber daya alam seperti gas alam, batu bara dan minyak bumi yang semakin berkurang jumlahnya. Penggunaan energi fosil juga dapat menimbulkan polusi dan kerusakan alam yang signifikan. Energi terbarukan adalah energi ramah lingkungan yang menjadi topik bahasan belakang ini sebagai pengganti energi fosil. Namun, pemanfaatan energi terbarukan masih belum banyak diketahui masyarakat. Kesadaran dan perilaku hemat energi pada masyarakat juga masih kurang. Perlunya sosialisasi dan penyuluhan sejak dini kepada masyarakat sebagai sarana untuk mendukung langkah pemerintah dalam konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan. Dengan program pengabdian kepada masyarakat dana hibah lembaga LP2M Universitas Musamus, kami sebagai bagian dari Civitas akademik kampus Universitas Musamus melakukan program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai sarana dalam membantu permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMPIT Ibnu Sina Merauke sebagai mitra dan langkah awal sosialisasi masyarakat sejak dini. Adapun teknis kegiatan ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu, kegiatan ini juga meliputi pelatihan Teknologi tepat guna berbasis solar cell guna meningkatkan minat dan softskill peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan mencapai 53% dari akurasi evaluasi tingkat pemahaman peserta mengenai perilaku hemat energi dan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan