Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
HOW TO BUILD ISLAMIC FINANCIAL INDUSTRY
The development of Islamic finance globally is increasingly widespread and attracts attention not only in Muslim countries but also in various non-Muslim countries. Indonesia as one of the largest Muslim countries has a great opportunity to become a major player by preparing facilities and infrastructure that are able to answer the needs of the industry. This study examines the factors that accelerate Islamic economic development by scrutinizing the advantages that have been carried out by other countries. Research is conducted based on the study of literature as well as various reports from varying entities. Research results show there are a number of important factors, namely business transformation, IT infrastructure, talent, and standardization and harmonization. The implication of this study is that any party which wants to prepare for the development of the Islamic financial industry should concentrate on these area in order to accelerate the economic growth
STRATEGI DAN PERANAN TENAGA PENDIDIK DALAM MENANAMKAN KARAKTER KEPADA PESERTA DIDIK
Strategi dan peran tenaga pendidik sangat penting dalam dunia pendidikan, karena tenaga pendidik bertugas dan bertanggung jawab memotivasi, memfasilitasi, mendidik dan melatih peserta didik. Salah satu cara mengatasi masalah yang dialami oleh peserta didik adalah dengan meningkatkan nilai-nilai karakter, dengan adanya nilai-nilai karakter, diharapkan peserta didik dapat menunjukkan sikap-sikap yang religi. Demikian juga dengan belajar. Belajar yang dilakukan dengan nilai-nilai karakter islami akan membawa hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan belajar yang dilakukan tanpa adanya nilai-nilai karakter yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dan peranan guru dalam menanamkan karakter kepada peserta didik. Kata Kunci: Strategi, Peranan, Karakter, Tenaga Pendidik, Peserta Didik
KONFLIK POLITIK PADA MASA KHALIFAH USTMAN BIN AFFAN
Permasalahan konflik politik mulai terjadi pada masa pemerintahan kh al ifah us tman bin affan. K are na se be lu m kekhal if ahan yg ke ti ga i n i p e r m a s a l a h a n p o l i t i k b a i k b a i k s a j a d s e b a b k a n k h a l i f a h sebelumnya memiliki prestasi yg luar biasa terhadap perkembangan i sl am . B ai k dal am h al ekon om i , bu day a, e ks p an s i wi lay ah, sos i al , keagamaaan dan hal lain yg tidak mungkin kita sebutkan satu persatu. Kem udian tim bul pertanyaaan. Apakah ini semu a me rupakan u lah us tm an bi n af fan. Se jatin ya u stm an bin af fan sos ok y g yg sang at pemurah, pemalu bahkan sangat rendah hati, karena d balik sifatnya tersebut d manfaatkan oleh sanak saudaranya demi menduduki semua j abatan p em e r in tahan d m asa kekh al i f ah an ny a. K on fl i k p ol iti k y g terjadi karena ustman bin affan memberikan jabatan-jabatan krusial kepada sanak saudaranya. Oleh sebab itu terjadi prmberontakan dari s ah abat. S e te lah m en i ng gal ny a us tman bin af fan m ul ai l ah te rj ad i pergolakan yng g lebih besar. Karena kaun kerabat d ari ustman bin a f f a n m e n g i n g i n k a n k h a l i f a h s e l a n j u t n y a m e n g a d i l i p e m b u n u h ustman. Perlu menjadi catatan bagi semuanya bahwa konflik politik yg terjadi pada masa khalifah ustman bin affan bukan karena pilih kasih ustman terh adap saudara- saud aranya. Me lain kan ker akus an para sanak saudara yang ingin menguasai semua lini pemerintaha
PERSEPSI MASYARAKAT GUNUNG MERIAH TENTANG ZAKAT SARANG WALET
