Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Sosialisasi PERDA Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Sosialisasi pentingnya pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat adat tentang Peraturan Daerah Kabupaten Sanggau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA) agar dapat dipahami dan dapat menghindari konflik konflik atas ketidak tahuan masyarakat adat akan hak haknya yang telah dilindungi oleh pemerintah daerah setempat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat pada masyarakat adat Dayak Tobak dengan metode sosialisasi dan diskusi. Pokok materi yang diberikan adalah tentang hak hak masyarakat adat dalam mengelola kearifan lokalnya terkait dengan Perda setempat. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta lebih memahami dan mengetahui hal hak mereka agar dijadikan pegangan dalam berbagai aktifitas yang menyangkut aturan aturan adatnya.
Upaya Peningkatan Angka Penjualan di Kelurahan Rungkut Menanggal melalui Program Pendampingan Digital Marketing UMKM Pengrajin Kain Batik
Pemasaran digital saat ini memainkan peranan yang sangat penting. Hal ini membuka peluang bagi para UMKM untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan eksistensinya dengan memanfaatkan sosial media sebagai sebuah medium dalam melaksanakan pemasaran produknya. Dalam jurnal ini mengkaji sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kelompok 5 KKN-T MBKM yang bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan pada UMKM batik "Andyni Collection" dengan melakukan pembaruan foto produk, pembaruan kemasan, hingga pembaruan akun Instagram. Metode yang digunakan adalah wawancara kepada pelaku UMKM Tas Batik “Andyni Collection” yang mana akan dilakukan sebuah perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan pemasaran digital ini. Kemudian didapatlah hasil bahwa program pendampingan pemasaran digital UMKM Tas Batik “Andyni Collection” mampu meningkatkan angka penjualan dan kenaikan omset dibandingkan bulan sebelumnya
Edukasi Siswa MI Hidayatul Insan Karanganyar Melalui Pembelajaran Muatan Lokal Peternakan
Pendidikan usia sekolah dasar merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas dan mencetak generasi kehidupan bangsa melalui pembelajaran yang diberikan oleh para guru serta praktisi terkait yang menjadi peran dalam memberikan pembelajaran sebagai menjadi acuan siswa dalam belajar sehari-hari di lingkungan sekolah. Permasalahan yang ada di lingkungan pendidikan masa sekolah dasar adalah kurangnya pembelajaran mengenai sumber daya yang dimiliki masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dalam hal ini adalah kebutuhan pangan. Kehidupan manusia tidak lepas dari kebutuhan pokok sebagai kebutuhan utama dalam pemenuhan sumber gizi, sumber utama dalam pemenuhan gizi didapat dari daging ternak seperti daging ayam, daging sapi, telur, dan susu. Anak-anak tentunya memerlukan kebutuhan gizi yang cukup dalam masa pertumbuhannya, dimana pertumbuhan tersebut haruslah ditunjang dari kebutuhan gizi yang sangat baik, oleh karena itu sangat penting bagi anak-anak mendapatkan pembekalan terkait dunia peternakan sebagai sumber daya lokal yang melimpah dan harus dikembangkan. Kurikulum peternakan diberian kepada siswa MI Hidayatul Insan bertujuan agar generasi muda sedari dini dapat berperan dalam mengelola atau mengembangkan sumber daya peternakan Indonesia. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode fun learning kepada siswa serta materi yang diberikan berupa pengenalan ternak-ternak yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi kehidupan manusia. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah menambah kurikulum di MI AL Hidayatul Insan sebagai muatan lokal pembelajaran kepada anak-anak didik, selain itu sebagai media bagai para guru dalam mengenalkan dan meningkatkan rasa kepedulian anak-anak dalam mengembangkan taraf kehidupan dengan melestarian sumber daya lokal yang dimiliki Negara Indonesia
Workshop Perkembangan dan Fungsi Otak Anak di Sekolah Dasar Labschool Muhammadiyah Tangerang Selatan
Kemampuan belajar anak-anak di sekolah mempengaruhi prestasi belajarnya. Guru berperan penting dalam proses belajar anak-anak. Ketidakmampuan guru memahami peran otak dan bagaimana fungsi bagian-bagian otak secara keseluruhan untuk mendukung proses belajar ini menjadi salah satu hambatan mengembangkan metode belajar yang optimal. Tujuan kegiatan workshop adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan guru tentang perkembangan dan fungsi otak. Para guru mendapatkan materi, diskusi dan simulasi tentang anatomi dan fisiologi otak dalam proses belajar. Evaluasi kegiatan dalam bentuk pre dan post tes dan laporan hasil praktek metode belajar yang sesuai dengan ritme kerja otak anak (brain base learning). Hasil kegiatan ini menguatkan kemampuan guru dalam proses belajar dan mengajar yang memacu perkembangan otak, meningkatkan kemampuan belajar serta mencegah terjadinya perlambatan proses belajar anak di sekolah
