Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
    336 research outputs found

    Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat “Kendalikan Obesitas Optimalkan Aktifitas Fisik” Bagi Masyarakat Penderita Hipertensi di Kalimantan Selatan

    Full text link
    Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah di atas normal. Angka kejadian hipertensi di Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan sudah mencapai 2.747 kasus dan wilayah dengan kasus hipertensi tinggi yaitu kelurahan mantuil Banjarmasin. Pemeriksaan kesehatan jarang dilakukan masyarakat karena jarak tempuh ke Puskesmas sebelumnya cukup jauh. Akses jalan dan ketersiadaan fasilitas umum seperti lapangan untuk berolahraga juga tidak tersedia karena wilayah ini sebagian besar berada di pinggiran sungai. Berdasarkan hasil pengkajian awal terhadap 87 orang masyarakat kelurahan didapatkan 51 orang (58,6%) masyarakat mengalami Tekanan Darah Tinggi. Dari 51 Orang masyarakat yang mengalami Tekanan Darah Tinggi, sebanyak 6 orang (11,8%) baru saja terdekteksi Tekanan Darah Tinggi; 12 orang (23,5%) memang memiliki riwayat Hipertensi tetapi jarang memeriksakan diri dan tidak minum obat; 23 orang (45,1%) memiliki riwayat Hipertensi tetapi rutin mengkonsumsi obat dari dokter Puskesmas atau dokter umum; dan 10 orang (19,6%) memiliki riwayat hipertensi tetapi jarang memeriksakan diri dan mengkonsumsi obat yang di beli di apotik jika tanda gejala hipertensi timbul. Dari 51 orang masyarakat yang mengalami tekanan darah Tinggi 14 orang (27,5%) dengan obesitas; 12 orang (23,5%) dengan berat badan berlebih. Maka dari itu, pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat terkait Hipertensi dan keterkaitannya dengan obesitas dan aktifitas fisik perlu dilakukan. Hal ini untuk membantu masyarakat lebih sadar untuk mengendalikan Hipertensi

    Membangun Keterampilan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar: Akselerasi Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

    Full text link
    Kurikulum merdeka mendukung paradigma pembelajarn aktif yang berpusat kepada siswa melalui implementasi model-model pembelajaran inovatif. Proses pembelajaran inovatif tersebut dapat membangun keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar dan keterampilan berpikir kritis merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, sehingga dalam kurikulum merdeka kedua komponen tersebut tertuang ke dalam profil pelajar pancasila. Pengukuran terhadap penguasaan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen keterampilan berpikir kritis dan instrumen kemandirian belajar. Namun demikian, wawasan, pengalaman dan kemampuan guru dalam merancang instrrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini  adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di SMA Negeri 1 Mengwi dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa SMA. Metode kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan penyusunan instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Peserta pelatihan ini sebanyak 70 guru-guru di lingkungan SMA Negeri 1 Mengwi, 10 dosen dan 3 mahasiswa di lingkungan program studi pendidikan biologi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan guru dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Melalui penguasaan penyusunan instrumen guru dapat memetakan dan mengevaluasi pembelejaran secara lebih holistik terhadap kemajuan siswa dalam aspek intelektual dan kreatif

    Sosialisasi Inovasi Varietas Jagung Madura 3 Pada Petani Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan

