Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Upaya Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Penatalaksanaan Emergensi Pada Kejang Demam
Kejang demam atau penyakit step adalah kejang pada anak yang dipicu oleh demam, bukan diakibatkan kelainan di otak. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kondisi anak demam sudah menjadi masalah yang mampu membuat orang tua tau pengasuh panic. Pada survey yang dilakukan pada anggota mitra mengenai penanganan kejang demam pada anak dapat ditemukan bahwa pengetahuan anggota mitra tentang pertolongan pertama pada kejang demam masih rendah untuk itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatakan tentang penanganan kejang demam yang terjadi dirumah dapat ditangani dengan benar dan menurunkan resiko untuk menjadi lebih berat. kegiatan ini dirancang dengan tehnik diskusi dan demonstrasi dalam menatalaksana kejang demam. hasil pretest pada kegiatan ini mendapatkan nilai skor rerata 60, setelah kegiatan nilai skor pada post test adalah 80 artinya terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 33% dari nilai awal, berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang penatalaksanaan kejang demam pada kondisi emergensi terutama di lingkungan rumah tangga
Penyuluhan Hukum Tentang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di Kelurahan Besusu Tengah Kota Palu
Birokrasi pemerintah memegang peran utama dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan administrasi dalam pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, birokrasi merupakan alat bagi pemerintah untuk menyediakan pelayanan publik, sebagai perencana, pelaksana dan pengawas kebijakan. Dalam rangka mencapai tujuan negara, maka pemerintah dituntut melakukan peningkatan kinerja pemerintahan khususnya berkaitan dengan fungsi dan tugas-tugas pemerintah sangatlah diharapkan masyarakat. Dibalik era reformasi yang sedang berjalan sekarang ini khususnya reformasi di bidang tata kelola pemerintahan. Kondisi pelayanan seperti ini perlu segera direformasi guna mewujudkan kinerja birokrasi dan pelayanan publik yang berkualitas sehingga dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat.
Metode kegiatan ini adalah metode ceramah dan dialog dengan penyampaian materi pokok yang bersifat teoritis, di mana materi dibawakan oleh beberapa orang sebagai pemateri dengan sasaran yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Besusu Tengah Kota Palu. Dengan menggunakan teknik demikian dapat mengetahui tingkat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang kualitas pelayanan publik. Hasil kegiatan yakni kinerja ASN dalam memberikan pelayanan publik telah berjalan secara optimal. Akurasi pelayanan publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih teliti dan berhati-hati sehingga minim terjadi kesalahan. Kesopanan dan sikap ramah yang diberikan juga tergambar dalam pelayanan yang diberika
Teknologi Pengolahan Mi Sehat pada Ibu PKK Desa Wedoroklurak Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo
Mi banyak dikonsumsi sebagai alternatif pengganti nasi yang sangat disukai anak-anak. Ditinjau dari kandungan nutrisinya, nilai gizi mi tergolong rendah karena hanya sebagai sumber karbohidrat. Untuk itu diperlukan fortifikasi pada produk mi agar nilai gizinya meningkat. Sayuran, buah dan ikan mempunyai potensi untuk ditambahkan pada produk mi, karena jenisnya yang cukup banyak dan mengandung vitamin, mineral, serat pangan dan protein yang sangat diperlukan untuk meningkatkan gizi. Sebagai penyedia pangan keluarga, ibu rumah tangga berperan penting untuk menyediakan makanan yang bergizi, sehat dan bersih, sehingga diperlukan pengetahuan dan teknologi pengolahan mi sehat tanpa menggunakan bahan tambahan pangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu rumah tangga tentang pengolahan mi sehat secara tepat guna, serta memberikan pilihan produk olahan untuk berwirausaha. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Wedoroklurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Setelah kegiatan selesai, sebanyak 90% ibu menyatakan bahwa telah memahami proses pembuatan mi sehat, dan sebanyak 90 % ibu menyatakan tertarik untuk membuat mi sehat. Semua ibu tertarik untuk membuat mi sehat dan menyajikannya sebagai menu keluarga, dan hanya ada seorang ibu yang tertarik untuk mencoba berwirausaha mi sehat ini sebagai pengembangan industri mi kering yang sudah digelutinya
Gamifikasi Media Pembelajaran untuk Siswa Tuna Rungu Wicara di Sekolah Luar Biasa B Yakut Purwokerto
