Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
Minhaj Al-Thalibin (Karya Imam Al-Nawawi)
Imam al-Nawawi, pengarang kitab Minhaj al-Thalibin dalam Mazhab Syafi’i merupakan seorang mujtahid tarjih yang fatwanya menjadi acuan dalam pengamalan, bahkan apabila bertentangan tarjihnya dengan ulama Syafi’iyyah lainnya, maka pendapat al-Nawawi-lah yang harus diamalkan dan dianggap sebagai mazhab. Menurut pendapat yang sahih, ia meninggal dunia sementara umurnya tidak lebih dari 45 tahun. Kitab matan Minhaj al-Thalibin merupakan salah satu kitab fenomenal dalam dinamika fikih mazhab Imam Syafi’i. Kitab ini ditulis oleh Imam Nawawi, sosok mujtahid tarjih yang digelari dengan muharrir (peneliti senior) mazhab Syafi’i. Penguasaannya terhadap konsepsi mazhab Syafi’i serta dinamika yang terjadi di dalamnya tidak perlu diragukan lagi. Salah satu yang identik dalam kitab Minhaj al-Thalibin adalah Imam Nawawi membuat rumus-rumus tertentu dalam klasifikasi pendapat yang dituangkannya, yaitu: Pertama, istilah Qaul, Qaulani, atau Aqwal, yaitu ijtihad yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i tanpa membedakan apakah qaul imam Syafi’i itu qaul qadim, jadid, manshush maupun mukharraj. Maksudnya, para peneliti (muharrir) mazhab Syafi’i (dalam hal ini adalah Imam Nawawi) menemukan bahwa dalam satu masalah ada dua pendapat atau lebih, yang semua pendapat itu dinisbahkan kepada Imam Syafi’i (dianggap sebagai pendapat Imam Syafi’i)
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Tanah Wakaf Terbengkalai di Kabupaten Aceh Besar (Kajian Terhadap Pengembangan Ekonomi Wakaf)
Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat adalah dengan memaksimalkan potensi kelembagaan yang telah diatur oleh ajaran Islam, seperti zakat, wakaf, infak, shadaqah, dan hibah. Sebagai salah satu potensi yang mempunyai peran keagamaan yang bersifat ekonomis, wakaf seharusnya dikelola dan dikembangkan agar menjadi satu instrumen yang mampu memberikan jawaban rill terhadap problematika di kehidupan masyarakat, namun fakta dilapangan menunjukkan masih banyak tanah wakaf yang tidak diproduktifkan dengan baik bahkan terbengkalai.Untuk mengembangkan harta wakaf perlu dicari faktor yang menyebabkan tanah wakaf terbengkalai. Hal ini menjadi tujuan penelitian yaitu untuk mencari jawaban penyebab terbengkalainya tanah wakaf yang terdapat di Kabupaten Aceh Besar, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang memberikan perincian yang lebih komplek tentang faktor penyebab tanah wakaf terbengkalai yang sulit diungkapkan dengan penelitian kuantitatif. Kemudian data tersebut dianalisis dengan mendeskripsikan faktor penyebab terbengkalai tanah wakaf.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAK MENURUT ISLAM
The character of children these days makes many people worried. Society hopes to make a child or individual with good character, noble character, and able to live his life in accordance with Islamic guidance. To achieve this, an in-depth study is needed to obtain maximum and expected results. This study uses a qualitative-descriptive research method with literature study techniques. The results of this study obtained data and facts that character education from an early age is very important, by choosing the right methods according to Islamic teachings so that children become human beings who are educated in faith, science, charity, have broad insight, become good citizens, and noble character that can be beneficial for all mankind.Keywords: Islamic, education, characte
TINJAUAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PEMASARAN PERSPEKTIF ISLAM (Studi Kasus Pada Pedagang di Pasar Aceh)
The role of social media is important in various fields of activity, including business activities. Social media has changed the way we communicate today. Social media marketing is a powerful way for businesses of all sizes to reach prospects and customers. The use of social media can be more effective for conducting marketing communications by entrepreneurs. In this study, the respondents were entrepreneurs in the pasar Aceh as a community shopping center in Banda Aceh. This research is a quantitative research, while the data sources of this research are primary and secondary data obtained from questionnaires. Determination of the sample using purposive sampling method with a sample of 100 respondents, the model used is a simple linear regression model. The results of this study indicate that the use of social media (X) has a significant effect on the effectiveness of marketing communications (Y) on islamic perspective.Keyword: Social Media. Marketing Communication, Islamic Entrepreneurship
