Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Not a member yet
336 research outputs found
Sort by
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan serta Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Eco-enzyme di Dusun Dendengan
Dalam penelitian ini, tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan metode pengolahan sampah organik menjadi eco-enzym dengan menggunakan sampah domestik. Eco-enzym adalah ekstrak cair yang terbuat dari sampah organik, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, gula merah, dan air murni. Selain itu, eco-enzym dapat digunakan sebagai alternatif alami pengganti bahan kimia rumah tangga sintetis yang berbahaya. Selain itu, eco-enzym dapat digunakan dalam berbagai kegiatan seperti perawatan tanaman dan perkebunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sosialisasi dan demonstrasi, di mana tim pengabdi menjelaskan prosedur pembuatan eco-enzym kepada masyarakat. Langkah-langkah pengolahan sampah organik menjadi eco-enzym meliputi produksi eco-enzym, sosialisasi, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan manfaat sosial dan ekonomi dalam pengolahan sampah organik menjadi eco-enzym. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng Menjadi Sabun Cuci Baju Pada Ibu-ibu Pkk Di Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang
Desa Ketundan merupakan desa yang sebagian besar masyarakatnya memiliki usaha rumahan yaitu gorengan yang banyak menghasilkan limbah minyak jelantah. Namun, masyarakat setempat masih kurang memiliki kesadaran terkait pengolahan limbah minyak jelantah yang dihasilkan, ditunjukkan dengan penggunaan minyak secara berulang dan membuangnya secara langsung ke lingkungan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terkait dampak negatif penggunaan minyak goreng secara berulang bagi kesehatan dan lingkungan, dengan melakukan sosialisasi pemanfaatan limbah minyak goreng menjadi produk sabun cuci baju yang lebih bermanfaat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar (61%) audiens puas dan menganggap bahwa program yang dilaksanakan penting dan sesuai dengan kebutuhan mereka
Expo Kewirausahaan: Pembentukan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini Pada Siswa Siswi Di SDN Blubuk 03 Kabupaten Tegal
Peningkatan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran yang signifikan di Indonesia menimbulkan permasalahan sosial, termasuk kurangnya lapangan pekerjaan. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk meningkatkan potensi kewirausahaan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program expo kewirausahaan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada peningkatan potensi entrepreneur pada peserta didik Sekolah Dasar Negeri Blubuk 03, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal melalui kegiatan expo kewirausahaan. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan pengumpulan dokumen terkait kegiatan expo. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan memiliki dampak positif terhadap kecenderungan siswa untuk menjadi wirausaha, serta peran guru dalam memfasilitasi kegiatannini sangat penting. Melalui kegiatan expo, siswa-siswi dilatih untuk memiliki ide kreatif, inovatif, dan kemandirian dalam mengelola produk serta mempromosikannya. Kuesioner yang diberikan kepada peserta menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyukai kegiatan expo kewirausahaan, dan banyak dari mereka berminat untuk menjadi wirausaha di masa depan. Kesimpulannya, kegiatan expo kewirausahaan efektif dalam mengembangkan potensi kewirausahaan peserta didik sekolah dasar, serta membentuk karakter kemandirian dan inovasi sejak dini. Diharapkan program ini dapat menjadi model pembelajaran efektif dalam mengembangkan kewirausahaan di sekolah dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia melalui generasi muda yang siap berwirausaha
Peran Program Kampus Mengajar Angkatan 6 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMP Abdi Negara 1 Kaligondang, Purbalingga
