Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
    336 research outputs found

    Pendampingan Penyusunan Panduan Asuhan Keperawatan Berdasarkan SDKI, SLKI dan SIKI Sebagai Standar Penerapan Asuhan Keperawatan Di RSUD Piru Maluku

    Full text link
    Perawat memiliki peran penting dalam melakukan dokumentasi keperawatan. dokumentasi keperawatan dilakukan oleh perawat dimana 57,2% kegiatan perawat adalah melakukan dokumentasi keperawatan di pelayanan primer dan 46,8% kegiatan di rumah sakit perawat melaksanakan dokumentasi keperawatan. Dalam melakukan pendokumentasian, perawat berdasarkan keilmuan masing-masing dengan referensi yang dimiliki terkadang menggunakan refernsi tidak jelas (internet), ruangan tidak memiliki referensi terbaru sebagai standar dan panduan asuhan keperawatan serta tindakan yang terdokumentasi lebih pada tindakan medis. Berdasarkan analisis tim pengabdian masyarakat di RSUD Piru untuk melakukan pendampingan penyusunan standar dan panduan asuhan keperawatan berdasarkan refernsi terbaru yaitu buku 3 S (SDKI, SLKI, SIKI)., dengan sasaran adalah perawat dengan metode ceramah dan diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan setelah penyampaian materi dominan dengan katerorik baik. Tersusun 13 penyakit terbanyak di rumah sakit serta 35 diagnosa keperawatan berdasarkan buku 3 S

    Memanfaatkan Potensi Alam: Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Di GKII Jemaat Pengharapan Sentani

    Full text link
    Pemikiran yang kreatif dan inovatif berbanding lurus dengan Potensi alam yang dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Lingkungan dan anggota GKII Pengharapan Gunung Merah-Sentani dikelilingi oleh potensi alam yang yang baik sehingga memungkinkan berbagai bentuk usaha kreatif termasuk beternak babi dengan pakan fermentasi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang cara membuat fermentasi pakan babi yang ramah lingkungan dan bernilai gizi tinggi. Observasi, wawancara, ceramah, praktek pembuatan pakan, evaluasi, dan pelaporan adalah metode yang digunakan. Hasil dari pengabdian ini adalah Sikap anggota jemaat GKII Pengharapan Gunung Merah-Sentani untuk mempraktikkan dan menerapkan pembuatan fermentasi pakan babi. Praktek dilakukan dengan menggunakan bahan dasar yang tersedia dengan campuran larutan EM4. Tindak lanjut berupa evaluasi setelah praktek pembuatan fermentasi pakan babi dengan memperhatikan tekstur, warna, aroma, dan tingkat Ph. Di mana hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota jemaat GKII Pengharapan Gunung Merah berhasil membuat fermentasi pakan babi yang berkualitas yang dapat mengubah tingkat ekonomi secara individu dan keluarga bahklan dapat berkontribusi baik terhadap jemaat

    Mesin Pencacah Pakan Serbaguna untuk Peternak Kambing di Desa Telaga Sari Kecamatan Sunggal

    Full text link
    Hijauan makanan ternak (forages) merupakan bahan makanan atau pakan utama bagi kehidupan ternak serta merupakan dasar dalam usaha pengembangan peternakan. Untuk meningkatkan produktivitas ternak, salah satu faktor yang harus di perhatikan adalah penyediaan pakan hijauan sepanjang tahun baik kualitas maupun kuantitas yang cukup agar pemenuhan kebutuhan zat-zat makanan ternak untuk mempertahankan kelestarian hidup, keutuhan alat tubuh ternak dan tujuan produksi dapat berkesinambungan. Desa Telaga Sari, yang memiliki luas wilayah 2,63 km2, sebagian besar penduduknya hidup dari pertanian dan peternakan, khususnya ternak kambing. Peternak termasuk mitra pengabdian umumnya masih menggunakan cara tradisional dalam penyiapan makanan ternaknya dengan peralatan pisau arit dalam mencari dan memberi rumput sebagai pakan kambing tanpa dicacah sehingga banyak pakan yang tersisa. Untuk mengatasi masalah tersebut tim pelaksana menyediakan mesin pencacah rumput dan sekaligus memberikan pelatihan untuk pengoperasian mesin tersebut. Hasil demonstrasi di lapangan menunjukkan mesin dapat mencacah 300 kg/jam  dan hasil cacahan yang awalnya kurang diminati kambing akhirnya semakin terbiasa dengan pakan hasil cacahan dan pakan yang terbuang dari celah kandang jauh berkurang jumlahnya

