Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Pendampingan Pengeloaan Keuangan UMKM dalam Rangka Meningkatkan Peran UMKM sebagai Penopang Pariwisata di Desa Jeblog
Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan UMKM dapat mengembangkan wisata di daerahnya. Setiap Daerah di Indonesia senantiasa melakukan inovasi untuk perkembangan destinasi wisatanya, tidak terkecuali desa Jeblog. Jeblog adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Karanganom, Klaten Jawa Tengah. Desa Jeblog adalah desa memiliki sumber mata air yang jernih dan berlimpah. Desa Jeblog juga terkenal sebagai penghasil ikan nila yang memiliki citarasa yang berbeda dengan daerah lain. Selain nila, masyarakat setempat juga memiliki usaha seperti Jamu, pembuatan sangkar burung dan lain-lain. UMKM yang ada di Desa Jeblog sebanyak 10 unit usaha. Potensi yang dimiliki ini tidak disia-siakan oleh pemerintah desa. Pemerintah desa senantiasa mendorong UMKM untuk berkembang agar bisa berperan dalam mengembangkan pariwisata di desa Jeblog. Kendala yang dihadapi UMKM adalah belum adanya catatan keuangan yang menunjukkan perkembangan hasil usaha mereka. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk mendampingi pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan. Pengabdian masyarakat dilakukan secara bertahap, tahap pertama pemaparan tentang pentingnya catatan keuangan bagi suatu usaha (UMKM). Pada tahap kedua, pendampingan pencatatan keuangan. Tahap akhir konsultasi atas laporan keuangan yang sudah dilakukan selama 1 bulan berjalan
Edukasi Kelor Antibakteri Herbal dan Pelatihan Teh Kelor untuk Warga Desa Simoangin
Infeksi bakteri dan resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar. Oleh karena itu, tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Analis Kesehatan UNUSA melakukan kegiatan “Edukasi dan Diseminasi Hasil Penelitian Kelor sebagai Antibakteri Herbal serta Pelatihan Pembuatan Teh Kelor untuk Warga Desa Simoangin-angin”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan penyakit bakteri menggunakan obat herbal kelor. Metode yang digunakan adalah seminar dan pelatihan. Seminar membahas potensi ekstrak kelor sebagai antibakteri berdasarkan hasil penelitian tim dan penerapannya yang bijak. Pelatihan membahas cara pembuatan teh kelor dan manfaatnya sebagai alternatif pengobatan. Brosur edukasi juga dibagikan kepada peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kelor sebagai antibiotik herbal dan penggunaan antibiotik yang bijak, serta ada peningkatan keterampilan masyarakat dalam pembuatan teh kelor. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Desa Simoangin-angin. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan konsep MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) dan mendukung pencapaian IKU (indikator kinerja utama perguruan tinggi) dengan memberikan pengalaman belajar di luar kampus bagi mahasiswa dan melibatkan dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat
Strategi Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas
Sampah merupakan permasalahan penting yang membutuhkan penyelesaian secara sistemik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan sampah adalah dengan membuat sistem pengelolaan sanpah berbasis komunitas, namun hal ini belum bisa diterapkan karena membutuhkan keterlibatan semua pihak. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan dalam kegiatan KKN Tematik Sampah di Kalurahan Baturetno, Kapanawon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan antara lain: sosialisasi pemilahan sampah di setiap pertemuan, revitalisasi sistem sodaqoh sampah, pembuatan keranjang sampah botol, dan aktivasi kolam ikan kelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah: terlaksananya sosialiasi pemilahan sampah di setiap rumah tangga, terlaksanakannya sistem shodaqoh sampah yang diprakarsai oleh pemuda, pengadaan keranjang sampah botol di setiap sudut kampung, dan aktivasi kolam ikan dengan pemberian bibit ikan sebagai salah satu sarana pertemuan bapak-bapak dengan topik wajib edukasi sampah berkelanjutan. Inisiasi yang telah berjalan di salah satu RT (RT 22) diharapkan menjadi acuan bgi RT lainnya. Keterlibatan semua pihak sangat diharapkan agar sistem yang telah dirintis ini dapat berkembang menjadi komunitas mandiri sampah
Peningkatan Spiritualitas Masyarakat melalui Kaifa Tushalli dengan Pendekatan PAR di Desa Medowo
