Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pendampingan Siswa Kelas XI Mipa Sma Muhammadiyah 23 Jakarta Dalam Praktikum Kinematika dan Dinamika Gerak Kelas X Untuk Menstimulasi Keterampilan Psikomotor Siswa di Awal Pembelajaran Tatap Muka
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan praktikum bagi siswa kelas XI MIPA SMA Muhammadiyah 23 Jakarta yang belum pernah melakukan praktikum secara luring ketika mereka di kelas X. Pendampingan ini dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan maksimal dan diikuti oleh 39 peserta dari siswa kelas 10 jurusan MIPA di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan pendampingan ini adalah pendampingan secara tatap muka langsung. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pendampingan ini adalah penyampaian materi meliputi tujuan praktikum, dasar teori, cara kerja dan pengolahan data, memberikan pemahaman cara penggunaan alat praktikum yang baik dan benar kemudian secara berkelompok, siswa melakukan praktikum (beberapa judul praktikum fisika di kelas X) secara bergantian. Melalui pendampingan ini diharapkan dapat memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa yang baru saja melakukan pembelajaran tatap muka serta memberikan pemahaman pentingnya melakukan praktikum fisika untuk mendukung pemahaman konsep fisika. Luaran hasil pengabdian ini adalah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal terindeks Sinta. Melalui kegiatan PKM ini, pemahaman konsep materi praktikum bertambah 82 %, keterampilan siswa dalam melakukan praktikum bertambah 77% dan motivasi siswa untuk melakukan praktikum-praktikum fisika yang lain bertambah 72%
Diseminasi Teknologi Produksi Agens Hayati Pada Kebun Agrotechnopark Cangar Universitas Brawijaya
Agrotechno Park (ATP) Cangar merupakan salah satu unit usaha dibawah badan usaha akademik. Dalam segi geografis, kebun ini cocok untuk budidaya berbagai jenis sayuran. Permasalahan yang sering muncul dalam budidaya sayuran adalah adanya Oganisme Pengganggu Tanaman (OPT). Saat ini, budidaya sayuran di Kebun Cangar dilakukan secara organik, sehingga pengendalian OPT dilakukan tanpa menggunakan pestisida kimia. Pemanfaatan agens hayati telah dilakukan sebagai salah satu upaya alternatif pengendalian OPT di Kebun Cangar. Akan tetapi, Sebagian besar pekerja di ATP Cangar belum banyak yang memahami manfaat agens hayati pada budidaya sayuran dan memperoleh agens hayati dari membeli produk komersial di luar yang harganya mahal, selain itu minimnya pengetahuan dan kemampuan pekerja dalam mengembangakan teknologi produksi agens hayati menjadi kendala dalam pengembangan agens hayati. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya kegiatan pengabdian masyarakat di ATP Cangar yang bertujuan 1) melakukan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman terhadap manfaat agens hayati, 2) melakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pekerja dalam memproduksi agens hayati, 3) mewujudkan terbentuknya Laboratorium Mini dengan fasilitas memadai. Selanjutnya, dari program ini diharapkan pekerja mampu memproduksi agens hayati secara mandiri, PPAH dalam bentuk Laboratorium Mini dengan fasilitas yang memadai terwujud, dan informasi hasil kegiatan ini akan diwujudkan dalam bentuk publikasi artikel ilmiah, buku dan HKI
SPEAK UP! (Sadari Pertumbuhan Anak, Ibu Tahu, Anak Sehat)
Stunting, gizi kurang, dan gizi buruk merupakan masalah gizi pada balita yang belum selesai di Indonesia. Di wilayah Kecamatan Sukmajaya, proporsi balita underweight sebesar 3,43%, balita stunting sebesar 2,73%, dan balita wasting sebesar 1,58% pada tahun 2020. Berdasarkan observasi, penyebab masalah tersebut karena kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya pemantauan status gizi balita di posyandu dan para kader posyandu masih belum melakukan pengukuran antropometri sesuai standar WHO. Kegiatan PkM ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita akan pentingnya pemantauan penimbangan balita dan meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang cara pengukuran antropometri balita yang baik dan benar. PkM ini dilakukan pada ibu balita dan kader postandu dengan metode penyuluhan dan role play. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu balita di wilayah Kecamatan Sukmajaya sebesar 66,8%. Refreshment pengetahuan dan skill kader posyandu meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader
Pelatihan Moodle sebagai persiapan pembelajaran Blended Learning di SMP IT Bina Amal Gunung Pati Semarang : Persiapan Pembelajaran Blended Learning Untuk Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) IT Bina Amal Gunung Pati Semarang
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tersebut, maka sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan jumlah siswa hadir maksimal 50% dari total kapasitas kelas yang ditentukan, yaitu maksimal 20 orang dalam setiap kelas. Dengan kenyataan tersebut, maka sekolah harus menyiapkan sumber daya manusia untuk mampu melaksanakan pembelajaran bersama antara siswa yang hadir di sekolah dan yang mengikuti pelajaran dari rumah, agar tujuan dari pembelajaran tetap tercapai dengan konsep pembelajaran blended learning. Mitra yang akan bekerja sama dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sekolah Menegah Pertama Islam Terpadu Bina Amal (SMP-IT Bina Amal) Gunung Pati Semarang. Adanya rencana blended learning tersebut, tentu perlu dipersiapkan para guru, salah satunya adalah dengan mengikuti pelatihan persiapan pembelajaran blended learning. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan menggunakan metode praktikum yaitu cara penyajian pembelajaran kepada peserta dengan melakukan penerapan langsung menggunakan komputer sehingga peserta akan mengalami dan membuktikan bagaimana menggunakan platform Moodle. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan pelatihan persiapan pembelajaran blended learning ini, para guru mendapat gambaran dan kebijakan tentang apa saja yang harus diperhatikan dan disiapkan bila blended learning dilaksakan. Indikator keberhasilan dari kegiatan pelatihan ini diperoleh dengan cara mengolah hasil kuesioner yang diisi peserta sebelum mengikuti pelatihan (pre test) dan setelah mengikuti pelatihan (post test) dan diperoleh adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta dalam menggunakan Moodle yaitu sebesar 91.7
Sosialisasi Penerapan Pendidikan Seksual Pada Guru Taman Kanak-Kanak sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini di Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai
Tindak kekerasan seksual yang terjadi pada anak usia dini secara kuantitas semakin meningkat. Pendidikan seksual secara dini diharapkan mampu menjadi solusi untuk menguranginya. Guru taman kanak-kanak memiliki andil yang cukup besar untuk mensosialisasikannya. Akan tetapi kurangnya informasi dan pengetahuan mengakibatkan guru taman kanak-kanak sulit dalam mengintegrasikan pendidikan seksual di kelas. Pendidikan seksual dengan permainan dapat menjadi solusi dalam mengintegrasikan pendidikan seksual pada anak usia dini. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan seksual secara benar pada anak usia dini. Jumlah peserta sebanyak 16 orang yaitu guru taman kanak-kanak yang tersebar dalam 8 Sekolah Taman Kanak-kanak yang ada di Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi/ pelatihan aktif melalui diskusi dan tanya jawab yang dilaksanakan dalam satu hari pelaksanaan yang diakhiri dengan melakkan postest. Hasil dari sosialisasi ini diharapkan meningkatnya pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengintegrasikan pendidikan seksual dalam proses pembelajaran dikelas. Yang di tunjukkan dengan perubahan angka rerata pretest dan post tes yaitu dari skor 60.08 menjadi 88,05
Membangun Karakter Entrepreneur Bagi Siswa SMK Al-Hikmah, Kalirejo, Lampung Tengah
Kewirausahaan merupakan kegiatan yang menjadi salah satu solusi untuk memperoleh penghasilan. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah SMK Al-Hikmah, Kalirejo, Lampung Selatan. Salah satu permasalahan kususnya bagi siswa adalah banyak dari siswa yang membantu usaha orangtua seperti membuka usaha bengkel motor dan service computer, akan tetapi kebanyakan dari siswa yang ingin berwirausaha namun belum memiliki pemahaman mengenai wirausaha. Oleh karena itu, perlu adanya motivasi, pemahaman, dan pelatihan tentang bagaimana membangun karakter kewirausahaan bagi siswa. Metode pelaksanaan pengabdian ini secara garis besar menggunakan pendekatan kualitatif yang meliputi pendekatan institusional dan pendekatan partisipatif. Pada pendekatan institusional dilakukan dengan cara berkomunikasi secara langsung perihal kebutuhan yang diperlukan mitra dan masalah yang sedang dihadapi. Di sisi lain, pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan peserta pelaksanaan pengabdian agar tercapainya kebutuhan dengan cara metode diskusi, pemberian sosialisasi terhadap IPTEK dan berwirausaha. Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai efektifitas pelatihan dalam membangun karakter kewirausahaan bagi siswa. Kegiatan evaluasi juga digunakan untuk menilai keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Alat ukurnya adalah kuisioner yang telah diisi oleh peserta. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan dapat membangun karakter serta jiwa entrepreneur bagi siswa
Konseling Penggunaan dan Pembagian Multivitamin Gratis pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Piai tangah Kota Padang
Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PPKM) sebagai respon terhadap peningkatan kasus Covid-19. Menurut tim tracing kelurahan Piai tangah dari bulan Juli tahun 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus reaktif dan positif Covid-19 di kelurahan Piai Tangah yang terletak di Kota Padang. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi covid-19 di wilayah ini. Metode pengabdian yang dilakukan di masyarakat antara lain pembagian multivitamin, pemberian informasi tentang Covid-19, seperti gejala infeksi dan cara pencegahannya, serta penyuluhan penggunaan multivitamin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Piai Tangah di kecamatan Pauh yang terletak di kota Padang. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat diminati masyarakat karena memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Piai Tangah yang terpapar Covid-19 dengan mendapatkan multivitamin sebagai peningkatan sistim imun terhadap covid-19. Selain itu, terdapat respon positif dari masyarakat yang meyakini bahwa kegiatan pengabdian diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dimana mayoritas (75%) memahami gejala dan tindakan pencegahan Covid-19, serta cara mengkonsumsi multivitamin dengan tepat dan benar dari konseling yang dilakukan
Pemberdayaan Generasi Muda Melalui Pengenalan dan Pelatihan Kewirausahaan di Kabupaten Pangandaran
Pangandaran merupakan daerah wisata yang sedang dirancang untuk menjadi destinasi wisata tingkat nasional dan internasional. Sektor pariwisata mempunyai berbagai macam hal positif yaitu memunculkan peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka secara ekonomi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan generasi muda di wilayah Pangandaran dalam hal kewirausahaan melalui pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan perancangan wirausaha. Hasil dari pengabdian pada masyarakat adalah didapatnya: 1) gambaran mengenai perubahan yang positif mengenai pemahaman dan wawasan peserta pelatihan terhadap kewirausahaan; 2) Hambatan yang terjadi pada rendahnya minat wirausaha adalah pola pikir masyarakatnya. Masyarakat desa yang tingkat pendidikanya rendah sehingga sulit untuk diajak berkreasi dan berusaha membuat sebuah kegiatan baru; 3) Pembiayaan program pemeberdayaan masyarakat selama ini masih mengandalkan bantuan dari desa dan dinas perikanan serta swadaya masyarakat itu sendiri
Pengolahan Bahan Alam dalam Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Era Pandemi
Jamu merupakan pengobatan tradisional yang mampu mengatasi masalah kesehatan salah satunya untuk memperkuat sistem imun tubuh. Pengobatan pada zaman sekarang kebanyakan menggunakan pengobatan modern tetapi jamu masih banyak peminat dikalangan masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Tujuan dalam kegiatan KKN ini untuk memberikan sosialisasi mengenai pelatihan bagaimana cara pengolahan bahan alam dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh di era pandemi. Sebagai sasaran adalah warga Rw.09 Kel. Jembatan Besi Kec. Tambora, Jakarta Barat khususnya ibu rumah tangga. Metode pelaksaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat serta pembagian leaflet, masker, hand sanitizer, pemasangan poster dan pembagaian hasil produksi jamu kepada masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman pada warga RW. 09 dari hasil kuesioner yang sudah didapat menunjukkan bahwa warga RW. 09 dapat memahami mengenai macam-macam jamu, khasiat jamu, cara pembuatan jamu dengan baik dan benar
Pelatihan Pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis Local Wisdom STEM pada Mata Pelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama di Solo Raya
Pembelajaran pada abad 21 tidak hanya menekankan pada kemampun siswa pada pemahaman konsep tetapi juga pada keterampilan untuk memecahkan masalah melalui kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan kolaboratif. Salah satu bentuk pembelajaran yang dapat digunakan untuk melatih kemampuan tersebut adalah pembelajaran menggunakan pendekatan STEM berbasis local wisdom. Local wisdom dalam pembelajaran ini penting untuk meningkatkan kepekaan siswa terhadap budaya yang melingkupinya. Namun dalam kenyataan dalam pembelajaran sehari-hari, pembelajaran STEM berbasis local wisdom masih jarang diterapkan. Hal ini didukung oleh banyak factor, termasuk salah satu diantaranya adalah belum maksimalnya pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran STEM berbasis local wisdom. Pemahaman guru yang baik mengenai beragam pendekatan pembelajaran sangat penting untuk kelangsungan pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Etno-STEM. Pelatihan diikuti oleh para guru IPA dan mahasiswa. Pelaksanaan dilakukan secara daring (berupa pemaparan materi oleh tim) dan luring (berupa penyusunan perangkat bersama dengan tim). Kegiatan diakhiri dengan evaluasi dan refleksi bersama. Melalui pelatihan ini diketahui bahwa beberapa peserta sudah memiliki pemahanan awal dan dapat menyusun perangkat pembelajarannya dengan baik sedangkan beberapa yang lain masih kesulitan, oleh karena itu perlu diadakan pendampingan lebih lanjut untuk menyusun perangkat pembelajaran berbasis local wisdom-STEM kepada para peserta