Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Biopori Melalui Program Kkn-05 Tematik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Kelurahan Pandeyan, salah satu dari tujuh kelurahan di Kemantren Umbulharjo, memiliki luas wilayah sekitar 118,499 hektar atau sekitar 1,2 kilometer persegi. Terdiri dari 13 RW, 52 RT, dan tujuh kampung: Sidikan, Golo, Pakel, Kalangan, Kebrokan, Pandeyan, dan Gambiran. Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022, mewajibkan semua warga bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Di wilayah ini, pengelolaan sampah anorganik terjaga melalui bank sampah yang dioperasikan secara rutin. Sampah organik dikelola dengan metode biopori, digunakan sebagai resapan dan pupuk kompos. Kegiatan pengabdian meliputi perencanaan, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Sosialisasi biopori melibatkan 45 peserta, termasuk ketua RW dan ketua penanganan sampah dari setiap RW. Materi meliputi metode pengelolaan sampah, jenis sampah rumah tangga, pengelolaan hasil biopori, dan maggot yang dihasilkan. Biopori diisi dengan sampah organik rumah tangga secara berkala, dan lubang biopori yang terisi penuh menunggu beberapa waktu. Hasil dari penimbunan sampah organik dalam biopori adalah kompos yang digunakan sebagai pupuk tanaman. Biopori menjadi solusi inovatif dalam penanganan limbah rumah tangga dan mengatasi penutupan tempat pembuangan akhir sampah di Piayungan selama tiga bulan terakhir. Program ini menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi warga Pandeyan dan Kota Yogyakarta secara keseluruhan
Praktik Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Di PT. Mitra Austral Sejahtera Kalimantan Barat
Artikel ini membahas pemeliharaan tanaman kelapa sawit di PT. Mitra Austral Sejahtera, Kalimantan Barat. sebagai komoditas utama yang mempengaruhi peningkatan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Pengendalian gulma yang efektif dan pemupukan yang tepat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu diperlukan informasi teknis yang bertujuan untuk memberi informasi tentang pemeliharaan tanaman kelapa sawit, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian gulma dan pemupukan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Agustus sampai Oktober 2023 di PT. Mitra Austral Sejahtera 1, Dusun Melobo, RT. 004 Nadok, Desa Rahayu, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Metode pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan pengamatan dan wawancara langsung di lapangan (data primer) dan studi pustaka (data sekunder). Perkebunan kelapa sawit di PT. Mitra Austral Sejahtera 1 sebagian besar merupakan tanaman menghasilkan yang sudah memasuki usia tua yaitu sekitar 24-26 tahun. Pengendalian gulma dilakukan secara manual dan menggunakan bahan kimia, dengan jenis gulma berbahaya seperti alang-alang dan sembung rambat yang dapat menurunkan produksi hingga 20%. Pemupukan dilakukan dengan memperhatikan curah hujan yang optimal antara 100-250 mm per bulan. Pemupukan di PT. Mitra Austral Sejahtera 1 dilakukan sekali dalam setahun dengan jenis pupuk NPK 13 dengan dosis 3kg/pokok
#SDGs 5, 12, 17: Perempuan Sebagai Agensi Perubahan Penanganan Persampahan Rumah Tangga di Desa Jatibogor, Kabupaten Tegal
Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, menghadapi permasalahan terkait penumpukan sampah akibat tingginya angka penduduk dan kurangnya sistem pengelolaan sampah yang tidak efisien sehingga itu berpotensi mengancam lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah masih rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan peran perempuan di Desa Jatibogor sebagai agen perubahan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan Ibu-Ibu PKK untuk menggerakkan masyarakat dalam mengelola sampah. Diharapkan, sampah yang dikelola dapat menjadi sumber pendapatan tambahan. Partisipasi perempuan dalam penanganan sampah mencerminkan prinsip-prinsip SDGs termasuk kesetaraan gender, konsumsi berkelanjutan, dan kemitraan global. Kegiatan ini mencakup sosialisasi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan usaha berbasis sampah untuk perempuan serta pembentukan komunitas daur ulang dan bank sampah. Hasilnya adalah pemberdayaan perempuan, perubahan budaya, peningkatan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, pengurangan pencemaran, peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan kolaborasi komunitas. Kesimpulannya, peran perempuan sangat penting dalam upaya menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Jatibogor
Peningkatan Atensi Dan Motorik Pada Anak: Pemberdayaan Pada Anak-Anak Desa Keputih
Menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat seperti kurangnya semangat belajar, pemahaman urgensi pendidikan, serta kurangnya kemampuan atensi dan motorik anak-anak ketika belajar. Program pemberdayaan ini berfokus pada pengembangan atensi dan motorik anak-anak melalui media belajar. Perkembangan tersebut perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh padai keterlambat belajar, prestasi tak optimal, kesulitan menyelesaikan tugas, dan kesulitan dalam tuntutan sosial. Tujuan dari pemberdayaan ini yaitu untuk membatu anak-anak meningkatkan kemampuan belajar serta meningkatkan kesadaran bagi para orang tua tentang pentingnya atensi dan motorik dalam proses perkembangan anak. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode CBR (Community Based Research). Adapun hasil dari program pemberdayaan ini yaitu adanya peningkatan atensi dan motorik anak-anak di Desa Keputih Tegal Timur Surabaya. Hal tersebut berdasarkan ketertarikan dan kefokusan dalam penyelesaian puzzle, kreativitas saat membuat batik jumputan, dan keantusiasan serta merancang strategi pada anak-anak untuk memenangkan games bola karet dan estafet bola
Pelatihan Pembukuan Usaha Sederhana Berbasis Aplikasi Digital Bagi UMKM di Desa Majasari Kecamatan Cibogo
Desa Majasari merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang, potensi pertanian yang dimiliki oleh desa Majasari mendorong tumbuhnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di bidang pangan olahan seperti produksi keripik sentul, opak, kerupuk kulit, keripik sukun dan produk pangan olahan lainnya. Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, para pelaku UMKM ini belum menerapkan pembukuan usaha secara baik, bahkan sebagian diantaranya belum membukukan usahanya. Pembukuan usaha merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen usaha. Pembukuan juga dapat membantu pelaku usaha dalam mencapai keberhasilan usaha, melihat perkembangan keuangan serta dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Seiring dengan kemajuan teknologi, pembukuan ini tersedia di aplikasi pembukuan berbasis Android, sehingga pembukuan dapat dengan mudah dilakukan. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mencatat arus kas, sehingga dapat diketahui dengan pasti omzet yang didapatkan. Aplikasi ini juga dapat secara mudah digunakan oleh berbagai kalangan usaha, baik usaha kecil, mikro ataupun usaha menengah (UMKM)
Workshop Inovasi Penerapan QR Code untuk Kartu Presensi Siswa SMP Muhammadiyah Kebasen menggunakan Aplikasi Scan IT
SMP Muhammadiyah Kebasen merupakan salah satu sekolah yang berada di Banyumas tepatnya di jalan PUK Timur Kebasen Desa Kebasen, Kecamatan Kebasen. Perkembangan teknologi saat ini sangat bermanfaat dalam segala bidang terutama pada instansi lembaga pendidikan dalam membantu mendapatkan informasi, mengelola data siswa, pengajar dan kepentingan administrasi sekolah, dalam sebuah lembaga pendidikan kehadirasin siswa merupakan hal yang harus dilakukan karena bersifat penting untuk keperluan manajerial sekolah. Mekanisme evaluasi kehadiran siswa di SMP Muhammadiyah Kebasen ini masih dengan pencatatan manual Maka dirancang suatu inovasi kartu kehadiran siswa menggunakan QR code menggunakan aplikasi Scan IT. Scan IT merupakan aplikasi pemindaian seluler dan akuisisi data Scan-IT to Office. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk dapat menambah pengetahuan untuk kemajuan SMP Muhammadiyah Kebasen. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini berupa pelatihan/workshop. Hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan kegiatan workshop diikuti guru SMP Muhammadiyah Kebasen sebanyak 12 guru mampu menerapkan QR Code untuk Kartu Presensi Siswa SMP Muhammadiyah Kebasen menggunakan Aplikasi Scan IT
Meningkatkan dan Menjaga Kesejahteraan Psikologis Guru dan Siswa/Siswi Yayasan Sekolah Tunas Alam Mulia
Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia adalah sekolah yang berlokasi di Jalan Pangkalan II, RT 04 RW 05, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekai merupakan sebuah sekolah tidak jauh dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembungan Akhir (TPA) di Bantar Gebang, bahkan gunungan sampah pun masih dapat terlihat jelas dari halaman utama Sekolah Alam Tunas Mulia. Meskipun demikian, sekolah ini seperti sinar harapan di tengah gunungan sampah karena misi muliannya untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak pemulung agar dapat bersekolah dan mengubah nasibnya. Untuk itu kami mendalami tentang kesejahteraan psikologis siswa/siswi sekolah alam tunas mulia. Tujuannya untuk memberikan edukasi mengenai kesejahteraan psikologis kepada guru dan siswa/siswi, meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis kepada guru dan siswa/siswi dan mengenalkan cara-cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga kesejahteraan psikologis guru dan siswa/siswi Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia. Metode yang digunakan berupa observasi, praktik dan psikoedukasi. Target yang dihasilkan yaitu Guru dan siswa/siswi Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia memahami hal mengenai kesejahteraan psikologis, memahami pentingnya kesejahteraan psikologis serta tahu tentang cara mempraktekkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dan menjaga kesejahteraan psikologis
Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Perkebunan Menjadi Lapangan di Desa Sirnasari