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas masyarakat desa Medowo melalui kegiatan Kaifa Tushalli (Tuntunan Sholat Menurut Riwayat Hadist). Masalah utama peneliti temukan berdasarkan observasi dan interview beberapa warga setempat, yaitu kurangnya pemahaman warga terhadap tata cara shalat yang benar sesuai riwayat hadist Rasulullah SAW. Model penelitian yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan penelitian untuk menerapkan informasi ke dalam aksi sebagai solusi dari masalah yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan spiritualitas warga dengan diadakannya pembinaan Kaifa Tushalli, dan akan lebih maksimal jika telah diterapkan secara berkala
Perencanaan Pengolah Sampah pada Lokasi Wisata Religi Sa’pak Bayo-bayo Kabupaten Tana Toraja
Pada suatu tujuan wisata, banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum lokasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat. Seperti ketersediaan fasilitas untuk pengunjung, khususnya fasilitas-fasilitas penting seperti toilet dan tempat sampah. Salah satu fasilitas yang dibahas pada kegiatan ini adalah masalah sampah. Pada lokasi wisata religi Sa’pak Bayo-bayo telah tersedia tempat sampah yang dapat dipergunakan oleh pengunjung. Dikarenakan sampah organik cukup banyak maka oleh pengelolah, bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya Makassar membutuhkan analisis pengolahan dan pemanfaatan sampah oprganik pada lokasi wisata tersebut. Setelah melakukan survey lokasi dan wawancara dengan pengelolah mengenai sampah organik maka direkomendasi untuk pengadaan mesin pencacah sampah skalah 1 m3 per hari untuk mencacah sampah organik berupa daun dan ranting kecil. Cacahan sampah tersebut diolah menjadi pupuk organik dan material penutup permukaan tanah. Mengingat ketebalan tanah permukaan lokasi yang dangkal. Pentingnya pengolahan sampah organik untuk mengatasi masalah pembuangan serta pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang berguna. Rekomendasi untuk pengolahan sampah organik pada lokasi wisata religi Sa’pak Bayo-bayo adalah mesin pencacah material organik dengan kapasitas 69 kg/jam. Dengan mengolah sampah organik menjadi cacahan, tumpukan sampah tidak perlu lagi dibakar tetapi dimanfaatkan menjadi penutup permukaan tanah dan pupuk organik kering
Sosialisasi Tas LiPanKu (LIpat simPAN di saKU) di Lingkungan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Sebagai Upaya Pengurangan Penggunaan Kantong Belanja Berbahan Plastik
Pada saat berbelanja, umumnya masyarakat menggunakan kantong berbahan plastik untuk membawa barang-barang belanja. Hal ini menjadi problem karena akan menambah sampah plastik yang sulit terurai. Berdasar hal tersebut, maka dilakukan kegiatan sosialisasi untuk menggunakan Tas LiPanKu (LIpat simPAN di saKU) sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Tas LiPanKu terbuat dari bahan polyester yang didesain mudah dilipat, praktis dibawa, dapat dicuci, dan ramah lingkungan karena dapat digunakan berulang kali (reuseable). Sosialisasi dilakukan kepada Ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di RW 09, Kelurahan Pakis, Kota Surabaya, dengan pertimbangan bahwa Ibu-ibu adalah pelaku dominan berbelanja menggunakan kantong berbahan plastik. Edukasi tentang plasik juga diberikan untuk membuka wawasan Ibu-ibu TP-PKK tentang tipe plastik yang ada di kehidupan sehari-hari, bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan plastik. Hasil kuisioner diperoleh bahwa sebelum edukasi tentang plastik, 100% Ibu-ibu PKK mengenal bahan plastik, tetapi mereka tidak paham jenis-jenis plastik berdasarkan daur ulangnya, dampak plastik bila digunakan untuk wadah makanan, dan bahaya akibat tumpukan sampah plastik. Setelah diberikan edukasi tentang plastik, rata-rata 80% peserta telah memahaminya. Sebelum sosialisasi Tas LiPanKu, 100% peserta tidak mengenalnya. Setelah dilakukan sosialisasi, diperoleh 100% peserta memahami Tas LiPanKu yang mudah dibawa, reuseable dan sekitar 88% peserta akan menggunakan Tas LiPanKu saat berbelanja sebagai upaya mengurangi sampah plastik
Pelatihan Multiliterasi Untuk Meningkatkan Motivasi Minat Baca Siswa SDN 2 Tugumulya
Minat baca menjadi hal mendasar yang perlu dimiliki setiap individu untuk membuka gerbang pengetahuan. Unesco menyebutkan bahwa Indonesia menduduki urutan yang cukup terbawah soal literasi di dunia. Kemudian PISA (Program for International Student Assesment) menyatakan untuk kategori membaca, Indonesia berada pada peringkat 72 dari 77 negara. Hal ini diperparah dengan Covid-19 yang mengakibatkan kemunduran minat baca siswa karena aktivitas baca tidak dapat dikontrol langsung oleh guru seperti yang terjadi di SDN 2 Tugumulya Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Untuk menuntaskan permasalahan tersebut, telah dilakukan penyuluhan penerapan multiliterasi untuk meningkatkan motivasi minat baca siswa SDN 2 Tugumulya dengan metode penyuluhan dengan hasil cukup memuaskan. Pengabdian ini dinilai penting dilakukan karena dari hasil yang diperoleh, para guru memiliki cara dan pendekatan yang menarik dalam meningkatkan motivasi minat baca siswa. Setelah diberikan stimulus berupa tantangan menjawab soal dengan bentuk permainan, siwa mulai antusias untuk membaca guna menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan tersebut
