Pusat Jurnal Kopertais Wilayah V Aceh
Not a member yet
388 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN AIR MINUM MINERAL DI KOTA LHOKSEUMAWE
The objectives of the research are to know the concurrent effects of educational factors of consumers along with the price, quality, distribution, and promotion of mineral drinking water towards the consumers' behavior in purchasing mineral water, and to identify what factors have a dominant effect on the consumers' behavior in purchasing mineral water in city Lhokseumawe. After an examination of 200 respondents by means of multiple linear regression method, the study found that: (1) Fcount value is 34.677, meaning that it is larger than Ftable (2.14). This indicates that there are significant concurrent effects of educational factors of consumers along with the price, quality, distribution, and promotion of mineral drinking water towards the consumers' behavior in purchasing mineral water in Lhokseumwe. Thus, the first hypothesis is accepted. (2) Among the independent variables that were examined, price has a dominant and significant effect on consumers' behavior in purchasing mineral drinking water. Thus, the second hypothesis is accepted. (3) Viewed from the effects of individual factors on consumers' behavior in purchasing mineral drinking water, then: (a) Price has a significant effect of 12.15% on the purchase of mineral drinking water. (b) Education and income have a significant effect on the purchase of mineral drinking water. (c) Quality, distribution, and promotion have a significant but little effect on the purchase of mineral drinking water. The findings show that price has a very significant effect. Therefore, companies should take it into first account because there occurs a tight competition among mineral drinking water producers. In addition, the findings suggest that companies pay more attention to educational factors, income, quality, distribution and promotion, since these factors could increase the purchasing volume of mineral drinking water
AKAD MURABAHAH PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI BAITUL QIRADH BINA INSAN MANDIRI BANDA ACEH
BQ-BIMA Banda Aceh yang merupakan institusi koperasi syariah yang ssesuai dengan masyarakat tersebut seharusnya bisa berkembang dengan cepat. Kenyataannya, sebahagian masyarakat Banda Aceh masih beranggapan bahawa sistem operasi di BQ-BIMA Banda Aceh belum sepenuhnya mempraktekkan prinsip Syariah. Penulis tertarik penelitian ini dengan judul “Akad Murabahah Pada Program Pemberdayaan Ekonomi Baitul Qiradh Bina Insan Mandiri Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk Mengenal pelaksanaan akad murabahah pada program pemberdayaan ekonomi terhadap pedagang di Baitul Qiradh Bina Insan Mandiri (BQ-BIMA) Banda Aceh. Menjelaskan sistem operasional program pemberdayaan ekonomi masyarakat di BQ-BIMA Banda Aceh, peneliti mengenalisis data yang berbentuk primer dan sekunder. Menganalisis data primer yang berupa data interview, angket dan observasi merupakan sumber informasi utama dan didukung dengan data sekunder untuk mengambil kesimpulan dalam menguraikan sistem opersional program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Setelah data dikumpulkan dan ditentukan yang berbentuk kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber. Maka peneliti akan menganalisis data tersebut dan menguraikannya dengan menggunakan metode Induktif, Deduktif dan Deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan dan gambaran dari hasil penelitian tersebut. Setelah di teliti pembiayaan murabahah pada Baitul Qiradh Bina Insan Mandiri (BQ-BIMA) Banda Aceh sudah dijalankan berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku dengan fitur dan dokumen yang diperlukan dengan tujuan agar dalam penyaluran dana di masyarakat sesuai dengan syariat Islam melalui sistem murabahah
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep siswa pada Pokok Bahasan Permutasi di Kelas X MAN 2 Pidie Jaya Kabupaten Pidie Jaya
Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan materi serta hasil belajar, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan pembelajaran. keberhasilan penyelenggaraan pendidikan banyak ditentukan oleh proses belajar mengajar yang ditangani langsung oleh guru. Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki siswa dan siswa kurang diberi kesempatan untuk menemukan kembali dan mengkontruksi sendiri ide-ide matematika sehingga pembelajaran di kelas jadi kurang bermakna. Model pembelajaran discovery learning merupakan salah satu alternatif yang diharapkanmampu mengaktifkan anak, menemukan sesuatu dan mengembangkan kreatifitas. Metode Discovery Learning adalah suatu metode pembelajaran yang membimbing siswa untuk menemukan hal-hal yang baru bagi siswa berupa konsep, rumus, pola, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penerapan metode ini dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Uji coba ini bertujuan Metode Discovery Learning adalah suatu metode pembelajaran yang membimbing siswa untuk menemukan hal-hal yang baru bagi siswa berupa konsep, rumus, pola, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penerapan metode ini dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. tingkatpemahaman konsep siswa, pernyataan dalam angket dikategorikan dalam 3 kategori, yaitu pemahaman masalah terhadap permutasi, kebenaran jawaban akhir soal, dan proses penurunan rumus permutasi. Berdasarkan angket yang telah diisi oleh siswa, dapat terlihat bahwa dari 3 kategori 4 siswa tergolong “sangat baik”, 3 siswa tergolong “cukup” dan 18 siswa tergolong “baik”. Dari hasil kategori terlihat bahwa pemahaman konsep siswa “baik” karena siswa baru pertama kalimembuktikan rumus selama mereka belajar
IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILL OF DESCRIPTIVE TEXT BY USING PICTURE
The purpose of the research is to investigate whether or not pictures can improve students’ writing skill and class condition. The subject in this research is students of class VII B in SMP N 8 Banda Aceh. The method of the research is a classroom action research. This research was conducted in two cycles. Each cycle consisted of four steps: planning, action, observation and reflection. To collect the qualitative data, the writer used field notes, photograph and interview. To collect the quantitative data, the writer conducted tests. The tests were pre-test and post-tests. To analyze the qualitative data, the writer used interactive model data analysis. For the quantitative data, the writer analyzed the mean scores of the tests to compare differences between pre-test and post-test. The result of the research shows that teaching writing skill by using pictures could improve the students’ writing skill and class condition. The improvement of mean scores showed that there was an improvement on students writing skill. The students’ mean score of pre test is 51.15, it improves up-to 57.79 in the post-test I and up to 60.82 in the post-test II. Therefore, it could be concluded that teaching writing skill by using picture could improve the students’ writing skill
Perspektif Fiqh Muamalah Tentang Jual Beli Sembako Kadaluarsa
The buying and selling of food items that have expired are often carried out by the community to make a lot of profit, therefore this article seeks to examine more deeply how to carry out the sale and purchase of expired basic necessities and how to review Islamic law on the sale and purchase of expired basic necessities?. This study aims to find out how the practice of buying and selling basic necessities in the Bukit Harapan community and how to review Islamic law related to the practice of buying and selling basic necessities that have expired. This study uses a qualitative approach which is intended to identify and describe clearly and in detail the sale and purchase of expired necessities in Bukit Harapan Village, Gunung Meriah District, Aceh Singkil Regency. The data collection techniques used are observation and interviews. The results of the research are the implementation of the sale and purchase of expired basic necessities to the public, the sale and purchase of basic necessities occurs due to the ignorance of the traders or the lack of thoroughness of the buyers so that the sale and purchase of expired basic necessities occurs. If viewed in the view of Islam, that selling food items that have expired is an act that is strictly prohibited, because it can harm those who consume them, therefore Islam instructs all human beings to pay attention to their food and drink in order to avoid bad food and drink
SENSITIVITAS HAKIM TERHADAP PERLINDUNGAN HAK ISTERI DALAM KASUS CERAI GUGAT (Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor 157/Pdt.G/2020/Ms.Bna)
Pasca lahirnya Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor.137/K/AG/2007 memberikan warna baru terhadap hak isteri pasca cerai gugat.Yakni isteri berhak mendapatkan nafkah iddah dan mut’ah dari bekas suami.Namun fakta empiris membuktikanaturan tersebut belum terwujud dalam putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor. 157/Pdt.G/2020/MS.Bna.Oleh karena itu dibutuhkan sensitivitas dan kepekaan seorang hakim terhadap perlindungan hak-hak isteri pasca perceraian.Adanya aturan tersebut merupaan bentuk perlindungan terhadap hak-hak isteri pasca percerain.Tujuan dilakukanya penelitian ini untuk mengetahui sensitivitas hakim terhadap hak isteri dalam kasus cerai gugat serta mengetahui alasan hakim tidak memberikan nafkah tersebut.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis-empiris dengan jenis data primer dan data sekunder.Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi kepustakaan.Data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwahakim di Mahkamah Syar’iyahtelah berupaya memiliki nilai sensitivitas terhadap perlindungan perempuan pasca perceraian.Sensitivitas tersebut dinilai menggunaka dua indikator pertama upaya hakim dalam pemenuhan nafkah mut’ah dan iddah terhadap isteri dalam kasus cerai gugat.kedua perealisasian terhadap hak-hak isteri pasca penetapan putusan Mahkamah Syar’iyah. Faktor yang menyebabkan hakim tidak menetapkan nafkah dalam putusan tersebut diantaranya: Hakim masih menggunakan dasar KHI, isteri tidak mengetahui haknya serta hanya meminta akta cerai
Sanksi Kejahatan Pelecehan Seksual Menurut Kuhp dan Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat
Pelecehan merupakan perbuatan pelanggaran atau suatu kejahatan, oleh sebab itu perlu adanya adanya sanksi yang harus diberikan kepada pelaku agar kejahatan tersebut berkurang, apalagi khusus untuk Aceh yang sudah memiliki hak otonomi khusus dalam menanggulangi kejahatan. Dengan demikian dalam menjatuhkan sanksi kejahatan ini terdapat dua patokan hukum selain KUHP secara umum juga ada qanun secara khusus untuk Aceh. Penelitian ini bertujuan mengetahui sanksi kejahatan ini dalam KUHP dan Qanun Aceh No 6 tentang Hukum Jinayat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka (library research) terhadap Al Qur’an, Hadist, KUHP, Qanun Hukum Jinayat serta peraturan perundang-undangan yang lainnya. Dalam studi pustaka dianalisa dengan metode diskriptif, di mana secara deduktif bertujuan mengemukakan data-data yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan secara khusus baik dalam bentuk definisi maupun dalam bentuk konsep, kemudian secara komperatif penulis membandingkan beberapa penjelasan dalam KUHP dan Qanun Hukum Jinayat yang ada kaitannya dengan permasalahan untuk mendapatkan hasil yang lebih mendekati kebenaran. Dari hasil penelitian dapat penulis ambil kesimpulan bahwa dalam KUHP dan Qanun Hukum Jinayat pelaku pelecehan seksual sama-sama diberi sanksi, akan tetapi penjatuhan sanksi nya yang berbeda. Dalam KUHP kerena pelecehan seksual masuk kedalam pelanggaran kesusilaan maka jatuhkan sanksi penjara sanksi terberat adalah lima belas tahun penjara sedangkan dalam Qanun Aceh No 6 tentang Hukum Jinayat sanksi ‘uqubat cambuk terberat paling banyak 90 (sembilan puluh) kali atau denda paling banyak 900 (sembilan ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 90 (sembilan puluh) bulan
Peran BP4 Dalam Mencegah Perselisihan Perkawinan Akibat Nusyus dan Syiqaq (Studi Kasus di Kua Kecamatan Sawang)