    Pembangunan Kembali Desa Wisata dengan Penanaman Bunga Telang di Dusun Sirat, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta

    Full text link
    Pariwisata ditetapkan sebagai sektor utama ekonomi nasional dan dianggap sebagai sektor yang menjanjikan untuk menjadi penghasil devisa terbesar nantinya. Salah satu jenis atraksi pariwisata unggulan Indonesia adalah desa wisata. Desa Wisata menjadi salah satu potensi untuk mengembangkan potensi wisata desa sekaligus dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memaksimalkan potensi desa wisata yang berada di Dusun Sirat. Dusun Kecil di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang berjarak 22 KM dari pusat kota Yogyakarta ini menjadi Kampung dengan potensi bunga telang. Desa ini memiliki potensi olahan bunga telang buatan UMKM setempat. Berbagai olahan bunga telang dibuat warga desa kemudian dipasarkan, namun pasca pandemic adanya penurunan harga beli bunga telang yang membuat petani telang beralih profesi. Untuk mengoptimalkan pengembangan kembali desa wisata dilakukan penanaman bunga telang bersama pemuda desa. Hasil penanaman nantinya bisa dimanfaatkan sebagai ekowisata dan bahan baku olahan bunga telang oleh UMKM setempat

    Edukasi Penggunaan Antibiotik secara Tepat sebagai Upaya Melindungi Masyarakat dari Bahaya Resistensi

    Full text link
    Penggunaan obat yang tidak rasional sudah menjadi masalah dunia, berkisar 50% obat-obatan diresepkan, didistribusikan, dijual dan digunakan pasien secara tidak tepat. Penggunaan obat yang tidak rasional menjadi fokus perhatian adalah penggunaan antibiotik yang tidak sesuai baik dari jenis obat, dosis, lama pemberian dan penggunaan yang berlebihan pada penyakit non infeksi bakteri. Kondisi ini memicu terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Masyarakat banyak menggunakan antibiotik untuk mengatasi penyakit non infeksi seperti batuk, flu, demam tanpa resep dokter dan dijual bebas pada beberapa fasilitas kesehatan yang tidak paham tentang regulasi di Indonesia. Tujuan kegiatan ini memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan antibotik yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan pemutaran video DAGUSIBU penggunaan antibiotik. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest dan postets kepada masyarakat peserta kegiatan. Perhitungan persentasi total masyarakat yang dapat menjawab soal dengan tepat. Dari hasil pengolahan data, diketahui bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait resistensi antibiotik setelah diberikan penyuluhan

    Sosialisasi HIV/AIDS Di Lingkungan Proyek Bendungan Jlantah Kab. Karanganyar

    Full text link
    Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada pekerja proyek yang Sebagian merupakan warga sekitar di daerah Karanganyar mengenai HIV/AIDS di lingkungan proyek dan cara pencegahan serta penanggulangannya. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini mampu berkontribusi dengan bidang keilmuannya yaitu K3 Proyek, untuk mendukung program K3 proyek. Jumlah kasus HIV di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2021 sebanyak 72 kasus dengan jumlah kasus pada laki-laki sebanyak 53 kasus dan pada perempuan sebanyak 19 kasus. Dengan banyaknya jumlah kasus HIV di kabupaten Karanganyar maka dari itu dilakukan sosialisasi HIV/AIDS di lingkungan proyek bendungan jlantah kabupaten Karanganyar dengan tujuan memberi gambaran tentang program pencegahan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan proyek pembangunan bendungan jlantah kabupaten Karanganyar khususnya bagi pekerja proyek yang merupakan warga sekitar. Program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan proyek dilaksanakan dengan cara cermaha untuk melakukan transfer knowledge tentang HIV/AIDS, karakteristik dan upaya pencegahan. Selain itu melakukan tanya jawab dengan pekerja proyek tentang HIV/AIDS. Hasil dari pelaksanaan dan evaluasi secara berkala pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah membagikan kuisioner setelah kegiatan FGD untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari kegiatan sosialisasi HIV/AIDS di lingkungan proyek

