Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
Constraints And Challenges Of Halal Product Guarantee In The Syariate Area
Halal food plays a very big role in improving the image of Aceh Province as the only region that applies Islamic law in Indonesia. If viewed from the context of uncertainty, the implementation of halal food products in Aceh has not gone along with the implementation of the Sharia. Ironically, the guarantee of halal products as a legal umbrella for halal food products has only been legalized after 15 years of the Islamic Sharia in Aceh, precisely on December 19, 2016, Aceh has an important regulation governing halal products. This qualitative descriptive writing aims to explore and answer whether the obstacles and challenges in the implementation of guarantees for halal products, especially halal food in Banda Aceh City as the Capital City of the Shari'a. Data collection uses interviews, observation, and documentation techniques. Interviews were conducted with Banda Aceh City stakeholders and the LPPOM MPU Aceh. The results of the study show that there are several obstacles in halal certification as a form of halal product guarantee, namely: budget constraints, the absence of sanctions for entrepreneurs who do not have halal certificates and halal certificates have not had a significant impact on business actors, limited resources or auditors in the industry. LPPOM MPU, as well as a relatively long time required by business actors in completing administrative requirements. The challenge is the existence of halal stigma formed in the community and the commitment of the auditors. Therefore, stakeholders' seriousness is needed starting from regulation to oversee the implementation of halal food products that will have implications for the tasks, principal, and functions together and be able to open the mindset of halal product guarantees that exist in the community of Banda Aceh City
THE ROLE OF RECITE CULTURE IN FORMING SANTRI BEHAVIOR IN THE TPA SUBULUSSALAM BANDA ACEH
The formation of behavior in accordance with the national culture is certainly not solely carried out in the family and at school, but also through a series of study activities such as habituation in life though religious behavior, honesty, discipline, tolerance, hard work, peace, and reponsibility. The problem in this paper is, how is the role of recite culture in forming santri behavior in the TPA Subulussalam Banda Aceh? and what are the obstacles encountered in recite culture in the formation the behavior of santri in the TPA Subulussalam Banda Aceh? To answer this problem, this study uses a qualitative approach with a total of 5 people consistinf of the director, 2 ustaz/ah, and 2 santri, data collection was carried out using observation, interviews and documentation techniques. The results of this study indicate that the culture of recite plays an important role forming the behavior of santri, this is because the culture of teaching is assosiated with attitude and norms that are in accordance with religious guidance. The recite culture is applied in TPA Subulussalam Banda Aceh in the form of the asar prayer in congregation, shaking hands with teacher, smiling, speaking politely, closing genitals, reading prayers before learning, tahfīdh, apologize to the teacher at the end of the teaching and learning process. The culture of recite is applied in order to shape the behavior to be better. The obstacles experienced in the application of the recite culture in forming the behavior of santri are influenced by the environment, social media, lack of time for students to recite, and lack of awareness of the santri themselves
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP LARANGAN PERKAWINAN SE-MARGA DI DESA LAE BALNO DANAU PARIS ACEH
Fast traslate Icon translate Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tentang larangan perkawinan se-marga di Desa Lae Balno Aceh dalam pandangan hukum Islam. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, larangan perkawinan semarga pada masyarakat di Lae Balno disebabkan, pertama, adat istiadat, kedua, dianggap seperti menikahi adik kandung sendiri ketiga, pernikahan semarga mengakibatkan keturunan tidak baik, seperti cacat dan IQ yang lemah, dan bagi yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi yang sangat tegas dengan cara dibunuh seperti yang terjadi pada masa nenek moyang tempo dahulu, dan bagi yang melanggar di era sekarang akan diusir dari kampung halaman. Pandangan tokoh masyarakat Lae Balno beragam, ada yang mengatakan tidak boleh menikahi wanita yang satu marga dan disisi lain ada yang menyatakan boleh dengan alasan tidak ada larangan dalam Islam Adapun solusi agar pemahaman masyarakat Lae Balno terhadap pernikahan sesuai dengan ajaran Islam maka dilakukan beberapa langkah pertama, meningkatkan pendidikan Islam kedua para tokoh agama, tokoh masyarakat, da’i memberikan penjelasan terkait hukum pernikahan semarga sehingga seiring dengan waktu pemahaman tentang pernikahan yang benarlah yang tertanam dalam jiwa mereka.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA DARING SEBAGAI DAMPAK PANDEMI COVID 19 DI STIT HAMZAH FANSURI KOTA SUBULUSSALAM ACEH
Meningkatnya wabah pandemi covid 19 dari bulan Februari sampai saat ini para civitas pendidikan guru dan dosen diseluruh dunia,mengembang kan media pembelajaran dalam dunia online atau maya agar peserta didik mereka bisa melanjutkan pendidikan secara efektif dan regular.Bukan hanya itu saja,bahwa perkembangan pendidikan saat ini dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu teknologi informasi yang ikut berperan dalam dunia pendidikan adalah pembelajaran daring. Pembelajaran daring berfungsi sebagai penghubung antar pendidik dengan siswanya dengan jaringan internet yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Media daring yang digunakan subjek penelitian adalah bermacam- macam (WhatsApp, Google Classroom, Website,zoom dan sebagainya).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas dalam pemebelajaran daring bahasa inggris di STIT Hamzah Fansuri Kota Subulussalam. Metode yang dikumpulkan dalam pengumpulan data adalah menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa di semester II prodi Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa di STIT-HAFAS 20% lebih efektif dalam belajar daring sedangkan 80 % tidak efektif.Kesimpulannya pembelajaran bahasa Inggris melalui daring di STIT-HAFAS tidak efektif karena berbagai begitu banyak mahasiswa kesulitan dengan dampak negati
TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN DALAM ISLAM
Pada hakikatnya pendidikan adalah salah satu kewajiban yang mesti dituntut oleh setiap muslimin dan muslimat. Ajaran Islam tidak membiarkan umatnya terkebelakang, jahil, dan miskin khususnya miskin ilmu pengetahuan. Pendidikan adalah upaya orang-orang yang memiliki ilmu dan memiliki tanggung jawab terhadap pencerdasan bangsa /generasi muda. Oleh karena itu siapapun dia jika telah memiliki ilmu pengetahuan, maka wajib baginya untuk memberikannya atau mengajarkannya kepada orang lain yang belum memiliki ilmu. Dalam Islam, pendidikan itu adalah suatu model pendidikan yang disandarkan kepada al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw. Dengan kata lain bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan yang menciptakan manusia yang bertakwa kepada Allah swt, berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam kehidupan di dunia ini. Tanggung jawab pendidikan dipundakkan pada adanya kepedulian keluarga pada tingkat awal, kemudian adanya kepedulian masyarakat dan komponen bangsa lainnya secara terpadu. Manusia ini perlu diberikan pendidikan karena ianya memiliki potensi yang bisa saja menjurus kepada kebaikan dan keburukan, dan setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini merupakan amanah Allah yang perlu dijaga dan diurus dengan baik serta diberikanpendidikan/ilmu yang cukup sehingga ianya mengenal antara yang halal dan haram, yang baik dan buruk, disamping mengenal Allah sebagai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta seluruh isinya dan juga mengenal dirinya sendiri. Oleh karena itu setiap orang tua harus melaksanakan tanggung jawabnya terhadap pendidikan anak hingga mereka mengenal mana yang baik dan mana yang buruk (halal-haram). Demikian pula tanggung jawab orang tua agar anak mengenal akhlak yang baik (akhlak mahmudah) dan akhlak yang buruk (akhlak Mazmumah), sehingga dalam kehidupannya bisa mengamalkan akhlak mulia dan menjauhi akhlak yang buruk atau jahat
THE HISTORY OF THE KING'S JURISDICTION AND THE RIGHT OF THE KING'S AUTHORITY IN JUDGING (An Interpretation of the Origins of Civil and Criminal Cases)
Judiciary in the Airlangga era was held by the king himself, and corporal punishment was only imposed by the king and on robbers and thieves. However, it also becomes a reality, justice in ancient times was also carried out by certain officials. In fact, in royal territorial law units, the head of the unit also carries out the judiciary based on customary law. Some of the results of research by Dutch experts on the existence of a separation of the judiciary during the kingdom era in Indonesia, such as the pradata court and the unified court. Pradata cases were tried or decided by the king himself while unified cases were tried by royal officials. Therefore, the author wants to examine why the king's court is different from the court of certain officials within the kingdom. So based on the results of this study, the Pradata case is a case that endangers the crown, security, and order of the kingdom, for example creating riots in the kingdom, committing murder, persecution, robbery, and others. Whereas Padu cases are cases concerning individual people's interests, for example, disputes between communities that cannot be reconciled amicably, then cases like these are tried by royal officials. The reason for distinguishing the king's court from the official court is because the cases handled by the king's court are urgent and threaten the stability and integrity of the kingdom so that the handling must be strictly enforced by the king himself. While the judiciary officials handle cases of community disputes and these cases do not threaten the existence of the kingdom, so the handling is less urgent so they are left to the officials
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN FIKIH IBNU HAZM DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEKINIAN
Islam adalah agama paripurna yang mengatur segala aspek kehidupan manusia dalam rangka mewujudkan tugasnya sebagai khalifah di permukaan bumi. Aturan Islam telah tertuang dalam sumber yang telah Rasūlullāh SAW tinggalkan empat belas abad yang silam yaitu al-Qur’an dan hadith. Dengan menyebarnya para Sahabat ke berbagai daerah, sehingga melahirkan banyak cendikiawan muslim yang mereka merupakan muridnya para sahabat yang kemudian dikenal dengan tabi‘in. Masa ini disebutkan dalam sejarah berkisar antara tahun 41 H sampai awal abad ke II H. Pada masa ini banyak terjadi kontroversialisme. Konsekuensi lain dari kontroversialisme pemahaman adalah meluasnya ruang ikhtilaf pada periode ini.Dalam batas-batas tertentu, karena perbedaan teori, formulasi, keadaan dan kondisi masyarakat, mereka sering berbeda dalam satu masalah yang sama. Seiring berjalan waktu, muncul seorang cendikiawan muslim di Andalusia (Spanyol sekarang). Beliau adalah Ibnu Hazm al-Andalusī. Beliau adalah salah seorang pengikut madhhab Hanbalī akan tetapi beliau melakukan pengemabngan pendapat sendiri yang agak berbeda dengan imamnya, sehingga timbul pertanyaan, apa saja pendapat beliau dalam fikih dan landasan berpikirnya serta apa saja pemikirannya yang dianggap relevan dengan masa sekarang. Hasil pemikiran beliau merujuk langsung dari al-Qur’an dan hadith. Di antara hasil pemikiran beliau yang relevansi dengan konteks sekarang adalah beliau membolehkan kepemimpinan dan kesaksian wanita serta konsep muzara‘ah dalam sistim pertanian. Beliau melandaskan pendapatnya kepada praktek Aisyah r.a dan praktek yang dilakukan oleh Rasūlullāh SAW
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM BERDAKWAH PADA MASA COVID-19 DI ACEH
This research is to explain that the development of da'wah during the Covid-19 Pandemic has hit Indonesia in general and Aceh in particular has provided changes in the use of da'wah media carried out by preachers in Aceh. Where previously the preachers preferred the media pulpit or mass gathering at a place, but during the Covid-19 pandemic it has changed the perception of preachers in carrying out da'wah activities by preferring social media as a media of preaching. Social media is considered safer and easier to reach by the community in order to hear da'wah, according to the health protocol recommended by the government during Covid-19 in Aceh. Among the several social media used by preachers in carrying out their da'wah activities, Facebook social media is more widely used, and Facebook social media is considered easier to use and easier to reach by layers of society compared to other social media. Social media Facebook can directly do live da'wah activities carried out by preachers and the public can immediately watch da'wah activities anywhere as long as there is an internet or wifi connection which is now available anywhere
TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL OLEH ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT UU NO. 35 TAHUN 2015 (Kajian Kasus di Mahkamah Syar’iyah)
AbstractProtection of children is the foundation for children to become adults in responding to future challenges. Law Number 35 of 2014 concerning child protection describes the obligation to provide protection to children, but the criminal provisions for perpetrators of child abuse, in this Law are still very weak as a basis for handling cases of abuse against children. Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning the law of Jinayat katagori Jarimah (sexual harassment) has been regulated in accordance with the law. The Syar'iyah Court is one of the Islamic law courts in handling children's cases. This study aims to determine the perspective of Islamic criminal law on forms of sexual abuse by minors in Law No. 35 of 2014 and Qanun No. 6 of 2014, to determine the application of criminal acts of sexual abuse by minors and to find out judges' considerations in resolving criminal acts of sexual abuse by minors. Writing using this type of qualitative research, the research location is centered at the Kuala Simpang Syar'iyah Court. The data sources obtained consist of primary data and secondary data. The data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results showed that the perspective of Islamic criminal law on forms of sexual abuse by minors in Law No. 35 of 2014 and Qanun No. 6/2014 is a measure of the welfare and prosperity of the community, nation and state, so it is the obligation for us together with the government and every member of society to strive for child protection according to our abilities for the national interest and the interests of humanity. The application of criminal acts of sexual abuse by minors at the Kuala Simpang Syar'iyah Court still refers to Qanun No. 6 of 2014. Legal considerations of the Kuala Simpang Syar'iyah Court judges in resolving sanctions for perpetrators of sexual abuse by minors in terms of age of the child, level of action and benefit to the child
KONSEP BELAJAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Belajar adalah salah satu kunci utama untuk memperoleh pendidikan. Tanpa belajar pendidikan tidak akan perneh terwujud sebagai suatu proses. Dengan belajar manusia dapat mengerti akan dirinya, lingkungan dan juga penciptanya. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku manusia menuju arah yang lebih baik sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan ataupun pengalaman dan latihan. Kemampuan belajar yang dimiliki manusia merupakan bekal yang asasi dalam kehidupannya. Belajar dalam pandangan Islam memiliki arti yang sangat penting sehingga manusia tidak pernah lepas dari aktifitas belajar dan al-Qur’an mengangkat derajat orang yang berilmu ke derajat yang luhur, sehingga mereka memiliki etos belajar yang tinggi dan penuh semangat serta mengharapkan janji luhur Allah Swt. Belajar dalam Islam adalah belajar dengan penuh petualangan yaitu pendidikan sepanjang hayat