Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
ACTUALIZATION OF ISLAMIC VALUES IN THE FORMATION OF CHARACTER OF SENIOR HIGH SCHOOL ERA NOW
The moral decline of the younger generation needs more intensive handling and need to instill moral values as early as possible, including in Aliyah madrassas. The problems faced by students today are more complex than before, the phenomenon of association and student clothing today is very unsettling to the world of education, therefore the role of teachers as educators in madrasas is very central and strategic in changing phenomena that occur today, not just limited to energy educators in madrasas even teachers become parents of students when parents have entrusted their children to be educated and always advise in truth and advise in patience, so that in madrasas still maintain an academic culture based on Islamic values. Educational institutions are not only obliged to improve academic quality, but also responsible for shaping the character of students. Academic quality and good character building are two integral missions that should receive the attention of educational institutions. However, the economic and political guidance of education led to an emphasis on academic achievement overcoming the ideal role of educational institutions in character formation. Habit in moral cultivation is an important stage that should accompany the development of each subject. Teaching morals without habituation does so, it only sows seeds into the middle of the ocean, because morals are not just knowledge, but moral habituation. Facilitation trains students to overcome these problems. Activities undertaken by students in implementing facilitation methods have a positive impact on the personality development of students
ZINA CRIMINAL ACTION SYSTEM (Analysis of the Criminal Procedure Book and Law Qanun for Aceh Jinayah Procedure)
The purpose of considering is to explain the proof of opinion in the Criminal Procedure Code and the Jinayat Procedural Qanun, the position of proof of the defendant's recognition, and the mechanism in the Jinayat Procedural Qanun. The method used is normative juridical, with secondary data as supported data. The results showed the strength of the proof of the statement in the Criminal Procedure Code and the Qanun of the Jinayat Procedural Law had several differences, including the number of elections in the Criminal Procedure Code of at least two witnesses while in the Jinayat Procedural Qanun, specifically for adultery of at least four witnesses. The position of the defendant's acceptance in proving that adultery is preferred because it must be approved to be removed from sin. The admission process is divided into two, namely outside and inside the trial, outside the trial begins at the examination process at the education level, the prosecution and in the Court of the panel of judges asking again about the recognition. While the permission was received by the defendant in the trial. The defendant requested and requested permission to be uqubat hudud
PERLINDUNGAN PERUSAHAAN SEKURITAS TERHADAP INVESTOR SECARA ELEKTRONIK DAN PROBLEMATIKA (Studi Perundang-Undangan dan Hukum Islam)
Perusahaan Efek yang dapat melakukan kegiatan usaha menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal adalah perseroan yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasal 31 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sehingga ketidakstabilan pada pasar modal perlu ada yang bertanggung jawab. penelitian ini bertujuan untuk lebih mendalami tentang distorsi seperti tadlīs, gharar, maysir, ihtikar dan bay‘najasy. Begitu juga dengan tanggung jawab dari perusahaan sekuritas dalam perdagangan saham secara elektronik apabila terjadi permasalahan misalnya wanprestasi dan bagaimana bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh perusahaan sekuritas terhadap investor dalam perdagangan saham secara media elektronik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode normatif karena penelitian mempelajari bahan hukum dan peraturan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa wujud unsur-unsur yang dilarang di atas bisa beragam dalam praktiknya di sekuritas. Unsur tadlīs bisa berwujud insider trading, cross trading, front trading dan churning. Netting mengandung unsur gharar, begitu juga insider trading. Perilaku spekulasi di pasar sekunder mengandung unsur maysir. Short selling mengandung unsur ihtikar, begitu juga netting di samping mengandung unsur gharar juga mengandung unsur ihtikar. Praktik bay‘ najasy ada dalam cornering, wash sale, juga short selling yang di samping mengandung unsur ihtikar juga mengandung unsur bay‘ najasy. Oleh karena itu investor yang terlibat pada sekuritas perlu bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh perusahaan sekuritas. Perlindungan hukum yang diberikan kepada investor terdapat dalam dua bentuk yaitu dengan memberikan preventif dan represif. Penyelesaian wanprestasi pada perdagangan saham secara elektronik dapat dilakukan dengan cara ligitasi apabila upaya hukum non ligitasi tidak dapat menyelesaikan sengketa antara para pihak