    Full text link
    Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan memiliki potensi pertanian dengan jumlah petani sebanyak 5.076 jiwa. Pertanian tanaman pangan mendominasi usahatani di desa tersebut, khusunya usahatani jagung.  Produktivitas jagung lokal yang diusahakan oleh petani sekitar terbilang rendah. Disisi lain sudah terdapat inovasi benih jagung MH-3 yang merupakan hasil persilangan antara benih jagung lokal dengan jagung hibrida. Mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan MBKM Magang Desa, melakukan kegiatan sosialisasi inovasi tersebut pada petani Desa Tlontoraja. Kegiatan dilakukan pada tanggal 7 November 2023 di Kantor Desa Tlontoraja, dengan narasumber dari staf PT. Agro Giri Raya yang juga merupakan staf di Prodi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan inovasi benih jagung Madura MH-3, mengajari petani teknis budidaya jagung MH-3, dan memberikan bantuan benih pada petani untuk dapat melakukan uji coba penanaman jagung MH-3. Kegiatan diikuti oleh 22 orang yang terdiri dari petani, ketua kelompok tani, BPP Kecamatan Pasean, dan Kepala Desa Tlontoraja beserta pamong / aparat desa. Rangkaian acara sosialisasi meliputi sambutan-sambutan, penyampaian materi sosialisasi, diskusi tentang jagung MH-3, dan pemberian bantuan benih jagung MH-3 yang dapat digunakan untuk uji coba

    Edukasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Degeneratif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Perubahan Perilaku Masyarakat

    Full text link
    Penyakit hipertensi dan diabetes merupakan penyakit menurun dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penderita hipertensi di Indonesia mencapai 34,11% dan diabetes mencapai 8,5% pada 2018 mengindikasikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penyakit degeneratif cukup rendah sehingga perlu intervensi edukasi. Pengetahuan menjadi faktor kunci peningkatan kesadaran dan menjadi input utama perubahan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Cinangka melalui intervensi edukasi pencegahan hipertensi dan diabetes. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendidikan kesehatan/penyuluhan dan metode kuantitatif untuk mengevaluasi hasil penyuluhan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil, persentase peningkatan pengetahuan masyarakat paling tinggi pada Q2 sebesar 28% tentang penyebab hipertensi, 24% pada Q8 dan Q9 tentang komplikasi diabetes dan upaya menjaga kadar gula darah, serta seluruh responden menjawab dengan benar pertanyaan tentang pencegahan hipertensi setelah penyuluhan dilakukan. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan pengetahuan pada masyarakat dengan rata-rata responden dengan jawaban benar pada pretest 71,20% menjadi 90,40% pada posttest. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan berjalan efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Cinangka

    Pemberdayaan Komunitas Ibu PKK Melalui Pelatihan Pengolahan Susu Kedelai Sari Telang Sebagai Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Truko, Kabupaten Kendal

    Full text link
    Salah satu permasalahan yang ada di Desa Truko ialah gangguan pertumbuhan pada anak atau sering disebut dengan stunting. Di Desa Truko sendiri terdapat 39 orang anak yang terindikasi stunting, kemudian pemerintah setempat mengintervensi dua anak yang terindikasi stunting dengan memberikan asupan makanan selama 90 hari. Oleh karena itu, untuk mencegah stunting yang berkelanjutan pada anak di Desa Truko, mahasiswa KKN memiliki rancangan ide pembuatan susu kedelai dengan mengkombinasikan bahan dasar Bunga Telang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Workshop yaitu sosialisasi dan pelatihan, sosialisasi terdiri dari pemaparan materi mengenai kandungan serta manfaat bunga telang kemudian pelatihan pembuatan olahan bunga telang menjadi agar-agar dan susu kedelai. Sasaran kegiatan ini adalah komunitas ibu PKK, kader posyandu, ibu hamil, serta ibu yang mempunyai anak balita di Desa Truko dengan jumlah 30 peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pemberdayaan pelatihan pengolahan susu kedelai sari telang dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya pemaparan materi tentang pengetahuan pentingnya pencegahan stunting melalui asupan gizi dari olahan susu kedelai, dan bunga telang serta pengenalan telang, manfaat telang, kandungan telang, dan olahan makanan yang dapat dicampurkan dengan bunga telang. Dengan demikian pelatihan pemanfaatan kedelai dan bunga telang dilakukan untuk menghasilkan inovasi produk susu kedelai sari telang sebagai pendamping air susu ibu dalam rangka upaya pencegahan stunting