    Pendampingan Edukasi Penggunaan Internet yang Efektif di Desa Margodadi, Kecamatan Padang Cermin, Provinsi Lampung

    Full text link
    Internet merupakan salah satu media perwujudan hak asasi manusia untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab berdasarkan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah memfasilitasi pemanfaatan teknologi informasi dan transaksi elektronik serta melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan informasi elektronik yang mengganggu ketertiban umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Banyak masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan di wilayah Lampung, masih belum memiliki pemahaman utuh tentang cara penggunaan internet yang positif dan sehat. Salah satu desa yang secara pemahaman masih kurang akan hal itu ialah Desa Margodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Fakta tersebut membuat desa ini sebagai salah satu desa yang secara informasi teknologi masih merlukan sosialisasi & pendidikan terkait penggunaan dan tantangan teknologi ke depannya. Fakta tersebut membuat tim dari Fakultas Hukum Univeritas Lampung, Jurusan Hukum Internasional untuk melakukan pendampingan dan edukasi agar masyarakat desa dalam penggunaan internet paham akibat hukum yang timbul dari kegiatan di dunia virtual. Sehingga masyarakat dapat secara maksimal menikmati manfaat internet demi peningkatan potensi ekonomi daerah dengan tetap meminimalisir dampak negatif penggunaan internet. Masyarakat yang paham hak dan kewajibannya tidak akan mudah terjerumus ke dalam kejahatan di dunia virtual. Metode yang digunakan ialah pendekatan gabungan normative dan sosiologis secara kualitatif. Hasil dari yang didapat setelah dilakukan penyuluhan di Desa Margodadi ialah terdapat peningkatan pemahaman yang cukup signifikan dari warga setempat akan tata cara penggunaan internet yang sehat dan aman

    Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme di Kelurahan Pinang Ranti Untuk Memanfaatkan Sampah Kulit Jeruk

    Full text link
    Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya jumlah sampah. DKI Jakarta sebagai ibukota dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia memiliki jumlah sampah sebanyak 3,1 juta ton per tahun 2023 dengan komposisi sampah didominasi oleh sampah organik. Jakarta Timur menjadi kota yang terbanyak menyumbang sampah di DKI Jakarta yakni sebanyak 844.252 ton per tahun 2023. Hal ini tentunya menjadi Pekerjaan Rumah (PR) untuk semua pihak dari skala pusat sampai skala rumah tangga. Salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah yaitu dengan mengelolannya menjadi produk baru seperti eco-enzyme. Strategi pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan menjadi salah satu aksi edukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu cara untuk memecahkan permasalahan sampah organik. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di RPTRA Kelurahan Pinang Ranti Kecamatan Makasar Kota Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta. Hasil pengabdian menunjukkan pelatihan pembuatan eco-enzyme di kelurahan pinang ranti dalam upaya pemanfaatan sampah organik dapur skala rumah tangga ini berjalan lancar dengan menghasilkan produk eco-enzyme kulit jeruk, masyarakat sangat antusias di setiap rangkaian kegiatan dan setelahnya peserta menjadi termotivasi untuk dapat mengolah sampah organik. Harapannya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berlanjut dan konsisten oleh pihak terkait khususnya pemerintah baik pusat sampai tingkat RW