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Kampus Mengajar Angkatan 6 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Abdi Negara 1 Kaligondang, Purbalingga. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan fokus pada evaluasi efektivitas program dalam mengembangkan keterampilan guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sasaran. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar Angkatan 6 memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Abdi Negara 1 Kaligondang. Melalui pelatihan, bimbingan, dan kolaborasi antara mahasiswa pengajar dan guru, program ini berhasil meningkatkan metode pengajaran, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta memperluas pengetahuan dan keterampilan guru. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan standar pendidikan di tingkat menengah, dengan penekanan pada penerapan program-program inovatif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan wawasan yang bernilai terkait implementasi sukses Program Kampus Mengajar sebagai model kerja sama yang berpotensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah menengah
Pemanfaatan Panel Surya pada Instalasi Hidroponik
Telah dilaksanakan sosialisasi tentang pembuatan sistem hidroponik yang menggunakan panel surya di lingkungan Kelurahan Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi ini bertujuan sebagai upaya mengatasi keterbatasan lahan pertanian di lingkungan dan bentuk pemanfaatan sumber daya alam barupa sinar matahari (sel surya). Tahapan kegiatan meliputi: (1) Perancangan desain instalasi hidroponik dan persiapan alat dan bahan, (2) pelaksanaan penyampaian materi tentang teknologi hidroponik dan cara pembuatannya disertai juga praktik pembuatan instalasi hidroponik menggunakan panel surya, dan (3) evaluasi internal dan eksternal dengan melibatkan masukan serta saran dari warga. Dampak dari kegiatan sosialisasi ini meliputi: peningkatan pengetahuan warga tentang sistem hidroponik, penguasaan keterampilan dalam pembuatan alat hidroponik yang menggunakan panel surya, serta adanya antusiasme positif dari warga terhadap sosialisasi yang telah dilakukan
Pelatihan Komputer Kepada Anak-Anak di Desa Tebachi, Kecamatan Kalideres, Kota Jakarta Barat
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran penting dijaman digital sekarang ini. Manusia dituntut untuk bisa beradaptasi terhadap teknologi tersebut khususnya adalah komputer. Keterampilan dasar penggunaan komputer sangat penting untuk dikuasai, agar lebih maksimal dalam memanfaatkan penggunaan komputer. Pada kenyataanya belum semua manusia bisa menggunakan komputer terutama di pedesaan. Anak-anak di Desa Tebachi menjadi salah satu contoh yang belum terampil menggunakan komputer. Melihat masalah ini penulis ingin melakukan pengabdian masyrarakat untuk melakukan pelatihan komputer pada anak-anak di Desa Tebachi. Pelatihan tersebut terlaksana pada Kamis, 6 Juli 2023 pukul 15.00 – 17.30 yang dilakukan di Desa Tebachi. Peserta sebanyak 15 anak-anak dari umur 5 -15 tahun. Pelatihan terdiri dari pengenalan perangkat komputer, praktek menggunakan komputer, games ringan, dan evaluasi pelatihan. Hasil pelatihan bisa dikatakan berhasil karena antusias dan peran aktif dari anak-anak di saat pelatihan. Penulis menggunakan skala 1-5 dengan angka 1 sebagai sangat terendah dan angka 5 sangat tinggi setiap penilaian. Penilaian untuk acara secara keseluruhan rata-rata adalah 4.8 yang berarti acara sangat menarik. Nilai Rata-rata 4,67 berarti penyampaian materi sangat bermanfaat. Nilai Rata-rata 4,8 berarti interaksi dengan pemateri sangat baik. Pengurus Desa menharapkan pelatihan terus berlanjut dan tidak berhenti dikarenakan terasa sekali dampak manfaat pelatihan tersebut kepada anak-anak di Desa Tebachi
Pengembangan Desa Wisata di Desa Selawangi
Desa wisata merupakan salah satu sektor yang dapat meningkatkan ekonomi perdesaan. Pengelolaan desa wisata memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena itulah, mereka memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas. Setelah mengikuti pelatihan, pengelola desa wisata diharapkan memperoleh pengetahuan dan keahlian yang relevan untuk meningkatkan kinerja usaha desa wisata. Karena itulah, tim pengabdian Universitas Siliwangi menyelenggarakan pelatihan SDM pengelola desa wisata. Peserta yang dilibatkan adalah anggota Pokdarwis Desa Selawangi, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah FGD dan studi banding ke Desa Sukalaksana, Kabupaten Garut. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang perencanaan dan pengembangan desa wisata. Mereka juga diajari tentang cara-cara menyusun tim pengelola desa wisata. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta menilai adanya manfaat dari sesi pelatihan. Untuk tahap selanjutnya, peserta mengharapkan sesi pelatihan lanjutan