    Oemah Oeyah: Rumah Inovasi Garam Sebagai Bentuk Community Based Resources Management di Kalurahan Purwodadi, Gunungkidul

    Full text link
    Sebagai salah satu kalurahan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, Kalurahan Purwodadi memiliki potensi pengembangan garam yang besar, Total produksi garam di Purwodadi mencapai angka 2,2 ton per triwulan keempat tahun 2022. Sifat garam sebagai produk inelastis sempurna menjadikan garam memiliki nilai permintaan yang stabil dan cenderung lebih tahan terhadap distraksi ekonomi. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh tim PKM-PM Universitas Gadjah Mada dengan metode community based resources management melalui rumah inovasi garam “Oemah Oeyah” dengan Karang Taruna sebagai mitra. Sistematika alur Oemah Oeyah berupa Input, Proses (stakeholders mapping, expertise, dan role), serta output yang terbagi menjadi beberapa program yakni, sosialisasi kegiatan Oemah Oeyah kepada karang taruna Purwodadi, pembentukan pengurus Oemah Oeyah, studi banding Oemah Oeyah ke Kampung Garam Tlogopragoto, diskusi pemanfaatan kandungan garam, pelatihan marketing dan diversifikasi produk, pembentukan strategio produk, pertemuan inkubasi bisnis, sosialisasi promosi sosial media, lokakarya, dan pembuatan buku pedoman produksi garam dan tata kelola organisasi untuk Karang Taruna. Adapun hasil kegiatan adalah Karang Taruna menjadi lebih mengetahui proses produksi garam yang terstandarisasi, sistem penataan kelembagaan yang tertata, terbentuknya kolaborasi antar aktor pelaku usaha garam, serta terciptanya produk garam Oemah Oeyah yang siap jual dengan ekosistem bisnis yang lebih menjanjikan

    Strategi Optimalisasi Monitoring Kepuasan Pasien Dalam Menunjang Mutu Pelayanan di RSNU Permata

    Full text link
    Rumah Sakit merupakan salah satu dari beberapa fasilitas Kesehatan yang dituntut untuk melakukan Upaya pelayanan Kesehatan. Rumah Sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memberikan Upaya pelayanan kesehatan menyeluruh meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Upaya pelayanan Kesehatan berkaitan dengan Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang mana ini dilakukan melalui pendekatan sistem di mana hasil pelayanan kesehatan merupakan keluaran (outcome) dari struktur (input) yang dikelola melalui sebuah proses salah satunya menilai kepuasan pasien. Kualitas layanan sendiri melibatkan produk, layanan, orang, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melampaui harapan dari penerimanya dalam hal ini pasien. Ciri-ciri pelayanan yang bermutu adalah keramahan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kehati-hatian untuk mendatangkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Kepuasan pasien sendiri merupakan ``outcome'' dari Pelayanan Kesehatan, yaitu meningkatkan mutu pelayanan medis..  Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan pasien setelah membandingkan kinerja pelayanan medis yang diterimanya dengan harapannya untuk menentukan mutu dan mutu pelayanan. Dalam menilai kepuasan pasien dibutuhkan suatu alat/ media yang representative yang menggambarkan lima dimensi penilaian terhadap kualitas pelayanan kesehatan, yaitu keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan berwujud (tangible). Penyusunan dari quisoner ini sangat dibutuhkan agar nantinya dapat menjadi penilaian rumah sakit dalam mengkaji kepuasan pasien serta mutu dalam pelayanannya

    Pendampingan Penerapan Pencatatan Pengeluaran Kas Pada Rumah Sakit Muhammadiyah Babat

