Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Penerapan Teknolgi Tepat Guna Mesin Pencacah Serbaguna untuk Peternak Kambing di Dusun II Sei Nagalawan Serdang Bedagai
Pemberian pakan ternak berupa hijauan ataupun makanan tambahan lain yang dilakukan oleh peternak kambing pada umumnya masih bersifat tradisional. Dusun II Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai adalah salah satu desa dimana para peternak kambingnya masih menggunakan cara konvensional dalam pengolahan pakannya. Pakan ternak berupa rumput-rumputan agak cukup terbatas jumlahnya di Dusun II Sei Nagalawan mengakibatkan berkurangnya jumlah peternak kambing di dusun ini. Mitra pengabdian sendiri sempat membuat pakan alternatif dari batang pisang untuk mempertahankan sediaan pakan kambing. Beberapa tanaman lain yang berpotensi untuk dapat dijadikan pakan ternak kambing cukup banyak dijumpai seperti ubi kayu, jagung, pelepah dan pelepah sawit, hanya saja harus melalui proses pencacahan untuk dapat dikonsumsi dengan aman oleh ternak. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada mitra peternak kambing dalam mengolah sumber pakan dengan melakukan pengolahan secara mekanis sehingga sediaan pakan ternak kambing dapat dipertahankan. Pencacahan bahan hijauan dengan mesin ini cukup mudah dan memberikan hasil yang cukup tipis sehingga mudah dikonsumsi oleh ternak kambing. Pada pelaksanaan pengabdian, hampir semua jenis pakan seperti batang dan umbi ubi kayu, batang pisang, rumput gajah, batang jagung dan bonggol jagung dapat tercacah dengan sempurnya, hanya saja untuk pelepah sawit hasil cacahan masih menyisakan potongan lidinya. Hasil cacahan mudah disimpan untuk jangka waktu beberapa hari kedepan
Pelatihan Penulisan Jurnalistik dan Naskah Video Bagi Siswa SMK Widya Yahya Gading Rejo
Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan dilaksanakan di SMK Widya Yahya Gading Rejo. Kegiatan PKM dilaksanakan kegiatan pelatihan kompetensi jurnalistik siswa berbasis digital. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah meningkatkan kemampuan jurnalistik siswa dalam hal penulisan berita dan praktik jurnalistik lainnya melalui website portal berita dan youtube. Selain itu, kompetensi jurnalistik yang dimiliki siswa dapat dimanfaatkan untuk keperluan promosi sekolah dan sarana informasi sekolah. Kegiatan pelatihan dilaksanakan sebanyak sinkronus dan asinkronus. Kegiatan sinkronus dilakukan secara tatap muka sementara kegiatan asinkronus dilakukan dalam bentuk pendampingan secara daring melalui grup whatsapp. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa mendapatkan kemampuan dalam hal penulisan dan pembuatan video. Karya siswa kemudian diunggah ke dalam kanal youtube
Pengaktifan Ems (Emergency Medical System) Sederhana Dengan Metode Act F.A.S.T Terhadap Penanganan Kegawat Daruratan Pasien Stroke di Kelurahan Mamunyu
Penatalaksanaan stroke secara umum adalah menurunkan morbiditas dan menurunkan tingkat kematian serta menurunnya angka kecacatan. Waktu dari onset stroke sampai kunjungan ke rumah sakit merupakan kontributor terbesar terhadap keterlambatan sejak awal stroke akut untuk memulai pengobatan. Metode Act FAST membantu masyarakat mengenali tanda dan gejala serangan stroke dengan cepat dan membawa korban ke rumah sakit dengan segera. Tujuan pengabdian masyarakat Emergency Medical System (EMS) adalah agar setiap pasien dapat dilakukan stabilisasi, pengobatan dan transportasi yang tepat waktu ke Rumah Sakit yang menyediakan layanan perawatan medis yang dibutuhkan. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan metode partisipatif yaitu pihak mitra ikut terlibat secara aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan tahapan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun hasil pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yang paing banyak berpartisipasi adalah perempuan sebanyak 17 orang (56,7%) dengan kelompok usia yang paling banyak yaitu 30-40 tahun (46%). Setelah dilakukan sosialisasi terkait faktor risiko stroke terdapat peningkatan pengetahuan kepada mitra sasaran yaitu terdapat 10 orang (33,3%) yang memiliki pengetahuan baik dan 20 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan cukup. Selain itu pada kegitan ini melibatkan perangkat kelurahan, 10 kepala lingkungan kelurahan Mamunyu, kader, tokoh masyarakat, Babinsa, Binmas dan Bidan penanggung jawab Posbindu. Pada kegiatan ini juga telah ditemukan bahwa masyarakat belum pernah mendpatkan penyuluhan atau pelatihan serta edukasi terkait pemanfaatan EMS dengan metode ACT F.A.S.T terhadap penanganan kegawatdaruratan pasien stroke. Selain itu pada layanan PSC 119 Kabupaten mamuju belum tersosialisasi dengan baik sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui alur pelayanan PSC 119 kabupaten Mamuju. pada kegiatan tindak lanjut pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat terbentuk satuan tugas kedaruratan masing-masing lingkungan sebagai penghubung fasilitas pelayanan kesehatan guna meminimalisir risiko akibat stroke
Pelatihan Pembuatan Perkerasan Beton Porous di Gang Julak Gafur RT 04 Sungai Pinang Kota Samarinda
Beton porus (porous concrete atau disebut juga pervious concrete) adalah material beton yang mempunyai kemampuan untuk mengalirkan air permukaan kedalam tanah dengan sangat cepat. Terbuat dari campuran air, semen dan kerikil dengan sedikit atau tidak memakai agregat halus sama sekali, beton porus mempunyai rongga yang saling berhubungan membentuk suatu saluran yang dapat mengalirkan air secara cepat. Pengabdian ini bertujuan sebagai solusi pembangunan perkerasan jalan beton yang berkelanjutan serta melatih masyarakat dalam membuat dan mengaplikasikan teknologi perkerasan beton porous di lingkungan masyarakat sekitar. Dengan menggunakan perkerasan beton porous solusi perkerasan beton berpori yang ramah lingkungan, dapat mencegah terbentuknya genangan air di permukaan serta membiarkan air terserap oleh tanah sehingga beban drainase berkurang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir pada badan Jalan di Gang Julak gafur Rt 04 Kel Sungai pinang Kota Samarinda. Pada pengabdian ini perkerasan porous beton didesain dengan tebal perkerasan 12 cm, tebal lapis bawah (base coarse) 7 cm, panjang jalan perkerasan 3 m dan rongga udara sebesar 30 persen yang diestimasikan dapat menampung air sebanyak 66 liter per meter persegi. Hasil yang dapat diperoleh masyarakat adalah menjadikan gang julak gafur sebagai percontohan aplikasi perkerasan beton porous di Kota Samarinda
Pengelolaan Kebersihan Pesisir Laut Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata Kecamatan Watubangga
Dibalik pesona keindahannya, pantai kalomang dan pantai kembar masih menghadapi masalah terkait sampah yang berserakan di laut dan sampah dari masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode observasi. Adapun yang dimaksud dengan metode observasi adalah cara mengumpulkan informasi dan data yang relevan dengan mengamati. Metode pelaksanaan dilakukan dengan terjun langsung di sekitaran pantai untuk melakukan pembersihan. Kegiatan bakti sosial pada minggu, 05 juni 2022 bertempat di pantai kalomang dan pantai kembar. Beberapa tim pengabdi dan petugas kebersihan pantai yang melibatkan untuk melakukan kegiatan ini. Sebelum memulai pengabdian, dilakukan survey lokasi dan kebutuhan pengabdian. Sebagian besar sampah yang ditemukan berupa jenis sampah plastik. Setiap jenis plastik ini memiliki sifat tertentu, seperti densitas. Ini membuat sampah plastik bisa berserakan di laut, misalnya permukaan dan tentu saja ke laut dalam. Pelaksanaan pelayanan tim terlibat dalam pekerjaan suka rela dimasyarakat. Program ini juga diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat ataupun pengunjung tentang kebersihan lingkungan pesisir laut sehingga memungkinkan mereka untuk memperhatikan dan merawat lingkungan pesisir dan laut mereka. Saran selanjutnya agar sosialisai terkait kebersihan laut perlu dilakukan lebih luas lagi sehingga masyarakat semakin sadar untuk ikut serta terlibat dalam menjaga pesisir dan laut kita bersama