Pemanfaatan Sumur Resapan Air Hujan Sebagai Penanggulangan Banjir Di Dusun Gumuk Candi
Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki 25 kecamatan dan 189 desa yang tersebar luas di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya adalah Dusun Gumuk Candi terletak di Desa Songgon kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Daerah tersebut memiliki daya Tarik wisata yang tinggi bagi para wisatawan yang berkunjung. Banyaknya pembangunan tempat wisata membuat kawasan dusun Gumuk Candi memiliki risiko genangan air saat musim penghujan karena kurangnya resapan air, membuat daerah tersebut sering mengalami genangan air. Masalah lain yang dihadapi masyarakat Dusun Gumuk Candi yaitu kurang optimalnya dalam pengolahan sumber mata air. Solusi yang kami angkat berupa sumur resapan. Sumur ini berfungsi sebagai wadah air hujan yang jatuh di atau mengalir dari hulu dan di tampung ke dalam penampungan (SPAH). Sistem Pemanenan air hujan (SPAH) merupakan salah satu pememanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Prinsip dasarnya adalah air yang masuk ke sumur resapan diarahkan ke penampungan. Secara garis besar kegiatan ini adalah program pengadaan sumur resapan dengan tujuan membuat sarana pengadaan air bersih bagi warga Dusun Gumuk Candi dan juga tidak perlu takut akan genangan air pada saat musim hujan. Harapan kami dapat membantu kepada masyarakat Dusun Gumuk Candi, berupa pasokan air bersih yang dapat manfaatkan secara cuma-cuma
Penguatan Masyarakat Melalui Pengorganisasian dan Peningkatan Organisasi PKK dalam Memanfaatkan Limbah Sawit
Gerakan masyarakat ini bertujuan untuk memperluas informasi dan keterampilan organisasi PKK dalam mengawasi tandan dan menyiapkan limbah sawit dan hewan. Tindakan ini didorong oleh kondisi Kampung Muting, sebagai kawasan yang berkembang pesat di wilayah Merauke. Wilayah Ini merupakan salah satu sasaran yang paling utama untuk diaktualisasikan secara serius dan serius dalam kebijakan perbaikan kelapa sawit di Merauke. Kondisi ini memiliki sasaran untuk ibu ibu rumah tangga. Muncul alamat bagaimana limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan latihan persiapan dan penyuluhan dengan menggunakan metode persiapan dan penyuluhan administrasi terbuka dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilakukan dalam tandan dengan materi pengetahuan administrasi, administrasi dan inovasi limbah kelapa sawit dan hewan. Hasil berupa Pertama-tama, informasi dan kemampuan untuk mengawasi tandan. Kepiawaian dalam menangani limbah sawit dan ternak menjadi piring, tikar, briket dan pupuk. Perlakuan pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi alternatif upah rumah tangga masyarakat dan petani kelapa sawit mandiri, terutama di tengah masa restorasi kelapa sawit (replanting)
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Sejarah Monumen Kresek Kabupaten Madiun
Kawasan wisata sejarah Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun telah dikembangkan sejak 2012 sebagai sebagai wisata edukasi sejarah dan sosial. Masyarakat terlibat dalam pengembangan melalui Kelompok Sadar Wisata “Mekar”. Masalah yang dihadapi adalah kurang dilibatkannya masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan karena belum adanya sinergi kebijakan dari para pemangku kepentingan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan model pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah agar masyarakat dapat lebih terlibat aktif dalam pemilihan, perencanaan dan pelaksanaan pengembangan wisata yang akan mewarnai kehidupan, keberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek. Metode pelaksanaannya adalah eksplorasi dan identifikasi masalah, Focus Group Discussion, workshop, dan pendampingan. Program pengabdian ini menghasilkan model pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek dengan keterlibatan aktif masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi program pengembangan wisata. Pemberdayaan dititikberatkan pada partisipasi masyarakat dalam manajemen dan pengembangan potensi wisata