Sekolah Luar Biasa (SLB) B (“B” untuk Kategori Tuna Rungu dan Wicara) Yakut Purwokerto adalah sebuah sekolah untuk siswa tuna rungu wicara yang terletak di daerah Kranji, Banyumas, Jawa Tengah. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada pihak sekolah, terdapat permasalahan utama di SLB B Yakut Purwokerto, yaitu di bidang pendidikan dan pembelajaran yang menjadi sebuah kesulitan bagi guru-guru di SLB tersebut dikarenakan pembelajaran digunakan untuk anak tuna rungu wicara, tetapi media pembelajaran yang tersedia hanya buku maupun modul standar yang menyulitkan dalam pembelajaran. Solusi yang dapat diberikan kepada SLB B Yakut Purwokerto sekaligus tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membangun dan memberikan media pembelajaran alternatif berupa game edukasi interaktif yang dapat digunakan oleh siswa tuna rungu wicara di SLB tersebut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini secara umum terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu : focus discussion group dengan pihak sekolah, pembuatan game edukasi, pelatihan game edukasi kepada guru, implementasi game edukasi kepada siswa tuna rungu wicara, serta monitoring dan evaluasi keberlanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah game yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar siswa SLB B Yakut Purwokerto sebagai media alternatif dalam belajar. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan kuesioner, didapatkan nilai akhir 86,25% dengan indicator kategori “Sangat Baik”, yang menunjukkan bahwa game edukasi ini dapat digunakan untuk proses belajar mengajar di SLB B Yakut Purwokerto
Penyuluhan Pengaturan Pola Makan dan Gizi Seimbang untuk Siswa Sekolah Sepak Bola di Cilacap Selatan
Pola makan yang baik dan gizi seimbang dibutuhkan oleh setiap olahragawan dan atlet untuk menunjang performa pada saat latihan maupun pertandingan. Oleh sebab itu, setiap olahragawan dan atlet harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pola makan dan gizi seimbang tersebut. Pengetahuan gizi yang kurang pada anak-anak dan orangtua menyebabkan asupan gizi inadekuat. Asupan gizi yang inadekuat pada atlet dapat menyebabkan performa atlet kurang baik, atlet Siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) SPARTAN yang bertempat di Kabupaten Cilacap mengikuti latihan sepak bola 1 minggu selama 4 kali. Pada satu tahun terakhir terdapat 32% siswa yang sakit dan kebugaran fisiknya kurang setelah melakukan latihan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan kepada orangtua siswa tentang pola makan dan gizi seimbang. Penyuluhan dilakukan kepada 55 siswa beserta orangtua mereka. Penyuluhan diberikan dengan menggunakan media leafleat dan powerpoint. Sebelum dan setelah penyuluhan para peserta mendapatkan kuesioner. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dari siswa dan orang tua siswa terhadap pola makan dan gizi seimbang
Pelatihan Pemanduan Bakat dan Minat Olahraga Berbasis Teknologi Sport Search Pada Guru Penjas di Daerah Penajam Paser Utara
Menemukan bakat seseorang merupakan sesuatu yang unik dan memerlukan caranya masing-masing. Susunan/struktur bakat adalah sangat komplek. Bakat adalah suatu potensi yang ditentukan secara genetis/keturunan, tidak stabil serta banyak dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar. Alat penemuan bakat diantaranya adalah untuk olahraga umum dengan sport search yang dikembangkan di Australia. Kemampuan mengoperasikan sport search sangat diperlukan bagi guru Penjas dalam penelusuran bakat dan minat anak didiknya. Kemampuan ini sangat diperlukan dalam usaha mencari bibit-bibit potensial olahraga yang ada di daerah.untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra, solusi yang ditawarkan adalah melakukan pelatihan kemampuan guru dalam mengoperasikan sport search. Desain materi pelatihan diharapkan dapat meningkatkan beberapa kemampuan guru, diantaranya adalah mampu menemukan bakat “terpendam” seorang anak di daerah Penajam Paser Utara. Peserta dalam pelatihan ini sebanyak 30 orang guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pelatihan pemanduan bakat olahraga melalui aplikasi sport search ini sangat membantu guru PJOK dalam melakukan pemanduan bakat yang di miliki siswa khusunya dalam cabang olahraga. pengabdian pada masyarakat sebenarnya sangat diperlukan oleh para guru, terutama adanya pendampingan pasca kegiatan sehingga ada kesempatan bagi para guru untuk menerima umpan balik dari kegiatan aplikasi pengetahuan dan ketrampilan yang disampaikan
Pengenalan SIERAS pada Civitas Academica Program Studi Teknologi Informasi Universitas Amikom Purwokerto