Pemberdayaan masyarakat dalam Penyusunan Dokumen Kesiapsiagaan Penanggulangan Krisis Kesehatan Pasca Bencana Model PAR
Masyarakat Indonesia sangat sering dihadapkan pada situasi krisis kesehatan pada kondisi bencana. Permasalahan yang dihadapi adalah adanya kebutuhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi ancaman bencana. Metode kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang digunakan untuk mengoptimalkan peran aktif masyarakat dalam pengembangan Desa Tangguh Bencana bidang kesehatan. Bentuk kegiatan adalah pelatihan, pelaksanaan tanggal 12 sampai dengan 14 Juli 2022, di Desa Bedagung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Partisipan adalah forum KSB, kader kesehatan dan unsur pemerintahan desa. Jumlah partisipan 35 orang. Kegiatan berupa pelatihan, melaui ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok. Hasil kegiatan menggambarkan, desa Bedagung memiliki indek resiko rendah, jenis bahaya bencana berupa tanah longsor, angin puting beliung, dan kebakaran pemukiman. Kerentanan yang ada berupa tingginya angka kerentanan dari penduduk yaitu jumlah ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balila, usia lansia dan adanya 1 penduduk dengan kebutuhan khusus. Kapasitas desa masih rendah yaitu belum pernah melakukan latihan kesiapsiagaan bencana. Kesimpulan hasil dari program tersebut diantaranya tersusunya peta resiko bencana desa yang meliputi peta administrasi desa, peta kerawanan/bahasa bencana desa, peta kerentanan desa dan peta kapasitas desa terkait upaya pengurangan resiko bencana di tingkat desa. Hasil yang lain berupa dokumen kajian resiko termasuk didalamnya adalah dokumen rencana kontijensi peanggulangan krisis kesehatan akibat banana tingkat desa
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDesa Rejosari Makmur Kecamatan Pringsewu-Kabupaten Pringsewu
Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Rejosari Makmur yang terletak di desa Pringsewu, kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, memiliki unit usaha pembuangan sampah dan usaha perikanan. Dalam perkembangannya, pengelolaan keuangan di BUMDesaa Rejosari Makmur masih dikelola secara sederhana dan tradisional. Kurangnya kompetensi pengurus BUMDesa mengakibatkan pencatatan dan laporan keuangan yang ada masih sederhana dan belum terintegrasi dengan baik. Atas dasar masalah tersebut maka dilakukan upaya pendampingan untuk membuat laporan keuangan yang benar dan baik agar mendukung unit usaha yang ada di desa tersebut. Metode pendidikan masyarakat dengan mekanisme ceramah dan pelatihan berupa pendampingan penyusunan laporan keuangan bagi anggota dan pengurus BUMDesa Rejosari Makmur berhasil terlaksana dengan baik. Keberhasilan tersebut diukur berdasarkan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikan pemaparan materi serta pelatihan. Berdasarkan hasil kegiatan serta nilai pret-test dan post-test, diketahui bahwa 80% peserta pengabdian telah mampu memahami manajemen keuangan dan dasar-dasar akuntansi dengan baik. Selain itu, para peserta pun telah memahami pentingnya melakukan pencatatan dan pembukuan laporan keuangan. Dari hasil kegiatan tersebut, juga telah dihasilkan laporan keuangan yang diperlukan yaitu Neraca dan laba rugi serta pemahamanpengurus tentang laporan keuangan yang akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya
Pelatihan Pembuatan Obat Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Pada Masa Pandemi Covid-19