STUDI PERBANDINGAN HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TERHADAP PEMUSNAHAN BARANG SELUDUPAN DI KOTA SABANG
This study focuses on a comparative study of Islamic law and positive law on the destruction of contraband in the city of Sabang, while the aim is to find out the process of confiscating contraband in the city of Sabang and to find out the views of Islamic law and positive law on the destruction of contraband. This study is a literature review and field study using qualitative methods. Data collection was carried out by studying books and books on Islamic law and positive law as well as interviews and documentation. The results of the study show that the illegal confiscation process at Sabang City Customs and Excise was carried out through information from the public, after the information has been collected and deemed sufficient, a search will be carried out at the location, if a suspicious movement is found, a search will be carried out and if it is found, it will be confiscated and interviewed the owner about the origin of ownership of the goods. Whereas in a review of Fatwa MPU Aceh No. 1 of 2014 concerning the Destruction of Illegal Goods in the Perspective of Islamic Law it is explained that the destruction of smuggled goods is seen from two aspects, if the goods are goods that are not useful, then they are required to be destroyed, and if the goods are smuggled are goods that are useful or can be used for the needs of the community, then it is forbidden to destroy them. Whereas in a positive legal review regarding smuggled goods whether useful or not, it is justified to be destroyed. This is in accordance with what is regulated in Law No. 17 of 2006 concerning Customs and Excis
Sistem Pemberian Upah Buruh Harian Lepas Ditinjau dari Undang-Undang No 13 Tahun 2003 dan Hukum Islam
This research is motivated by the existence of wages for workers in working to get wages to meet their lives. The problem of wages is often an imbalance for the workers themselves. In fact, there are still some workers who earn very low wages. Similarly, some freelance day laborers who earn wages are realized in accordance with labor laws and Islamic law. This study aims to find out and examine the wages earned by freelance day laborers (palm oil trippers) The research methods used by researchers are qualitative methods and types of field research. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. Meanwhile, technical data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study show that 1). The loose daily wage system used in Kuta Baharu District is daily and wholesale; 2). Based on Law No. 13 of 2003 regarding work in accordance with the law, the working time and wages applied by the employer/garden owner are in accordance with the law. The wages given to freelance day laborers are in accordance with the UMR of Aceh Province, while the wages given to wholesale laborers are in accordance with the agreement between workers and entrepreneurs/plantation owners; 3). Based on Islamic law, the contract used between the employer and the day laborer is still in accordance with Islamic law.Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pengupahan bagi para buruh dalam bekerja guna mendapatkan upah untuk memenuhi kehidupannya.Permasalahan upah sering terjadi ketidakseimbangan bagi para buruh itu sendiri. Pada kenyatannya, masih terdapat beberapa buruh yang memperoleh upah sangat rendah. Begitu pula dengan sebagian buruh harian lepas babat yang mendapatkan upah di realisasikan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan dan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji upah yang didapat oleh buruh harian lepas (tukang babat sawit) Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Sistem pengupahan buuruh harian lepas yang digunakan di Kecamatan Kuta Baharu yaitu harian dan borongan; 2). Berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 mengenai kerja sudah sesuai dengan undang-undang, waktu kerja dan upah yang diterapkan oleh pengusaha / pemilik kebun sudah sesuai dengan undang-undang. Upah yang diberikan kepada buruh harian lepas sudah sesuai dengan UMR Provinsi Aceh, sedangkan upah yang diberikan kepada buruh borongan sesuai dengan kesepakatan antara buruh dan pengusaha/pemilik kebun; 3). Berdasarkan ukum Islam, akad yang digunakan antara majikan dan buruh harian tetap sudah sesuai dengan hukum Islam
PENYELESAIAN JARIMAH PELECEHAN SEKSUAL DAN PEMERKOSAAN OLEH ANAK DALAM QANUN JINAYAT (STUDI TERHADAP UU NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK)