Program One Day One Egg sebagai Upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang memiliki prevalensi stunting yang tinggi mencapai 38,5% dengan jumlah balita stunting sekitar 8.303. Perhatian khusus diperlukan pada kasus stunting pada anak di bawah lima tahun karena berpotensi menghambat perkembangan fisik, mental dan kognitif anak. Penanganan stunting diprioritaskan terhadap Ibu hamil dan anak berusia 0 hingga 2 tahun dengan melakukan intervensi gizi yang spesifik dan sensitif. Intervensi gizi spesifik dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan secara khusus dengan sasaran anak 1000 hari pertama kehidupan. Stunting dapat disebabkan karena terjadinya defisit protein, dimana protein sebagai sumber asam amino yang dibutuhkan tubuh dalam membentuk matriks tulang. Program intervensi gizi spesifik yang telah berjalan di Indonesia adalah dengan pemberian telur di posyandu. Telur merupakan produk pangan hewan yang kaya akan protein, murah dan mudah didapat. Kegiatan ini bertujuan menurunkan prealensi stunting di Kabupaten Pandeglang memberikan telur setiap hari selama 6 bulan kepada balita stunting di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Pandeglang mulai September 2020 hingga Februari 2021. Hasil dari yang diperoleh program ini adalah terjadi penurunan persentase stunting balita sebesar 11,5%. Berdasarkan hasil evaluasi dari program ini, dapat disimpulkan bahwa telur dapat menjadi pilihan makanan tambahan yang tepat untuk balita stunting
Sosialisasi Dan Monitoring Kebersihan Tandon Air Di Desa Mandiraja Wetan Sebagai Upaya Peningkatkan Status Kesehatan
Kebersihan air untuk kepentingan masyarakat di Desa Mandiraja Wetan, khususnya RT 07 RW 02 menjadi hal yang sangat penting, mengingat penggunaan air yang banyak digunakan untuk konsumsi, usaha, dan MCK. Pentingnya kebersihan air tandon air perlu di evaluasi dan investigasi serta dimonitoring agar kualitas air di tandon air dapat terjaga. Metode pengabdian masyarakat ini adalah dengan wawancara langsung dan pemberian kuisioner berupa pertanyaan. Hasil wawancara kemudian disajikan dalam bentuk data persentase dan histogram (deskriptif analitis) yang dibuat dengan microsoft excel. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui profil dan status kebersihan tandon air serta agar warga dapat lebih memperhatikan kebersihan tandon air tersebut guna meningkatkan status Kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa ada sekitar 60 kepala keluarga (KK), dimana 75% masyarakatnya memiliki tandon air berupa toren, dan hanya 16,7% tidak memiliki tandon air, dan sisanya 8,3% tandon air dalam bentuk cor. Selain itu 40% masyarakat selalu membersihkan tandon air pada rentang 6-12 bulan, dan hanya 20% yang membersihkan pada rentang 1-3 bulan dan warga membersihkan tandon air dengan frekuensi 1-2 kali yaitu 52% dan hanya 5% 4 dengan 4 kali
Pemberdayaan Masyarakat Desa Gadingsari Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Guna Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga
Di Indonesia, kecukupan pangan menjadi sebuah kewajiban baik secara moral, sosial, maupun hukum dan termasuk ke dalam HAM masyarakat Indonesia. Pangan menjadi aspek esensial dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan kepentingan pemenuhan gizi manusia, karena itu ketersediaan pangan harus dijaga dan dijamin agar setiap masyarakat mendapatkan haknya. Namun, tantangan saat ini adalah ketersediaan pangan tidak selamanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya disebabkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia Metode kegiatan yang dilakukan demi tercapainya tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu metode ceramah dilanjutkan dengan demonstrasi langsung di lapangan setelah diberikan pemahaman teori oleh Bapak Yanuar selaku Petugas Penyuluh Lapang di Desa Gadingsari dibantu oleh rekan mahasiswa KKN kelompok 249. Berdasarkan hasil survei lapang, potensi utama pada Desa Gadingsari adalah air dan sektor pertaniannya Potensi pertaniannya yaitu masyarakat Desa Gadingsari memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk melakukan budidaya tanaman. Dengan ini maka kelompok KKN 249 mengupayakan dalam pengoptimalan pemanfaatan lahan pekarangan serta ketahanan pangan bagi keluarga. Berdasarkan hasil kegiatan pemberdayaan dapat disimpulkan bahwa pangan adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mengakhiri angka kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat adalah dengan menyukseskan ketahanan pangan melalui Program kerja pemanfaatan lahan pekarangan yang ditujukan bagi masyarakat rumah tangga di Desa Gadingsari
Seminar dan Pelatihan Deteksi Dini Dan Penatalaksanaan Penyakit Periodontal Dengan Obat Kumur Habatussaudah