Fast traslate Icon translate Zakat memiliki hubungan yang erat dengan aspek kebaikan, ia berhubungan dengan ekonomi dan sosial. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana persepsi masyarakat Gunung Meriah terhadap zakat walet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Gunung Meriah melalui aturan Islam tentang zakat burung walet. Untuk menyelesaikan penelitian ini, penulis mendeskripsikan dan menganalisis data yang telah terkumpul, baik data primer maupun data skunder. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara. Sebagai data skunder, teknik mengamati dan membaca banyak buku, dan website yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada beberapa persepsi masyarakat Gunung Meriah mengenai zakat sarang walet di antaranya: (a) masyarakat tidak mengakui akan kewajiban zakat sarang walet (b) masyarakat ada yang mengakui wajib zakat sarang walet namun enggan mengeluarkan zakatnya dengan alasan mereka mengikuti orang tuanya yang tidak pernah mengeluarkan zakat sarang walet baginya orang tua lebih tau dari anaknya, dan ada yang beralasan orang yang lebih kaya yang memiliki rumah walet tapi tidak mengeluarkan zakatnya maka diikutinya, anggapan seperti ini sudah ada sejak tahun 2006. (b) sebagian kecil masyarakat yang memiliki rumah walet mengeluarkan zakatnya setiap tahun bertepatan di bulan ramadhan dengan alasan agar lebih berkah, kadar yang dikeluarkan muzakkī seikhlas hati (c) sebagian masyarakat Gunung Meriah mengeluarkan zakatnya tidak sesuai dengan ajaran Islam, dimana mereka memberikan kepada kaum kerabat dan saudara kandung dengan tanpa melihat apakah mereka berhak menerima zakat atau tidak
PEMBEBANAN UANG HANTARAN DALAM MAHAR NIKAH (Studi Analisis Menurut Fiqh Syafi’iyyah)
Uang hantaran adalah uang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada calon mertua untuk kebutuhan perkawinan yang memiliki dampak positif dan dampak negatifnya. Dampak negatif uang hantaran terlihat ketika ditetapkan pada jumlah yang tinggi pada calon laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan memiliki berbagai tanggungan sehingga kesulitan untuk menabung. Tidak sedikit juga pasangan yang ingin mendirikan rumah tangga terpaksa menunda perkawinan akibat tingginya jumlah uang hantaran yang telah ditetapkan dari pihak perempuan. Perkawinan Merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw yang juga merupakan perbuatan yang dianjurkan Allah Swt kepada hambanya. Dalam pandangan Islam perkawinan merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah Swt karena perkawinan bertujuan untuk menciptakan keluarga yang tenteram, damai dan sejahtera lahir dan batin.Yang menjadi rumusan masalah adalah apa saja yang menyebabkan dasar pembebanan uang hantaran dalam mahar nikah dan bagaimana pandangan fiqh syᾱfi’iyyah terhadap pembebanan uang hantaran dalam mahar nikah. Yang menjadi tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui bagaimana dasar-dasar pembebanan uang hantaran dalam mahar nikah dan untuk mengetahui bagaimana tindak lanjut fiqh syᾱfi’iyyah terhadap dasar-dasar pembebanan uang hantaran dalam mahar nikah. Teknik penelitian dalam setiap penulisan karya ilmiah harus mempunyai metode dan cara tertentu sesuai dengan penelitian yang hendak dibahas, penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif, Dengan melihat kepada kaidah-kaidah fiqhiyyah yang telah digunakan dan melihat kepada dampak-dampak yang timbul dari penetapan uang hantaran yang tinggi serta bertentangnya dengan syarat ‘urf yang sahih bisa disimpulkan bahwa hukum uang hantaran yang tinggi tidak sesuai sebagaimana yang seharusnya berlaku. Maka, penetapan uang hantaran yang tinggi telah membebankan laki-laki yang ekonominya menengah ke bawah dan yang memiliki tanggungan untuk melangsungkan pernikahan
PERAN HUMAS (PUBLIC RELATIONS) PADA BIDANG PENDIDIKAN
Dewasa ini pembahasan mengenai humas dalam lembaga pendidikan masihbelum difungsikan secara baik oleh lembaga pendidikan terutama dalamlembaga pendidikan Islam. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya informasidan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengelola atau pelaksana dalamlembaga tersebut kecuali mungkin dilevel pendidikan Tinggi sudah ada stafatau petugas sendiri bagian humas. Fungsi humas untuk lembaga pendidikansangatlah penting. Karena dengan adanya humas yang baik, lembagapendidikan dapat melanjutkan eksistensi lembaganya supaya bisamenggunakannya sebagai salah satu cara yang efektif untuk membuatlembaganya menjadi “ada” dan mempunyai citra (image) yang baik dimasyarakat. Konsep dan aplikasi humas dalam suatu lembaga pendidikanbisa dan relatif mudah untuk dilaksanakan. Yang penting dalam hal ini adalahadanya keinginan