    Pemberdayaan Remaja Putri dalam Upaya Persiapan Menghadapi Menstruasi Pertama

    Full text link
    Usia remaja merupakan masa transisi dimana terjadi berbagai perubahan fisik maupun psikologi. Salah satu perubahan fisik pada masa adalah berkembangnya fungsi reproduksi yang ditandai dengan menstruasi pertama. Saat ini terjadi fenomena dimana menstruasi pertama datang lebih awal pada remaja. Kesiapan remaja menghadapi menstruasi pertama harus disiapkan sejak awal sehingga mereka tidak merasa kaget, dapat menerima kondisinya serta dapat melakukan manajemen kesehatan menstruasi dengan baik. Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan remaja dalam menghadapi menstruasi pertamanya adalah pengetahuan. Akses informasi untuk mendapatkan pengetahuan saat ini mudah didapatkan baik melalui media elektronik maupu media cetak. Namun tidak ada yang dapat memastikan kebenaran informasi yang diperoleh tersebut. Kesalahan informasi dapat mengakibatkan remaja putri merasa bingung atau bahkan dapat berdampak tidak baik terhadap Kesehatan reproduksinya. Pengabdian ini dilakukan dalam rangka menyiapkan remaja putri dalam menghadapi menstruasi pertamanya. Strategi yang digunakan adalah pemberdayaan remaja melalui pemberian edukasi serta pelatihan keterampilan dalam melakukan manajemen kesehatan menstruasi. Peserta kegiatan adalah remaja putri kelas V Sekolah Dasar sejumlah 35 remaja putri. Hasil Kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan skor pengetahuan sebesar 27,8%, sikap 16,8% dan keterampilan 54,74%. Dengan hasil ini diharapkan remaja putri siap menghadapi menstruasi pertamanya dan mampu menerapkan manajemen kesehatan menstruasi dengan baik

    Sosialisasi Etno-Vlog Sebagai Media Pembelajaran Kekinian Terintegrasi Local Knowledge

    Full text link
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat. Hal ini menuntut seluruh pihak termasuk bidang Pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri. Inovasi dan kreasi terhadap media pembelajaran harus terus dilakukan oleh seorang guru agar proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan zaman. Namun tidak melupakan budaya atau pengetahuan masyarakat setempat (Local Knowledge) sebagai warisan nenek moyang. Vlog adalah salah satu media pembelajaran kekinian yang efektif. Pemilihan materi dan konsep pembelajaran bagi peserta didik sebaiknya mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan masyarakat setempat. Hal ini dapat dilakukan melalui pengintegrasian pengetahuan yang berkembang pada masyarakat setempat dan menyajikannya ke dalam media pembelajaran untuk memudahkan dalam mengaitkan konsep pembelajaran dengan kehidupan. Pengintegrasian pengetahuan yang berkembang pada masyarakat setempat ke dalam pembelajaran yang disajikan melalui vlog dikenal dengan istilah etno-Vlog. Saat ini guru-guru di Madrasah Aliyah Negeri 4 Pekanbaru belum mengenal media pembelajaran berupa etno-vlog. Sosialisasi etno-vlog dilakukan untuk memberikan pemahaman dan menambah wawasan mitra mengenai media pembelajaran berupa vlog yang diintegrasikan dengan pengetahuan atau budaya masyarakat setempat yang dikenal dengan istilah etnosains. Berdasarkan hasil posttest di atas diketahui bahwa mitra sudah mengetahui apa itu etnosains, vlog, etno-vlog, dan cara membuat etno-vlog. Setelah mengikuti sosialisasi peserta telah mengetahui konsep merekonstruksi etnosains ke dalam bentuk etno-vlog dan peserta telah mengetahui cara mengkaitkan etno-vlog dalam sebuah materi pembelajaran serta merasa kegiatan sosialisasi etno-vlog Sebagai Media pembelajaran ini sangat bermanfaat bagi perserta, hal ini dapat dilihat dari hasil angket postest yang diberikan memperoleh angka masing masing sebesar 100%. Berdasarkan hasil pretes dan postest dari kegiatan sosialisasi Etnovlog Sebagai Media Pembelajaran Kekinian Terintegrasi Local Knowledge Di MAN 4 Pekanbaru dapat dinyatakan bahwa kegiatan ini berhasil dan dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan merencanakan media pembelajaran.

    333

    full texts

    336

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