Alih fungsi lahan perkebunan menjadi lapangan merupakan fenomena yang semakin umum terjadi di berbagai wilayah. Perubahan ini sering dipicu oleh berbagai faktor seperti pertumbuhan populasi, kurangnya lahan kosong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Alih fungsi lahan perkebunan menjadi lapangan memiliki dampak ekonomi, sosial dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Kp. Cangkerewang RT 001 RW 009, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi dengan tujuan untuk mengkaji dampak dari berbagai aspek terkait alih fungsi lahan perkebunan menjadi lapangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggambarkan atau mendeskripsikan dampak dari alih fungsi lahan perkebunan terhadap kondisi ekonomi, sosial dan lingkungan. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan 2 responden dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi pustaka, jurnal dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya pengalihan fungsi lahan perkebunan menjadi lapangan ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif dari alih fungsi lahan ini antara lain meningkatkan ketersediaan lahan untuk kebutuhan publik, juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Hasil penelitian ini juga mengidentifikasi adanya dampak negatif terhadap lingkungan karena dapat berakibat pada berkurangnya lahan perkebunan di wilayah tersebut
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil tentang IMD dan ASI Eksklusif di Puskesmas Beru-Beru, Kab. Mamuju
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk menekan angka kematian bayi adalah dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan dilanjutkan dengan pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Persentase bayi baru lahir yang dilakukan IMD di Provinsi Sulawesi Barat masih rendah 57,03%, di bawah rata-rata nasional yaitu 64,55%, sedangkan untuk persentase pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan sebesar 27,8%, terendah ketiga setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Diantara wilayah Kabupaten Mamuju, Kecamatan Kalukku masuk ke dalam 3 kecamatan dengan cakupan ASI yang masih rendah. Berdasarkan masalah tersebut disusun suatu kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif khususnya di wilayah kerja Puskesmas Beru-Beru Kecamatan Kalukku melalui kegiatan peningkatan pengetahuan kepada ibu hamil tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI eksklusif di lokasi tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan kesehatan, pemberian booklet dan pendampingan kader untuk memastikan pelaksanaan IMD dan pemberian ASI eksklusif berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang IMD dan ASI eksklusif dan meningkatnya persentase cakupan pemberian IMD pada bayi baru lahir
Pemanfaatan Olahan Daun Kelor untuk Menekan Angka Stunting di Kelurahan Limbangan Wetan
Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar menangani permasalahan kekurangan gizi yang cukup besar di masyarakat terutama permasalahan stunting pada bayi dan anemia serta kekurangan energi kronis yang diderita oleh ibu-ibu hamil. Stunting merupakan keadaan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis. Faktor utama pemicu gizi kurang ini yaitu asupan nutrisi yang tidak baik. Faktor utama ini biasanya dipicu oleh masalah kemiskinan. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah 1) untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai manfaat daun kelor untuk meningkatkan asupan gizi bagi balita yang dikemas dalam bentuk puding daun kelor; 2) mengedukasi masyarakat tentang beragam olahan daun kelor; dan 3) nilai ekonomis olahan daun kelor serta mendorong masyarakat untuk membudidayakan pohon kelor sehingga bisa dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga setiap hari. Guna mencapai tujuan tersebut, dilakukanlah sosialisasi pemanfaatan daun kelor yang dapat diolah menjadi puding dan menekan angka stunting di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pemberian materi tentang stunting, dilanjutkan dengan pemanfaatan daun kelor untuk beragam makanan olahan. Melalui kegiatan ini masyarkat di desa Limbangan Wetan semakin teredukasi tentang beragam nilai manfaat daun kelor yang banyak mereka temukan di lingkungan sekitar mereka. Sosialisasi pemanfaatan olahan daun kelor untuk menekan angka prevalensi stunting di Kelurahan Limbangan Wetan, Brebes telah dilaksanakan secara efektif. Hal itu terlihat dari sejumlah indikator yang diperoleh pasca-sosialisasi. Dari indikator kemudahan dan ketuntasan materi, setidaknya 30% peserta menganggap bahwa materi yang disampaikan sangat mudah dan 45% peserta lainnya menyatakan bahwa materi mudah untuk dicerna dan dipraktikkan. Meskipun masih ada 2,5 % peserta yang menyatakan sulit. Sementara itu, pada indikator keefektivan 40 % peserta menganggap efektif dan 45% lainnya menganggap kegaitan ini efektif, sedangkan dari indikator kebermanfaatan kegiatan sosialisasi, setidaknya 77,5% peserta menganggap bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat