Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
JUAL BELI SALAM PADA ZAMAN MODERN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
Dalam akad jual beli as-salam di zaman modern memiliki perbedaan dengan akad jual beli as-salam pada masa klasik. Dalam akad jual beli as-salam di zaman modern ini konsep khiyar tetap diberlakukan tetapi hanya dengan syarat khiyar dan khiyar 'cacat, karena khiyar majelis tidak memungkinkan, melibatkan jarak jauh dan jangka waktu pendek dengan sistem modern. Sedangkan dalam transaksi jual beli salam dalam khiyar klasik ketiga tetap sah, karena dalam melakukan transaksi pembeli dan penjual langsung bertemu di tempat akad. Penelitian ini juga membahas tentang penjaminan dalam akad jual beli as-salam di zaman modern ditinjau menurut hukum Islam yang hukumnya wajib. Mayoritas ulama kontemporer membolehkan penjaminan dalam akad jual beli as-salam, guna membantu meringankan beban orang yang berhutang dan bertujuan untuk menghindari permusuhan, perkelahian, dan penipuan antara kedua belah pihak
PELAKSANAAN MEDIASI KONFLIK PERCERAIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH ACEH DILIHAT DARI PELUANG DAN TANTANGAN
The increasing number of divorces in Aceh Province is a concern for all of us for family resilience. There are many factors that can trigger a divorce, but all of the settlement processes must be submitted to the Mahkamah Syar’iyah as the official institution that oversees it. In an effort to resolve divorce cases, there are several processes that must be carried out, one of which is mediation. From several searches by researchers, the mediation efforts that have been carried out are still relatively ineffective. Therefore this study aims to further examine the implementation of divorce conflict mediation at the Mahkamah Syar’iyah Aceh and to see what are the opportunities and challenges of carrying out this mediation. This research is a library research with qualitative descriptive techniques. Data collection techniques are carried out through content analysis techniques. The results of the research will be presented in the form of a descriptive narrative in an easy-to-understand form. The results of this study indicate that there are still many challenges in conducting divorce mediation at the Mahkamah Syar’iyah Aceh. Besides that, there are also opportunities that can be optimized for the success of divorce mediation at the Mahkamah Syar’iyah Aceh
KEADILAN DALAM POLIGAMI MENURUT HUKUM ISLAM DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT KOTA SABANG
As with the marriage system in Indonesia, which adheres to a monogamous system, there is also another system, namely the polygamous system where a husband may have more than one, two, three or more wives. The scholars differ on the provisions and laws of polygamy. Among them there are those who approve of polygamy and there are also those who prohibit polygamy, except out of necessity (as rukhshah) under certain conditions. What is certain is that Islamic law does not prohibit polygamy absolutely (haram) and also does not recommend absolutely (mandatory). Some opinions state that the principle of justice in polygamy is not just quantitative justice, such as giving material or rotating time between wives, but includes qualitative justice, namely love which is the foundation of domestic life. The purpose of this research is to find out the meaning of the fair concept of polygamy according to Islamic law and also to find out how to apply polygamy correctly according to Islamic law today. Based on the data from the analysis, it can be concluded that in principle Islamic law allows polygamy in a marriage with various fairly strict requirements, polygamy is prescribed as other provisions of Islamic law are for the benefit of mankind. From this it must be realized that a man may practice polygamy as long as he can realize the benefit. However, if he cannot realize the benefit of doing polygamy, then he is prohibited from polygamous. The concept of fairness in polygamy is not only difficult to live by, but contains more harm than good. The difficulty of creating a harmonious life, because humans will in essence always feel lacking. And Fair in polygamy is very difficult to live in today's life.Keywords: Justice, Polygamy, Law, Islam, and Society
Analisis Pemahaman Guru terhadap Komponen Proses Pembelajaran pada Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Jenjang Madrasah Tsanawiah (MTs)
Educational interactions lead to a learning process that occurs, namely being aware of the purpose of the interaction. The interaction starts from the teacher and pedagogically learning occurs in students, through a systematic process such as the stages of design, implementation, and evaluation. The importance of teacher understanding in the learning process so it is important to understand, so that the education is good and quality. This article aims to discuss the teacher's understanding of the learning process. This research uses descriptive quantitative method. Data collection was carried out by means of a questionnaire/questionnaire through google forms and interviews. The results of the study indicate that the understanding of teachers who teach PAI and those who do not have a value or score that is not maximal in understanding the 4th and 5th statements and for the existing condition, namely the 2nd indicator.Interaksi yang edukatif memunculkan adanya proses pembelajaran yang terjadi, yaitu sadar tujuan dari adanya interaksi. Interaksi dimulai dari guru dan secara pedagogis terjadi pembelajaran pada peserta didik, melalui proses yang sistematis seperti tahapan rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pentingnya pemahaman guru di dalam proses pembelajaran sehingga penting untuk dipahami, sehingga pendidikan tersebut baik dan berkualitas. Artikel ini bertujuan membahas pemahaman guru terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan kuesioner/angket melalui google form dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemahaman guru yang mengajar PAI maupun yang tidak, memiliki nilai atau skor yang belum maksimal dalam memahami pernyataan ke-4 dan ke-5 dan untuk kondisi eksisting yaitu indikator ke-2
Dimensi Nilai-Nilai Moral dalam Buku Ajar Aqidah Akhlak Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah
This article aims to map the moral values contained in the textbook on Aqidah Akhlak, Class VIII of Madrasah Tsanawiyah. That is, the writer wants to see the form of moral values, their categorization, and their relevance to everyday life. The method used in this study is library research with the following stages: 1) read the entire Aqeedah Akhlak textbook; 2) mark and categorize moral values, morals, and attitudes; 3) summarize and classify the relevance of moral values to everyday life. This study shows that the moral values in the Aqidah Akhlak textbook for class VIII consist of two main relationships that become the foundation of moral values that are connected to one another, namely: Hablum minallah and Hamlum minan nass. These two categories of relationships give rise to several moral values, namely: 1) Hablum minallah: having faith, and 2) Hablum minan nass: having good prejudice towards others and having compassion. Therefore, it can be concluded that moral values form the foundation for everyday behavior and attitudes that are emphasized by every student in their daily lives. The two foundations of this relationship become an identity for every Muslim.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memetakan nilai moral yang terkandung dalam buku ajar Aqidah Akhlak Kelas VIII Madrasah tsanawiyah. Artinya, penulis ingin melihat wujud nilai moral, kategorisasi dan relevansi dengan kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah riset pustaka dengan tahapan sebagai berikut: 1) membaca secara keseluruhan buku teks Aqidah Akhlak; 2) menandai dan mengategorisasi nilai akhlak, moral dan sikap; 3) Menyimpulkan dan mengklasifikasi relevansi nilai moral dengan kehidupan sehari-hari. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai moral dalam buku teks Aqidah Akhlak kelas VIII terdiri dari 2 hubungan utama yang menjadi fondasi nilai moral yang saling terhubung satu dengan yang lainnya, yaitu: Hablum minallah dan hamlum minan nass. Dua kategori hubungan tersebut menimbulkan beberapa nilai moral yaitu : 1) Hablum minallah: beriman, dan 2) hablum minan nass, berprasangka baik kepada orang lain, berkasih sayang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai moral menjadi fondasi bagi perilaku dan sikap sehari-hari yang ditonjolkan oleh setiap murid dalam keseharian mereka. Dua fondasi hubungan tersebut menjadi identitas bagi setiap muslim.
HADITS TENTANG PENDIDIKAN SEKS DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL
The development of technology and information is absorbed by various groups and ages. Early childhood and adolescents have been able to apply gadgets whose impact is not only positive things but also leads to negative things such as pornography. This resulted in many cases such as sexual harassment and underage sexual practices among students. Sex education is also the responsibility of the learning environment. Sex education generally includes an introduction to sexual expression, sexual management and controls that must be had to stem the negatives themselves. This is basically contained in the hadiths in islamic treasures. In general, hadith conveys the importance of sexual education lines. However, very few educational institutions introduce or teach sex education because of taboos and the assumption of impropriety in talking about sexual problems in the school room. This research was conducted based on literature studies and documents that help researchers to see the content of hadith about the importance of sexual education in the learning environment.AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi diserap oleh berbagai golongan dan umur. Anak usia dini dan remaja telah mampu mengaplikasikan gawai yang dampaknya bukan hanya hal-hal positif namun juga mengarah pada hal-hal negatif seperti pornografi. Hal ini mengakibatkan banyaknya kasus-kasus seperti pelecehan seksual dan praktik seksual di bawah umur pada kalangan siswa/i. Pendidikan seks juga adalah tanggung jawab dari lingkungan belajar. Pendidikan seks umumnya mencakup pengenalan pada ekspresi seksual, pengelolaan seksual dan kontrol yang harus dimiliki untuk membendung diri hal-hal negatif. Hal tersebut pada dasarnya terdapat dalam hadis-hadis dalam khazanah Islam. Secara umum, hadits menyampaikan akan pentingnya lini-lini pendidikan seksual. Namun, sangat sedikit institusi pendidikan mengenalkan atau mengajarkan pendidikan seks karena perihal tabu dan anggapan akan ketidakpantasan membicarakan masalah seksual dalam ruang sekolah. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada studi kepustakaan dan dokumen-dokumen yang membantu peneliti untuk melihat kandungan hadits perihal pentingnya melakukan pendidikan seksual di dalam lingkungan belaja
TINJAUAN YURIDIS PERNIKAHAN SIRRI BERDASARKAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Studi Kasus KUA Kecamatan Kemeiling)
Pernikahan merupakan suatu peristiwa sakral yang akan dialami hampir kepada setiap orang, pernikahan akan menentukan status seseorang ditengah masyarakat sebagai seseorang yang telah memiliki seorang istri yang sah dimata hukum, namun jika pernikahan tersebut dilakukan secara sah menurut agama dan negara, saat ini banyak orang melakukan pernikahan hanya dilaksanakan berdasarkan agama saja dengan mengenyampingkan pelaksanaan pernikahan berdasarkan undang-undang atau yang sering disebut dengan nikah sirri, nikah sirri merupakan pernikahan yang dilakukan hanya menurut agama islam saja dan tidak terikat terhadap negara, oleh karena itu kedudukan seorang wanita yang dinikahkan sirri tidak kuat atau lemah dimata hukum.
Implementasi Pemidanaan Bagi Pelaku Tindak Pidana Manipulasi Dokumen Elektronik Dengan Tujuan Seolah-Olah Otentik (Studi Putusan Nomor : 593/Pid.Sus/2020/PN.Tjk)
Perkembangan pada ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang positif ini bisa dilihat semakin mudah kehidupan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan cepat, namun bukan hanya dampak positif saja dampak negatif juga turut erkembang dalam kemajuan teknologi salah satunya dampak dalam perkembangan hukum yaitu hukum pidana, salah satu bentuk dampak dari berkembangnya teknologi yaitu pada kasus tindak pidana yang terjadi di dalam masyarakat adalah tindak pidana yang memiliki manipulasi dokumen elektronik dengan tujuan seolah-olah otentik di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik, apa Faktor Penyebab Pelaku Melakukan Tindak Pidana memanipulasi dokumen elektronik seolah asli dan bagaimana Implementasi Pemidanaan terhadap pelaku
FAKTOR KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT SUKA MAKMUR DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
Pencapaian target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur tidak dapat dijadikan acuan atau ukuran untuk menentukan tingkat kepatuhan karena kurangnya kesadaran diri wajib pajak dalam membayar pajak. Sehingga perlu adanya penyuluhan langsung dari petugas desa atau petugas kecamatan setempat untuk dapat mengajak masyarakat dan memberikan sosialisasi pentingnya membayar pajak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa yang menjadi Faktor ketidakpatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan di Desa Suka Makmur? Tujuan penelitian ini untuk membahas faktor apa saja yang membuat tidak membayar pajak bumi dan bangunan. Jenis penelitian yang sesuai adalah penelitian lapangan (field Research). Teknik pengumpulan data penelitian adalah Wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : Faktor ketidakpatuhan masyarakat terhadap pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur disebabkan ketidaktahuan dan ketidaksadaran masyarakat terhadap peraturan atau kewajiban untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan karena rendahnya pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Suka Makmur tentang paja
PENDEKATAN METODE MASLAHAH MURSALAH TERHADAP AKAD IJARAH MUNTAHIYA BIT TAMLIK (IMBT)
Salah satu praktik lembaga keuangan syariah menggunakan akad sewa beli atau disebut dengan Ijarah Muntahia bi Tamlik (IMBT). IMBT atau sewa beli bisa digunakan dalam praktik pinjaman konsumtif untuk mendapatkan barang melalui sewa yang berakhir dengan kepemilikan oleh si penyewa. Objek kajian ini membahas tentang bagaimana gambaran, pengertian, rukun dan syarat akad IMBT. Selanjutnya juga membahas tantang bagaimana hukum akad IMBT dilihat dari sudut pandang maslahah mursalah. Hasilnya menjelaskan jasa pembiayaan yang ditawarkan oleh lembaga keuangan bank salah satunya sewa guna usaha (leasing), dimana kegiatan pembiayaan ini berdasarkan prinsip syariah yang menggunakan akad Ijarah dan Ijarah Muntahiyah Bittamlik. Jadi al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik adalah perjanjian untuk memanfaatkan (sewa) barang antara bank dengan nasabah dan pada akhir masa sewa, nasabah akan memiliki barang yang telah disewakannya. IMBT juga merupakan perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang ditangan si penyewa. IMBT dalam penerapannya menjadi dua cara: Pertama, pihak yang menyewakan akan berjanji akan menjual barang yang disewakan tersebut pada akhir masa sewa. Kedua, pihak yang menyewakan akan berjanji akan menghibahkan barang yang disewakan tersebut pada akhir masa sewa