Penyakit periodontal merupakan penyakit dengan prevalensi 67,8% berada tertinggi setelah karies gigi. Penyakit periodontal yang dibiarkan akan meningkatkan resiko penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan rheumatoid arthritis. Kesehatan gigi dan mulut berpengaruh terhadap respons imun tubuh, termasuk paru-paru dan covid -19. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dengan penyakit gusi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit pernapasan, seperti pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan bronkitis. Kesehatan mulut yang tidak terjaga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pernapasan pada orang dengan penyakit paru kronis. Dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut, salah satunya dengan berkumur, dapat menurunkan risiko terkena COVID-19. Begitu masuk ke dalam rongga mulut, virus load dapat dikurangi dengan obat kumur antiseptik. Upaya inilah diharapkan dapat mengurangi resiko penyakit periodontal yang disebabkan oleh bakteri plak gigi dan resistensi host dan dapat menurunkan prevalensi penyakit periodontal dan menurunkan resiko penyakit sistemik. Melalui pelatihan dan workshop cara sederhana deteksi penyakit periodontal diharapkan dapat dapat menurunkan prevalensi penyakit periodontal dan menurunkan resiko penyakit sistemik. Universitas Airlangga memproduksi obat kumur herbal habatussaudah yang mengandung thymoquinone, flavonoid, dan minyak esensial yang berfungsi sebagai anti bakteri, antiinflamasi, anti oksidan dan diyakini dapat membunuh virus di dalam air liur orang yang terinfeksi, sehingga dapat mengurangi jumlah virus yang berkembang biak di dalam tubuh. Kebiasaan berkumur dan gargling dengan obat kumur herbal, yang disertai menyikat gigi dan flossing secara rutin, bisa menjaga kebersihan mulut dan gigi secara optimal. Dengan menjaga kebersihan rongga mulut maka resiko penyakit covid-19 dapat berkurang. Kegiatan seminar dan pelatihan berjalan lancar, antusias peserta sangat tinggi dan mengharapkan adanya kegiatan yang berkelanjutanke depannya
Keterlibatan Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat Melalui Sosialisasi Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Terhadap Covid-19 di Desa Somagede, Banyumas
Covid-19 merupakan wabah penyakit yang berasal dari virus corona yang sekarang menjadi pusat perhatian seluruh negara di dunia karena proses penularan yang sangat cepat. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memutus rantai persebaran Covid-19 seperti vaksin dan mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan 5M antara lain, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Somagede, Banyumas. Kasus positif di desa tersebut terbilang rendah, hanya saja kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan di masa pandemi ini cukup rendah. Banyak masyarakat desa tersebut tidak memakai masker saat hendak pergi dari rumah. Oleh karena itu perlu adanya gerakan massif dari semua elemen masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa yang berperan sebagai agent of change untuk berperan aktif membantu masyarakat di tengah pandemi. Adapun kegiatan yang di usung dalam pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Terdapat beberapa program dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain, mengedukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak di daerah setempat, pembagian masker, bubur, dan pemasangan poster terkait protokol kesehatan di tiap rumah. Untuk metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu mengidentifikasi potensi dengan menganalisis permasalahan yang ada di masyarkat, penyusunan program, observasi lapangan, dan sosialisai kegiatan. Dari adanya kegiatan sosialisasi ini membuat pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan bertambah
Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Untuk Memutus Penularan Covid-19 Pada Masyarakat Kotamobagu
Kasus kejadian Covid-19 di Indonesia sejak tahun 2020 hingga 18 Mei 2021 sebanyak 1.748.230. pemerintah memutuskan penerapan protokol kesehatan seperti Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak Minimal 1 Meter, Menghindari Kerumunan, Dan Mengurangi Mobilisasi (5M). hal tersebut dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 hingga 85%. Metode kegiatan yaitu pengabdian ini telah dilaksanakan selama 6 hari sejak tanggal 25 hingga 31 Agustus, tahun 2021, Model metode kegiatan ini yaitu dengan pemberian edukasi, dilaksanakan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Indonesia. Hasil pada kegiatan bahwa pengetahuan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan 5M yang tepat masih sangat minim, dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat merasa sangat terbantu, dan dapat mengetahui penerapan protokol kesehatan 5M dengan baik dan tepat, dan masyarakat merasa sangat terbantu dengan pemahaman dan informasi yang diberikan, karena di masa pandemi ini menurutnya banyak peraturan yang harus dilakukan namun sedikit informasi jelas yang dapat di terima. Kesimpulan dalam kegiatan ini bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak jelas terkait pelaksanaan protokol kesehatan dan tata cara melakukan perilaku protokol kesehatan 5M dengan baik dan disiplin. masyarakat merasa terbantukan dan memiliki pengetahuan yang bertambah setelah diberikan edukasi