Kasus anak pelaku jarimah pelecehan seksual dan pemerkosaan di Aceh semakin tinggi, dari data yang di peroleh pada SIPP Mahkamah Syar’iyah di seluruh Kabupaten/Kota provinsi Aceh data tertinggi pada tahun 2021 sebanyak 21 kasus anak yang melakukan pelecehan seksual/pemerkosaan. Disisi lain pemerintah terus melakukan perlindungan terhadap anak dengan membuat undang-undang perlindungan terhadap anak, baik sebagai korban maupun pelaku tindak pidana/jarimah yaitu UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam undang_undang ini tidak secara jelas disebutkan Anak yang berhadapan dengan hukum yang dimaksud dalam pasal 59 ayat (2) dua pada poin b melakukan jenis tindak pidananya. Dalam Qanun jinayat ‘Uqubat bagi anak-anak Pasal 66 Apabila anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun melakukan atau diduga melakukan Jarimah, maka terhadap Anak tersebut dilakukan pemeriksaan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan mengenai peradilan pidana anak. Pasal 67 (1) Apabila anak yang telah mencapai umur 12 (dua belas) tahun tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum menikah melakukan Jarimah, maka terhadap anak tersebut dapat dikenakan ‘Uqubat paling banyak 1/3 (satu per tiga) dari ‘Uqubat yang telah ditentukan bagi orang dewasa
WACANA MODERASI BERAGAMA DI STAIN TEUNGKU DIRUNDENG MEULABOH
Sebagai salah satu kampus negeri dibawah Kementerian Agama Republik Indonesia, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ikut terlibat dalam penguatan wacana moderasi beragama di Indonesia. Melalui berbagai program, seminar dan publikasi, berbagai pemikiran moderasi beragama dituangkan secara kritis dan kontributif. Dengan menganalisis diskursus yang berkembang di lingkungan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh penelitian ini menemukan dua kesimpulan penting. Pertama, bahwa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh termasuk terdepan dalam menyambut wacana moderasi dengan mendirikan lembaga Seuramoe Moderasi Beragama atau SMB. Kedua, akademisi kampus tersebut telah membuat wacana moderasi yang lebih kultural melalui program moderasi dari pinggir melalui penerbitan buku dan seminar baik berskala nasional maupun internasional
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN PADA DAYAH BUSTANUL ARIFIN BENER MERIAH
The leadership of Dayah education is a role in efforts related to activities or processes of educating and teaching on the one hand, and on the other hand related to efforts to develop educational knowledge and the implementation of education and teaching, both in traditional and modern integrated Dayah, so that activities the activities carried out can be more effective and efficient in achieving the goals of education, religious and general learning. Educational leadership as an ability and process of influencing, mobilizing, coordinating, and guiding people who have to do with the development of educational science and the implementation of education and teaching. The leadership function of Dayah requires a leader to act as a liaison between Dayah and interested outside parties, conflicts that occur or differences in interests in the Dayah institution require the presence of a leader in solving existing problems, there are five essential leadership functions , namely the function of determining direction, function of spokesperson, function of communicator, function of mediator, and function of integrator. Educational leadership has 10 (ten) qualifications: namely: Fair, Trustworthy, Sincere, Work hard and earnestly. Have high integrity. Have high guts, Assertive, Able to communicate, Honest and open, Patient
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PARFUM BERALKOHOL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap jual beli parfum beralkohol ? dan hukum akad jual beli parfum beralkohol?. Jika mengacu kepada hukum Islam maka syarat dan rukun jual beli, jual beli parfum beralkohol ini boleh dilaksanakan. Karena jual beli parfum beralkohol masuk pada kategori Istihsan bi al-maşlahah adalah menetapkan hukum berdasarkan kemaslahatan. Jual beli parfum beralkohol sebagai obyek jual beli, tidak ditemukan adanya unsur merugikan salah satu pihak, pemaksaan, maupun penipuan, akan tetapi lebih menekankan prinsip yang adil, saling menguntungkan, sehingga kerelaan atau akad suka rela pihak yang bertransaksi terpenuhi.
Akad yang digunakan dalam proses jual beli parfum beralkohol, menurut pandangan penyusun telah memenuhi rukun dan syarat sah akad jual beli, sehingga hukumnya sah menurut hukum Islam. Meski awalnya diragukan atas pemenuhan rukun dan syarat sah akadnya terkait unsur zat yang menjadi campurannya dan kemaslahatan, akan tetapi berdasarkan hasil analisa dinyatakan bahwa kedua aspek tersebut telah terpenuhi, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua rukun dan syarat sahnya telah terpenuhi