KONSEP KAFA’AH DALAM PERKAWINAN DAN URGENSINYA DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA MENURUT FIKIH MAZHAB
Kafa’ah merupakan faktor yang penting dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, warrahmah, karena keluarga Islami itu dapat membentuk masyarakat muslim. Adapun kafa’ah itu walau bukan merupakan syarat sah dalam pernikahan, namun ia merupakan peran yang besar bagi menjaga keharmonisan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsep kafa’ah dalam perkawinan dan urgensinya dalam rumah tangga menurut ulsms mazhab. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu menggambarkan dan menguraikan semua persoalan yang ada secara umum, kemudian menganalisa, mengklasifikasikan, dan berusaha mencari pemecahan yang meliputi pencatatan dan penguraian terhadap masalah yang ada berdasarkan data-data yang dikumpulkan. Sedangkan metode pengumpulan data penulis lakukan dengan studi kepustakaan (library research) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan menelaah dan membaca sumber-sumber yang mempunyai relevansi dengan judul penelitian ini. Untuk pengolahan data yang sudah diperoleh yang dijadikan sebagai data primer adalah sumber-sumber dari kitab-kitab Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun para ulama’ berselisih pendapat namun mayoritas telah sepakat bahwa kafa’ah merupakan hak wanita dan walinya karena wanita merupakan pilar yang kuat dalam keluarga dan memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun rumah tangga muslim. Justru kafa’ah dalam hal akhlak dan agamis merupakan hal utama yang harus dilihat oleh masyarakat muslim karena ianya memberi dampak yang positif kepada kemaslahatan masyarakat masa kini
KEMITRAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ORANG TUA DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana kerjasama yang dilakukan antara guru Pendidikan Agama Islam dengan Orang Tua siswa di SMK Negeri 1 Penanggalan khususnya dalam pembinaan keagamaan siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun hasil penelitian ini yaitu: (1) Bentuk kerjasama orang tua dengan guru dalam pembinaan keagamaan siswa berupa: melakukan konsultasi secara langsung antara guru dan orang tua melalui buku monitoring, melakukan kunjungan guru ke rumah orang tua siswa, melakukan komukasi via telepon/handphone dan pertemuan dengan wali murid pada setiap pembagian raport di akhir semester; (2) Upaya-upaya yang dilakukan oleh guru dan orang tua dalam pembinaan keagamaan siswa adalah memberikan contoh sifat keteladanan, memberikan contoh sifat kedisiplinan, dan dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan yang baik dan dari orang tua berupa dengan cara membiasakan beribadah, dengan cara menanamkan kejujuran pada diri anak, serta memberikan pengetahuan agama; (3) Faktor pendukung: guru telah memiliki kemampuan mencakup kompetensi personal, sosial, dan profesional yang ditunjang dengan berbagai fasilitas sekolah seperti lingkungan kelas yang kondusif, media pembelajaran yang cukup memadai, serta berbagai program sekolah yang mendukung. Orang tua selalu memberikan nasehat secara terus menerus, selalu membiasakan anak-anak dirumah untuk menjalankan ibadah keagamaan, orang tua melakukan komunikasi yang baik dengan anak, dan orang tua secara terbuka mendukung semua proses pembelajaran. Faktor Penghambatnya adalah kurang maksimalnya guru dalam menangani siswa dikarenakan sebagian guru mengajar tidak hanya di satu tempat, sedangkan faktor penghambat yang berasal dari orang tua adalah karena sebagian dari orang tua mempunyai banyak kesibukan dan adanya kekurangan perhatian orang tua terhadap pendidikan anak di sekolah
URGENSI KAIDAH FIKIH DALAM REAKTUALISASI HUKUM ISLAM
Kehidupan manusia yang terus berkembang sesuai dengan fitrah kemanusiannya, menjadikan banyaknya kasus-kasus baru muncul tanpa ada ketentuan hukumnya baik dalam Al-Quran maupun Hadis. Dinamika masyarakat yang terus berkembang tersebut, tak sejalan dengan teks hukum yang sifatnya statis. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan adanya reaktualisasi hukum Islam. Masalah lain yang mengemuka adalah untuk melakukan reaktualisasi tetap harus ada mekanisme atau formula dalam menemukan hukum baru tersebut. Kaidah-kaidah fikih ternyata memberikan solusi konkrit akan kebutuhan metode atau cara dalam menemukan hukum (istinbath al-ahkam) itu. Dengan adanya kaidah-kaidah fikih maka diharapkan masalah-masalah kontemporer dapat ditemukan jawabannya sebagai aplikasi terhadap reaktualisasi hukum Islam
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ZAKAT SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI UMAT
Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran Baitul Mal kabupeten Pidie dalam mewujudkan pemanfaatan zakat sebagai sumber penigkatan ekonomi umat di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh, Ranah penelitian adalah Baitul Mal, mustahiq dan muzakki. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data dan menganalisa: a) strategi Baitul Mal Kabupaten Pidie dalam memaksimalkan pengelolaan potensi zakat .b) efektifitas pengelolaan zakat di Baitul Mal Kabupaten Pidie. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis-deskriptif, dimana penulis mendeskripsi dan menganalisabagaimana strategi Baitul Mal Kabupaten Pidie dalam merumuskan strategi pemafaatan potensi zakat untuk peningkatan ekonomi umat, juga penulis menganalisa efektifitas dari pengelolaan zakat untuk peningkatan ekonomi mushahik oleh Baitul Mal, tujuannya untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan analisa dari efektifitas pemanfaatan potensi zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Baitul Mal Kabupaten Pidie telah merumuskan dan menjalankan strategi yang berpotensi dapat mewujudkan peningkatan ekonomi umat lewat zakat, indikasinya dapat di lihat dari langkah-langkah penyusunan dan penerapan strategi. Di tinjau dari efektifitas peningkatan ekonomi umat, strategi yang diterapakan Baitul Mal untuk mewujudkan zakat sebagai sumber peningkatan ekonomi umat masih banyak terkendala sehingga, menurut hemat penulis strategi ini belum menuai hasil yang efektif. 2) Efektifitas zakat untuk peningkatan ekonomi umat masih belum terlihat dalam wilayah kerja Baitul Mal Pidie
SEJARAH, METODE DAN IJTIHAD HUKUM ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW
Scientists share several periods of the development of Islamic law from time to time. The periodization of Fiqh is divided into 6, namely; Minutes period, khulafaurrasyidin period, fiqh growth period, golden period, period of review and debate, and period of decline. However, the main focus of this article is tasyri 'in the period of the Prophet. There are three formulations of the problem in this research, namely: How is the history of the development of Islamic law during the period of the Prophet? What was the method of establishing Islamic Law during the Prophet's period? Did the Prophet have ijtihad ?. The purpose of this research is to find out the history of the development of Islamic law during the Prophet's period, to find out what the method of establishing Islamic law in the Prophet's period was, to find out whether the Prophet had ijtihad. The research method used was the library research method. By using normative and socio-historical approaches. The results showed that the history of the development of Islamic law during the Prophet's period was twofold, namely the Mecca period, namely before the Prophet's migration to Medina. The Medina period, which is after the Messenger of Allah moved to Medina. Meanwhile, there are three methods of determining Islamic law at the time of the Prophet, namely gradual, making laws more efficient and providing convenience and relief. As for the Prophet's ijtihad, there are two groups of opinion: the Asy'ariyah group and the majority of the Mu'tazilah saying there is no Prophet's ijtihad. The majority of ushul scholars say there is the Prophet's ijtihad
RELASI AGAMA DAN NEGARA: ANALISIS POLITIK NURCHOLISH MADJID
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ide yang dipaparkan oleh Nurcholis Madjid tentang hubungan agam dan negara. Diantaranya adalah mengenai diskursus Islam dengan nation state, Islam dan Pancasila, Islam dan Demokrasi dan Islam dan Pluralisme. Salah satu bentuk formulasi pikirannya yang terkenal adalah jargon “Islam Yes, Muslim Party No!”. Jargon ini merupakan formulasi hubungan antara agama dan negara. Jargon ini juga ditujukan agar Muslim dapat memfokuskan perhatiannya pada Islam daripada kepada Institusi-institusinya. Dengan kata lain, Nurcholis Madjid mencoba mengembalikan Islam dalam bentuk Islam yang bersifat individual daripada sebuah partai Islam
ANALISIS TERHADAP AYAT-AYAT MUTASYABIH AL-LAFZ DALAM AL-QUR’AN
Al-Qur’ân sebagai wahyu memiliki gaya bahasa yangg tinggi, keindahan dan keserasian kosa kata dalam redaksi ayat-ayatnya sangat mengagumkan bagi semua insan. Tidak dapat dipungkiri bahwa al-Qur’ân mengandung ayat-ayat yang muhkamât dan mutasyâbih. Ayat-ayat dalam al-Qur’ân terdiri dari dua bentuk, yaitu mutasyâbih al-ma‘na dan mutasyâbih al-lafz. Ayat-ayat mutasyâbih mengandung makna samar-samar dan tidak jelas dalâlahnya (al-ihtimâl wa al-isytibâh). Setelah dibahas beberapa hal yang menyangkut ayat-ayat mutasyâbih lafz dalam al-Qur’ân, dapat disimpulkan bahwa ayat-ayat al-Qur’ân yang diungkapkan dengan uslûb yang bervariasi, bukan secara kebetulan dan sia-sia. Namun hal tersebut sengaja diungkapkan sebagai bukti keunikan dan keistimewaan redaksi al-Qur’ân ditinjau dari aspek bahasanya. Setiap perbedaan yang terdapat pada redaksi ayat-ayat al-Qur’ân membawa pesan tersendiri yang tidak sama dengan ayat yang lain yang mirip dengannya. Karena setiap redaksi yang diungkapkan tersebut berdasarkan situasi dan kondisi masyarakaat pada waktu itu. Dengan demikian tidak ada redaksi ayat-ayat al-Qur’ân yang mubazir (sia-sia). Setiap kalimat atau lafz yang digunakan al-Qur’ân mempunyai makna sekalipun terkesan berulang-ulang