Inovasi Peta Digital Peternakan dan Kesenian di Desa Kaligentong Boyolali Berbasis Web dan Android
Desa Kaligentong merupakan rintisan Desa Wisata Budaya sejak tahun 2017. Pemerintah membangun argo wisata untuk mendukung potensi dari desa. Terdapat 15 RT yang memiliki kelompok kesenian di Desa Kaligentong mulai dari seni tari, reog, rodat, dll. Selain itu, potensi lain terlihat dari sisi peternakan karena Boyolali terkenal dengan produk susu. Sehingga kedua potensi tersebut layak untuk dikembangkan agar lebih dikenal oleh masyarakat. Permasalahan selama ini adalah kondisi pengelolaan data dari Desa Kaligentong masih disajikan secara konvensional yaitu berbentuk data tertulis, kurang akurat dan informatif. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengusul memberikan solusi untuk mengimplementasikan peta digital kesenian dan peternakan yang menyajikan informasi secara akurat, informatif, serta bisa diakses melalui website dan aplikasi. Sistem pemetaan ini memperlihatkan titik-titik lokasi dan detail informasi mengenai kelompok kesenian dan peternakan. Manfaat yang didapatkan bagi perangkat desa yaitu memberikan kemudahan dalam pengelolaan pendataan potensi warga
Pelatihan Desain Menggunakan Canva Di Pusat Layanan Disabilitas Dinas Sosial Kota Denpasar
Dinas Sosial merupakan salah satu instansi pemerintah yang memiliki peranan dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, kelompok maupun masyarakat. Dinas sosial Kota Denpasar khususnya merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas serta fungsi membantu Walikota dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang kesejahteraan sosial. Pengembangan bidang kesejahteraan sosial merupakan bagian dari pembangunan nasional serta memegang peranan penting untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karena itu pembangunan bidang kesejahteraan sosial, diarahkan untuk memberikan kontribusi yang nyata dan terukur. Pelatihan dalam pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang beruntung atau disebut Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) / Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menangani Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yaitu dengan melakukan pembinaan maupun pemberdayaan. Langkah tersebut mampu mendorong kemandirian serta menumbuhkan kepercayaan diri sehinga mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha mandiri. Untuk mewujudkan langkah-langkah tersebut, Kampus INSTIKI bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Denpasar melaksanakan pendampingan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Pendampingan ini dilaksanakan secara langsung di kantor Dinas Sosial Kota Denpasar dengan memberikan materi pembelajaran yaitu desain menggunakan canva web. Luaran dari pengabdian ini adalah pelatihan desain menggunakan canva web dan artikel yang diunggah pada jurnal pengabdian sebagai bagian dari tri dharma perguruan tinggi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa anak-anak didik mampu menerapkan desain yang diberikan oleh pengajar
Pencegahan Stunting melalui Edukasi Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Balita
Berbagai permasalahan gizi muncul hampir di seluruh lapisan ekonomi masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan. Salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus utama yaitu balita yang memiliki postur tubuh pendek (stunting). Pencegahan stunting pada anak dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang. Asupan gizi seimbang dari makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penyebab dan dampak stunting serta bagaimana memberikan makanan dengan gizi seimbang pada balita menjadi permasalahan yang diangkat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Program yang dilakukan adalah pemberian penyuluhan terkait stunting dan pencegahannya melalui peningkatan pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan gizi seimbang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Padangsari Kota Semarang. Peserta yang hadir yaitu kader Posyandu dan 30 ibu balita yang memiliki anak usia 6-24 bulan. Hasil dari program ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan gizi seimbang pada balita