dari lembaga tersebut untuk sadar akan fungsi dan tugaskehumasan. Masalah sumber daya manusia (SDM) dan peran sertamasyarakat (stakeholder) untuk merealisasikan lembaga sekolah yang memilikicitra (image) yang baik disinyalir menjadi problem utama di lembaga pengertianantar kedua belah pihak dan memiliki rasa toleransi. Berdasarkan beberapapenjelasan di atas, maka yang dimaksud dengan pengembangan lembagapendidikan Islam adalah suatu upaya yang sistematis dalam merencana,mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan lembaga pendidikan dengansegala aspeknya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien agar seluruhkomponen sistem lembaga pendidikan Islam berkembang kearah yang lebihbaik, lebih bersar dan lebih sempurna
ASAS ALAMTOLOGI: PENGENALAN "ISTILAH" SEBAGAI ASAS PERMULAAN KAJIAN DALAM DISIPLIN ILMU
Kajian ini perlu dikaji untuk memahami makna daripada istilah. Penamaan sesuatu yang wujud merupakan sebuah istilah yang diberikan kepada nama tersebut supaya dapat dikenal secara pasti terhadap nama sesuatu unsur tersebut. namu dalam kajian ini peneliti menjelaskan secara jelas tentang bagaimana menamakan sebuah istilah terhadap sesuatu benda tersebut secara tepat. Dengan demikian, istilah yang diberikan tersebut bukan atas sangkaan ataupun dugaan, namun istilah merupakan sebuah nama yang tepat kepada sesuatu benda tersebut serta dapat dibuktikan secara saintifik dan sistematis. Huraian dan penjelasan ringkas mengenai pembangunan penyelidikan serta disiplin ilmu adalah merujuk kepada disiplin ALAMTOLOGI. Hal ini sistem pembangunannya dengan cara merujuk kepada alam sekeliling sebagai panduan asas. Alamtologi merupakan suatu disiplin ilmu yang sedang giat berkembang. Ianya merujuk secara langsung kepada hukum alam semulajadi agar semua pembangunan dan penyelidikan teknologi selaras dengan ciri-ciri asas medium tertentu yang memastikan ianya tidak bercanggah dengan cara alam semulajadi berinteraksi dan sebagainya, serta pengenalan asas pada istilah sangat penting dipahami untuk mengenal sesuatu yang menjadi objek dalam kajian ALAMTOLOGI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ISTILAH adalah perubahan dari hasil kaitan atara unsur-unsur yang terisi dalam satu bekas. Perubahan dihasilkan daripada proses penggabungan antara dua unsur atau lebih, seperti penyebutan air kopi merupakan gabungan daripada air, biji kopi, dan gula. Oleh karena itu perlu dipahami bahwa pernyataan istilah dalam disiplin mempunyai landasan hukum. Hukum istilah ada 4 (empat) yaitu bekas, isi, kaitan dan matlamat. Kata Kunci: Alamtologi, pengenalan, asas, istilah
METODOLOGI FUNGSIONALISASI AL-SAM'U DALAM PENDIDIKAN ANAK MENURUT AL-QURAN
Al-sam’u merupakan indra pertama yang sangat berpotensi dalam memperoleh pengetahuan. Hal ini dapat diketahui dari penyebutan kata-kata al-sam’u lebih awal dari kata al-basaru dan disebut dalam al-Qur’an sebanyak 33 kali secara bergandengan. Tentu ini bukanlah kebetulan belaka tetapi memiliki hikmah tersendiri di antaranya, pendengaran lebih utama dari penglihatan, pendengaran sudah berfungsi sejak dalam kandungan, dan pendengaran tidak pernah istirahat. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui makna al-sam’u dalam perspektif al-Qur’an, mengetahui sejauhmana al-Qur’an menawarkan potensi al-sam’u dalam hubungannya dengan proses pendidikan anak dan metodologi fungsionalisasi al-sam’u. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan mawdu’iy (tematik) yang menelaah ayat-aya tal-sam’u yang menjadikan kajian dalam tulisan ini. Dari pengklasifikasiannya, al-sam’u memiliki makna: ke-Mahadengaran Allah, indra pendengaran, suatu kegiatan, memahami dan menaati, tahu tetapi tidak paham, dan al-sam’u bermakna perintah mengamati fenomena alam. Al-sam’u berpotensi sebagai sarana utama dalam memperoleh pengetahuan dan sarana yang membantu anak berbicara. Metodemetode yang digunakan dalam fungsionalisasi al-sam’u adalah metode memperdengarkan azan dan iqamat, metode membaca al-Qur’an, metode bercerita, metode mengikutsertakan dengan ucapan, metode berdiskusi, dan metode lagu. Kata Kunci: Al-Quran, Al-Sam’u dan Pendidikan Anak