Covid-19 kini tengah menjadi permasalahan nomer satu di segala penjuru dunia. Penyebaran yang begitu cepat serta belum di temukannya obat penangkal yang tepat membuat setiap orang takut terhadap paparan virusnya, terlebih ketika mengetahui bahwa sistem imunitas tubuh lah yang menjadi mangsanya. Upaya vaksinasi saja belum cukup untuk dijadikan jalan utama dalam penyelesaian masalah pengobatancovid-19. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menengok kebelakang membuka tabir sejarah pengobatan tradisional berbahan tanaman herbal yang digunakan oleh nenek moyang, bisa menjadi opsi obat pencegah covid-19. Wilayah dengan tanah yang cukup subur dan di tumbuhi lumayan banyak tanaman herbal adalah Desa Cilongok. Namun pemanfaatan tanaman herbal di desa tersebut masih sangat minim. Dari permasalahan tersebut, maka penulis bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan obat herbal (jamu) pencegah gejala fisik covid-19 penambah imunitas tubuh sebagai upaya perlindungan diri terhadap bahaya covid-19. Serta edukasi mengenai materi seputar covid-19 untuk menumbuhkan sikap perhatian terhadap kesehatan diri disaat pandemi. Adapun hasil kegiatan yang dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran diri masyarakat Desa Cilongok tentang pentingnya tanaman obat herbal yang tumbuh di sekitar untuk dijadikan obat penambah imunitas tubuh serta betapa pentingnnya menjaga kesehatan di tengah pandemi dengan cara mematuhi protokol kesehatan
Pelatihan Komunikasi Pengurus Lingkungan untuk Meningkatkan Pelayanan di Gereja Karawaci
Komunikasi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan efektifitas suatu kelompok. Setiap orang dapat berkomunikasi dengan caranya masing-masing namun tidak semua mampu berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang efektif diharapan dapat diterapkan oleh pengurus lingkungan Gereja Karawaci. Pengurus lingkungan diharapkan dapat berkomunikasi secara efektif terhadap warganya agar warga dapat terlibat aktif dalam kegiatan gereja. Meihat masalah ini penulis ingin melakukan pengabdian masyarakat kepada pengurus lingkungan untuk meningkatkan komunikasi mereka. Pelatihan komunikasi dilakukan dalamm dua gelambang yaitu gelombang satu 14 Maret 2020 dengan 82 peserta dan gelombang dua 15 Maret 2020 dengan 80 peserta. Metode yang digunakan adalah Scientist-Practioner Model yang mengkombinasikan pelatihan, seminar, dan pendampingan. Pelatihan ini terdiri dari tiga materi yaitu pertama teori mengenai komunikasi, kedua peserta dibagi kelompok kecil dan masing-masing berpidato di kelompok mereka dengan tema berbeda setiap orangnya, dan ketiga studi kasus permasalahan untuk berdiskusi dan disampaikan pemecahan masalah dari setiap kelompok. Peserta antusias dan berperan aktif dalam setiap bagian pelatihan. Hasil evaluasi dari peserta menunjukan 53% peserta menjawab rangkaian acara sangat menarik, 63,8% peserta menjawab materi yang disampaikan sangat bermanfaat, 52,6% peserta menjawab materi sangat sesuai dengan tugas di lingkungan, dan 62% peserta menjawab interaksi pemateri dan peserta sangat baik
Sosialisasi Dan Gerakan Bersih Pantai Sebagai Upaya Penanganan Kebersihan Pantai Di Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka
Wisata merupakan suatu tempat yang bisa dijadikan untuk melepas penat dari rutinitas kegiatan harian, salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi adalah pantai. dari hasil kegiatan yang di lakukan yaitu pengabdian terhadap masyarakat, dimana wisata yang di pilih yaitu Tanjung malaha dan pantai kayu angin sebagai objek yang akan di kunjungi. Tujuannya yaitu untuk melakukan kegiatan bersih pantai dimana metode yang di lakukan yaitu dengan cara sosialisasi kepada pengunjung serta masyarakat setempat. kemudian Dapat dilihat dari hasil kegiatan ternyata pembersihan disekitar wisata pantai tidak mudah karena banyaknya sampah-sampah yang dapat berasal dari mana saja. banyaknya pengujung juga tidak hanya berdampak positif bagi tempat wisata tetapi terdapat pula dampak negatif yaitu, banyak sampah-sampah plastik yang di temukan baik di sekitaran gazebo bahkan di pesisir pantaipun ada yang mana berasal dari sisa-sisa para pengunjung. Terdapat beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu 11orang (9 orang mahasiswa/i, 2 orang pengelola wisata). Dari hasil kegiatan ini ternyata dapat memberikan dampak bagi pengunjung yaitu mereka tergerak untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai yang kami lakukan