Tulisan ini mengulas tentang peran Badan penasehat pembinaan dan pelestarian perkawinan dari segi hukum Islam untuk menyelesaikan persoalan nusyus dan syiqaq. Adapun penelitian ini memakai pendekatan yuridis analisis dengan menggunakan sumber data bersifat kepustakaan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian bertujuan untuk membina keluarga agar rukun dan bahagia untuk menuju keluarga yang sejahtera yang saling menjaga dan terhindar dari konflik yang menghancurkan ikatan perkawinan seperti nusyuz dan syiqaq. Badan penasehat pembinaan dan pelestarian perkawinan dari segi hukum islam juga ikut berpartisipasi dalam mengupayakan upaya damai jika keluarga kedua belah pihak tidak bisa untuk mendamaikan konflik yang terjadi antara kedua belah pihak, dengan adanya Badan penasehat dan pembinaan dan pelestarian perkawinan dari segi hukum islam diharapkan dapat memberi arahan dan bimbingan untuk melestarikan perkawinan supaya tercapai tujuan pernikahan tersebut yaitu menuju kepada keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah
PRAKTIK JUAL BELI ZAKAT FITRAH DI MASJID ANTARA MUZAKKI DAN AMIL DI DESA TANAH MERAH ACEH
Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Fast traslate Icon translate Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap umat muslim mulai dari anak-anak sampai lensia. Pembayaran zakat firah biasanya di masjid atau di mushalla, baik berupa beras maupun uang. pembayaran zakat fitrah dengan uang, bukanlah ia membayar zakat fitrah dengan uang akan tetapi ia membeli beras kepada amil zakat fitrah seperti yang terjadi di desa Tanah Merah. Oleh karena itu penulis memfokuskan kajian terhadap bagaimana praktik pembelian beras zakat fitrah di masjid Tanah Merah (Ashabul Yamin) Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Simgkil. Metode penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa masyarakat desa Tanah Merah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil kerap sekali mempraktikkan jual beli zakat fitrah di masjid. 40% masyarakat Tanah Merah mempraktikkan jual beli zakat fitrah, dengan alasan cara ini memudahkan orang banyak dengan tanpa membawa beras, mereka hanya membawa uang dan membeli beras yang disediakan oleh amil zakat fitrah. Namun, sebagian masyarakat tanah merah beranggapan hal tersebut kurang bagus, karena jual beli zakat fitrahnya di dalam masjid. Dalam tinjauan hukum Islam praktik jual beli dimasjid tidak menjadi masalah jika melengkapi seluruh syarat dan rukun jual beli. Namun, jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi maka jual beli zakat fitrah dalam masjid merupakan perbuatan yang dilarang
Tinjauan Umum Tentang Delik Dan Sanksi Adat
Istilah adat berasal dari Bahasa Arab, yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia bermakna “kebiasaan”. Adat atau kebiasaan adalah tingkah laku seseorang yang terus menerus dilakukan dengan cara tertentu dan diikuti oleh masyarakat luar dalam waktu yang lama. Adat istiadat menunjukkan bentuk, sikap, tindakan (perubahan) manusia pada masyarakat hukum adat untuk mempertahankan adat istiadat yang berlaku di lingkungan wilayahnya. Adat istiadat terkadang dipertahankan karena kesadaran masyarakatnya, tetapi tidak jarang pula adat istiadat dipertahankan dengan sanksi atau akibat hukum sehingga menjadi hukum adat. Di dalam setiap masyarakat pasti akan terdapat ukuran mengenai hal apa yang baik dan apa yang buruk. Perihal apa yang buruk atau sikap yang dipandang sangat tercela itu akan mendapatkan imbalan yang negatif. Dimana delik adat merupakan segala perbuatan atau kejadian yang sangat mengganggu dalam kehidupan masyarakat, segala perbuatan dan kejadian yang mencemarkan suasana batin, yang menentang kesucian masyarakat, merupakan delik terhadap masyarakat seluruhnya dan delik yang paling berat ialah segala pelanggaran yang merenggut perimbangan antara dunia lahir dan dunia gaib, serta pelanggaran yang memaksa dasar susunan masyarakat. Terjadinya delik adat akan menyebabkan hilangnya keseimbangan dalam kehidupan masyarakat, oleh karena itu perlunya upaya untuk mengembalikan keseimbang dan ketentraman dalam lingkungan masyarakat adat