    Full text link
    Rumah Sakit Muhammadiyah Babat merupakan salah satu institusi yang menjadi tujuan dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk magang MBKM. Dengan adanya kegiatan magang MBKM ini mahasiswa diharapkan dapat belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan. Dalam setiap instansi termasuk rumah sakit terdapat aktivitas keuangan yang salah satunya yaitu pengeluaran uang atau biasa disebut pengeluaran kas. Dengan adanya pengeluaran kas tersebut maka hal penting yang harus dilakukan adalah mencatatnya dalam bentuk bukti kas keluar.  Bukti kas keluar merupakan pencatatan dari semua bentuk transaksi pengeluaran kas dalam instansi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu pencatatan pengeluaran kas pada Rumah Sakit Muhammadiyah Babat agar pengeluaran yang terjadi dalam Rumah Sakit Muhammadiyah Babat dapat diketahui secara jelas dan juga apabila dibutuhkan sewaktu-waktu dapat disajikan dengan tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dalam bentuk magang MBKM yang membantu bagian keuangan dalam pencatatan pengeluaran kas. Adapun tahap-tahap dalam pengabdian di Rumah Sakit Muhammadiyah Babat yaitu, survey tempat, persiapan, pelaksanaan, monitoring & evaluasi, dan penilian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pembukuan pengeluaran kas pada Rumah Sakit Muhammadiyah Babat sudah sesuai dengan tanggal pengeluaran, bukti pengeluaran yang ada, dan juga prosedur yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit Muhammadiyah Babat

    Penguatan Good Manufacturing Practice (GMP) Melalui Kegiatan Edukasi Hingga Evaluasi di PT. XYZ

    Full text link
    XYZ merupakan perusahaan BUMN yang memfokuskan produksinya pada produksi teh. Produk utama teh yang diproduksi adalah teh hitam, teh hijau dan teh putih. Untuk menjalankan produksi dan menjaga kualitas pada produk teh yang dihasilkan, PT. XYZ melaksanakan persyaratan dasar yaitu penerapan Good Manufacturing Practice (GMP). Namun, masalah yang dihadapi adalah ditemukan ketidaksesuaian pada lapangan dengan aspek GMP yang diterapkan. Sehingga hal tersebut mendukung dilakukannya kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan evaluasi aspek GMP pada karyawan pabrik PT. XYZ. Kegiatan ini dilakukan melalui pendampingan yang meliputi edukasi, perencanaan, penerapan, serta audit internal GMP. PT. XYZ telah menerapkan beberapa aspek dari GMP diantaranya aspek Pengawasan Proses, Pemeliharaan dan Program Sanitasi, dan Fasilitas Sanitasi. Namun terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh PT. XYZ diantara aspek Karyawan. Berdasarkan penilaian hasil skoring aspek GMP, pada PT. XYZ mendapatkan skor 78 dari total skor 100, berdasarkan aspek penilaian Good Manufacturing Practice (GMP) dalam kategori baik dengan persentase sebesar 78%

    Peningkatkan Kinerja Publikasi Institusi Melalui Pengelolaan Jurnal Ilmiah Bereputasi

    Full text link
    Kepemilikan jurnal oleh fakultas atau program studi di suatu perguruan tinggi (PT) merupakan keunggulan bersaing institusi untuk meningkatkan kinerja publikasi PT dan mempercepat pencapaian fungsional (lektor kepala dan guru besar) bagi dosen di PT tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan agar setiap fakultas atau program studi mampu merancang dan mengembangkan jurnal bereputasi sebagai wadah publikasi. Terdapat dua tahap kegiatan yang dilakukan 1) Workshop Penulisan paper pada jurnal berkualitas dan 2) Workshop Pengelolaan Jurnal berkualitas. Pengabdian ini menyadarkan peserta untuk memahami kunci keberhasialn pengelolaan jurnal yaitu 1) komitmen pengelola, 2) dukungan mitra bestari dan 3) kerjasama dengan asosiasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis,  Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) bersama dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta telah merancang dan mengembangkan jurnal untuk mempublikasikan jurnal yang secara bertahap dapat ditingkatkan kuliatasnya dan terindeks SINTA dan SCOPUS

    333

    full texts

    336

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