Jumlah kasus COVID-19 belum menunjukkan trend penurunan. Hal tersebut mempengaruhi sektor pendidikan. Salah satu kebijakan yang diambil untuk menanggulangi dampak tersebut adalah diadakannya pembelajaran daring. Kebijakan tersebut memberikan tantangan tersendiri bagi civitas academica, tak terkecuali bagi Prodi Teknologi Informasi, Universitas Amikom Purwokerto. Salah satu perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran yang dilakukan adalah kegiatan ujian yang harus dilakukan secara daring. Hal ini membuat pengelola prodi mencoba menggunakan beberapa teknologi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti E-Learning bernama ILIAS dan Google Form. Namun, keduanya masih memberikan kesulitan tersendiri dalam melakukan tata kelola ujian, termasuk proses penilaian yang harus dilakukan oleh dosen. Melalui kegiatan pengabdian ini, kami mencoba memperkenalkan sistem bernama SIERAS sebagai salah satu alternatif sistem tata kelola ujian. Kegiatan diikuti oleh 5 Dosen dan 20 mahasiswa. 60% dosen menyatakan “sangat terbantu” sementara sisanya menyatakan “terbantu”. Dari sisi mahasiswa, 80%-nya menyatakan SIERAS “mudah digunakan”, 15% menyatakan “sangat mudah digunakan”, dan sisanya menyatakan “cukup mudah digunakan”. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini dinyatakan efektif dan memberikan dampak positif bagi peserta
Pelatihan TOEFL Dengan Metode Cooperative Integrated Reading And Composition Untuk Mencapai Nilai Ideal di Masa Pandemi
Pelatihan TOEFL dengan metode Cooperative Integrated Reading And Composition bertujuan untuk membantu para dosen dan mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat dalam upaya untuk meningkatkan nilai TOEFL (Test of English as foreign language) dimasa pandemi. Sulitnya menentukan metode dan media yang tepat dimasa pandemi bagi mahasiswa dan dosen untuk untuk mencapai TOEFL ideal menjadi alasan utama dilaksanakannya Pengabdian keada masyarakat ini Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan tidak hanya pengetahuan tetapi juga kesiapan untuk menghadapi ujian TOEFL (Test of English as Foreign Language) bagi mahasiswa dan dosen di Nusa Tenggara Barat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara online dengan meggunakan teknologi zoom sebagi media pembelajaran selama satu bulan.Masyarakat sasaran adalah masyarakat kampus yaitu mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaitu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian diberikan tips dan strategi dalam menjawab tes TOEFL. Masing-masing kelompok berdiskusi dan bertukar pikiran dalam menjawab semua soal-soal dalam TOEFL. Biaya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sepenuhnya bersumber dari tim pelaksana pengabdian. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peserta memiliki kemampuan dan kesiapan serta nilai yang cukup significant dari sebelumnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil Post Test Peserta setelah mengikuti pelatihan menunjukkan perubahan yang sangat positi
Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid-19 Melalui Instagram dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Kelurahan Kadumerak
Dalam melaksanakan KKM Tematik Online 2021 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, kelompok 76 melaksankan program kerja dengan tema ‘Sosialisasi Protokol Kesehatan Menggunakan Media Sosial Instagram dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19’ dengan sasaran masyarakat Desa/Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang, Banten yang aktif menggunakan media sosial Instagram dan masyarakat umum. Kelompok 76 memilih Instagram karena menjadi trend dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan Instagram sebagai media untuk mencari dan menemukan segala informasi. Sedangkan pemilihan Desa/Kelurahan Kadumerak sebagai sasaran karena seperti yang disebutkan sebelumnya, Desa/Kelurahan tersebut masuk kedalam zona Oranye di Pandeglang. Terdapat beberapa kegiatan yang kami lakukan secara daring. Kegiatan daring berupa diskusi kelompok yang dilakukan menggunakan platform meeting online dan video singkat terkait hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan untuk beraktivitas di luar rumah pada era New Normal pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Kemudian, kami juga melakukan sosialisasi daring berupa pembagian poster tentang protokol kesehatan melalui media sosial yaitu Instagra
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kedaung Kota Bandar Lampung Menuju Desa Tangguh Covid-19
Penerapan protokol kesehatan terbukti efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. Adaptasi kebiasaan baru perlu didukung dengan pengetahuan yang benar. Oleh karena itu masyarakat perlu diberikan edukasi yang memadai tentang masalah Covid-19 dan upaya pencegahannya. Sosialisasi protokol kesehatan kepada aparat pemerintahan kelurahan yang diikuti dengan penyuluhan dan konsultasi bagi sasaran khusus merupakan salah satu metode yang layak dilakukan. Sosialisasi secara klasikal terbukti dapat meningkatkan secara signifikan pengetahuan aparat pemerintahan kelurahan sebesar 42,3% sedangkan penyuluhan informal dan berkala dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 52,03%. Pemberian stimulus sarana pendukung pelaksanaan protokol kesehatan juga berkontribusi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan